Seminar – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Contoh, Diskusi, Kolokium, Simposium

Diposting pada

Seminar – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Contoh, Diskusi, Kolokium, Simposium : Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai seminar yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, yang terlibat, susunan dan fungsi, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini.


Pengertian Seminar

Yang dimaksud dengan seminar ialah pertemuan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah. Pada seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja yang sebelumnya telah dipersiapkan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis-Jenis Wacana Terlengkap Menurut Para Ahli Berikut Contohnya


Dalam seminar biasanya pembahasan berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang sudah di siapkan dan disusun sebelumnya oleh para pembicara dan tema pembahasan harus sesuai dengan permintaan panitia penyelenggara. Inti dari pembahasa yang telah di tentukan sebelumnya akan dibahwa oleh pembicara seminar secara teoritis dan jika masalah yang dibahas terlalu luas maka biasanya akan dibagi menjadi beberapa sub pokok pembahasan.


Pada seminar terdapat moderator yang bertugas memandu jalannya acara dan biasanya moderator akan mencatat berbagai inti pembicaraan mengenai masalah yang dibahas. Seminar akan diawali dengan sebuah pembahasan pandangan umum permasalah yang dibaca oleh moderator sehingga nantinya tujuan dari seminar dapat terarah.


Pembahasan masalah pada seminar umumnya membutuhkan waktu yang lama karena bersifat ilmiah. Jadi para pembicara harus dapat mengendalikan waktu, oleh karena itu hindarilah menjelaskan hal-hal yang tidak terlau penting.


Lalu setelah pembicara menjelaskan permasalahan maka biasanya akan dilanjutkan sesi untuk tanya jawab yang tentunya di pandu oleh moderator seminar. Setelah seluruh pertanyaan terjawab maka moderator akan menyimpulkan permasalahan yang dibahas dan menutup seminar dengan cara untuk memecahkan masalah yang dibahas.


Umumnya seminar diadakan bukan untuk menetapkan keputusan terhadap masalah yang dibicarakan. Tapi seminar diadakan untuk membahas masalah secara menyeluruh dan untuk memecahkan masalah tersebut. Mengadakan seminar akan lebih baik jika:


  • Adanya waktu yang cukup untuk melakukan membahasan masalah.
  • Masalah sudah dirumuskan sebelumnya.
  • Permasalahan dipecahkan secara sistematis dan juga menyeluruh.
  • Ketua atau pemimpin seminar sudah memahami metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang dibahas.
  • Anggota atau peserta seminar dapat diajak berfikir logis mengenai cara pemecahan masalah.

Pengertian Diskusi

Kata diskusi berasal dari bahas Latin discutio atau discusum yang berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion yang berarti perundingan atau pembicaraan.
Dari segi istilah, diskusi berarti perundingan/bertukar pikiran tentang suatu masalah: untuk memahami, menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi ini dapat dilakukan oleh dua-tiga orang, puluhan, dan bahkan ratusan orang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Menyimak” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Fungsi – Tujuan – Jenis – Peran – Proses )


Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.


Pengertian Simposium

Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah. Simposium dipimpin oleh seorang ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi. Pendengar bertanya dan para ahli menjawab.


seminar

Pengertian Kolokium

Beberapa ahli diundang untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan pendengar mengenai topik yang ditentukan. Bedanya dengan simposium, dalam kolokium para ahli tidak mengajukan (makalah) prasaran.


Pengertian Seminar Pendidikan.

Secara terminology seminar adalah sebuah kegiatan yang di buat untuk penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar atau peneliti yang dipresentasekan kepada peserta agar dapat mengambil keputusan yang sama terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta.


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Presentasi” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Unsur )


Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.


Dilihat dari defenisi keduanya maka yang di maksud dengan seminar pendidikan adalah suatu kegiatan penyampaian karya ilmiah tentang pendidikan yang direncanakan di presentasekan sumber atau peneliti dalam mengambil kesimpulan dan tujuan persamaan pendapat tentang hasil karya ilmiah tersebut demi mengambil kebenaran isi dari hasil karya ilmiah.


Tujuan Seminar Pendidikan

Seminar tentunya haruslah direncanakan baik waktu, tempat, peserta dan juga menentukan pengarah dan sumber dari hasil karya ilmiah agar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengn tujuan seminar yang akan dilaksanakan. Sebagaimana kita ketahui tujuan seminar pendidikan adalah untuk mengkoreksi kembali hasil dari sebuah karya ilmiah untuk mengambil keputusan bersama demi kesempurnaan hasil.


Kegiatan seminar pendidikan tanpa perencanaan akan jauh dari pada tujuan seminar tersebut, seorang peneliti atau narasumber dalam seminar juga harus benar-benar sudah memahami dan menguasai isi dari hasil yang ia dapatkan dan peserta juga telah mengetahui untuk apa dia mengikuti seminar dan benar-benar sudah mengetahui minimal judul dari yang akan diseminarkan serta harus ada seorang pengarah dalam acara seminar tersebut.


Adapun yang terlibat dalam seminar adalah :

  1. Ruang seminar
  2. Pengarah
  3. Peserta
  4. Moderator
  5. Notulen.
  6. Jalannya seminar

  1. Ruang Seminar

Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang memungkinkan interaksi aktif bagi selurah orang yng aktif mengikuti seminar. Sebuah meja bundar besar meliputi kursi adalah sebuah contoh yang baik atau bentuk forum dilokal juga baik. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan iklim yang enak untuk mengadakan kegiatan seminar pendidikan. Adanya sebuah papan tulis yang dapat membantu serta sarana dan prasarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan seminar berlangsung.


  1. Pengarah

    Dalam kegiatan seminar proposal pendidikan juga sangat dibutuhkan seorang pengarah yang memiliki fungsi sebagai orang yang dapat menengahkan pendapat antara peserta dan peyaji tentunya pengarah disini adalah orang yang benar-benar ahli dalam pendidikan. Pengarah adalah ahli yang memiliki kompetensi pendidikan sehingga dalam kegiatan seminar semua permasalahan yang ada dan tidak dapat di pecahkan dapat diselesaikan oleh seorang pengarah, sehingga tujuan seminar dapat terlaksana dengan baik tanpa melenceng dari isi karya ilmiah penyaji, berbeda dengan seminar yang secara umum tentunya tidak ada pengarah hanya penyaji saja yang dapat menjawab dari beberapa kritikan dari peserta.


Pengarah dapat berbicara dan memberikan pendapat setelah selesai karya ilmiah disajikan dan kritikan dari peserta, boleh juga berbicara di tengah berjalannya kegiatan namun dengan alasan sesuatu hal yang memang sangat penting disampaikan ketika ada permasalahan tentang isi karya ilmiah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Personalia Serta Fungsi Dan Tujuannya


  1. Peserta

    Untuk berjalannya sebuah seminar dengan baik, semua peserta adalah bukan kertas kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah. Mereka harus sudah membaca tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa membuat sebuah esei pendek tentang tema yang diseminarkan. Bila yang diseminarkan adalah sebuah teks, teks tersebut telah dibaca secara analitis, ditandai, disertai tanggapan dan kritik.


    Dengan terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan yang berisi ringkasan tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta, akan memandu mereka nantinya di dalam seminar.


  2. Moderator

    Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan seorang lektor di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar.


Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan.
Peran seorang moderator ada dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating).


Dalam mengarahkan, ia menjaga agar seminar tidak melenceng dari tema. Dengan memoderasi, ia menjaga agar tidak ada satu orang atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema seminar tidak tereksplorasi dengan baik. Sebelum seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam seminar.


Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan ide yang akan didiskusikan. Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Ia mampu memparafrasekan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain yang lebih jelas. Mengingat beratnya tugas seorang moderator, sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.


  1. Notulen

    Notulen adalah orang yang diberi tugas dalam seminar untuk membuat catatan singkat tentang jalannya persidangan/ rapat/ seminar juga merangkum isi secara tertulis dari persidangan/ rapat atau seminar. Seorang notulen juga sangat berfungsi dalam kegiatan ilmiah sebab moderator sebagai pengelola kegiatan butuh catatan penting tentang jalannya kegiatan.


    Pada kebiasaannya tempat notulen berdekatan dengan moderator sehingga ketika berjalan kegiatan tidak terjadi miss communication ( kurang komunikasi ) antara notulen dengan moderator, dalam hal ini notulen tidak saja menulis dari awal kegiatan namun sampai dengan berakhirnya kegiatan notulen juga berkewajiban menulis jalannya kegiatan.


  2. Jalannya Seminar

Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara bergiliran.

seminar

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Seminar

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam Dan 5 Teknik Pengambil Keputusan Beserta Tujuannya Secara Lengkap


  1. Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.

  2. Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk memperjelasnya.

  3. Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus memperhatikan ini.

  4. Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar dapat memberikan manfaat lebih.

  5. Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti yang berbeda oleh beberapa orang, moderator harus menunjukkan itu dan membuat kesepakatan dalam arti apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan seminar.

  6. Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar, seperti halnya di sebuah meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan. Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan tawa.

  7. Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia bukanlah tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi yang sama.

  8. Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing. Yang terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.

Fungsi Seminar Pendidikan

Kita sebagai mahasiswa yang aktif hendaklah mengikuti seminar,karena seminar sangat bermanfaat bagi kita untuk memperdalam ilmu.di samping itu seminar membuat kita bebas mengaspirasikan pendapat ataupun pertanyaan yang sulit kita ketahui.  Seminar Pendidikan ini juga berfungsi sebagai media komunikasi untuk saling memberikan andil pengetahuan dan bertukar pengalaman selain itu juga tempat ilmuan untuk mengidentifikasikan masalah, mengembangkan rencana dan metologi penelitian, dan tempat ilmuan memikirkan cara bagaimana menerapkan hasil penelitiannya.


Dengan mengambil pendapat orang lain yang tentunya paham dengan pendidikan dan metodologi maka akan lebih baiknya kemajuan hasil penelitian, kegiatan seminar pendidikan harus dapat difungsikan dan dimanfaatkan dengan baik agar manfaatnya dapat menunjang kegiatan ilmiah. Oleh karena itu marilah kita mengikuti seminar dengan rajin agar mendapatkan ilmu lebih dan pastinya nilai tambah dari dosen, daripada kita mengerjakan hal-hal yang tiada gunanya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Pengertian Diskusi Menurut Para Ahli Beserta Tujuan Dan Macamnya


DAFTAR PUSTAKA
Center for Informatics office of Education an Cultural Research and Development Ministry of Education an Culture, (1990) Jakarta: education Indicator: Indonesia
Depdikbud (1989) UU RI No. 2 tahun 1982 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta; Balai Pustaka
http://matakuliahseminar. blogspot.com/2009/10/pengertian-seminardiskusisimposium-dan.html