Pengertian Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Diposting pada

Siklus-Hidup-Produk

Pengertian Siklus Hidup Produk

Pengertian Siklus Hidup Produk (Product Life cycle) – Pada prinsipnya, Hampir setiapproduk di dunia ini mengalami Siklus Hidup Produk.Namun jangka waktu siklus hidup produk pada setiap produk tersebut berbeda-beda, ada yang cepat hilang, ada juga yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama. Apalagi pada produk- produk yang berorientasi pada Teknologi seperti pada produk-produk Elektronika (Ponsel, Komputer, Televisi), Siklus Hidup suatu produk akan semakin terasa. Mungkin banyak diantara kita yang kurang memperhatikannya, namun itulah yang sering terjadi di kehidupan kita.


Oleh karena itu, mengerti dan memahami konsep Siklus Hidup Produk atau Product Life Cycle ini merupakan suatu hal yang penting bagi setiap produsen untuk memproduksi dan memasarkan produknya. Pada dasarnya, Siklus Hidup Produk adalah tahapan- tahapan proses perjalanan hidup suatu produk mulai dari diperkenalkannya kepada pasar (market) hingga pada akhirnya hilang dari pasaran. Untuk memperpanjang umur hidup suatu produk, produsen harus bekerja keras melakukan berbagai strategi agar produknya dapat bertahan lebih lama lagi di pasar (market).


Siklus hidup produk (Product Life Cycle) adalah konsep penting yang memberikan suatu pemahaman mengenai dinamika kompetitif dari suatu produk.


Siklus Hidup Produk atau Product Life Cycle ini yakni suatu grafik yang menggambarkan suatu riwayat produk sejak diperkenalkan ke dalam pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini adalah suatu konsep yang penting didalam pemasaran dikarenakan memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika bersaing suatu produk. Konsep Siklus Hidup Produk atau Product Life Cycle dipopulerkan oleh levitt (1978) yang setelah  penggunaannya dikembangkan dan juga diperluas oleh para ahli lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pegadaian – Jenis, Tugas, Tujuan, Fungsi, Struktur, Produk, Kegiatan, Kewajiban, Berakhirnya, Kategori


Tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Tahap yang terdapat didalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk – Terdapat yang menggolongkannya menjadi

  • introduction
  • growth
  • maturity
  • decline
  • termination.

Sementara itu ada juga yang menggemukakan bahwa keseluruhan tahap – tahapan dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) itu terdiri atas

  1. introduction (pioneering)
  2. rapid growth (market acceptance)
  3. slow growth (turbulance)
  4. maturity (saturation)
  5. decline (obsolescence).

Walaupun demikian pada dasarnya yang digunakan ialah penggolongan ke dalam empat tahapan, yakni :

  • introduction
  • growth
  • maturity
  • decline.

Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu terbagi menjadi 4tahap, yakni:

  1. Tahap perkenalan (introduction).
    Dalam tahap perkenalan , barang mulai dipasarkan kedalam jumlah yang besar meskipun volume penjualannya belum sesuai . Barang yang di jual dasarnya barang baru (yang betul-betul baru) dikarenakan masih berada ditahap permulaan, dan biasanya ongkos yang dikeluarkan ini juga tinggi terutama biaya periklanan(Promosi). Promosi yang dilakukan tersebut memang harus agfesif serta juga mengarah kepada merek penjual. Di samping hal itu distribusi barang itu juga masih terbatas serta laba yang diperoleh juga masih rendah.

  2. Tahap pertumbuhan (growth).
    Dalam tahap ini, penjualan serta juga laba akan meningkat dengan sangat cepat. disebabkan permintaan sudah sangat meningkat serta juga masyarakat sekitara sudah mengetahui produk bersangkutan, maka dari usaha promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan tersebut tidak seagresif tahap sebelumnya. Di dalam tahap ini laha pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga terdapat persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk dapat memperluas serta juga meningkatkan distribusinya adalah dengan cara menurunkan harga jualnya.


  3. Tahap kedewasaan (maturity)
    Pada kedewasaan ini, kita semua dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat serta juga pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen ataupun laba pengecer mulai turun. Persaingan pada harga menjadi sangat tajam sehingga suatu perusahaan perlu memperkenalkan produktivitas dengan kreativitas model yang baru. Dalam tahap kedewasaan ini, usaha dalam periklanan(promosi) biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk dapat menghadapi persaingan.


  4. Tahap kemunduran (decline)
    Hampir di semua macam jenis barang yang dihasilkan suatu perusahaan selalu mengalami kekunoan atau juga keusangan serta juga harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap kemuduran ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk dapat menggantikan barang lama yang sudah jadul . walaupun dalam jumlah pesaing sudah berkurang namaun pengawasan biaya menjadi sangat penting diosebabkan karena permintaan sudah jauh menurun.Jika barang yang lama itu tidak segera ditinggalkan tanpa digantikan dengan barang baru, maka perusahaan tersebut  hanya dapat beroperasi disuatu pasar tertentu yang sangat terbatas.’


Alternatif-alternatif yang bisa dilakukan oleh manajemen disaat penjualan menurun antara lain sebagai berikut:

  • Memperbarui barang (fungsinya).
  • Meninjau kembali serta juga memperbaiki program pemasaran dan juga program produksinya agar lebih efisien.
  • Menghilangkan ukuran, warna, serta juga model yang kurang baik.
  • mengurangi sebagian jenis barang untuk dapat mencapai laba optimum pada barang yang telah ada.
  • Membuat kreativitas baru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Koperasi Konsumsi Dan Koperasi Produksi


Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Jika dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dianggap ialah sebagai nilai strategik dalam suatu perusahaan, maka manajernya tersebut seharusnya bisa menentukan dimana posisi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) produknya itu. Identifikasi dalam tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) tersebut dapat ditentukan dengan mengkombinasikan 3tiga faktor yang menunjukan ciri status suatu produk serta juga membandingkan dengan pola yang umum. Tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dalam suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya didalam market volume, rate of change of market volume.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kualitas – Pelayanan, Unsur, Produk, Para Ahli


Macam Tahap Siklus Hidup (Product Life Cyce)

Pada umumnya, Siklus Hidup Produk atau Product Life Cycle memiliki 4 Tahapan yaitu Perkenalan (Introduction), Perkembangan (Growth), Kedewasaan (Maturity), Penurunan (Decline). Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai keempat tahapan Siklus Hidup Produk beberapa strategi umum yang digunakan produsen dalam memasarkan produknya berdasarkan Fase atau Tahap Siklusnya.


1. Tahap Perkenalan (Introduction)

  • Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy)
    Peluncuran suatu produk baru pada harga tinggi dengan melalui tingkat promosi yang tinggi.
  • Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)
    adalah suatu peluncuran produk baru dengan harga tinggi serta juga sedikit promosi.
  • Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)
    adalah suatu peluncuran produk pada harga yang rendah yanag dengan biaya promosi yang besar.
  • Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)
    adalah suatu peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah serta juga harga rendah.

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)

Selama dalam tahap pertumbuhan perusahaan tersebut menggunakan beberapa strategi untuk dapat mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas pada produk dan juga  menambahkan keistimewaan pada produk baru serta gaya yang lebih baik.
  • Perusahaan tersebut harus menambahkan model > model baru serta produk > produk penyerta (yakni, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan lain-lain yang dapat melindungi produk utama)
  • Perusahaan itu harus memasuki segmen pasar baru.
  • Perusahaan itu harus meningkatkan cakupan distribusinya serta juga memasuki saluran distribusi yang baru.
  • Perusahaan tersebut beralih dari iklan yang dapat membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke arah iklan yang membuat orang menunjuk (memilih) produk anda (product preference advertising)
  • Perusahaan tersebut menurunkan harga untuk dapat menarik pembeli yang sensitif terhadap suatu harga pada tiap lapisan .

3. Tahap Kedewasaan (Maturity)

  • Perusahaan tersebut menghilangkan produk yang kurang kuat serta juga lebih berkonsentrasi kepada sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan serta juga pada produk baru.
  • Dengan Memodifikasi pasar yang mana perusahaan tersebut berusaha untuk dapat memperluas pasar untuk merek yang sudah mapan.
  • Perusahaan tersebut mencoba menarik konsumen yang merupakan ialah sebagai pemakai produknya.
  • Dengan Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yakni yang memiliki tujuan untuk dapat menambah keistimewaan baru dan yang memperluas keanekagunaan, keamanan maupun kenyaman dalam produk.
  • Dengan Strategi defensif yang mana untuk mempertahankan produk pasar yang mana hasil dari strategi tersebut akan memodifikasi bauran dalam pemasaran.
  • Dengan Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan untuk dapat meningkatkan kemampuan suatu produk, misalnya daya tahan, kecepetan, serta jugakinerja produk.
  • Dengan Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk dapat menambah daya tarik estetika dalam produk seperti model, warna, kemasan dan lain sebagainya.
  • Dengan Menggunakan take-off strategy dimana merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk dapat mencapai fase penerimaan konsumen yanag baru, strategi ini bisa  memperbaharui pertumbuhan disaat produk masuk dalam proses kematangan.

4. Tahap Penurunan (Decline)

  • Manambah investasi supaya dapat mendominasi atau juga  menempati posisi persaingan yang baik.
  • Mengubah produk tersebut atau juga mencari penggunaan atau manfaat baru dalam produk
  • Mencari pasar yang baru
  • Tetap ditingkat investasi perusahaan saat ini sampai dengan ketidakpastian didalam industri dapat diatasi
  • Mengurangi investasi pada perusahaan dengan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumenyang kurang menguntungkan.
  • Dengan Harvesting strategy untuk dapat mewujudkan pengembalian uang tunai dengan secara cepat
  • Dengan Meninggalkan bisnis tersebut serta juga menjual aset perusahaan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kualitas – Pelayanan, Unsur, Produk, Para Ahli


Strategi Ekstensi (Perpanjangan)

Untuk mempanjang umur produk, strategi-strategi yang sering dilakukan oleh produsen agar memperlambat produknya memasuki tahap penurunan diantaranya sebagai berikut :

  1. Periklanan, Mencoba untuk menambah pengguna baru dan berusaha mengingatkan pengguna lama.
  2. Menurun Harga, Berusaha untuk menarik pelanggan baru.
  3. Penambahan Nilai (Adding Value), Menambahkan fitur baru pada produk saat ini (contohnya menambahkan fitur Wifi pada Kamera).
  4. Menjelajahi pasar-pasar baru, Mencoba menjual produk keluar negeri.
  5. Memperbarui kemasan, Menggantikan kemasan pada produk dengan warna yang lebih cerah dan segar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Manajemen Produksi – Pengertian, Tahapan, Perencanaan, Pengendalian, Pengawasan, Faktor, Fungsi, Tujuan, Para Ahli


Contoh Siklus Hidup Produk

Teh Botol Sosro

Apakah kamu kenal dengan produk ini ? Produk ini memiliki semboyan yang sanya unik dari masa kemasa semboyanya ialah “Apapun makananya yang pentingya minumnya teh botol sosro” perusahaan tersebut melakukan promosi yang sangat baik sekali masyarakat sudah sangat mengenal sekali dengan produk teh botol sosro dan bentukan kemanasanya pun beranekaragam. Perusahaan tersebut selalau melakukan inovasi terbaru dan terbukti produk ini sampai saat ini masih banyak di distribusikan di toko-toko bahkan rumah makan sederhana pun ada produk ini.


Dibawah ini terdapat tahapan siklus hidup produk teh botol sosro:

  • Tahap Perkenalan

Ide pertama kali produk ini dibuat oleh keluarga Sosrodjojo. Pada awalanya di tahun 1940 pertama kali teh botol sosro dijual di Daerah Jawa Tengah tepatnya di kota Slawi namun bentuknya masih berupa teh kering siap saji. Karena dirasa produk tersebut sudah mulai dikenal di tahun 1953 keluarga tersebut memperlebas binsinya dan memasuki pasar di jakarta agar lebih dikenal lagi saat ini produk ini sudah memiliki label yakni Teh Cap Botol.


Demi memperkenalkan produknya keluarga Sosrodjojo memiliki strategi perencanaan pemasaran yang baik dan yang pertama ialah strategi cicip rasa dengan memberikan beberapa sampel teh kering untuk dicoba para konsumenya di pasar jakarta. Tapi, strategi ini ternyata tidak berhasil karena teb botol disedu di tempat dan teh masih sangat panas sehingga calon konsumen tidak sabar menunggu.


Tidak berhenti disitu saja selanjutnya cara lainya dengan menyedu teh dan menuangkanya langsung ke sebuah panci, pancin tersebut dibawah dengan mobil untuk dipasarkan tapi kembali cara ini masih gagal karena teh yang ada di panci tumpah-tumpah karena perjalanan cukup jauh dan jalan bergelombang. Lalu mereka terinspirasi dari minuman yang dikemas didalam botol dan mereka mencobanya ternyata cara ini sangat efektif sekali ringkas dan simpel. Kemasan dalam botol ini selanjutnya mulai di produksi PT Sinar Sosro tahun 1974 dan pertama kali dipasarkan di Indonesia


  • Tahap Pertumbuhan

Dalam tahap pertumbuhan sudah 3 kali teh botol yang dijual kemasan berganti Label yang pertama TEHCAP BOTOL SOFTDRINK SOSRODJOJO di tahun 1970, label yang kedua berganti menjadi TEH CAP BOTOL label yang terakhir dan masih dipakai sampai saat ini ialah TEH BOTOL SOSRO.


Selain perubahan label produk ini menambahkan beberapa varian rasa buah-buahan dari mulai Markisa, Leci, apel dan lainya. Yang menjadi target utamanya ialah para remaja usia 17 tahun keatas. Dengan perkembangan yang begitu pesat ternyata muncul beberapa produk sejenis yakni coca-cola dengan memakai kemasaran yang sama tapi tidak ada varian rasa produk ini masih tidak bisa mengalahkan Teh Botol Sosro.

Karena media telekomunikasi, media sosial sudah mulai berkembang di tahun 1977 PT Sinar Sosro melakukan profomi membuat iklan menarik di berbagai acara televisi dan hingga sekarang produk ini sudah sampai di berbagai negara besar seperti amerika serikat dan benua asia.


  • Tahap Kematangan

Mulai di tahun 2004 PT Sinar Sosro membuat produk terbarunya dengan cap TEBS dimana produk ini adalah minuman yang menyegarkan cocok untuk anak-anak remaja.

Dan kembali ditahun 2015 produk teh terjadi perubahan model yakni munculnya kemasan teh botol sosro dan fruit tea dan volumenya pun beraneka ragam dan bentuk kemasan yang beda juga


  • Tahap Kemunduran

Karena produk ini mampu memehuni kebutuhan masyarakat dengan menciptakan inovasi baru yaitu membuat produk teh yang masih fres, original dan tidak ada tambahan bahan pengawet atau zat pewarna lainya. Sehingga sampai saat ini teh botol sosro masih dapat bertahan dan pendistribusianya masih tetap berjalan.

Meskipun di tahap ini kegiatan periklanan sudah jarang dilakukan tapi siapa yang tidak mengenal dengan produk yang selalu menemani anda ketiga sedang makan.


Produk Coca-Cola

Coca-cola adalah menimuman bersoda yang cocok sekali jika diminum saat cuaca panas dan badan kurang fit dan minimun ini juga sangat mudah ditemukan di toko-toko dengan harga yang terjangkan dan ukuran yang berariasi. Dibawah ini akan dijelaskan tahapan dari siklus hidup produk coca-cola:


  • Tahap Perkenalan

Pertama kali produk coca-cola diperkenalkan sejak tanggal 8 Mei 1886 oleh 8 John Styth Pemberton. Minuman ini di produksi secara langsung oleh The Coca-Cola Company Asal Atlanta dan biasa sering disebut Coke, coca-cola ialah minum ringan berkarbonasi dan di jual di restoran, toko dan lainya. Pada pembuatan pertama produk ini dibuat sebagai obat yang sangat manjur sekali tapi ternyata prduk ini diambil alih oleh Asa Griggs Candler seorang pembisnis sukses.


Dia berhasil membuat strategi pemasaran yang mampu mendominasi minimun ringan di abad ke 20 selanjuntya poduk ini mulai di jula ke pabrik-pabrik besar seperti coca-cola. Akhirnya perusahaan ini mulai memproduksi minuman botol dan kaleng dari konsentrat tersebut dengan campuran air yang sudah di saring dan diberi pemanis.


  • Tahap Pertumbuhan

John Styth Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola kepada Asa G.Gandler sehingga berdirilah perusahaan Coca-Cola di tahun 1892. Perusahaan terus melakukan inovasi dengan melakukan berbagai promosi dari mulai periklanan dan lainya. Strategi ini masih belum berhasil karena konsumen lebih mengenal produk ini sebagai Coke


Mau gak mau perusahaan harus mengikuti keinginan konsumenya di tahun 1941 nama dagang coke sudah mendapatkan pengakuan periklanan yang sama dengan coca-cola. Setelah melalui berbagai proses keputuhan finalnya di tahun 1945 kalau Coke secara resmi sudah menjadi merek dagang yang terdaftar diikuti dengan botol coca-cola yang mempunyai ciri khas ikut dipatentan pada tahun 1960.


Bukan berati dikarenakan perusahaan sudah besar dan bermerek tidak mengalami kendala sejak akhir tahun 2000 an perusahaan mengalami kesulitan financial yang diakibatkan kurang tepatnya strategi yang sudah berjalan selama ini yaitu penetuan elemen harga


  • Tahap Kematangan

Perkembangan coca-cola cenderung lebih stabil belum ada peningkatan yang signigikan dikarenakan munculnya produk-produk baru dan lebih memiliki manfaat yang bagus dibandingkan coca-cola. Para konsumen perlahan mulai meninggalkan produk ini para kompetitor yang ada memberikan harga yang lebih murah seperti BIG COLA dengan kisaran harga Rp 3000.


Hal lain yang menjadi pertimbangan para konsumen ialah efek yang ditimbulkan dari meminum coca-cola tidaklah bagus . Ciri-ciri dari tahapan ini tergahadap produk coca-cola  ialah:

  1. Munculnya para pesaing baru
  2. Kejenuhan dari para konsumen
  3. Strategi yang masih kurang optimal

  •  Tahap Kemunduran

Di Negara India cocal-cola sudah kurang diminanti dan terjadi penurunan sampai 15 %, karena berdasarkan dara Pusat Sains dan Lingkungan (CSE) yakni organisasi non-pemerintah menyatakan kalau coca-cola mengandung racun termasuk lindan, DDT yang bisa menimbulkan kanker dan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Sehingga di tahun 2004 sebuah komite parlemen yang didukung langsung dari temuan CSE mengenai pengembangan standar untuk pestisida pada minuman ringan. Tapi dalam hal ini masalah yang ada di coca-cola menjadi peredebadan dinegara india bagian karala mulai dari pelarangan sampai tuduhan dalam pemakaian air yang berlebhan di negara india.