Sejarah Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Diposting pada

Sejarah Terbentuknya Kepulauan Indonesia, Proses, Faktor, Teori & Geografis : adalah proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara yang bertabrakan dengan lempeng bumi.


Sejarah-Terbentuknya-Kepulauan-Indonesia


Sejarah terbentuknya Kepulauan Indonesia

Pulau-pulau cikal bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah proses utama pembentukan kepulauan Indonesia.


sekitar 1 juta tahun yang lalu, pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Borneo masih menyatu dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”.


Indonesia dengan luas wilayah 1.990.250 Km2 yang secara geografis terletak diantara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua Samudra (samudra Hindia dan samudra Pasifik).Indonesia juga merupakan Negara kepulauan yang memiliki 13.478 buah pulau, jumlah tersebut adalah jumlah yang didaftarkan ke PBB, yang diidentifikasi berdasarkan metode dan definisi konvensi PBB.


Secara zoogeografi, Indonesia dipisahkan oleh garis Wallace, garis ini memisahkan bagian barat (Oriental region; Indo-malayan sub region) dan bagian timur (Australian region; Austro-malayan subregion).


Garis ini terletak antara pulau Bali dan pulau Lombok di selatan dan antara pulau Borneo dan pulau Sulawesi di Utara. Bagian barat termasuk di; pulau Sumatra, pulau Jawa dan pulau Borneo (wilayah Indonesia disebut Kalimantan) serta pulau-pulau kecil di sekitarnya,


sedangkan pada bagian timur terdapat; pulau Sulawesi, Irian Jaya, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Sumba dan pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitarnya. Hal ini dikarenakan fauna yang terdapat di Indonesia merupakan fauna yang sama tipenya dengan fauna yang berasal dari benua Asia dan benua Australia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia Dan Perkembangannya Lengkap

Terbentuknya-Kepulauan-Indonesia


Sedangkan secara fitogeografi, Indonesia termasuk ke dalam Paleotropical kingdom; Indo-malaysian subkingdom; Malaysian region (Lincoln et al, 1998).Perbedaan penyebaran fauna dan flora secara geografis ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing dalam melakukan pemencaran dan barriernya.


Hewan senantiasa memiliki suatu luas jelajah tertentu dan terutama hewan terrestrial, yang dibatasi oleh barrier-barrier geografis. Sedangkan tumbuhan memiliki distribusi yang luas dengan cara pemencaran yang beragam.


Paparan sunda  ini terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20,000 tahun yang lalu sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi oleh suhu Bumi dan Glacier,


beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali, dan terpisah kembali secara berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini. Dengan demikian asal usul dari pulau-pulau yang terdapat di Indonesia berbeda-beda.


Pulau Papua yang berasal dari craton Australia dahulunya, dan telah terbentuk beberapa juta tahun lalu, sebelum terbentuknya pulau lain di Indonesia.


Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo yang merupakan bagian dari craton China Utara, yang kemudian akibat pergerakan kulit bumi membentuk daratan Asia, dan pada Periode Tertiary, pulau Sumatra, Jawa dan Borneo terpisah. Berdasarkan rekonstruksi ini, kita bisa melihat dari mana asal Fauna dan Flora yang terdapat di Indonesia.


sehingga Fauna yang terdapat pad pulau Sumatra, Jawa dan Borneo memiliki karakter yang sama dengan yang terdapat di benua Asia, begitu juga denga pulau Papua yang berasal dari craton Australia. Sedangkan pulau unik Sulawesi yang terbentuk dari gabungan beberapa daratan Asia, Australia dan beberapa pulau dari Samudara Pasifik, menyebabkan pulau ini memiliki fauna yang unik dan khas.


Menurut para ahli bumi, posisi pulau-pulau di Kepulauan Indonesia terletak di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Inti perut bumi tersebut berupa lava cair bersuhu sangat tinggi.


Makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi. Pada suhu yang tinggi itu material-material akan meleleh sehingga material di bagian dalam bumi selalu berbentuk cairan panas. Suhu tinggi ini terus menerus bergejolak mempertahankan cairan sejak jutaan tahun lalu. Ketika ada celah lubang keluar, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair.


Ketika lava mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin dari ribuan derajat menjadi hanya bersuhu normal sekitar 30 derajat. Pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak. Keberadaan kerak benua (daratan) dan kerak samudera selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi. Pergerakan unsur-unsur geodinamika ini dikenal sebagai kegiatan tektonis.


Sebagian wilayah di Kepulauan Indonesia merupakan titik temu di antara tiga lempeng, yaitu lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara dan Lempeng Pasifik di timur. Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat berupa subduksi (pergerakan lempeng ke atas), obduksi (pergerakan lempeng ke bawah) dan kolisi (tumbukan lempeng).


Pergerakan lain dapat berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng-lempeng. Pergerakan mendatar berupa pergeseran lempeng-lempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.


Perbenturan lempeng-lempeng tersebut menimbulkan dampak yang berbeda-beda. Namun semuanya telah menyebabkan wilayah Kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil hingga rawan gempa sepanjang waktu.


Pada masa Paleozoikum (masa kehidupan tertua) keadaan geografis Kepulauan Indonesia belum terbentuk seperti sekarang ini. Di kala itu wilayah ini masih merupakan bagian dari samudera yang sangat luas, meliputi hampir seluruh bumi. Pada fase berikutnya, yaitu pada akhir masa Mesozoikum, sekitar 65 juta tahun lalu, kegiatan tektonis itu menjadi sangat aktif menggerakkan lempenglempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik.


Kegiatan ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa laramy), sehingga menyebabkan daratan terpecah-pecah. Benua Eurasia menjadi pulau-pulau yang terpisah satu dengan lainnya. Sebagian di antaranya bergerak ke selatan membentuk pulau-pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Banda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Sejarah Budaya Dan Sejarah Budaya Indonesia


Rodinia (1200 Mya)

Pada 1200 juta tahun lalu, seluruh daratan yang ada di bumi tergabung menjadi super benua yang dinamakan dengan Rodinia.Rodinia berada pada Era Neoproterozoic.


Berdasarkan rekonstruksi ulang yang dilakukan oleh beberapa ahli, Rodinia tersusun dari beberapa Craton; Craton Amerika utara (yang nantinya akan terpisah dan menjadi Laurasia), Craton ini dikelilingi oleh craton lainnya, pada bagian tenggara craton Eropa Timur, craton Amazonia dan craton Afrika barat.


Pada bagian selatan, Rio plato dan San Fransisco, sedangkan pada bagian barat daya; craton Kongo dan craton Kalahari. Pada bagian timur laut; craton Australia, craton India dan craton Antartica.Sedangkan untuk craton Siberia, craton china utara dan selatan, para ahli memiliki perbedaan pendapat untuk rekonstruksi craton ini.


Rodinia 1200

Pada super benua Rodinia, kita melihat bahwa Australia pada era ini, sudah mulai terpisah dari daratan lain, sehingga dinamakan craton Australia.


Pada kala Pliosen sekitar lima juta tahun lalu, terjadi pergerakan tektonis yang sangat kuat, yang mengakibatkan terjadinya proses pengangkatan permukaan bumi dan kegiatan vulkanis. Ini pada gilirannya menimbulkan tumbuhnya (atau mungkin lebih tepat terbentuk) rangkaian perbukitan struktural seperti perbukitan besar (gunung), dan perbukitan lipatan serta rangkaian gunung api aktif sepanjang gugusan perbukitan itu.


Kegiatan tektonis dan vulkanis terus aktif hingga awal masa Pleistosen, yang dikenal sebagai kegiatan tektonis Plio-Pleistosen. Kegiatan tektonis ini berlangsung di seluruh Kepulauan Indonesia.


Gunung api aktif dan rangkaian perbukitan struktural tersebar di sepanjang bagian barat Pulau Sumatra, berlanjut ke sepanjang Pulau Jawa ke arah timur hingga Kepulauan Nusa Tenggara serta Kepulauan Banda. Kemudian terus membentang sepanjang Sulawesi Selatan dan Utara.


Pembentukan daratan yang semakin luas itu merupakan proses terbentuknya Kepulauan Indonesia pada kedudukan pulau-pulau seperti sekarang ini. Hal itu telah berlangsung sejak kala Pliosen hingga awal Pleistosen (1,8 juta tahun lalu).


Jadi pulau-pulau di kawasan Kepulauan Indonesia ini masih terus bergerak secara dinamis, sehingga tidak heran jika masih sering terjadi gempa, baik vulkanis maupun tektonis.


Gondwana dan Laurasia (650 Mya)


Karena pergerakan kerak bumi, Rodinia terpisah menjadi dua super benua yaitu Gondwana dan laurasia. Bagian-bagian yang akan membentuk Indonesia termasuk ke dalam super benua Gondwana, juga Australia. Pada masa ini pulau Papua sudah terpisah dari Australia.Sedangkan pulau-pulau lainnya dari Indonesia masih tergabug dalam craton China Utara.


Pangea (306 Mya)

Pangea

Juga merupakan super benua yang terbentuk dari bersatunya Gondwana dan Laurasia.pada era Paleozoic, era setelah Neoproteozoic. Saya ingin membahas dalam tulisan terpisah mengenai perbedaan Rodinia dan Pangea.Sekitar tahun ini beberapa pulau dari Indonesia sudah mulai terpisah dari craton China Utara, para ahli menyebutnya dengan Malaya.Pada era ini craton China Utara dan craton China Selatan masih terpisah.


Periode Cretaceous (94 Mya)

Periode Cretaceous termasuk ke dalam Era Mesozoic, pada periode ini China utara dan China selatan sedah menyatu dan mulai membentuk Benua Asia.Begitu juga dengan Malaya, juga bersatu ke dalam Benua ini.


early triassic 237late cretaceous 94


Periode Tertiary (50 Mya)

Periode ini juga termasuk ke dalam Era Cenozoic, pada periode ini Indonesia mulai terbentuk. Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo masih terpisah jauh dengan pulau Papua.


Bagaimana dengan Sulawesi, berdasarkan pendapat para ahli, Pulau Sulawesi terbentuk dari pulau-pulau kecil bagian dari daratan  Asia, daratan Australia dan pulau-pulau kecil yang awalnya berada pada samudra Pasifik, yang disebabkan oleh pergerakan kulit bumi, pulau-pulau ini kemudian membentuk Sulawesi.


middle miocene 14modern wold


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Sejarah Republik Indonesia Menurut Para Ahli Sejarah


Jadi, pulau-pulau cikal bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah proses utama pembentukan kepulauan Indonesia. sekitar 1 juta tahun yang lalu, pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali,


Pulau Borneo masih menyatu dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”. Paparan sunda  ini terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20,000 tahun yang lalu sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi oleh suhu Bumi dan Glacier,


beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali, dan terpisah kembali secara berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini.


Penjelasan ringkas ini, menggambarkan bahwa asal dari pulau-pulau yang terdapat di Indonesia berbeda-beda. Pulau Papua yang berasal dari craton Australia dahulunya, dan telah terbentuk beberapa juta tahun lalu, sebelum terbentuknya pulau lain di Indonesia.


Pulau Sumatra, Jawa dan Borneo yang merupakan bagian dari craton China Utara, yang kemudian akibat pergerakan kulit bumi membentuk daratan Asia, dan pada Periode Tertiary, pulau Sumatra, Jawa dan Borneo terpisah.


Berdasarkan rekonstruksi ini, kita bisa melihat darimana asal Fauna dan Flora yang terdapat di Indonesia.sehingga Fauna yang terdapat pad pulau Sumatra, Jawa dan Borneo memiliki karakter yang sama dengan yang terdapat di benua Asia, begitu juga denga pulau Papua yang berasal dari craton Australia.


Sedangkan pulau unik Sulawesi yang terbentuk dari gabungan beberapa daratan Asia, Australia dan beberapa pulau dari Samudara Pasifik, menyebabkan pulau ini memiliki fauna yang unik dan khas.


Wallace menyatakan perbedaan antara bagian timur dan Barat Indonesia dengan suatu garis, berdasarkan kepada hal ini dan juga berdasarkan observasi dan penelitian-penelitian yang dilakukannya.


Indonesia telah dikenal luas sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.2/3 wilayah negara ini adalah lautan, berjajar di atasnya belasan ribu pulau yang sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke.


Terhampar garis pantai yang amat panjang, hutan tropis yang senantiasa menghijau karena terguyur hujan sepanjang tahun dengan berbagai satwa cantik di dalamnya dan puncak-puncak vulkanik yang mengintip di berbagai penjuru.


Dalam berbagai literatur keilmuan, disebutkan bahwa jumlah pulau yang dimiliki Indonesia sekitar 17.500 pulau. Dari sekian banyak pulau itu, pernahkah anda berpikir untuk mengetahui bagaimana proses pembentukannya?


Mengapa kita bisa memiliki penampang alam yang sedemikian uniknya ini, yang jarang dimiliki oleh banyak negara lain? Untuk itu kali ini saya akan mengajak anda belajar bersama tentang proses terbentuknya “Zamrud Khatulistiwa”.


Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara yang bertabrakan dengan lempeng bumi bagian utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.


Konon proses yang terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam itu menyebabkan sebagian anak benua di selatan terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau (nusantara) yang merupakan mata rantai gunung berapi.


Lalu bagaimana menurut teori geologi modern?Menurut ilmu kebumian yang lazim saat ini, pembentukan kepualuan Indonesia terkait dengan teori tektonik lempeng.Teori tektonik lempeng (tectonic plate) adalah teori yang menjelaskan pergerakan di kulit bumi sehingga memunculkan bentuk permukaan bumi seperti yang sekarang kita diami.


Pergerakan diawali dengan menunjamnya lempeng dasar samudera yang disebabkan oleh desakan lempeng benua yang lebih tebal dan keras dan di tempat inilah terbentuk palung laut (dasar laut yang dalam dan memanjang).


Dampak dari pergerakan lempeng terhadap wilayah Indonesia membuat wilayah Indonesia rawan akan gempa bumi (namun juga kaya sumber daya mineral). Padahal Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng besar dunia (Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Filipina dan Pasifik).


Lempeng-lempeng itu selalu bergerak 5-9 cm per tahun dan karena massa batuan yang bergerak besar maka energi yang dihasilkan besar pula. Hal tersebut berdampak bukan hanya pada banyaknya aktivitas vulkanis dan tektonis di Indonesia, tapi juga tenaga besar yang terjadi pada fenomena-fenomena tersebut.


palung laut dalam


Adanya pergerakan subduksi antara dua lempeng kemudian menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudera. Demikian pula subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatera dan deretan gunung berapi di sepanjang pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta parit samudera yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).


Lempeng tektonik terus bergerak hingga suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras.Fenomena seperti inilah yang dapat menimbulkan gempa, tsunami dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan bumi.


Dari tiga tipe batas lempeng yang dikenal (konvergen, divergen dan shear), terbentuknya kepulauan Indonesia dapat dijelaskan sebagai batas lempeng konvergen dimana terjadi tumbukan antara lempeng Indo-Australia dari selatan, lempeng Pasifik dari timur dan lempeng Asia dari utara.


Setelah dijelaskan panjang lebar tentang dasar keilmuannya, selanjutnya mari kita masuk ke pembahasan inti. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.Rangkaian pulau-pulau ini menjadi bagian utama dari kepulauan Nusantara.Di dalamnya terdapat lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif.


Sebagian dari gunung berapi itu terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut (bahkan Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif/Ring of Fire, sehingga terdapat puluhan patahan aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia). Lalu bagaimana proses pembentukan pulau-pulau utama ini?


Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok hingga kepulauan Nusa Tenggara:

kepulauan Nusa Tenggara


Pulau-pulau tersebut terbentuk karena adanya aktivitas vulkanisme di bawah permukaan bumi, hasil yang dapat dirasakan di permukaan bumi adalah adanya lava (cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi). Lama kelamaan lava tersebut memadat bertambah besar membentuk sebuah busur pulau. Proses seperti ini dikenal sebagai Island Arc.


Pulau Sulawesi : 

Pulau Sulawesi terbentuk akibat pertemuan lempeng Filipina, Indo-Australia, Eurasia dan lempeng mikro lain di daerah tersebut.


Pulau Papua dan Kalimantan :

Pulau Papua dan Kalimantan


Keduanya memilki kesamaan proses terbentuknya, mereka terbentuk dari pecahan super benua pada awal terbentuknya permukaan bumi, sesuai teori Plate Tectonic yang menyebutkan bahwa dahulu seluruh daratan di muka bumi ini adalah satu daratan yang maha luas bernama Pangea lalu terpecah menjadi dua yaitu Godwana(di Selatan) dan Laurasia(di Utara).


Seiring waktu berjalan kedua lempeng besar tersebut terpecah-pecah kembali menjadi pecahan benua-benua seperti sekarang ini, Asia, Afrika, Amerika, Australia, dulunya adalah satu pualu besar.Kalimantan sendiri berada di atas lempeng benua Asia dan Irian Jaya termasuk di dalam lempeng Australia.


Keduanya terbentuk dari pecahan super benua pada awal terbentuknya permukaan bumi.Teori tektonik lempeng menyebutkan bahwa dahulu seluruh daratan di muka bumi ini adalah satu daratan yang sangat luas bernama Pangea, kemudian induk benua ini terpecah menjadi dua yaitu Godwana (di Utara) dan Laurasia (di Selatan).Seiring berjalannya waktu kedua lempeng besar tersebut terpecah-pecah kembali menjadi benua-benua seperti sekarang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Sejarah Bahasa Indonesia Terlengkap ( Fungsi, Perkembangan Dan Kedudukan )


Pulau-pulau kecil :

Proses terbentuknya pulau-pulau ini lebih sederhana dibanding yang lain. Mereka berasal dari endapan pecahan kerang, koral dan binatang laut lainnya.Semakin lama semakin besar dan akhirnya terbentuklah sebuah pulau baru.


Demikianlah pembelajaran singkat kita mengenai proses terbentuknya kepulauan Indonesia. Hal yang dapat dipetik adalah bagaimana kita dapat menjaga keindahan alam yang ada ini sebagai sebuah warisan agung proses pembentukan muka bumi.


Kekayaan mineral yang ada di dalamnya bukanlah benda tak berharga yang dapat digunakan tanpa pertimbangan keseimbangan kehidupan. Selain itu semoga proses yang telah dijelaskan di atas menyadarkan kita untuk senantiasa siap menghadapi berbagai bencana alam yang memang menjadi bagian tak terpisahkan dari kepulauan nusantara.


Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Pulau-pulau cikal bakal dari kepulauan Indonesia mulai terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu (Mya).Pada Periode Quaternary (sekitar 2 juta tahun yang lalu- sekarang) itulah proses utama pembentukan kepulauan Indonesia. sekitar 1 juta tahun yang lalu, pada saat Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Borneo masih menyatu dengan Semanjung Asia, disebut dengan “Paparan Sunda”.


Paparan sunda  ini terpisah oleh naiknya permukaan air laut, mulai dari 20,000 tahun yang lalu sampai sekarang, dengan permukaan air laut yang naik/turun karena dipengaruhi oleh suhu Bumi dan Glacier, beberapa kali pulalah Paparan sunda ini terpisah menjadi beberapa pulau, kemudian menyatu kembali, dan terpisah kembali secara berulang-ulang, sampai kita lihat pada saat sekarang ini.


Proses terbentuknya kepulauan di Indonesia, Berdasarkan pulau-pulau besar di Indonesia

Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia


palung kepulauan di Indonesia


Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, sampai kepulauan di provinsi NTT dan NTB : Pulau-pulau tersebut terbentuk. Karena adanya aktivitas vulkanisme di bawah permukaan bumi, makahasil yang dapat dirasakan di permukaan Bumi adalah adanya lava. Lama kelamaan lava tersebutmemadat bertambah besar membentuk sebuah gunung deretan pegunungan  busur pulau.


Proses seperti ini kita kenal sebagai Island Arc dalam istilah geologi.

  • Pulau Sulawesi : Pulau Sulawesi terbentuk akibat pertemuan lempeng Filipina, Indo-Australia, Eurasia dan lempeng mikro lain di daerah tersebut. Oleh karenanya, pulau Sulawesi bentuknya anehgitu.

  • Pulau Irian Jaya dan Kalimantan : Keduanya memilki kesamaan proses terbentuknya, merekaterbentuk dari pecahan super benua pada awal terbentuknya permukaan bumi,

    sesuai teori Plate Tectonic yang menyebutkan bahwa dahulu seluruh daratab di muka bumi ini adalah satu daratan yang maha luas bernama Pangea lalu terpecah menjadi dua yaitu Godwana(di Selatan) dan Laurasia(diUtara).


    Seiring waktu berjalan kedua lempeng besar tersebut terpecah-pecah kembali menjadipecahan benua-benua seperti sekarang ini, Asia, Afrika, Amerika, Australia, dulunya adalah satupualu besar.


  • Pulau-pulau kecil, contonhnya Kep. Seribu dll : Proses terbentuknya pulau-pulau ini, sangatsederhana dibanding yang lain. Mereka berasal dari endapan pecahan kerang, koral dan binatang lautlainnya. Semakin lama semakin besar, dan akhirnya terbentuklah sebuah pulau baru.

Teori Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Teori Terbentuknya Kepulauan Indonesia Ada banyak teori dan penjelasan tentang penciptaan bumi, mulai dari mitos sampai kepada penjelasan agama dan ilmu pengetahuan.


Kali ini kamu belajar sejarah sebagai cabang keilmuan, pembahasannya adalah pendekatan ilmu pengetahuan, yakni asumsi-asumsi ilmiah, yang kiranya juga tidak perlu bertentangan dengan ajaran agama.Salah satu di antara teori ilmiah tentang terbentuknya bumi adalah Teori “Dentuman Besar” (Big Bang), seperti dikemukaan oleh sejumlah ilmuwan dan yang mutakhir seperti ilmuwan besar Inggris, Stephen Hawking.


Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Jika digunakan teleskop besar Mount Wilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang jagad raya itu luasnya mencapai radius 500.000.000 tahun cahaya.


Gumpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu, materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa proton, neutron dan elektron, yang bertebaran ke seluruh arah.



Teori Terbentuknya Kepulauan Indonesia


Ledakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi-galaksi bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit.


Bumi kita hanyalah salah satu titik kecil saja di antara tata surya yang mengisi jagad semesta. Di samping itu banyak planet lain termasuk bintang-bintang yang menghiasi langit yang tak terhitung jumlahnya.


Boleh jadi ukurannya jauh lebih besar dari planet bumi.Bintang-bintang berkumpul dalam suatu gugusan, meskipun antarbintang berjauhan letaknya di angkasa.Ada juga ilmuwan astronomi yang mengibaratkan galaksi bintang-bintang itu tak ubahnya seperti sekumpulan anak ayam, yang tak mungkin dipisahkan dari induknya.Jadi di mana ada anak ayam di situ pasti ada induknya.


Seperti halnya dengan anak-anak ayam, bintang-bintang di angkasa tak mungkin gemerlap sendirian tanpa disandingi dengan bintang lainnya.Sistem alam semesta dengan semua benda langit sudah tersusun secara menakjubkan dan masing-masing beredar secara teratur dan rapi pada sumbunya masing-masing.


Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu kosmologis yang sangat lama sampai berjuta tahun. Terjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan waktu yang sangat panjang.Ilmu Paleontologi membaginya dalam enam tahap waktu geologis.


Masing-masing ditandai oleh peristiwa alam yang menonjol, seperti munculnya gunung-gunung, benua dan makhluk hidup yang paling sederhana. Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut.


  1. Azoicum (Yunani: a = tidak; zoon = hewan), yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi. Waktunya lebih dari satu miliar tahun lalu.

  2. Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350.000.000 tahun.

  3. Mesozoicum, yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140.000.000 tahun.

  4. Neozoicum, yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter), zaman es mulai menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

Merujuk pada tarikh bumi di atas, sejarah di Kepulauan Indonesia terbentuk melalui proses yang panjang dan rumit. Sebelum bumi didiami manusia, kepulauan ini hanya diisi tumbuhan flora dan fauna yang masih sangat kecil dan sederhana.


Alam juga harus menjalani evolusi terusmenerus untuk menemukan keseimbangan agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi alam dan iklim, sehingga makhluk hidup dapat bertahan dan berkembang biak mengikuti seleksi alam.


Gugusan kepulauan ataupun wilayah maritim seperti yang kita temukan sekarang ini terletak di antara dua benua dan dua samudra, antara Benua Asia di utara dan Australia di selatan, antara Samudra Hindia di barat dan Samudra Pasifik di belahan timur.


Faktor letak ini memainkan peran strategis sejak zaman kuno sampai sekarang.Namun sebelum itu marilah kita sebentar berkenalan dengan kondisi alamnya, terutama unsur-unsur geologi atau unsurunsur geodinamika yang sangat berperan dalam pembentukan Kepulauan Indonesia.


Menurut para ahli bumi, posisi pulau-pulau di Kepulauan Indonesia terletak di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Inti perut bumi tersebut berupa lava cair bersuhu sangat tinggi.Makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi.


Pada suhu yang tinggi itu material-material akan meleleh sehingga material di bagian dalam bumi selalu berbentuk cairan panas. Suhu tinggi ini terusmenerus bergejolak mempertahankan cairan sejak jutaan tahun lalu.Ketika ada celah lubang keluar, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair.


Ketika lava mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin dari ribuan derajat menjadi hanya bersuhu normal sekitar 30 derajat. Pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak.


Keberadaan kerak benua (daratan) dan kerak samudra selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi.Pergerakan unsur-unsur geodinamika ini dikenal sebagai kegiatan tektonis.


Sebagian wilayah di Kepulauan Indonesia merupakan titik temu di antara tiga lempeng, yaitu lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Eurasia di utara dan Lempeng Pasifik di timur. Pergerakan lempenglempeng tersebut dapat berupa subduksi (pergerakan lempeng ke atas), obduksi (pergerakan lempeng ke bawah) dan kolisi (tumbukan lempeng).


Pergerakan lain dapat berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempenglempeng. Pergerakan mendatar berupa pergeseran lempenglempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang.


Perbenturan lempeng-lempeng tersebut menimbulkan dampak yang berbeda-beda.Namun semuanya telah menyebabkan wilayah Kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil hingga rawan gempa sepanjang waktu.


Pada masa Paleozoikum (masa kehidupan tertua) keadaan geografis Kepulauan Indonesia belum terbentuk seperti sekarang ini.Di kala itu wilayah ini masih merupakan bagian dari samudra yang sangat luas, meliputi hampir seluruh bumi.


Pada fase berikutnya, yaitu pada akhir masa Mesozoikum, sekitar 65 juta tahun lalu, kegiatan tektonis itu menjadi sangat aktif menggerakkan lempenglempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Kegiatan ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa larami), sehingga menyebabkan daratan terpecah-pecah.Benua Eurasia menjadi pulau-pulau yang terpisah satu dengan lainnya.


Sebagian di antaranya bergerak ke selatan membentuk pulau-pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Banda. Hal yang sama juga terjadi pada Benua Australia. Sebagian pecahannya bergerak ke utara membentuk pulau-pulau Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan sebagian Maluku Tenggara.


Pergerakan pulau-pulau hasil pemisahan dari kedua benua tersebut telah mengakibatkan wilayah pertemuan keduanya sangat labil.Kegiatan tektonis yang sangat aktif dan kuat telah membentuk rangkaian Kepulauan Indonesia pada masa Tersier sekitar 65 juta tahun lalu.


Sebagian besar daratan Sumatra, Kalimantan dan Jawa telah tenggelam menjadi laut dangkal sebagai akibat terjadinya proses kenaikan permukaan laut atau transgresi.Sulawesi pada masa itu sudah mulai terbentuk, sementara Papua sudah mulai bergeser ke utara, meski masih didominasi oleh cekungan sedimentasi laut dangkal berupa paparan dengan terbentuknya endapan batu gamping.


Pada kala Pliosen sekitar lima juta tahun lalu, terjadi pergerakan tektonis yang sangat kuat, yang mengakibatkan terjadinya proses pengangkatan permukaan bumi dan kegiatan vulkanis. Ini pada gilirannya menimbulkan tumbuhnya (atau mungkin lebih tepat terbentuk) rangkaian perbukitan struktural seperti perbukitan besar (gunung), dan perbukitan lipatan serta rangkaian gunung api aktif sepanjang gugusan perbukitan itu.


Kegiatan tektonis dan vulkanis terus aktif hingga awal masa Pleistosen, yang dikenal sebagai kegiatan tektonis Plio-Pleistosen.Kegiatan tektonis ini berlangsung di seluruh Kepulauan Indonesia. Gunung api aktif dan rangkaian perbukitan struktural tersebar di sepanjang bagian barat Pulau Sumatra, berlanjut ke sepanjang Pulau Jawa ke arah timur hingga Kepulauan Nusa Tenggara serta Kepulauan Banda.


Kemudian terus membentang sepanjang Sulawesi Selatan dan Utara.Pembentukan daratan yang semakin luas itu telah membentuk Kepulauan Indonesia pada kedudukan pulau-pulau seperti sekarang ini. Hal itu telah berlangsung sejak kala Pliosen hingga awal Pleistosen (1,8 juta tahun lalu). Jadi pulau-pulau di kawasan Kepulauan Indonesia ini masih terus bergerak secara dinamis, sehingga tidak heran jika masih sering terjadi gempa, baik vulkanis maupun tektonis.


Letak Kepulauan Indonesia yang berada pada deretan gunung api membuatnya menjadi daerah dengan tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi. Kekayaan alam dan kondisi geografis ini telah mendorong lahirnya penelitian dari bangsabangsa lain.


Dari sekian banyak penelitian terhadap flora dan fauna tersebut yang paling terkenal di antaranya adalah peneliti Alfred Russel Wallace yang membagi Indonesia dalam dua wilayah yang berbeda berdasarkan ciri khusus baik fauna maupun floranya.


Pembagian itu adalah Paparan Sahul di sebelah timur, Paparan Sunda di sebelah barat.Zona di antara paparan tersebut kemudian dikenal sebagai wilayah Wallacea yang merupakan pembatas fauna yang membentang dari Selat Lombok hingga Selat Makassar ke arah utara.Fauna-fauna yang berada di sebelah barat garis pembatas itu disebut dengan Indo-Malayan region.Disebelah timur disebut dengan Australia Malayan region. Garis itulah yang kemudian kita kenal dengan Garis Wallacea.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap


Geografis Kepulauan Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menjadikannya strategis. Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional.


Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri dan di kawasan.


Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu sedang diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global.


Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan.


Dikarenakan letaknya yang strategis semenjak dulu Indonesia telah menjadi arena  perebutan pengaruh oleh pihak asing. Negara ini telah melalui beberapa periodisasi penguasaan dan perebutan pengaruh, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin.


Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayah perebutan pengaruh oleh negara-negara besar. Hal ini bisa dilihat dengan kemunculan China sebagai hegemon baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaan sekaligus mengikis pengaruh Amerika di kawasan.


Selain itu Indonesia dan kawasan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan sengketa. Sengketa ini bisa terjadi mengingat Indonesia masih belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste.


Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu yang lama, sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan terhadap pengaruh asing akibat kontrol di perbatasan yang lemah. Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme sangat mungkin dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi geografisnya dan pengawasan yang terbatas.


Secara ringkas, hubungan antara posisi geografis yang strategis dan keberadaan negara Indonesia di masa mendatang akan ditentukan oleh dua hal. Pertama, seberapa baik negara ini menyelesaikan proses perundingan perbatasan.


Hasil dari perundingan perbatasan dengan negara lain akan menentukan strategi pengelolaan perbatasan dan pertahanan. Kedua, strategi yang akan dilakukan Indonesia dalam mengantisipasi pengaruh China dan negara besar lainnya di kawasan Asia Timur.


Penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa letak dan kondisi geografis negara ini sangat mempengaruhi keberadaanya di masa depan. Masyarakat juga perlu untuk menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapi tantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah hal yang keliru.


Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengatasi dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Kita juga perlu untuk mendukung pemerintah dikarenakan masa depan masyarakat Indonesia dipertaruhkan di sini. Sudah saatnya masyarakat melihat kembali atlas wilayah Indonesia untuk setidaknya mengetahui dimana letak Palau berada dan pulau-pulau terluar negara ini.


Masa depan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari letak dan kondisi geografisnya. Patut diingat, masyarakat banyak yang kecewa ketika Pulau Sipadan-Ligitan lepas dari wilayah Indonesia meski awalnya mereka tidak tahu atau bahkan peduli dengan keberadaan pulau tersebut. Ketidak-pedulian dan ketidak-tahuan kita terhadap wilayah dan geografi Indonesia akan berujung bencana bagi diri sendiri.


Geografi akan menjadi determinan yang menentukan masa depan Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun perlu untuk digaris bawahi bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak pada seberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang kita tinggali saat ini.Terakhir, ada baiknya wawasan nusantara tidak lagi dilihat sebagai hafalan ketika ujian kewarganegaraan


Apakah wawasan Nusantara itu? Secara konsepsional wawasan nusantara (Wasantara) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Perumusan wawasan nasional bangsa Indonesia yang selanjtnya disebut Wawasan Nusantara itu merupakan salah satu konsepsi politik dalam ketatanegaraan Republik Indonesia.


Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia naka wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau utuh. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangunatas pandangan geopolitik bangsa.


Pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara. Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.


Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan, tujuan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat.


Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak anatara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.


Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Atau cara pandang dan sikap bangsa Indonesia menganai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahh dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mngenai keadaan yang dinginkan. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuaidengan konsep wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula.


Faktor Latar Belakang Kepulauan Indonesia

Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsespi wawasan nusanatara adalah sebagai berikut :


  • Aspek Historis

Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu :


1. Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan, kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan. Penjajah juga menciptakan perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera. Dengan adanya politik ini orang-orang Indonesia justru melawan bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa.


2. Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis wilayah Indonesia adalah wialayah bekas jajahan Belanda . Wilayah Hindia Belanda ini masih terpisah0pisah berdasarkan ketentuan Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3 (tiga) mil. Dengan adanya ordonansi tersebut , laut atau perairan yang ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai perairan internasional.


Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah, hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan tersebut tidak mendudkung kita dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa keluar dari keadaan tersebut kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa yang bersatu.


Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh tidak lagi terpisah baru terjadi 12 tahun kemudian setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Isi pokok dari deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi 1939.


Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi :


1. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia
2. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut
3. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.


Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU No.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia


Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional. Melalui perjuangan panjanag akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the Sea”(UNCLOS) . Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State).


Geografis dan Sosial Budaya

Dari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh .


Aspek Sosial Budaya kepulauan Indonesia

Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut :

  1. Indonesia bercirikam negara kepulauan atau maritim
  2. Indonesia terletak anata dua benua dan dua sameudera(posisi silang)
  3. Indonesia terletak pada garis khatulistiwa
  4. Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim
  5. Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu sirkumpasifik dan Mediterania
  6. Wilayah subur dan dapat dihuni
  7. Kaya akan flora dan fauna dan sumberdaya alam
  8. Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang beragam
  9. Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar, sebanyak 218.868 juta jiwa

Aspek Geografis dan Kepentingan Nasional

Prinsip geopolitik bahwa bangsa Indonesia memanndang wikayahnya sebagai ruang hidupnya namun bangsa Indonesia tidak ada semangat untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidup (lebensraum). Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bangaimanan menjadikan bangsa dan wilayah negara Indonesia senantiasa satu dan utuh. Kepentingan nasional itu merupakan turunan lanjut dari cita-cita nasional, tujuan nasional maupun visi nasional


Nusantara (archipelagic) dipahami sebagai konsep kewilayahan nasional dengan penekanan bahwa wilayah negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dihubungkan oleh laut. Laut yang menghubungkan dan mempersatukan pulau-pulau yang tersebar di seantero khatulistiwa.


Sedangkan Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam.


Wawasan Nusantara sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia telah ditegaskan dalam GBHN dengan Tap. MPR No.IV tahun 1973. Penetapan ini merupakan tahapan akhir perkembangan konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak Dekrarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957.


Hakekat dan tujuan wawasan nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebinekaan yang mengandung arti :


  • Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi posisi, dan potensi georafi, serta kebinekaan budaya
  • Pedoman pola tindak dan pola pikir kebijakasanaan nasional
  • Hakikat wawasan nusantara : persatuan dan nkesatuan dalam kebinekaan.
    Indonesia Sebagai Negara Kepulauan


Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa Indonesia merupakan suatu negeri yang amat unik. Hanya sedikit negara di dunia, yang bila dilihat dari segi geografis, memiliki kesamaan dengan Indonesia.


Negara-negara kepulauan di dunia, seperti Jepang dan Filipina, masih kalah bila dibandingkan dengan negara kepulauan Indonesia. Indonesia adalah suatu negara, yang terletak di sebelah tenggara benua Asia, membentang sepanjang 3,5 juta mil, atau sebanding dengan seperdelapan panjang keliling Bumi, serta memiliki tak kurang dari 13.662 pulau.


Jika dilihat sekilas, hal tersebut merupakan suatu kebanggaan dan kekayaan, yang tidak ada tandingannya lagi di dunia ini. Tapi bila dipikirkan lebih jauh, hal ini merupakan suatu kerugian tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia. Indonesia terlihat seperti pecahan-pecahan yang berserakan. Dan sebagai 13.000 pecahan yang tersebar sepanjang 3,5 juta mil, Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah negara yang amat sulit untuk dapat dipersatukan.


Maka, untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, diperlukan sebuah konsep Geopolitik yang benar-benar cocok digunakan oleh negara. Sebelum menuju pembahasan tentang konsep geopolitik Indonesia, kita akan membahas terlebih dahulu tentang kondisi serta keadaan Indonesia ditinjau dari segi geografisnya.


Ada beberapa jenis kondisi geografis bangsa Indonesia. Yaitu kondisi fisis, serta kondisi Indonesia ditinjau dari lokasinya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Demokrasi Di Indonesia Secara Singkat Menurut Pandangan Para Pendiri Bangsa


Kondisi Fisik Indonesia

1. Letak geografis;

Kondisi geografis pulau Jawa berdasarkan peta

1. Luas : 127.000 km2
2. Batas
a. Laut:
Sebelah utara : Laut Jawa
Sebelah selatan : Samudra Hindia
Sebelah barat : Selat Sunda
Sebelah timur : Selat Bali


b. Daratan:
– Sebelah utara : Laut Jawa dan Pulau Kalimantan
– Sebelah selatan : Samudera Hindia
– Sebelah barat : Selat Sunda dan Pulau Sumatera
– Sebelah timur : Selat Bali dan Pulau Bali


3. Keadaan alam
a. Nama pantai yang ada di pulau Jawa :
Pantai Pangandaran (Jawa Barat)
Pantai Carita (Banten)
Pantai Siung (Yogyakarta)
Pantai Menganti (Jawa Tengah)
Pantai Ombak Mati (Jawa Tengah)
Pantai Karang Agung (Jawa Timur)
Pantai Tanjung Lesung (Banten)
Pantai Klayar (Jawa Timur)
Pantai Anyer (Banten)
Pantai Parangkritis


b. Nama Dataran rendah yang ada di Pulau Jawa :

a.Dataran rendah Surakarta
b.Dataran rendah Semarang
c.Dataran rendah Madiun


c. Nama Gunung yang ada di pulau Jawa
Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Gunung Ijen, Jawa Timur.
Gunung Papandayan, Jawa Barat.
Gunung Argopuro, Jawa Timur.
Gunung Salak, Jawa Barat.
Gunung Semeru, Jawa Timur.
Gunung Tangkupan Perahu, Jawa Barat.
Gunung Sindoro, Jawa Tengah.
Gunung Sumbing, Jawa Tengah.
Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
Gunung Merapi, Jawa Tengah.
Gunung Prau, Jawa Tengah.
Gunung Lawu, Jawa Timur.


Kondisi geografis pulau Sumatra berdasarkan peta

1. Luas : 473.481 km²
2. Batas
a. BATAS LAUT
Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia
Sebelah timur berbatasan dengan selat Malaka
Sebelah utara berbatasan dengan teluk Benggala
Sebelah selatan berbatasan dengan selat Sunda


b. BATAS DARAT
– Sebelah barat dibatasi oleh negara India
– Sebelah timur dibatasi oleh pulau Kalimantan
– Sebelah utara dibatasi oleh negara Malaysia dan Singapura
– Sebelah selatan dibatasi oleh kepuluan Mentawai


3. Keadaan Alam :
a. Nama – nama pantai dan laut :
– Pantai : Iboih, Sorake, Carocok, Pulau Jemur, Pasir Panjang, Nongsa, Tanjung Tinggi, Pasir Putih, Trikora, Parai Tenggiri
– Laut : Laut Indonesia


b. Dataran rendah Sumatera :
dataran rendah di Sumatera Utara yaitu Melaboh dan Singkel/Singkil


c. Nama – nama gunung :

Gunung di Sumatera
Gunung Bandahara, Aceh(3.030 m)
Gunung Burni Telong, Aceh (2.600 m)
Gunung Geureudong, Aceh (2.885 m)
Gunung Kembar, Aceh (….. m)
Gunung Leuser, Aceh (3.404 m)
Gunung Perkison, Aceh (2.828 m)
Gunung Seulawah Agam, Aceh (1.726 m)
Gunung Sibayak, Sumatera Utara(2.212 m) –
Gunung Sibuaten, Sumatera Utara (2.457 m)
Gunung Sihapuabu, Sumatera Utara (….. m)
Gunung Sinabung, Sumatera Utara (2.475 m)


Gunung Sorik Marapi, Sumatera Utara (2.145 m)
Gunung Djadi, Riau (1.100 m)
Gunung Ambun, Sumatera Barat(2.060 m)
Gunung Cermin, Sumatera Barat (….. m)
Gunung Kelabu, Sumatera Barat (2.179 m)
Gunung Kerinci, Sumatera Barat dan Jambi (3.805 m) (tertinggi di Sumatera, kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia)
Gunung Mande Rabiah, Sumatera Barat (2.430 m)
Gunung Marapi, Sumatera Barat (2.891 m)
Gunung Pasaman, Sumatera Barat (2.190 m)
Gunung Rasan, Sumatera Barat (2.039 m)
Gunung Sago, Sumatera Barat (2.261 m)
Gunung Singgalang, Sumatera Barat (2.877 m)
Gunung Talamau, Sumatera Barat (2.913 m)
Gunung Talang, Sumatera Barat (2.572 m)
Gunung Tambin, umatera Barat (2.271 m)
Gunung Tandikat, Sumatera Barat (2.438 m)
Gunung Dempo, Sumatera Selatan(3.159 m)
Gunung Seblat, Bengkulu (2.383 m)
Gunung Daik, Kepulauan Riau(1.165 m)
Gunung Jantan, Kepulauan Riau (700 m)
Gunung Ranai, Kepulauan Riau (1.035 m)
Gunung Betung, Lampung (….. m)
Gunung Krakatau, Lampung (0.813 m)
Gunung Pesagi, Lampung (2.262 m)
Gunung Pesawaran, Lampung (….. m)
Gunung Rajabasa, Lampung (1.281 m)
Gunung Seminung, Lampung (1.881 m)
Gunung Tanggamus, Lampung (2.102 m)


Kondisi geografis pulau Kalimantan berdasarkan peta

1. Luas : 743.330 km²

2. Batas
a.Batas Laut
Sebelah utara : Laut Cina Selatan
Sebelah barat : Selat Karimata
Sebelah timur : Selat Makassar, laut Sulawesi
Sebelah selatan : Laut Jawa


b. Batas daratan
Sebelah utara : Malaysia (Sabah dan Serawak)
Sebelah barat : Selat Karimata
Sebelah timur : Selat Makassar dan Laut Sulawesi
Sebelah selatan : Laut Jawa


3. keadaan alam
a. Nama-Nama Pantai di Kalimantan :
– Pantai Kakaban
– Pantai Sinka Islan Park
– Pantai Samber Gelap
– Pantai Maratua
– Pantai Sangalaki


Nama-Nama Laut di Kalimantan :
– Laut Jawa
– Laut Sulawesi
– Laut Natuna


b. Nama-Nama Dataran rendah di Kalimantan :
-Ketapang
-Telukmelano
-Pangkalanbun
-Kulau Pembuang
-Kulau Kapuas
-Redeb
-Selor


c. Gunung di kalimantan
* Gunung Palung
* Gunung Bukit Raya
* Gunung Liangpran
* Gunung Halau-halau


Kondisi geografis pulau Sulawesi berdasarkan peta

1. luas : 174.600 km²

2.a. Batas Laut :
Timur = Laut Banda
Barat = Selat Makasar
Utara = Laut Sulawesi
Selatan = Laut Flores


b. Batas daratan :
Timur = Kepulauan Maluku
Barat = Pulau Kalimantan
Utara = Negara Filiphina
Selatan = Pulau NTT dan NTB


3. Keadaan alam
a. Nama Pantai :
– Pantai Likupang
– Pantai Malalayang
– Pantai Lakeba
– Pantai Talise
– Pantai Dato Majene
– Pantai Manakarra
– Pantai Lombang – lombang
– Pantai Palippis
– Pantai Gong
– Pantai Pall
– Pantai Pulisan
– Pantai Pasir Putih Lembeh
– Pantai Lakban
– Pantai Kema
– Pantai Temboko Lehi
– Pantai Nirwana
– Pantai Kamali
– Pantai Walengkabola


Nama Laut :
– Laut Sulawesi
– Laut Bunaken
– Laut Wakatobi
– Laut Sangihe


b. Dataran rendah :
– Jeneponto
– Bulukumba
– Bantaeng
– Takalar
– Gowa
– Selayar
– Majene
– Mamuju
– Ujungpandang
– Pangkep
– Baruu
– Pinrang
– Polewali Mamasa


c. Nama gunung :
– Gunung Mahawu
– Gunung Bawakaraeng
– Gunung Latimojong
– Gunung Karangetang
– Gunung Gandang Dewata
– Gunung Awu
– Gunung Lokon
– Gunung Klabat
– Gunung Mekongga
– Gunung Soputan


KONDISI GEOGRAFIS MALUKU

1. Luas Maluku adalah 712.479,69 km²
2. a) Batas Laut
Utara : Laut Sulawesi
Barat : Laut Arafuru dan Laut Banda
Timur : Laut halmahera
Selatan : Laut Banda
b) Batas daratan Pulau Papua
Utara : Laut Seram
Barat : Pulau Sulawesi
Timur : Papua
Selatan : Timur Leste dan Laut Arafuru

3. Keadaan Alam

a) Nama Pantai :
– Pantai Pintu Kota
– Pantai Liang/Hunimua
– Pantai Pasir Panjang/Ngurbloat
– Pantai Natsepa
– Pantai Jikumerasa
– Pantai Santai
– Pantai Nanseri
– Pantai Sopapei
– Pantai Desa Hukurila
– Pantai Namalatu


Nama Laut :
– Laut Banda
– Laut Maluku
– Laut Halmahera
– Laut Seram


b) Dataran rendah di Maluku yaitu :


c) Nama Gunung
– Gunung Binaia
– Gunung Gamsunoro
– Gunung Kapalamadan
– Gunung Sahuwai
– Gunung Waloolon
– Gunung Api
– Gunung Batusibela
– Gunung Dukono
– Gunung Gamalama
– Gunung Gamkonora
– Gunung Hiri
– Gunung Ibu
– Gunung Tigalalu
– Gunung Todoko-Ranu


KONDISI GEOGRAFIS PULAU PAPUA

1. Luas = 410.660 km²
2. Batas Laut
Utara : Laut Filipina
Barat : Laut Arafuru dan Laut Banda
Timur : Samudera Pasifik
Selatan : Laut Arafuru


b) Batas daratan Pulau Papua
Utara : Samudera pasifik
Barat : Laut Arafuru
Timur : Papua Nugini
Selatan : Laut Arafuru dan Australia


3. a) Nama Pantai
– Pantai Teluk Triton di Kaimana
– Pantai Pulau Venue
– pantai Yen Beba
– Patai Bakaro
– Pantai Kaironi
– Pantai Pulau Um
– Pantai Bosnik
– Pantai Tanjung Kasuari
– Pantai Harlem
– Pantai Raja Ampat

Nama Laut


– Laut Arafuru


b) Dataran rendah yang ada di pulau Papua yaitu :
⇒ Dataran rendah Pesisir bagian selatan Papua
⇒ Dataran rendah Pesisir Arafura
⇒ Dataran rendah Pesisir Trans-Fly
⇒ Dataran rendah Pesisir Teluk Papua
⇒ Dataran rendah Pesisir barat laut Papua


c) Nama gunung
Gunung Waspada (1.070 m)
Puncak Jaya (5.030 m)
Gunung Trikora (4.750 m)
Gunung Yamin (4.350 m)
Gunung Mandala (4.700 m)
Gunung Dom (1332 m)


Kondisi geografis Bali
1. Luas : 5.636,66 km2
2. batas
Batas Daratan:
– Sebelah utara berbatasan dengan pulau Kalimantan dan Sulawesi
– Sebelah selatan tidak ada berbatasan dengan pulau
– Sebelah timur berbatasan dengan negara Timor Leste
– Sebelah barat berbatasan dengan Jawa timur


Batas Lautan:
– Sebelah utara berbatasan dengan laut bali dan laut Flores
– Sebelah selatan berbatasan dengan samudera Hindia
– Sebelah timur berbatasan dengan Laut Sawu
– Sebelah barat berbatasan dengan Selat Bali


3. keadaan alam
a. nama pantai
Pantai Jimbaran
Pantai Nusa Dua
Pantai Kuta
Pantai Pandawa
Pantai Sanur
Pantai Karma Kandara
Pantai Tanah Lot
Pantai Virgin Karangasem (Perasi)
Pantai Dreamland
Pantai Menjangan
Pantai Tanjung Benoa
Pantai Padang atau Labuang Sait
Pantai Lovina
Pantai Seminyak


Nama laut
Laut bali


b. Nama dataran rendah di pulau Bali :
– Kabupaten Badung
– Tabanan
– Gianyar
– Buleleng
– Batur
– Buyan


c.nama gunung

1. Gunung Agung, (3.142 meterdpl) – Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif dan bahkan belum lama di 2018, gunung ini sempat erupsi dan mengancam aktivitas di pulau Bali
2, Gunung Batur ( 2.098 meterdpl ) – Gunung ini merupakan destinasi wisata karena terkenal keindahan nya dan berdiri Pura di sana.
3. Gunung Abang ( 2.152 meterdpl ) – Gunung ini juga merupakan destinasi wisata dan berada di kawsan Kintamani
4. Gunng Silang Jana ( 1.903 meterdpl )
5. Gunung Lesung ( 1.860 meterdpl )
6. Gunung Prapat Agung ( 322 meterdpl )
7. Gunung Musi ( 1.215 meterdpl)
8. Gunung Lempuyang ( 1.058 meter dpl )
9. Gunung Pohen ( 2.089 meter dpl )
10. Gununf Batu Karu (2.276 meter dp)l

Kondisi geografis nusa tenggara
1. Luas : 67503,05 km²
2. batas
Batas Daratan:
– Sebelah utara berbatasan dengan pulau Kalimantan dan Sulawesi
– Sebelah selatan tidak ada berbatasan dengan pulau
– Sebelah timur berbatasan dengan negara Timor Leste
– Sebelah barat berbatasan dengan Jawa timur

Batas Lautan:
– Sebelah utara berbatasan dengan laut bali dan laut Flores
– Sebelah selatan berbatasan dengan samudera Hindia
– Sebelah timur berbatasan dengan Laut Sawu
– Sebelah barat berbatasan dengan Selat Bali

3. keadaan alam

a. Nama pantai :
– Pantai Selong Belanak
– Pantai Seger
– Pantai Gili Meno
– Pantai Senggigi
– Pantai Pulau Kenawa
– Pantai Pulau Moyo
– Pantai Koka
– Pink Beach aka Pantai Merah
– Pantai Nihiwatu
– Pantai Mandorak
– Pantai Ratenggaro
– Pantai Tablolong
– Pantai Lasiana

Nama Laut :
– Laut Sawu
– Laut Timor

b. Nama dataran rendah di Nusa Tenggara :
– Lombok
– Sumbawa
– Flores

c. nama gunung
1. Gunung Tambora
2. Gunung Egon
3. Gunung Rinjani
4. Gunung Kelimutu
5. Gunung Rokatenda / Paluweh


Iklim Indonesia

LETAK DAN BATAS NEGARA

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan, memanjang dari Barat ke Timur, berada di wilayah Asia Tenggara, yang terletak di antara 6o8’Lintang Utara sampai 11o15′ Lintang Selatan dan antara 94o45′ sampai 141o5′ Bujur Timur. Negara Republik Indonesia berbatasan dengan:


  • Singapura , Malaysia, Filipina, Laut Cina Selatan dan Samudera Pasifik (di sebelah utara)
  • Samudera Hindia (di sebelah barat)
  • Australia, Samudera Hindia ( di sebelah selatan)
  • Papua Nugini (di sebelah timur)

Sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, maka wilayah Indonesia dapat dikatakan merupakan kelanjutan dari benua Asia dan Australia dengan celah yang menghubungkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada cekungan tengahnya.


PEMBAGIAN WILAYAH

Berdasarkan perbedaan waktu maka Indonesia dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah waktu yang masing-masing berselisih satu jam, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), yang meliputi : Sumatera, Jawa, Madura, dan Kalimantan Barat; Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi wilayah : Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Timur-Timur; dan Waktu Indonesia Timur (WIT),


yang meliputi wilayah : Maluku dan Irian Jaya. Sebagai contoh, jika di Jakarta pukul 07.00, maka di Ujung Pandang pukul 08.00, dan di Jayapura pukul 09.00. Jika dibagi menurut pembagian daerah administrasi maka Negara Republik Indonesia dibagi menjadi:


• 27 Propinsi
• 243 Kabupaten
• 60 Kotamadya
• 3.839 Kecamatan
• 65.198 Desa


Iklim dan Musim

Indonesia beriklim laut tropis karena letaknya di daerah tropis dan diapit oleh dua Samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia memiliki dua Musim yaitu musim hujan (Oktober – April), dan musim kemarau (Mei – September).


Namun karena wilayahnya yang luas, keadaan geografisnya yang berbeda- beda serta daerahnya yang dibelah oleh garis khatulistiwa maka sering terjadi perbedaan atau penyimpangan musim.
Suhu dan Kelembaban Udara Suhu udara berkisar antara 20 oC sampai 30 oC. Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah pula suhunya. Misalnya, di berbagai dataran tinggi atau di daerah – daerah yang dikelilingi pegunungan, suhu malam hari pada musim kemarau terkadang dapat menjadi sangat rendah.


Secara umum dapat digambarkan bahwa pada daerah yang berada sampai 700 meter di atas permukaan laut merupakan daerah panas dengan suhu 22oC keatas. Daerah dengan ketinggian antara 700 – 1500 meter merupakan daerah sedang dan suhunya berkisar antara 15oC sampai 22oC. Daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500 meter termasuk daerah sejuk dengan suhu antara 11oC sampai 15oC dan daerah dengan ketinggian antara 2500 – 4000 meter, yaitu daerah dingin, suhunya berkisar 11o kebawah.


Curah Hujan dan Keadaan Angin

Jumlah curah hujan bervariasi menurut bulan dan menurut letak stasiun pengamat. Pada umumnya curah hujan di Indonesia Bagian Timur lebih sedikit dari pada di Indonesia Bagian Barat.


Namun demikian ada daerah di Indonesia Bagian Timur yang mendapat curah hujan yang cukup banyak yaitu : Maluku dan Irian Jaya. Kecuali di beberapa tempat tertentu, curah hujan di Indonesia rata-rata 2.000 – 3.000 milimeter setahun. Selama tahun 1993, curah hujan tertinggi terdapat di kota Kupang yaitu 34.3 milimeter (Januari),


sedangkan curah hujan terendah ada di Sulawesi Tenggara yaitu 0. 02 milimeter (Juli). Keadaan angin pada musim hujan biasanya lebih kencang dan angin bertiup dari Barat dan Barat Laut.


Oleh karena itu musim tersebut dikenal sebagai Musim Barat. Pada musim kemarau angin timur cukup kencang bertiup dari benua Australia. Kecepatan angin hampir di seluruh propinsi di Indonesia yang dipantau pada tahun 1993 umumnya merata setiap bulannya, yaitu pada kisaran 0 hingga 30 knot, kecuali di propinsi Bengkulu dan Sulawesi Utara.


Angin kencang yang biasa terjadi di laut mempunyai kecepatan antara 30 – 60 knot. Pada masa peralihan (April – Mei dan Oktober-Nopember) arah angin tidak beraturan.


POLA CURAH HUJAN DI INDONESIA

Pola umum curah hujan dikepulauan Indonesia dapat dikatakan sebagai berikut:

  1. Pantai barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak dari pantai timur.

  2. Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan barisan pulau-pulau yang panjang dan berderet dari barat ketimur. Pulau-pulau ini hanya diselingi oleh selat-selat yang sempit, sehingga untuk kepulauan ini secara keseluruhan tampak seakan-akan satu pulau, sehingga berlaku juga dalil, bahwa disebelah timur curah hujan lebih kecil, kalau dibandingkan dengan sebelah barat. Sebelah barat dari jejeran pulau ini adalah pantai Barat Jawa Barat.

  3. Selain bertambahnya jumlah dari timur ke barat, hujan juga bertambah jumlahnya dari dataran rendah ke pegunungan, dengan jumlah terbesar pada ketinggian 600 – 900 m.

  4. Di daerah pedalaman semua pulau, musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar-besar.

  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak daerah konvergensi antartropik.

  6. Saat mulai turunnya hujan juga bergeser dari barat ke timur. Pantai Barat Pulau Sumatera sampai Bengkulu, mendapat hujan terbanyak bulan November; Lampung – Bangka, yang letaknya sedikit ke Timur, pada bulan Desember. Sedangkan Jawa (utara), Bali, NTB, NTT pada bulan Januari – Februari, yang letaknya lebih ketimur lagi.

  7. Sulawesi selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah mempunyai musim hujan yang berbeda, yaitu Mei – Juni. Justru pada waktu bagian lain dari kepulauan Indonesia ada pada musim kering. Batas rezim hujan Indosesia Barat dan rezim hujan Indonesia Timur klira-kira terdapat pada 1200 bujur timur.

Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi, yaitu lebih dari 2000 mm/tahun. Akan tetapi seperti telah disebutkan dimuka bahwa antara tempat yang satu dengan tempat yang lain curah hujannya tidak sama.


Daerah yang paling besar curah hujannya adalah daerah Baturaden di Lereng Gunung Slamet, dengan curah hujan sekitar 7069 mm/tahun. Sedangkan kota Palu di Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering, dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.


3. Posisi Silang;

4. Sumber-Sumber Daya Alam;

5. Faktor-Faktor Sosial Politik


Lokasi Fisikal Indonesia; Keberadaan pada lokasi ini adalah faktor geopolitik utama yang mempengaruhi perpolitikan di Indonesia. Berdasarkan kondisi fisikal, negara Indonesia berada pada dua benua yang dihuni oleh berbagai bangsa yang memiliki karakteristik masing-masing, yaitu benua Asia dan Australia. Selain itu, Indonesia pun berada di antara dua samudera yang menjadi jalur perhubungan berbagai bangsa, yaitu Samudera Pasifik dan Hindia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Prasasti Serta Definisi Dan Sejarahnya Di Indonesia


Sebutan Indonesia di Luar Negeri

Berikut adalah julukan-julukan negara kita tercinta yang di berikan oleh luar negeri. Betapa bangganya kita sehingga orang luar sangat kagum dengan Negara Indonesia.


  1. Jamrud Khatulistiwa.

Julukan ini diberikan dunia kepada Indonesia karena letak geografis Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dengan penampakan alam yang sangat hijau seperti jamrud.


  1. Nusantara.

Ini adalah julukan yang di sematkan oleh kerajaan majapahit terhadap wilayah Indonesia dari Sumatra sampai Papua dalam literature bahasa Jawa. Selain itu, Thailand juga menyebut Indonesia dengan julukan Nusantara merunut pada sejarah kerajaan Majapahit dulu.


  1. Negara Agraris.

Julukan ini mengacu pada kenyataan bahwa lahan pertanian Indonesia sangat luas dengan sebagian besar mata pencaharian penduduk kita sebagai petani Negara Maritim Julukan ini mengacu pada kenyataan perairan Indonesia yang luas.


  1. Negara Nyiur.

Julukan ini disematkan karena Indonesia adalah Negara maritim yang otomatis ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa.


 

  1. Negara Seribu Candi.

Julukan negeri seribu candi diberikan dunia kepada Indonesia berawal dari dipilihnya candi Borobudur sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.


  1. Negara Seribu Pulau.

Julukan ini diberikan melihat Indonesia terdiri dari ribuan pulau sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia.


  1. Negara Megabiodiversitas.

Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena para peneliti dunia kagum akan keanekaragaman flora dan fauna yang ada termasuk spesies purba dan spesies langka di indonesia seperti komodo, anggrek hitam dan raflessia arnoldi.


  1. Garuda.

Julukan ini mengacu pada symbol Negara indonesia.


  1. Heaven Earth.

Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena banyak Negara dunia iri dengan kekayaan alam Indonesia yang subur dengan hasil bumi yang melimpah dan pemandangan yang memanjakan mata.


  1. Paru-Paru Dunia.

Julukan ini beberapa kali di sematkan oleh AS dan Singapura melihat pulau Kalimantan sebagai hutan yang harus dilindungi karena berfungsi sebagai penopang paru-paru dunia


  1. The Big Mouslem Population.

Ini julukan yang diberikan orang musim dunia kepada Indonesia atas kekaguman mereka terhadap kuantitas pemeluk agama islam di indonesia.


  1. Our Large Neighbour to North and Our Nearest Asian Neighbour.

Ini julukan yang diberikan pemerintah Australia melihat Indonesia adalah Negara asia tetangga terbesar dan terdekat secara letak geografis dengan Australia.


  1. Balinesia.

Julukan Ini diberikan oleh para tourist yang mengagumi penampakan alam saat berkunjung ke bali. Dengan catatan sebenarnya para tourist itu tidak tahu jika bali adalah bagian dari indonesia


  1. Macan Asia yang Tertidur.

Julukan aslinya adalah Macan Asia. tapi julukan ini berubah menjadi Macan Asia yang tertidur pada era modern. Ini julukan yang diberikan oleh Negara-negara asia terhadap Indonesia karena Indonesia diakui memiliki potensi menjadi sebuah negeri adidaya.


  1. Mafia Asia.

Julukan ini diberikan karena indonesia menjadi penggerak pembahasan masalah-masalah di Asia.