Perkembangan Budaya Indonesia – Proses, Nilai, Macam, Akulturasi, Hindu-Budha, Islam

Diposting pada

Perkembangan Budaya Indonesia – Proses, Nilai, Macam, Akulturasi, Hindu-Budha, Islam : Pengembangan budaya merupakan proses mempertahankan atau meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam penelitian pengembangan  yang menggambarkan bagaimana budaya dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu diindikasikan sebagai banyak pengaruh global.


Perkembangan Budaya Indonesia

Perkembangan Budaya Indonesia

Pengembangan budaya merupakan proses mempertahankan atau meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam penelitian pengembangan  yang menggambarkan bagaimana budaya dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu diindikasikan sebagai banyak pengaruh global.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 21 Pengertian Norma Menurut Para Ahli Terlengkap


Banyak dikembangkan pengembangan budaya melalui kepentingan transnasional. Semua bentuk kesenangan yang terlibat dalam pengembangan budaya ini. Untuk menghadapi globalisasi budaya, sangat sulit bagi orang untuk melestarikan budaya lokal mereka sendiri yang unik ke daerah,


tetapi globalisasi budaya merupakan komponen penting dalam pengembangan wilayah masyarakat sendiri. Dalam konteks pengembangan masyarakat, pengembangan budaya memiliki empat komponen, yaitu.


Pengembangan Budaya dalam Penyesuaian Diri Manusia

Berikut Ini Merupakan Pengembangan Budaya dalam Penyesuaian Diri Manusia.


  • Penyesuaian Biologis

Keadaan alam yang sudah semakin berubah seiring dengan perusakan lingkungan sebagai akibat dari ekonomi global. Membuat manusia sulit untuk menyesuaikan dirinya secara biologis terhadap budaya yang telah berkembang seperti perkembangan budaya yang bertentangan dengan nilai serta norma masyarakat yang sebelumnya.


  • Penyesuaian Sosial

Perkembangan budaya yang berbelit-belit serta terlalu di luar ambang batas norma dan nilai sosial yang sudah ada sebelumnya, akan terasa sedikit sulit untuk menyusaikan dengan keadaan sosial masyarakatnya.


Perkembangan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi Beserta Proses Dan Macamnya


Proses Pengembangan

Berikut Ini Merupakan Proses Pengembangan.


  • Internalisasi

Manusia memiliki bekat yang sudah terkandung dalam gennya untuk mengembangkan bermacam perasaan, hasrat, emosi, serta nafsu dalam upaya pengembangan budayanya.


Perasaan yang ada dari manusia merupakan manusia yang tidak pernah merasa puas, sehingga ia berupaya untuk selalu melakukan pengembangan dalam dirinya yang mempengaruhi perubahan pada budaya mereka sendiri.


  • Sosialisasi

Berkaitan erat dengan kajian sistem sosial dalam masyarakat itu sendiri.  Kita memahami budaya dari proses sosialisasi turun-temurun, tetapi adakalnya proses sosialisasi tersebut tidak sempurna dilakukan oleh generasi sebelumnya hingga,


membuat budaya yang lama terkadang diambil bagian yang sesuai dengan keadaan sekarang. Sehingga budaya yang ada dulu belum  tentu ada untuk sekarang ini. Sebab juga dipengaruhi oleh global ekonomi yang sedang berlangsung dalam kelangan masyarakat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri Dan Macam-Macam Norma Beserta Contohnya Terlengkap


  • Enkulturasi

Hal tersebut tidak telepas dari pengaruh dari luar masyarakat penganut budaya asli, proses ini menjadi faktor pendorong utama dalam peningkatan atau sebaliknya dalam nilai pada budaya masyarakat. Dengan itu, aspek ini yang berada di luar masyakat, menjadi indikator yang begitu penting dalam proses pengembangan budaya dewasa ini.


Nilai Budaya

Semakin bernilai hasil dari upaya pengembangan budaya ini untuk masyarakat maka semakin besar harapan untuk meningkatkan budaya tersebut. Bila penghargaan yang diberikan antar satu masyarakat ke yang lainnya dianggap bernilai, maka orang-orang melakukan perilaku yang sesuai dengan nilai budaya yang baru tersebut, mereka akan mendapat prestise dari masyarakat lainnya.


Macam-Macam dalam Pengembangan Budaya

Berikut Ini Merupakan Macam – Macam Dalam Pengembangan Budaya.


  • Melestarikan dan menghargai budaya lokal

Tradisi budaya lokal adalah bagian penting dalam menanamkan rasa kebersamaan atau bermasyarakat, dan membantu memberi mereka rasa identitas. Oleh sebab itu, perkembangan masyarakat akan berusaha untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting dari budaya lokal dan melestarikannya.


Tradisi ini meliputi sejarah lokal dan peninggalan berharga, kerajinan berbasis lokal, makanan lokal atau hal-hal lainnya. pengaruh eksternal dapat memisahkan tradisi budaya Lokai ini, dan strategi masyarakat yang membutuhkan hati-hati jika Anda ingin mempertahankan tradisi.


  • Melestarikan dan menghargai budaya asli atau pribumi

Ketika dinyatakan bahwa budaya asli hanyalah sebuah kasus khusus dalam budaya lokal, dinamika yang berbeda yang mengelilingi budaya asli berarti budaya asli diperlakukan sebagai masalah yang terpisah.


Ada dua isu utama yang mendasari yaitu, klaim khusus pertama yang dimiliki oleh masyarakat adat dari tanah atau wilayah dan struktur sosial tradisional yang berkembang seleras dengan tanah atau wilayah selama periode waktu yang jauh lebih lama dari kolonialisme baru.


  • Multikulturalisme

Kata ini biasanya menunjukkan kelompok etnis yang berbeda yang hidup dalam masyarakat, tetapi mempertahankan identitas budaya yang berbeda. Oleh karena itu, fokusnya adalah pada fitur etnis dan budaya dari kelompok etnis yang berbeda.


Kebiasaan dalam budaya yang relatif homogen tampak hilang, masyarakat harus datang ke kehidupan sosial yang multikultural. Bagi sebagian orang, hal ini terjadi karena rasa takut, ancaman, bahaya dan Raisal dan ketegangan budaya dan pengecualian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Nilai Dan Norma Sosial Menurut Definisi Para Ahli


  • Budaya partisipatori

Kegiatan budaya merupakan fokus penting bagi identitas masyarakat, partisipasi, interaksi sosial dan pengembangan masyarakat. Salah satu cara untuk mendorong masyarakat yang sehat untuk mendorong partisipasi luas dalam kegiatan budaya, sehingga seni, musik, teater, tari dan olahraga menjadi sesuatu yang mereka lakukan, bukan apa yang mereka menonton.


Hal ini telah menjadi fokus dari program pengembangan budaya banyak masyarakat; Partisipasi budaya dapat dilihat sebagai cara penting untuk membangun modal sosial, memperkuat masyarakat dan menegaskan identitas.


Akulturasi Kebudayaan Lokal Indonesia dengan Budaya Hindu-Budha

Masuk dan berkembangnya budaya India ke Indonesia membawa pengaruh yang sangat besar yang menyebabkan interaksi sehingga menciptakan berbagai jenis kebudayaan yang merupakan perpaduan antara budaya India dengan Indonesia diantaranya adalah:


  • Seni Bangunan

Munculnya budaya Hindu-Budha di Indonesia sangat besar terhadap bangunan terutama pada bangunan candi. Pada dasarnya bangunan candi merupakan pembangunan bangsa Indonesia pada zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak yang mendapat pengaruh dari Hindu-Budha sehingga berwujud sebuah candi.


  • Seni Ukir/Seni Rupa

Unsur seni rupa India telah masuk ke Indonesia terbukti dengan ditemukannya patung Budha berlanggam gandaran di kota bangun dan juga dapat ditemukan di candi borobudur berupa relief yang menceritakan Budha Gautama serta direlief ini dilukis rumah panggung,


perahu bercadik dan hiasan burung merpati yang merupakan lukisan asli Indonesia. Selain candi borobudur di candi lain di Indonesia juga terdapat seni ukir/seni rupa perpaduan antara budaya India dengan budaya Indonesia.


  • Seni Sastra

Seni sastra India turut memberi warna dalam seni sastra di Indonesia. Bahasa Sansekerta sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan sastra Indonesia,


terbukti dengan banyak ditemukannya prasasti-prasasti di Indonesia yang menggunakan bahasa sansekerta dan hurup pallawa. Dalam perkembangannya bahasa Indonesia dewasa ini mendapat pengaruh bahasa sansekerta dan sangat dominan terutama dalam istilah pemerintahan serta dalam kitab-kitab kuno juga menggunakan bahasa sansekerta.


  • Sosial

Dalam bidang sosial, terjadi bentuk perubahan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat, misalnya dalam Hindu diperkenalkan adanya sistem kasta.


  • Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, tidak begitu besar pengaruhnya dan tidak begitu banyak terjadi perubahan, karena masyarakat Indonesia telah mengenal aktivitas perekonomian melalui pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Norma Hukum Dan Sosial Beserta Berbedaannya


  • Kalender

Wujud akulturasi kebudayaan Hindu ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah dengan diadopsinya sistem penanggalan India yang menggunakan tahun saka, telah diapakai dalam sistem penanggalan, disamping itu, ditemukan “candrasangakala” / kronogram, dalam usaha memperingati peristiwa dengan kalender saka.


  • Filsafat

Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia telah mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu animisme dan dinamisme, kemudian masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia mengakibatkan terjadinya percampuran antara kedua kepercayaan itu namun tidak meninggalkan kepercayaan asli Indonesia, terutama dilihat dari segi pemujaan roh nenek moyang dan pemujaan terhadap dewa-dewa alam.


  • Pemerintahan

Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia sistim pemerintahan berlaku di Indonesia adalah kepala suku dimana salah seorang kepala suku merupakan pimpinan yang dipilih dari kelompok sukunya karena memiliki kelebihan dibanding anggota lain dan berlangsung secara demokrasi,


akan tetapi setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha, tata pemerintahan sesuai dengan pemerintahan di India yaitu seorang raja bukan seorang kepala suku, dan pemerintahan raja memerintah secara turun temurun.


Akulturasi Kebudayaan Indonesia dengan Kebudayaan Islam

Budaya Islam di Indonesia telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia, namun dalam perkembangannya, pola dasar kebudayaan setempat yang tradisional masih tetap kuat, sehingga terdapat suatu bentuk perpaduan kebudayaan itu disebut dengan akulturasi kebudayaan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Musyawarah


  • Seni bangunan

Perpaduan antara seni budaya Indonesia dan budaya Islam dalam bangunan dapat dilihat melalui bangunan masjid, makam dan bangunan yang lainnya.


  • Aksara dan Seni Rupa

Penulisan aksara-aksara arab di Indonesia, biasanya dipadukan dengan seni jawa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Huruf-huruf arab yang ditulis sangat indah yang disebut seni kaligrafi. Seperti juga jenis seni rupa Islam lainnya perkembangan seni kaligrafi arab di Indonesia kurang begitu pesat dibanding dengan negara lain.


Seni kaligrafi biasanya digunakan untuk hiasan masjid, motif hiasan batik, batu nisan dll. Sampai saat ini seni kaligrafi terus berkembang di Indonesia, terutama dalam seni ukir sebagaimana dikembangkan oleh masyarakat dari Jepara.


  • Seni Sastra

Perkembangan seni sastra Indonesia pada zaman Islam berkisar sekitar Selat Malaka dan di Jawa. Dibandingkan dengan seni sastra zaman hindu, hasil-hasil seni sastra zaman Islam tidak terlalu banyak yang sampai pada kita disebabkan seni sastra daerah belum sebagai tempat menyimpan dan meneruskan hasil karangan sastra Islam kepada kita.


Sebagian besar seni sastra zaman Islam yang berkembang di Indonesia mendapat pengaruh dari Persia.


  • Filsafat dan Ajaran Islam

Dalam perjalanannya, Islam sebagai agama mengalami banyak perkembangan dalam alam pikir yang pada hakikatnya untuk mengimbangi perkembangan jiwa masyarakat pendukungnya, dalam abad ke-8 M tersusun dasar-dasar ilmu fiqih, ilmu kalam dan ilmu tasawuf, ketiga ilmu itulah yang mendasar pada filsafat dan pegangan umat Islam.


  • Sistem Pemerintahan

Sejalan dengan melemahnya kekuasaan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, pedagang-pedagang Islam dan para mubaligh menggunakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan dagang dan politik.


Mereka juga mendukung munculnya daerah-daerah yang menyatakan diri sebagai kerajaan bercorak Islam. Dalam perkembangan selanjutnya di daerah-daerah lain mulai bermunculan sistim pemerintahan bercorak Islam dan pada abad 10 M Islam sudah hampir tersebar di seluruh Indonesia.


  • Gubahan Seni Sastra Zaman Hindu

Seni sastra zaman Hindu tidak kurang peranannya dalam perkembangan sastra Islam di Jawa. Seni sastra yang muncul pun pada zaman Hindu disesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman Islam.


Disamping seni sastra juga terdapat kitab suluk (primbon). Kitab ini bercorak megis dan berisi ramalan-ramalan dan penentuan hari baik dan buruk serta pemberian makna pada suatu kejadian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian akar – Bagian, Sifat, Struktur, Macam, Proses, Primer, Sekunder