Pubertas adalah

Diposting pada

Untuk hal ini Pubertas merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa “masa remaja” ditandai dengan matangnya organ reproduksi. Pada masa ini juga terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.

Pubertas-adalah

Pubertas ialah masa terjadinya perubahan fisik dan mental anak laki-laki dan perempuan. Perubahan ini disebabkan adanya perubahan hormon, akibatnya emosi seorang anak jadi tidak stabil, cepat marah, cepat tersinggung, melamun, pada saat yang lain gembira, tertawa atau menangis.

Pada masa pubertas seorang anak juga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Masa pubertas pada laki-laki dan perempuan tidak sam. Perempuan mengalami masa pubertas pada usia 8-13 tahun sedangkan laki-laki pada usia 10-15 tahun. Ada yang lebih dulu mengalami pubertas ada yang lebih lambat, pubertas dapat terlihat jelas pada kondisi fisik.


Pengertian Pubertas

Pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Seperti diterangkan oleh Root, Masa puber adalah suatu tahap dalam perkembangan di mana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Tahap ini diesertai dengan perubahan-perubahan dalam pertumbuhan somatis dan perspektif psikologis.

Baca Juga : Pengertian Kepribadian – Konsep, Ciri, Faktor, Fungsi, Perkembangan, Psikologi, Para Ahli


Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia kedewasaan. Kata ini lebih menunjuk pada perubahan fisik dari pada perubahan perilaku yang terjadi pada saat individu secara seksual menjadi matang dan mampu memberikan keturunan (Hurlock: 184).


Perkembangan Masa Pubertas

  1. Perkembangan Fisik

Secara umum terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal (12 / 13 tahun). Menurut Dr. Zakiah Darajadjat, bahwa diantara hal yang kurang menyenangkan remaja adalah adanya beberapa bagian tubuh yang cepat pertumbuhannya, sehingga mendahului bagian yang lain seperti kaki, tangan, hidung yang mengakibatkan cemasnya remaja melihat wajah dan tubuhnya yang kurang bagus.


  • Perubahan Tubuh Pada Masa Puber

 Selama pertumbuhan pesat masa puber, terjadi empat perubahan fisik penting di mana tubuh anak dewasa yaitu perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, perkembangan ciri-ciri seks primer dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder.


  • 1) Perubahan ukuran tubuh

Perubahan fisik utama pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh dalam tinggi dan berat badan. Rata-rata tinggi anak laki-laki adalah sekitar 59 atau 60 inchi (150 atau 152 cm) sedangkan tinggi anak perempuan sekitar 54 atau 55 inchi (137 atau 140 cm). Karena penambahan tinggi anak laki-laki dan anak perempuan selama masa remaja sekitar 9 atau 10 inchi (22,5 atau 25 cm) dan pertumbuhan relatif sedikit, maka perempuan pada akhirnya lebih pendek dibanding laki-laki.


Bagi anak laki-laki, permulaan periode pertumbuhan pesat tinggi tubuh dimulai rata-rata pada usia 12,8 tahun dan rata-rata berakhir pada 15,3 tahun, dengan puncaknya pada empat belas tahun. Peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudah dimulainya masa puber. Sesudahnya, pertumbuhan menurun dan dan berlangsung lambat sampai usia dua puluh atau dua uluh satu tahun. Karena periode pertumbuhan yang lebih lama, anak laki-laki lebih tinggi daripada anak perempuan pada saat sudah matang.


Pertambahan berat tidak hanya karna lemak,tetapi juga karena tulang dan jaringa otot bertambah besar. Jadi, meskipun anak puber dengan pesat bertambah berat, tetapi seringkali kelihatannya kurus dan kering. Pertambahan berat yang paling besar pada anak perempuan terjadi sesaat sebelum dan sesudah menstrusi. Setelah itu pertambahan berat badan hanya sedikit. Bagi anak laki-laki, pertambahan berat badan maksimum terjadi setahun atau dua tahun setelah anak perempuan dan mencapai puncaknya pada usia enam belas tahun, setelah itu pertambahan berat badan hanya sedikit.

Baca Juga : Pengertian Hormon


Percepatan pertumbuhan berat badan juga terjadi dalam penambahan berat badan, yakni sekitar 13 Kg bagi anak laki-laki dan 10 Kg bagi anak perempuan. Pertumbuhan ini lebih mudah dipengaruhi melalui diet, latihan dan gaya hidup umumnya.


Kegemukan selama masa puber bagi anak laki-laki dan anak perempuan tidaklah aneh. Antara usia sepuluh dan dan dua belas tahun, di sekitar permulaan terjadinya pertumbuhan pesat, anak cenderung menumpuk lemak di perut, di sekitar puting susu, di pinggul dan paha, di pipi, leher dan rahang. Lemak ini biasanya hilang setelah kematangan masa puber dan pertumbuhan pesat tinggi badan dimulai, meskipun ada yang menetap sampai dua tahun lebih selama awal masa puber.


  • 2) Perubahan Proporsi Tubuh

Perubahan fisik pokok yang kedua adalah perubahan proporsi tubuh. Daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya terlampau kecil, sekarang menjadi terlampau besar karena kematangan tercapai lebih cepat dari daerah-daerah tubuh yang lain. Ini tampak jelas pada hidung, kaki dan tangan. Barulah pada bagian akhir masa remaja seluruh daerah tubuh mencpai ukuran dewasa, meskipun perubahan besar terjadi sebelum masa puber usai.


Badan yang kurus dan panjang mulai melebar di bagian pinggul dan bahu, dan ukuran pinggang berkembang. Pada mulanya ukuran pinggang tampak tinggi karena kaki menjadi lebih panjang dari badan. Dengan bertambah panjangnya badan, ukuran pinggang berkurang sehingga memberikan perbandingan tubuh dewasa. Lebar pinggul dan bahu dipengaruhi oleh usia kematangan. Anak laki-laki yang lebih cepat matang biasanya mempunyai pinggul yang lebih lebar daripada anak yang lebih lambat matang, dan anak perempuan yang lebih lambat matang mempunyai pinggul yang sedikit lebih besar daripada anak yang cepat matang.


Tidak lama sebelum masa puber, tungkai kaki lebih panjang daripada badan dan keadaan ini bertahan sampai sekitar usia lima belas tahun. Pada anak yang lambat matang, pertumbuhan tungkai kaki berlangsung lebih lama daripada anak yang cepat matang, sehingga tungkai kaki lebih panjang. Tungkai kaki anak yang cepat matang cenderung pendek, gemuk sedangkan tungkai kaki yang lambat matang pada umumnya lebih ramping.


Pola yang sama terjadi pada pertumbuhan lengan, yang pertumbuhannya mendahului pertumbuhan pesat badan, sehingga tampaknya terlalu panjang. Seperti halnya dengan pertumbuhan tungkai kaki, pertumbuhan lengan dipengaruhi oleh usia kematangan. Anak-anak yang cepat matang yang mempunyai tungkai kaki lebih pendek daripada tungkai kaki anak yang lambat matang. Sampai pertumbuhan lengan dan tungkai kaki mendekati sempurna, barulah tercapai perbandingan yang baik dengan tangan dan kaki, yang keduanya mencapai ukurannya kematangan pada awal masa puber.


  • Ciri-ciri seks primer

Perubahan fisik pokok ketiga adalah pertumbuhan dan perkembangan ciri-ciri seks primer, menunjukkan pada organ tubuh yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Ciri-ciri seks primer ini ini berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan. Bagi anak laki-laki, ciri-ciri seks primer yang sangat penting ditunjukkan dengan pertumbuhan yang cepat dari batang kemaluan (penis) dan kantung kemaluan (scrotum), yang mulai terjadi pada usia sekitar 12 tahun dan berlangsung sekitar 5 tahun untuk penis dan 7 tahun untuk skrotum. Pada skrotum, terdapat dua buah testis (bauh pelir) yang tergantung dibawah penis. Testis ini sebenarnya telah ada sejak kelahiran, namun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Testis mencapai kematangan penuh pada usia 20 atau 21 tahun, yang mula-mula terlihat pada peningkatan pajang penis, yang secara berangsur-angsur bertambah besar.


Perubahan-perubahan pada ciri-ciri seks primer pada pria ini sangat dipengaruhi oleh hormon, terutama hormon perangsang yang diproduksi oleh kelenjar bawah otak (pituitary gland). Hormon perangsang pria ini merangsag testis, sehingga testis menghasilkan hormon testosteron dan androgen serta spermatozoa. Sperma yang dihasilka dalam testis selama masa remaja ini, memungkinkan untuk mengadakan reproduksi untuk pertama kalinya. Karena itu, kadang-kadang sekitar usia 12 tahun, anak laki-laki kemungkinan untuk mengalami penyemburan air mani (ejaculation of semen) mereka yang pertama atau yang dikenal dengan istilah “mimpi basah”.


Sementara itu, pada anak perempuan, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan munculnya periode menstruasi, yang disebut dengan manarche, yaitu menstruasi yang pertama kali dialami oleh gadis. Terjadinya menstruasi yang pertama ini memberi petunjuk bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan telah matang, sehingga memungkinkan mereka untuk mengandung dan melahirkan anak. Munculnya menstruasi pada perempuan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium). Ovarium terletak dalam rongga perut wanita bagian bawah, di dekat uterus yang berfungsi memproduksi sel-sel (ovum) dan hormon-hormon estrogen dan progesteron. Hormon progresteron bertugas untuk mematangkan dan mempersiapkan sel telur (ovum) sehingga siap untuk dibuahi. Sedangkan hormon estrogen adalah hormon yang mempengaruhi pertumbuhan sifat-sifat kewanitaan pada tubuh seseorang. Hormon ini juga mengatur siklus menstruasi.


Oleh sebab itu, menstruasi pertama pada seorang gadis didahului oleh sejumlah perubahan lain, yang meliputi pembesaran payudara, kemunculan rambut di sekitar daerah kelamin, pembesaran pinggul daan bahu. Selanjutnya, ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya, maka ovarium, uterus, vagina, labia, dan klitoris berkembang pesat.


  • Perubahan ciri-ciri seks sekunder

Ciri-ciri seks sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, namun merupakan tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Tanda-tanda jasmaniah ini muncul sebagai konsekuens dari berfungsinya hormon-hormon yang disebutkan di atas. Di antara tanda-tanda jasmaniah yang terlihat pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggut, jakun, bahu dan dada melebar, suara berat, tumbuh bulu ketiak, di dada, di kaki dan di lengan, dan di sekitar kemaluan, serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan terlihat payudara dan pinggul yang membesar, suara menjadi halus, tumbuh bulu ketiak dan di sekitar kemaluan.

Baca Juga : Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli


  1. Perkembangan Kognitif

Pertumbuhan otak dan perkembangan kemampuan remaja awal, pertumbuhan otak anak wanita meningkat lebih cepat dalam usia 11 tahun dibandingkan pertumbuhan otak pria, tetapi pertumbuhan otak anak pria di usia 13 tahun meningkat 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan pertumbuhan otak anak perempuan seusianya. Selain itu terdapat pula bukti-bukti hasil penelitian yang menyimpulkan hal yang menyangkut pola dan cara berpikir remaja cenderung mengikuti orang dewasa yang telah menunjukkan kemampuan berpikirnya. Ini mengisyaratkan adanya sisi positif dari perkembangan kemampuan psikis remaja awal. Sisi positif pertumbuhan otak dan perkembangan kemampuan berpikir remaja, memanglah berimplikasi terhadap praktek-praktek pendidikan di sekolah.


Menurut teori Piaget ada dua perkembangan kognitif pada diri anak, yakni sebagai berikut.

  • Anak sudah mulai berpikir secara abstrak dan hipotesis, anak mampu memikirkan sesuatu yang akan atau mungkin terjadi.
  • Anak mulai berpikir secara sistematik, mampu memikirkan segala kemungkinan secara sistematik untuk memecahkan suatu masalah.

  1. Perkembangan Emosi (afektif)

Perkembangan (dua pertumbuhan) sikap, perasaan emosi, remaja awal, sikap perasaan/emosi seseorangtelah ada 2 berkembang semenjak bergaul dengan lingkungan. Timbul sikap, perasaan/emosi itu (positif dan negatif) merupakan produk pengamatan dan pengalaman individu secara unik dengan benda fisik lingkungannya. Dengan orang tua dan saudara, serta pergaulan sosial yang lebih luas. Perasaan yang sangat ditakuti remaja adalah takut dikucilkan atau tersindir dari kelompoknyaa. Rasa sedih merupakan sebagian emosi yang sangat menonjol dalam masa remaja awal. Sebaliknya perasaan gembira biasanya akan nampak manakala si remaja mendapat pujian, terutama pujian terhadap diri atau hasil usahanya.


  1. Perkembangan Sosial

Pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks dan perkembangan seksual remaja awal, pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks (gonads) remaja, sesungguhnya merupakan bagian integral dari pertumbuhan dan perkembangan jasmani secara menyeluruh. Lebih jauh lagi bahwa kematangan seksual dalam usia remaja awal dan parohan pertama remaja akhir mempunyai korelasi positif dengan perkembangan sosial mereka. Hal semacam ini ditunjukkan oleh hasil penelitian James dan Moore terhadap remaja yang berusia antara 12-21 tahun dengan jumlah sampel 535 orang.


Perkembangan perilaku seksual yang lebih bersangkutan dengan diri remaja, diantaranya yang sangat menonjol dan penting adalah onani atau masturbasi. Hal-hal seperti tentang seks ini tentu saja berpengaruh terhadap minat mereka pada sekolah atau pelajaran.


Pribadi diartikan sebagai organisme yang dinamis dalam sistem fisik dan psikis yang menentukan keunikan seseorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Remaja dengan citra dirinya, menilai diri sendiri dan menilai lingkungannya terutama lingkungan sosial misalnya remaja menyadari adanya sifat-sifat sikap sendiri yang baik dan buruk. Moral adalah standar yang muncul dari agama dan lingkungan sosial remaja, memberikan konsep yang baik dan buruk, patut atau tidak, layak dan tidak layak secara mutlak.


Dari uraian di atas dapat disimpulkan perkembangan sosial anak pada usia ini terlihat pada hal-hal berikut ini.

  • Perubahan sikap dan perilaku, sebagaimana yang diistilahkan oleh Psikolog David Elkind dengan egosentrisme yakni kecenderungan remaja untuk menerima dunia dari perspektifnya sendiri.
  • Munculnya perasaan-perasaan negatif pada diri anak
  • Ingin melepas diri dari orang tua.
  • Anak ingin menyamakan dirinya dengan orang dewasa.

Ciri-Ciri Pubertas

Anak yang merasakan masa pubertas sekitar dua tahun atau kurang dirasakan sebagai anak yang cepat ma tang, sementara yang membutuhkan tiga hingga empat tahun untuk menuntaskan peralihan menjadi dewasa dirasakan sebagai anak yang lambat matang. Anak perempuan ingin lebih cepat matang dikomparasikan anak laki-laki.


Ciri-ciri anak yang merasakan masa pubertas ialah sebagai inilah (Soetioe, 1982:5–6):

  1. Mencari pergaulan di luar keluarga, usaha mencungkil diri dari ikatan keluarga.
  2. Minat subjektif dan sosial, timbul ke dalam batin sendiri.
  3. Kepribadian tumbuh dan si puber mengejar diri sendiri, ia mulai menganalisis hidupnya.
  4. Penemuan nilai-nilai, sikapnya menjadi emosional.
  5. Daya pikir mencungkil sifat-sifat konkret dan mengarah ke sifat-sifat abstrak.
  6. Perkembangan anak laki-laki dan anak wanita berbeda.
  7. Anak puber merasakan sikap ketidak-tenangan, tidak sebanding dan mengindikasikan sifat yang bertentangan.

Adapun ciri-ciri jasmani anak yang menginjak masa pubertas ialah sebagai inilah (Sujanto, 1996:172–173):

  • Kelenjar untuk anak laki-laki mulai menghasilkan cairan yang terdiri atas sel-sel sperma dan untuk anak wanita kelenjar kelaminnya mulai menghasilkan sel telur.
  • Anak laki-laki merasakan mimpi basah sementara anak perempuan merasakan menstruasi.
  • Tubuh mulai berkembang, sampai-sampai tampak pada anak laki-laki dadanya meningkat dengan otot-otot yang powerful dan anak perempuan, pinggulnya mulai melebar.
  • Mulai tumbuhnya rambut-rambut di bagian-bagian tertentu baik anak laki-laki maupun anak perempuan.
  • Anak laki-laki lebih tidak sedikit bernafas dengan perut sementara anak wanita lebih tidak sedikit bernafas dengan dada.
  • Suara mulai pulang menjadi lebih besar atau parau.
  • Wajah anak laki-laki lebih terlihat persegi sementara wajah anak wanita lebih terlihat membulat.
  • Motorik anak (cara bergerak) mulai berubah, sehingga teknik berjalan anak laki-laki dan anak perempuan merasakan perubahan. Anak laki-laki terlihat lebih kaku dan kasar, sedang anak wanita tampak lebih canggung.
  • Mulai menghias diri, baik anak laki-laki maupun anak perempuan berjuang menarik perhatian dengan memamerkan segala perkembangannya, namun dengan malu-malu.
  • Sikap batinnya kembali menuju dalam, sampai-sampai timbul rasa percaya diri.
  • Perkembangan tubuhnya menjangkau kesempurnaan dan pulang harmonis.

Baca Juga : Kerangka Manusia – Fungsi, jenis, Susunan, Pengertian, kepala, Panggul, Dada, Metatarsalia


Perubahan secara Biologis

  1. Usia pada masa puber (Hurlock : 186)

Dalam kebudayaan Amerika saat ini, kira-kira 50 persen anak perempuan menjadi matang antara 12,5 dan 14,5 tahun, dengan kematngan rata-rata berusia tiga belas tahun. Rata-rata anak laki-laki menjadi matang secara seksual antara 14 dan 16,5 tahun, dengan 50 persen anak laki-laki yang matang antara 14 dan 15,5 tahun, dengan 50 persen setiap kelompok terbesar merata antara anak yang matang lebih dulu dan matang setelah usia rata-rata, yaitu yang di sebut cepat matang dan lambat matang.


  1. Perubahan tubuh pada masa puber (Hurlock : 188)

Selama pertumbuhan pada masa puber, terjadi empat perubahan fisik penting dimana tubuh anak-dewasa : perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, perkembangan ciri-ciri seks primer dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder antara lain :


  • Perubahan ukuran tubuh (Hurlock : 188)

Perubahan fisik utama pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh dalam tinggi dan berat badan. Diantara anak perempuan, rata-rata peningkatan pertahun dalam tahun sebelum haid adalan 3 inci, tetapi peningkatan itu bias juga terjadi dari 5-6 inci. 2 tahun sebelum haid peningkatan rata-rata adalah 2,5 inci. Jadi peningkatan keseluruhan selama dua tahun sebelum haid adalah 5,5 inci. Setelah haid tingkat pertumbuhan menurun sampai kira-kira 1 inci setahun dan berheti sekitar delapan belas tahun.


Bagi anak laki-laki, permulaan periode pertumbuhan pesat tinggi tubuh dimulai rata-rata pada usia 12,8 tahun dan berakhir rata-rata pada 15,3 tahun, dengan puncaknya pada empat belas tahun. Peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudah dimulainya masa puber. Sesudahnya, pertumbuhan menurun dan berlangsung lambat sampai usia dua puluh tahun atau dua puluh satu tahun. Karena periode pertumbuhan yang lebih lama adalah anak laki-laki lebih tinggi dari pada anak perempuan pada saat sudah matang.


  • Perubahan proporsi tubuh (Hurlock : 188)

Daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya terlampau kecil, sekarang menjadi terlampau besar karena kematangan tercapai lebih cepat dari daerah-daerah tubuh yang lain. Ini tampak jelas pada hidung, kaki dan tangan. Barulah pada bagian akhir masa remaja, seluruh bagian tubuh mencapai ukuran dewasa, meskipun perubahan besar terjadi sebelum masa puber usia.

  1. Badan, yang kurus dan panjang mulai melebar pada bagian pinggul dan bahu dan ukuran pinggang berkembang.
  2. Lengan, yang pertumbuhannya mendahului pertumbuhan pesat badan, sehingga tampaknya terlalu panjang.

  • Perkembangan ciri-ciri seks primer (Soesilowindradini : 138-139)

Pada anak wanita perkembangan organ-organ seks dinyatakan dengan timbulnya haid pertama atau menarche.sering kali dengan timbulnya hal ini,anak wanita merasa sakit kepala pinggang, perut dan sebagainya yang menyebabkan anak merasa capai, lekas marah. Pada pria perkembangan organ-organ seks dinyatakan dengan timbulnya nocturnal emissions”atau polusi, mimpi (Soesilowindradini;137-138).


  • Perkembangan ciri-ciri seks sekunder (Soesilowindradini : 138-139)

Di dalam masa Pubertas, lama kelamaan ternyata adanya perbedaan tampang antara anak-anak wanita dan pria ,yang makin lama makin kelihatan jelas. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perkembangan cirri-ciri fisik yang membedakan dua jenis kelamin itu.


Perubahan secara Psikologis

Masa remaja adalah masa datangnya pubertas (11-14) sampai usia sekitar 18 tahun, masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya (Yudrik Jahja ; 225-226):

  1. Remaja mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.
  2. Remaja lebih mudah di pengaruhi teman-temannya daripada ketika masih lebih muda.
  3. Remaja mengalami perubahan seksualitas. Perasaan seksual yang mulai muncul dapat menakutkan, membingungkan, dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi.
  4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat

Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja (Yudrik Jahja ; 226-227) ,antara lain:

  1. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin iya terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya, periang, berseri-seri, dan yakin.
  2. Rasa ingin tau seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat.
  3. Membolos, tidak ada gairah atau malas kesekolah sehingga ia lebih suka membolos masuk sekolah.
  4. Perilaku anti sosial, seperti suka menganggu, berbohong, kejam, dan agresif.
  5. Penyalahgunaan obat bius .
  6. Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang ialah skizofernia

Tahap-tahap Masa Pubertas (Yudrik Jahja ; 222)

  • a) Tahap prapuber

Tahap ini bertumpang tindih dengan satu atau dua tahun terakhir masa kanak-kanak pada saat anak dianggap sebagai prapuber yaitu, bukan lagi seorang anak tetapi belum juga seseorang remaja.Dalam tahap prapuber(atau tahap pematangan),ciri-ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ-organ reproduksi belumsepenuhnya berkembang.


  • b) Tahap Puber

Tahap ini terjadi pada garis pembagi antara masa kanak-kanak dan masa remaja saat dimana criteria kematangan seksual muncul haid pada anak perempuan dan pengalaman akan basah pertama kali di malam hari.


  • c) Tahap Pascapuber

Tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama atau kedua masa remaja.Selama tahap ini,ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi dengan matang .

(Sri Rumini & Sitti Sundari). Menurut Hurlock (1990;184), pembagian umurnya sebagai berikut :

  1. Tahap Prapuber : Wanita 11-13 tahun, Pria 14-16 tahun.
  2. Tahap Puber : Wanita 13-17 tahun, Pria 14-17 tahun 6 bulan.
  3. Tahap Pasca Puber : Wanita 17-21 tahun, Pria 17 tahun 6 bulan 21 tahun

Baca Juga : Sistem Gerak Manusia : Pengertian, Komponen, Dan Fungsinya Secara Lengkap


Masalah yang Terjadi Pada Masa Puber

  1. Masalah Fisik

Hal yang dikhawatirkan adalah bentuk badan yang terlalu gemuk, kurus, pendek, tinggi. Wajah yang kurang tampan atau cantik.


  • a) Gemuk dan Kurus

Pada masa ini lazimnya bagi anak-anak sekarang gemuk menjadi permasalahan dalam hidupnya, sehingga timbullah inisiatif yang sebenarnya merugikan bagi diri seorang anak. Seperti apa yang dikenal dengan istilah diet kata orang sekarang, yang salahnya dalam hal ini ialah terkadang anak-anak salam dalam memahami diet tersebut, sehingga untuk diet anak terkadang menahan-nahan makan. Inilah yang berbahaya bagi seorang anak, yang diet karena makan yang tidak teratur sehingga menimbulkan bahaya yang kedua yaitu kurus, juga jadi masalah dalam kehidupan seorang anak. Jika diet atau kurusnya karena mengurangi pola makan.


  • b) Pendek dan Tinggi

Pendek sering mengakibatkan timbulnya cemoohan dari teman-teman seorang anak, sehingga bahayanya berdampak pada psikologisnya.


  1. Masalah Psikologi

Dapat dimengerti bahwa akibat yang luas dari masa puber pada keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap dan perilku. Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa perubahan dalam sikap dan perilaku yang terjadi pada saat ini lebih merupakan akibat dari perubahan sosial daripada perubahan kelenjar yang berpengaruh pada keseimbagan tubuh. Semakin sedikit simpati dan pengertian yang diterima anak puber dari orang tua, kakak-asik, guru-guru dan teman-teman, dan semakin besarnya harapan sosial pada periode ini, semakin besar akibat psikologis dari perubahan-perubahan fisik.


Perubahan masa puber terhadap sikap dan perilaku yang paling umum, paling serius, dan paling kuat seperti dipaparkan dibawah ini.


  • Ingin Meyendiri

Kalau perubahan pada masa puber mulai terjadi anak-anak biasanya menarik diri dari teman-temannya dan dari berbagai kegiatan keluarga dan sering bertengkar dengan teman-teman dan anggota keluarga. Gejala menarik diri ini mencakup ketidakinginan berkomunikasi dengan orang-orang lain.


  • Bosan

Anak puber bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas-tugas sekolah,kegiatan sosial dan kehidupan pada umumnya. Akibatnya, anak sedikit sekali bekerja sehingga prestasi diberbagai bidang cenderung menurun.


  • Inkoordinasi

Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan dan anak akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat, koordinasi akan membaik secara bertahap.


  • Antagonisme sosial

Anak puber seringkali tidak mau bekerja sama, sering membantah dan menentang. Permusuhan terbuka antara dua jenis kelamin berlainan di ungkapkan dalam kritik dan komentar-komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, anak kemudian menjadi lebih ramah, lebih dapat bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain.


  • Emosi yang meninggi

Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis karena hasutan yang sangat kecil merupakan ciri-ciri bagian awal masapuber. Pada masa ini anak merasa khawatir, gelisah dan cepat marah. Sedih, mudah marahn suasana hati yang negatif sangat sering terjadi selama masa prahaid dan awal periode haid. Dengan semakin matangnya keadaan fisik, ketegangan mulai berkurang dan anak sudah mulai mampu mengendalikan emosinya.


  • Hilangnya kepercayaan diri

Anak-anak yang tadinya sangat yakin pada diri sendiri, sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik yang bertubi-tubi dari orang tua dan teman-temannya. Banyak anak laki-laki dan perempuan setelah masa puber mempunyai perasaan rendah diri.


  • Terlalu sederhana

Perubahan tubuh yang terjadi selama masa puber menyebabkan anak menjadi sangat sederhana dalam segala penampilannya karena takut orang lain akan memperhatikan perubahan yang dialaminya dan memberi komentar yang buruk. Pada umumnya pengaruh masa puber lebih banyak pada anak perempuan dari pada anak laki-laki, sebagian disebabkan karena anak perempuan biasanya lebih cepat matang dari pada anak laki-laki dan sebagian karena banyak hambatan-hambatan sosial mulai di tekankan pada perilaku anak perempuan justru pada saat anak perempuan mencoba untuk membebaskan diri dari berbagai pembatasan.


Karena mencapai masa puber lebih dulu, anak perempuan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda perilaku yang mengganggu dari pada anak laki-laki. Tetapi perilaku anak perempuan lebih cepat stabil dari pada anak laki-laki dan anak perempuan mulai berperilaku seperti sebelum masa puber.


Sementara itu, akibat psikologis juga timbul karena kebingungan yang berasal dari harapan sosial orang tua, guru dan orang lainnya. Anak laki-laki dan perempuan diharapkan berbuat sesuai dengan standar-standar yang pantas untuk usia mereka. Hal ini relatif mudah kalau pola perilaku mereka terletak pada tingkat perkembangan yang sesuai. Namun anak yang kematangannya belum siap untuk memenuhi harapan-harapan sosial menurut usianya cenderung mengalami masalah.


Daftar Pustaka:

  • Hurlock, B. Elizabeth. 1980. Psikologi Perkembangan. Ciracas, Jakarta : Erlangga.
  • Santrock, W. John. 2003. Adolescence (Perkembangan Remaja). Ciracas, Jakarta : Erlangga.
  • MA, Soesilowindradini. Psikologi Perkembangan (Masa Remaja). Surabaya : Usaha Nasional.
  • Rumini, Sri dan Sitti Sundari. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : Asdi Mahasatya.
  • Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana
  • Papalia, E. Danie dkk. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta : Kencana
  • Al-Mighwar, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja. Bandung : Pustaka Setia
  • L, Zulkifli. 2009. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosdakarya