Penjelasan Trikoma Serta Fungsi Pada Tumbuhan

Diposting pada

pengertian-trikoma

Pengertian Trikoma

Trikoma berarti rambut, namun dalam jumlah jamak disebut trikomata.  Merupakan rambut – rambut yang tumbuh berasal dari sel epidermis yang bentuk, susunan, dan fungsinya berbeda. Pada epidermis sering terdapat alat tambahan baik unisel maupun multisel yaitu trikoma yang memiliki struktur yang lebih padat seperti tonjolan, kelenjar maupun duri. Umumnya trikoma yang terdapat pada akar disebut rambut akar yang berfungsi untuk menyerap air dan garam – garam air dalam tanah.


Trikoma merupakan salah satu alat tumbuhan atau derivate dari jaringan epidermis. Trikoma atau rambut daun banyak ditemukan di tulang helaian daun, di biji, dan ada juga yang terdapat di buah yang disebut dengan rambut buah. Berdasarkan ada tidaknya fungsi sekresi, trikoma dibedakan menjadi :

  1. Trikoma glanduler, yaitu trikoma yang memeiliki secret dan berfungsi untuk sekresi.
  2. Trikoma non glanduler, yaitu trikoma yang tidak memiliki secret dan tjuga tidak memiliki fungsi sekresi.

Sedangkan berdasarkan jumlah sel penyusunnya, trikoma dibedakan menjadi :
Uniseluler, umumnya trikoma uniseluler tidak bercabang. Namun adakalanya yang bercabang.
Multiseluler, pada trikoma ini ada yang cabangnya seperti pohon, ada yang memanjang, dan ada juga yang mendatar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Organel Sel Beserta Fungsi Menurut Para Ahli


Tipe dan Macam Trikoma

Pada sel-sel epidermis ada yang membentuk struktur berupa rambut-rambut yang menonjol ke arah luar yang disebut dengan trikoma. Dilihat dari fungsinya terikoma ini memiliki peran yang bermacam-macam. Trikoma pada akar sangat berperan dalam memperluas bidang penyerapan air dan garam mineral. Dilihat dari kemampuan menghasilkan sekret, trikoma dibagi menjadi dua yakni trikoma glandular dan trikoma non galndular.

  • Trikoma Glandular
    Trikoma glandular mengeluarkan sekret berupa garam, larutan gula, racun atau terpentin.
  • Trikoma Non Glandular
    Trikoma yang biasanya hanya berupa tonjolan seperti duri-duri pada batang, daun atau buah yang tidak menghasilkan sekret.

Trikoma Glandular

Trikoma Glandular

Trikoma glandular memiliki sel kelenjar yang dapat mengeluarkan zat seperti garam, gula dan terpen. Trikoma sekresi dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik.

  1. Trikoma bersel banyak yang sederhana terdiri dari tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak.
  2. Trikoma seperti itu terdapat pada misalnya daun tembakau.
  3. Trikoma kelenjar yang menghasilkan sekret yang kental dan lengket, dan yang biasanya terdiri dari tangkai dan kepala bersel banyak dinamakan koleter. Trikoma ini ditemukan pada tunas muda.
  4. Trikoma rambut gatal terdapat pada Urtica.
  5. Rambut sekresi bersel satu dan bersel banyak yang menghasikan nektar terdapat pada bunga atau bagian lain di luar bunga.

Trikoma glandular terlibat dalam sekresi senyawa. Ialah garam, madu, terpen, dan polisakarida. Dikelompokkan menjadi 2:

  1. Trikoma seperti gelembung yang terdiri atas sel kelenjar
  2. Kelenjar multisel yang terdiri atas beberapa sel krlenjar dan sel basal

Contoh trikoma glandular :

  • Trikoma hidatoda (sekresi senyawa organik & anorganik)
  • Trikoma yang mensekresikan madu
  • Trikoma yang menghasilkan lendir
  • Trikoma yang mensekresikan terpen (minyak)
  • Kolatera
  • Rambut gatal (injeksi racun)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap

Trikoma Non-glandular

Trikoma Non-glandularTrikoma non glandular tidak memiliki sel kelenjar.

  1. Trikoma bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, misalnya pada Gossypium, serat kapas merupakan rambut epidermis bersel satu dari kulit biji dan dapat mencapai panjang 6 cm.
  2. Trikoma sisik yang memipih dan bersel banyak, ditemukan tanpa tangkai pada daun durian
  3. Rambut bercabang, bersel banyak. Bentuknya dapat seperti bintang, misalnya rambut pada di bagian bawah daun waru.
  4. Rambut akar merupakan pemanjangan sel epidermis dalam bidang lurus permukaan akar.

Trikoma non-glandular tidak menghasilkan sekret. Dikelompokkan menjadi 4:

  • Trikoma bersel satu atau multisel
  • Trikoma sisik, berbentuk pipih, dan multisel
  • Trikoma bercabang (bintang), dan multisel
  • Trikoma kasar berlapis banyak

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Aplikasi Bioteknologi Modern – Pengertian, Genetika, kedokteran, pertanian, peternakan, limbah, Biokimia, Virologi, Biologi sel


Jenis Trikoma

Rambut atau trikoma bersel satu atau bersel banyak dibentuk dari sel epidermis. Struktur yang lebih besar dan padat seperti kutil dan duri (seperti duri mawar) yang tersusun dari jaringan epidermis disebut emergens. Kegunaan trikoma dalam taksonomi cukup dikenal. Kadang-kadang famili tertentu dapat dikenal dengan mudah dari macam rambutnya.

Trikoma dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

Trikoma yang tidak menghasilkan sekret

  1. Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih. Misalnya pada Lauraceae, Moraceae, Triticum,
  2. Pelargonium, dan Gossypium. Pada Gossypium, serat kapas cm.
  3. Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, ditemukan tanpa tangkai (sessil) pada daun durian (Durio zibethinus) atau bertangkai pada Olea.
  4. Rambut bercabang, bersel banyak. Bentuknya dapat seperti bintang, mislnya ranbut di bagian bawah daun waru (Hibiscus) atau seperti tempat lilin pada Verbascum.
  5. Rambut akar merupakan pemanjangan sel epidermisdalam bidang yang tegak lurus permukaan akar. Sel berbentuk bulat panjang, mencapai panjang 80-1500μm dengan garis tengah 5-17μm. Rambut akar memiliki vakuola besardan biasanya berdinding tipis.

Trikoma sekresi (yang mengasilkan sekret) atau kelenjar

Trikoma sekresi dapat bersel satu, bersel banyak atau berupa sisik. Trikoma bersel banyak yang sederhana terdiri dari tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak. Trikoma seperti itu terdapat misalnya padadaun tembakau.

Trikoma kelenjar menghasilkan sekret yang kental dan lengket, dan yang biasana terdiri dari tangkaidan kepala bersel banyak dinamakan koleter. Trikoma seperti itu ditemukan berkelompok pada tnas muda, dan sekret yang dihasilkanya menjaga tunas dari kekeringan. Jenis trikoma kelenjar lain adalah kelenjar cerna yang terdapat pada tumbuhan pemakan serangga Nepenthes.


Trikoma lain yang juga terspesialisai adalah rambut gatal pada Urtica. Trikoma terdiri dari sel-sel panjang yang memiliki dasar yang lebar membengkak sedangkan bagian atasnya sempit dan runcing. Dinding bagian ujung yang runcing mengandung silika, sedangkan bagian tepat di bawahnya mengandung kalsium. Bila rambut tersentuh ujung runcing yang membulat itu akan patah di daerah batas; sisanya beruujung runcing dengan mudaah menembus kulit orang yang menyentuh tumbuhan tersebut. Di saat itulah kandungan rambut (histaimin dan asetilkolin) masuk ke kulit, menimbulkan rasa gatal.


Rambut sekresi bersel satu dan bersel banyak yang menghasilkan nektar terdapat pada unga atau di bagian lain di luar bunga. Beberapa di antaranya tidak berkutikula, dan nektar disekresikan secara berdifusi. Pada rambut lain, sel memiliki kutikula. Dalam hal itu dinding terluar dari sel kepala rambut ysng bersangkutan perlahan-lahan membengkak dan meluas sehingga terbentuk lapisan lendirmenyerupai kubah di bawah kutikula. Lapisan tersebut terus meluas dan dengan demikian menekan lapisan bagian daam daridinding luar ke arah lumen sel yang hampir seluruhnya rusak. Akhirnya kutikula pecah dan zat lendir tempat terkumpulnya nektar terbawa ke permukaan organ, misalya pada Hibiscus dan Abutilon.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Penemuan Sel – Teori, Konsep, Perkembangan, Macam, Karakteristik


Fungsi Trikoma

Ada beberapa fungsi dari trikoma yang antaranya yaitu:

  • Pada bagian akar berfungsi untuk penyerapan.
  • Pada epidermis daun dan batang untuk mengurangi penguapan dan gangguan mekanik.
  • Pada bunga Lonicera, rambut-rambut yang terdapat pada epidermis yang berbatasan pada petal mengeluarkan nektar.
  • Pada rambut kepala putik, mengeluarkan perekat untuk melekatnya polen.
  • Pada biji untuk mengeringkan dan mempermudah penyebaran oleh angin.
  • Untuk menahan dari pertikular.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Respirasi Sel Pada Tumbuhan Dalam Biologi


Laporan Praktikum Trikoma

A. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan yaitu:
1. Silet
2. Mika
3. Gelas benda dan penutupnya

Bahan yang digunakan yaitu:
1. Daun sirih merah
2. Daun begonia
3. Daun durian
4. Lem perekat
5. Air


B. Cara Kerja

Pengamatan Trikoma pada Daun Durian

Pengamatan Trikoma pada Daun DurianPengamatan pada Daun Begonia

Pengamatan pada Daun BegoniaPengamatan pada bagian atas dan bawah daun sirih merah

Pengamatan pada bagian atas dan bawah daun sirih merah


C. Tabel Pengamatan

Tabel Pengamatan


D. Pembahasan

Pada praktikum “Kaitan antara Struktur dan Fungsi Jaringan” kami memfokuskan pengamatan kami terhadap jaringan terluar pada tumbuhan yatu jaringan epidermis. Epidermis ini mempunyai derivat atau dalam perkembangannya mengalami deferensiasi menjadi beberapa sel dengan fungsi khusus.Derivat dari epidermis yang dapat kami temukan dalam praktikum kali ini adalah trikoma dan stomata. Berikut ini adalah pembahasan dari masing-masing daun yang kami amati.

  1. Daun Durian
    Pada pengamatan dengan daun durian kami membuat preparat dari lapisan bawah daun durian yang berwarna kuning keemasan. Setelah kami amati di bawah mikroskop dengan perbesaran 100x, kami menemukan dua buah trikoma yang berbeda bentuk, tetapi tidak bertangkai atau sessil. Bisa diketahui jika trikoma tersebut merupakan trikoma non glanduler yang bersel banyak, karena trikoma tersebut tidak mengeluarkan sekret dan jumlahnya banyak. Trikoma yang pertama bentuknya druse, sedangkan trikoma yang kedua bentuknya seperti bintang. Menurut Estiti B. Hidayat (1995) Jenis trikoma pertama yang, termasuk trikoma rambut sisik, dan trikoma yang kedua termasuk trikoma rambut bercabang.

  2. Daun Begonia
    Pada daun Begonia, kami membuat preparat melintang dari tangkai daunya. Setelah kami amati di bawah mikroskop dengan perbesaran 100x, kami menemukan trikoma yang bertangkai, yang tangkainya sendiri melekat pada jaringan epidermis dan bentuknya seperti serabut-serabut panjang yang tidak beraturan (berbentuk pita).
    Trikomata pada tumbuhan durian dan begonia mempunyai bentuk yang berbeda karena pada dasarnnya kedua tanaman ini mempunyai jenis yang berbeda dan trikomata mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda pula. Tumbuhan begonia cenderung tumbuhan herbasius atau cenderung kejenis basah yang mempunyai trikomata berbentuk pita, karena daun begonia yang berbentuk lebar dan sangat cocok jika mempunyai trikoma berbentuk pita karena memudahkan dalam penguapan. Jika begonia mempunyai trikoma berbentuk druse maka tanaman akan mengalami kesulitan dalam proses penguapanya dan akan mengalami pembusukan pada daunnya. Sedangkan durian cenderung nonherbasius karena merupakan tanaman terestrial atau hidup di darat dan menjulang tinggi. Pada durian mempunyai trikoma berbentuk druse karena bentuk ini akan menutup daun lebih besar sehingga mengurangi pennguapan, apabila durian mempunyai bentuk trikoma berbentuk pita maka penguapan pada durian akan semakin besar dan durian akan kekurangan air lebih banyak.


  3. Daun sirih merah
    Yang kami amati pada daun sirih merah adalah epidermis bagian atas dan bagian bawah. Yang kami temukan pada epidermis bagian atas daun sirih merah adalah stomata yang letaknya antara stomata satu dengan stomata yang lain berjauhan, sedangkan stomata yang terdapat pada epidermis bagian bawah daun sirih merah letaknya saling berdekatan sehingga jumlah stomata bagian bawah lebih banyak daripada bagian atas.
    Menurut Kartasaputra (1998) stomata umumnya terdapat di permukaan atas dan bawah daun. Stomata pada beberapa spesies tanaman hanya terdapat pada daun bagian bawah daun atau bagian atas saja. Berdasarkan fungsinya stomata paling banyak terdapat pada bagian bawah daun, hal tersebut dikarenakan pada bagian atas daun lebih berfungsi untuk proses fotosíntesis, banyak stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas pada tumbuhan, sedangkan sel penjaga berfungsi untuk mengatur, membuka dan menutupnya stomata. Struktur stomata yang berbeda ini, juga berkaitan dengan habitat tanaman sirih merah. Menurut Sudewo (2010) Tanaman sirih merah tergolong langka karena tidak tumbuh subur di daerah yang panas. Sementara itu, di tempat berhawa dingin sirih merah dapat tumbuh subur. Sehingga stomata lebih banyak ditemukan di epidermis bagian bawah daun yang terlindungi dari panas, karena fungsi stomata yaitu mengurangi penguapan dan merupakan jalan masuknya CO2 dari udara.

E. Kesimpulan

Dari pengamatan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa jaringan epidermis pada beberapa daun, memiliki ciri spesifik dilihat dari mofologis maupun anatominya. Ciri spesifik yang dapat dilihat dari segi morfologisnya adalah jaringan epidermis ini umumnya tebal. Pada beberapa daun, jaringan ini akan terasa kasar bila disentuh, atau bahkan terlihat ada rambut-rambut halusnya. Sedangkan ciri spesifik yang dapat dilihat dari segi anatomisnya adalah pada jaringan epidermis tersebut ditemukan adanya stomata dan trikoma sebagai derivat dari jaringan epidermis yang mengalami perkembangan. Ciri spesifik tersebut sesuai dengan tempat hidupnya masing-masing dan berkaitan dengan fungsi dari jaringan epidermis itu sendiri, yaitu sebagai pelindung jaringan di bawahnya terhadap penguapan, kerusakan mekanik-mekanik, perubahan temperatur dan sebagainya.