Pengertian Urbanisasi – Faktor, Penarik, Pendorong, Dampak, Strategi, Latar belakang, Data, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Urbanisasi – Faktor, Penarik, Pendorong, Dampak, Strategi, Latar belakang, Data, Para Ahli : Urbanisasi merupakan perpidahan suatu penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara kota dengan desa akan mengakibatkan brebagai masalah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.


Faktor Urbanisasi

Pengertian Urbanisasi

Urbanisasi merupakan perpidahan suatu penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara kota dengan desa akan mengakibatkan brebagai masalah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Urbanisasi asalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sengketa Internasional : Pengertian, Macam, Penyebab, Dan Penyelesain Beserta Contohnya Lengkap


Pengertian urbanisasi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian.


Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.


Pada mulanya semua orang ingin hidup layak dan disegani oleh orang lain, namun dengan harapan yang besar ini pastilah tidak semudah membalikkan telapak tangan dan orang-orang sering nekat berbuat apa saja asalkan bisa hidup layak serta disegani orang lain walaupun itu sangatlah sulit.


Sehingga dengan alasan seperti ini mereka yang tinggal didesa dengan sumberdaya yang minim terkadang nekat pergi kekota (urbanisasi) untuk mengadu nasib dengan harapan bisa hidup layak walaupun tidak memiliki bekal apa-apa maka ini bisa menimbulkan permasalahan-permasalahan baru di kota.


Tidak terlepas fenoma ini juga terjadi di Indonesia terutama pada kot-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota-kota besar lainnya, yang pada akhirnya menimbulkan perkampungan-perkampungan kumuh dan biasanya perkampungan ini berada pada daerah aliran sungai (DAS) yang berakibat banjir hampir setiap tahun pada musim penghujan.


Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli

Berikut ini Merupakan Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli.

  • Daldjoeni, (1998)

Urbanisasi merupakan permukiman kota cenderung tumbuh terus baik dalam luasnya, maupuan jumlahnya, bersama ini sudah semestinya bahwa proporsi penduduk dunia kita yang tinggak di kota kecil maupun kota besar meningkat. Pertambahan proporsi tersebut disebut juga sebagai urbanisasi.


  • Kantsebovskaya, (1976)

Urbanisasi dapat diartikan sebagai gejala, atau proses yang sifatnya multi-sektoral, baikditinjau dari sebab maupun akibat yang ditimbulkan.


  • Ir. Triatno Yudo Harjoko

Urbanisasi merupakan proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non-urban menjadi urban.


  • Shryyock dan siegel,(1976)

Urbanisasi merupakan suatu pertambahan penduduk perkotaan.


  • j.h. de goede

Urbanisasi merupakan sebagaiproses pertambahan penduduk pada suatu wilayahperkotaan (urban) ataupun proses transformasi suatuwilayah berkarakter perdesaan (rural) menjadi urban.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hubungan Internasional : Pengertian, Tujuan, Asas, Dan Pola Beserta Sarananya Secara Lengkap


Latar belakang Terjadinya Urbanisasi

Latar belakang terjadinya urbanisasi pada negara industri maju dengan negara yang berkembang mempunyai beberapa perbedaan yang terdiri dari:


  1. Negara Industri Maju

Pada negara industri maju, urbanisasi dimulai sejak industrialisasi, jadi industri merupakan titik tolak terjadinya urbanisasi. Penduduk kota meningkat lebih lambat dibandingkan di negara berkembang sedangkan pertumbuhan kota relatif lebih imbang (perbedaan tidak besar), sehingga dikatakan “proses urbanisasi merupakan proses ekonomi”.


  1. Negara Sedang Berkembang

Urbanisasi pada negara berkembang dimulai sejak PD II, urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya industri (kebalikan dari negara industri maju), penduduk kota meningkat cepat sehingga urbanisasi tidak terbagi rata, semakin besar kotanya, semakin cepat proses urbanisasinya, adanya konsep “Primate City”., sehingga dikatakan “proses urbanisasi bersifat demografi”. Hal ini lah yang terjadi di Indonesia saat ini, yaitu berduyun-duyunnya masyarakat desa ke kota sehingga kota bertambah padat.


Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Urbanisasi

Faktor penyebab adanya urbanisasi adalah karena adanya faktor utama yang klasik yaitu kemiskinan di daerah pedesaan. Faktor utama ini melahirkan dua faktor penyebab adanya urbanisasi yaitu:


  1. Faktor Penarik (Pull Factors)

Alasan orang desa melakukan migrasi atau pindah ke kota didasarkan atas beberapa alasan, yaitu:

  1. Lahan pertanian yang semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa, misalnya sarana hiburan yang belum memadai
  5. Diusir dari desa asal, sehingga ke kota menjadi tujuan.

  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya, karena tingkat upah di kota lebih tinggi
  7. melanjutkan sekolah, karena di desa fasilitas atau mutunya kurang
  8. pengaruh cerita orang, bahwa hidup di kota gampang cari pekerjaan, atau mudahnya membuka usaha kecil-kecilan
  9. kebebasan pribadi lebih luas
  10. adat atau agama lebih longgar

Dalam bukunya yang berjudul Redesain Jakarta TATA KOTA TATA KITA 2020, Ahmaddin Ahmad mengatakan bahwa “daya tarik kota besar bukan hanya luasnya lapangan kerja, tetapi juga yang mencakup daya tarik romantisme dan avounturisme kota yang penuh dengan hal yang heetrogen, keserbaenekaan, objek rekereasi dan seni yang beraneka ragam”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Organisasi Internasional : Pengertian, Macam, Dan Tujuan Beserta Contohnya Secara Lengkap


  1. Faktor Pendorong (Push Factors)

Di sisi lain kota mempunyai daya tarik, di pihak lain keadaan tingkat hidup di desa umumnya mempercepat proses urbanisasi tersebut, hal ini menjadi faktor pendorong timbulnya urbanisasi. Faktor pendorong yang dimaksud diantaranya adalah:


  1. keadaan desa yang umumnya mempunyai kehidupan yang statis (tidak mengalami perubahan yang sangat lambat). Hal ini bisa terjadi karena adat istiadat yang masih kuat atau pun pengaruh agama.
  2. keadaan kemiskinan desa yang seakan-akan abadi
  3. lapangan kerja yang hampir tidak ada karena sebagian besar hidup penduduknya hanya bergantung dari hasil pertanian
  4. pendapatan yang rendah yang di desa
  5. keamanan yang kurang
  6. fasilitas pendidikan sekolah atau pun perguruan tinggi yang kurang berkualitas

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa faktor utama penyebab timbulnya urbanisasi yang paling kuat adalah faktor ekonomi (menjadi motif utama para migran), selain itu disusul dengan faktor tingkat pendidikan. Penyebab lain dari terjadinya urbanisasi adalah karena terjadinya “overruralisasi” yaitu tingkat dan cara produksi di pedesaan terdapat terlalu banyak orang.


Dampak yang Ditimbulkan Urbanisasi

Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:


  • Dampak positif

Pandangan yang positif terhadap urbanisasi, melihat urbanisasi sebagai usaha pembangunan yang menyeluruh, tidak terbatas dalam pagar administrasi kota. Selain itu kota dianggap sebagai “agen modernisasi dan perubahan”. Mereka melihat kota sebagai suatu tempat pemusatan modal, keahlian, daya kreasi dan segala macam fasilitas yang mutlak diperlukan bagi pembangunan.


Tanggapan lain adalah bahwa kita tidak mungkin membayangkan bagaimana pertumbuhan dan keadaan Jakarta sekarang ini dan juga pusat-pusat industri di dunia lainnya bisa tercapai bila seandainya tidak ada urbanisasi Kelompok tertentu berpendapat bahwa proses urbanisasi hanyalah suatu fenomena temporer yang tidak menghambat pembangunan.


Dan menekankan bahwa kota merupakan suatu “leading sector” dalam perubahan ekonomi, sosial dan politik. Urbanisasi merupakan variable independen yang memajukan pembangunan ekonomi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Inilah Definisi Organisasi Internasional Menurut Para Ahli Beserta Contohnya


  • Dampak negatif

Di Indonesia, persoalan urbanisasi sudah dimulai dengan digulirkannya beberapa kebijakan ‘gegabah’ orde baru. Pertama, adanya kebijakan ekonomi makro (1967-1980), di mana kota sebagai pusat ekonomi. Kedua, kombinasi antara kebijaksanaan substitusi impor dan investasi asing di sektor perpabrikan (manufacturing), yang justru memicu polarisasi pembangunan terpusat pada metropolitan Jakarta.


Ketiga, penyebaran yang cepat dari proses mekanisasi sektor pertanian pada awal dasawarsa 1980-an, yang menyebabkan kaum muda dan para sarjana, enggan menggeluti dunia pertanian atau kembali ke daerah asal.


Arus urbansiasi yang tidak terkendali ini dianggap merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Beberapa akibat negatif tersebut akan meningkat pada masalah kriminalitas yang bertambah dan turunnya tingkat kesejahteraan.


Dampak negatif lainnnya yang muncul adalah terjadinya “overurbanisasi” yaitu dimana prosentase penduduk kota yang sangat besar yang tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu juga dapat terjadi “underruralisasi” yaitu jumlah penduduk di pedesaan terlalu kecil bagi tingkat dan cara produksi yang ada.


Pada saat kota mendominasi fungsi sosial, ekonomi, pendidikan dan hirarki urban. Hal ini menimbulkan terjadinya pengangguran dan underemployment. Kota dipandang sebagai inefisien dan artificial proses “pseudo-urbanisastion”. Sehingga urbanisasi merupakan variable dependen terhadap pertumbuhan ekonomi.


Data Tingkat Urbanisasi Per Provinsi di Indonesia

Tabel dibawah ini menyajikan tingkat urbanisasi per provinsi dari tahun 2000 sampai dengan 2025. Untuk Indonesia, tingkat urbanisasi diproyeksikan sudah mencapai 68 persen pada tahun 2025. Untuk beberapa provinsi, terutama provinsi di Jawa dan Bali, tingkat urbanisasinya sudah lebih tinggi dari Indonesia secara total. Tingkat urbanisasi di empat provinsi di Jawa pada tahun 2025 sudah di atas 80 persen, yaitu di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Klasifikasi Perjanjian Internasional Beserta Penjelasannya


Presentase Penduduk Daerah Perkotaan per Provinsi, 2000-2025 Di Indonesia

Propinsi200020052010201520202025
Nanggroe Aceh Darussalam23.628.834.339.744.949.9
Sumatera Utara42.446.150.154.458.863.5
Sumatera Barat2934.339.845.350.655.6
Riau43.750.456.662.166.971.1
Jambi28.332.436.540.644.548.4
Sumatera Selatan34.438.742.94750.954.6
Bengkulu29.435.24146.551.756.5
Lampung212733.339.846.252.2
Kepulauan Bangka Belitung4347.852.256.560.363.9
Dki Jakarta100100100100100100
Jawa Barat50.358.866.272.477.481.4
Jawa Tengah40.448.656.263.168.973.8
D I Yogyakarta57.664.370.275.279.382.8
Jawa Timur40.948.956.563.168.973.7
Banten52.260.267.27377.781.5
B A L I49.757.764.770.775.679.6
Nusa Tenggara Barat34.841.948.855.26166
Nusa Tenggara Timur15.41820.723.526.429.3
Kalimantan Barat24.927.831.134.83943.7
Kalimantan Tengah27.53440.747.253.358.8
Kalimantan Selatan36.241.546.751.656.360.6
Kalimantan Timur57.762.266.269.973.175.9
Sulawesi Utara36.643.449.855.761.165.7
Sulawesi Tengah19.32122.924.927.329.9
Sulawesi Selatan29.432.235.338.842.646.7
Sulawesi Tenggara20.82325.628.531.835.5
Gorontalo25.431.33742.848.253.2
M A L U K U25.326.126.927.928.829.9
Maluku Utara28.929.730.631.532.533.6
Papua22.222.823.524.325.126

Strategi Kebijakan Untuk Mengurangi Arus Urbanisasi

Berdasarkan analisis aspek demografis secara umum masalah urbanisasi belum sampai pada kondisi kritis atau menghawatirkan, akan tetapi bila dilihat dari segi kecepatannya maka semesti pemerintah memperhatikan atau melakukan tindakan antisipasi sejak awal, oleh karena itu perhatian pemerintah harus diarahkan pada bagaimana mengontrol atau mengendalikan arus urbanisasi sedemikian rupa sehingga selalu berjalan serasi dengan kemajuan di berbagai bidang pembangunan yang ada.


Proses urbanisasi di Indonesia sangat berkaitan dengan kebijakan pembangunan yang diambil oleh pemerintah pada masa lampau, baik menyangkut pembangunan spasial maupun sektoral. Sebagai akibat dari kebijakan spasial maka migrasi desa-kota sangat mempercepat tempo urbanisasi di beberapa daerah perkotaan.


Selain itu kebijaksanaan yang bersifat sektoral sangat diperlukan karena secara tidak langsung juga mempengaruhi urbanisasi, kebijakan sektoral ini antara lain bidang pendidikan, kependudukan, kebijakan harga, industri dan kebijakan transportasi serta komunikasi, kebijakan upah dan lain-lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 8 Pengertian Perjanjian Internasional Menurut Para Ahli Beserta Tahapannya