Pengertian Transaksi – Bisnis, Bukti, Manfaat, Jenis, Pengelompokan, Contoh

Diposting pada

Pengertian Transaksi – Bisnis, Bukti, Manfaat, Jenis, Pengelompokan, Contoh : Transaksi adalah suatu kegiatan yang diakukan seseorang yang menimbulkan perubahan terhadap harta atau keuangan yang dipunyai baik itu bertambah ataupun berkurang.


transaksi

Pengertian Transaksi

Transaksi adalah suatu kegiatan yang diakukan seseorang yang menimbulkan perubahan terhadap harta atau keuangan yang dipunyai baik itu bertambah ataupun berkurang. Misalnya menjual harta, membeli barang, membayar hutang, serta membayar berbagai macam biaya untuk memenuhi sebuah kebutuhan hidup.


Dalam transaksi terdapat sebuah administrasi transaksi. Adapun yang dimaksud dengan administrasi disini ialah suatu kegiatan untuk mencatat perubahan keuangan seseorang atau oraganisasi yang dilakukan secara teliti serta mengunakan suatu metode-metode tertentu.


Administarsi transaksi ditujuakan agar hasil pencatatan bisa di komunikasikan kepada pihak lainnya. Adapun yang dimasut dengan transaksi keuangan ialah suatu kegiatan ekonomi yang dapat diukur dengan satuan uang tertentu, yang bisa mengubah posisi keuangan perusahaan tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 8 Pengertian Penjualan Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya


Pengertian Transaksi Bisnis

Transaksi bisnis (business transaction) merupakan sebuah kejadian  yang bernilai ekonomis, yang dilakukan dan dijalani perusahaan serta menyebabkan perubahan kondisi perusahaan terutama kondisi keuangan.


Transaksi bisnis yang terjadi mempengaruhi tiga hal mendasar dalam keuangan perusahaan, yaitu harta atau aset, hutang atau kewajiban, dan modal. Selain itu, transaksi bisnis juga memberikan pengaruh pada hasil operasional perusahaan.


Kegiatan perusahaan yang dilakukan memiliki tujuan utama yaitu menghaasilkan laba. Untuk meraih tujuan ini, perusahaan perlu melakukan kegiatan operasional seperti melakukan penjualan, kerjasama dengan klien, memperluas jaringan penjualan, dan lain sebagainya. Kegiatan operasional yang kemudian menghasilkan atau mengurangi dana perusahaan, merupakan ilustrasi sederhana dari transaksi bisnis.


Bukti-Bukti Transaksi

Adapun yang dimaksud dengan bukti transaksi yaitu sebuah bukti yang tertulis atas setiap kegiatan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan atau sebuah bisnis. Manfaat dari bukti transaksi yakni sebagai bukti tertulis atas transaksi yang sudah dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa atau permasalahan di kemudian hari. Adapun pembagian bukti transakasi itu terdiri dari 2 jenis, yaitu sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tugas Marketing Secara Lengkap


1. Bukti transaksi internal

Bukti transaksi internal adalah suatu bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Bukti transaksi internal biasanya berupa memo dari pimpinan ataupun orang tertentu.


2. Bukti transaksi eksternal

Bukti transaksi eksternal adalah suatu bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi antara sih perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Adapun bukti-bukti dari transaksi eksternal yaitu sebagai berikut:


a. Faktur

Faktur adalah sebuah bukti transaksi tentang perhitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit dan dibuat oleh pihak penjual untuk disampaikan kepada pihak pembeli. Faktur biasanya dibuat dua rangkap.


Yaitu, yang asli dan copyan. Faktur yang asli diberikan kepada pembeli yakni sebagai bukti pencatatan pembelian secara kredit. Sedangkan yang kopiannya dibawa oleh penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.


b. Kwitansi (official receipt)

Kwitansi adalah sebuah bukti transaksi tentang penerimaan uang atas pembayaran suatu barang ataupun yang lainnya. Kwitansi dibuat dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak baik pihak yang menerima uang maupun pihak yang sudah melakukan pembayaran. Biasanya kwitansi terdiri dari dua bagian, yakni bagian pertama dan kedua.


Bagian pertama diberikan kapada pihak yang membayar. Tujuannya untuk bukti pencatatan pengeluaran uang. Dan bagian yang kedua (Sub atau bonggol kuitansi) di pengan oleh penjual. Tujuannya supaya bisa dijadikan sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.


c. Nota debet (debit memo)

Nota debet adalah sebuah bukti transaksi tentang perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan atau suatu badan usaha kepada konsumennya. Nota debet membaeritahukan kepada konsumen bahwa akunnya sudah didebet dengan jumlah tertentu. Penerina nota debet tersebut akan mencatat pada akun pihak pengirim nota yang terdapat pada sisi kredit.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri, Hak, Dan Kewajiban Konsumen Secara Lengkap. 


d. Nota kredit

Nota kredit adalah suatu bukti transaksi tentang pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim oleh sebuah perusahaan atau badan usaha kepada pelanggannya. Nota kredit ini di berikan kepada konsumen supaya konsumen tersebut tahu bahwa akunnya sudah dikredit dengan jumlah tertentu. Penerima nota kredit tersebut akan mencatat pada akun pihak pengirim nota yang terdapat pada sisi debet.


e. Cek (cheque)

Cek adalah sebuah bukti transaksi yang berbentuk surat perintah yang tidak bersyarat kepada suatu bank untuk membayar sejumlah uang dari seorang nasabah. Cek ditandatangani oleh pihak yang menjadi nasabah. Dan nasabah tersebut memiliki simpanan pada bank tersebut dalam bentuk giro.


Lembaran cek terdiri dari dua bagian, yaitu bagian utama dan bagian bonggol. Lembar utama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran. struk/bonggol cek dipakai untuk bukti tambahan transaksi yang disatukan dengan kuitansi bukti dari pembayaran.


f. Bilyet giro

Bilyet giro adalah sebuah bukti transaksi yang berbentuk surat perintah dari nasabah kepada pihak bank supaya memindah bukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima. Pemilik tabungan sudah menyebutkan nama penerima dalam bilyet giro pada bank yang sama ataupun pada bank yang lain.


Penerima bilyet giro tak dapat menukarkannya dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan, Akan tetapi penerima tersebut bisa menyetorkan bilyet giro kepada bank sebagai tambahan simpanan pada rekeningnya.


g. Rekening Koran

Rekening koran adalah  sebuah bukti transakasi tentang mutasi kas pada bank yang disusun oleh pihak bank untuk para nasabahnya. Rekening koran dipakai untuk dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan, dan juga saldo kas menurut bank.


h. Bukti setoran bank

Bukti setoran bank adalah suatu bukti transaksi setiap nasabah saat melakukan setoran bank. Nasabah harus mengisi slip setoran yang sudah disediakan oleh bank terlebih dahulu. Tujuannya untuk bukti bahwa nasabah tersebut benar-benar menyetorkan uang pada bank tersebut.


i. Bukti memorandum

Bukti memorandum adalah sebuah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh pimpinan perusahaan ataupun pihak tertentu yang mempunyai wewenang. Bukti memorandum dipakai untuk kejadian-kejadian yang berlangsung didalam internal perusahaan tersebut. Bukti memorandum biasanya terjadi pada akhir periode seperti memo untuk mencatat gaji para pegawai yang masih dibayar.


j. Bukti kas masuk dan bukti kas keluar

Bukti kas masuk adalah sebuah bukti transaksi atas penerimaan uang yang masuk yang dilengkapi dengan bukti tertulis. Seperti contohnya: kuitansi dan nota. Sedangkan pada bukti kas keluar adalah suatu bukti transaksi atas pengeluaran uang kas. misalnya seperti : kuitansi dari kreditur dan nota kontan asli.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tujuan Dan Fungsi Bisnis Beserta 5 Manfaatnya Secara Lengkap


Manfaat dan Fungsi Bukti Transaksi

  • Dapat mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi
  • Menjadi media yang berisikan data informasi keuangan
  • Sebagai dasar untuk pencatatan akuntansi
  • Dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan transaksi dalam bentuk tulisan
  • Dapat menghindari duplikasi pada pengumpulan data keuangan

TRANSAKSI

Jenis-Jenis Transaksi

Dalam kehidupan sehari-hari transaksi yang dilakuakan suatau perusahaan dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu sebagai berikut :

1. Transaksi internal

Transaksi internal adalah sebuah transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. yaitu transakasi yang hanya melibatkan personalia yang terdapat di dalam sebuah perusahaan saja. Transaksi internal lebih menekankan pada perubahan posisi keuangan yang terjadi dibagian dalam perusahaan.


Misalnya, memo dari pimpinan kepada seseorang pegawai, perubahan nilai keuangan karena kemunduran perusahaan, pengunaan perlengkapan kantor. Transaksi keuangan dibuat dan dikeluarkan juga oleh perusahaan itu sendiri.


Transaksi internal juga dapat diartikan sebagai bukti pencatatan atas kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri yang berhubungan dengan posisi keuangan perusahaan tersebut.


Contohnya : pada penghapusan tanggungan hutang sebuah sektor usaha suatu perusahaan dan lainlain.


2. Transaksi eksternal

Transaksi eksternal adalah suatu transaksi yang melibatakan pihak luar perusahaan. yaitu transaksi yang melibatkan orang luar atau organisasi luar. Transaksi eksternal juga dapat diartikan sebagai bukti pencatatan atas kegiatan-kegiatan yang terjadi pada perusahaan yang berhubungan dengan pihak luar dari perusahaan tersebut.


Contohnya : transaksi penjualan, pembelian, pembayaran hutang piutang dan lain sebagainya.


Pengelompokan Transaksi Bisnis

Setelah memahami apa itu transaksi bisnis, selanjutnya adalah pengelompokkan transaksi bisnis. Transaksi bisnis sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu transaksi berdasarkan pihak yang melakukannya dan transaksi berdasarkan sumbernya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi


Transaksi Bisnis Berdasarkan Pihak yang Melakukannya

Berdasarkan pihak yang melakukan transaksi atau kegiatan bisnis, transaksi bisnis dibagi ke dalam dua jenis. Transaksi Bisnis Eksternal Dan Transaksi Internal, Berikut Contohnya.


Contoh transaksi bisnis eksternal adalah:

    1. Pembelian bahan baku produk.
    2. Pembelian perlengkapan untuk menjalankan usaha.
    3. Pembayaran untuk sewa gedung.
    4. Pembelian tempat usaha.

Contoh transaksi internal:

    1. Pembayaran gaji pegawai.
    2. Penggunaan perlengkapan perusahaan.
    3. Pemanfaatan nilai guna mesin.

Transaksi Bisnis Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumber transaksi atau kegiatan bisnis, transaksi bisnis dibagi ke dalam dua jenis. Transaksi Usaha Dan Transaksi Modal , Berikut Contohnya.


Contoh Transaksi Usaha Yang Dilakukan Perusahaan:

    1. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari operasional.
    2. Penjualan barang dagangan baik tunai maupun kredit.
    3. Pembelian bahan baku untuk produksi.
    4. Pendapatan yang belum diterima atau piutang.
    5. Pendapatan yang diterima di awal/ di muka.

Contoh Transaksi Modal Yang Terjadi Dalam Perusahaan:

    1. Penyerahan investasi atau dana modal dari pemilik perusahaan.
    2. Penanaman investasi atau dana modal dari investor.
    3. Pengambilan dana oleh pemilik perusahan, atau yang disebut juga prive atau drawing.
    4. Pembayaran gaji pegawai perusahaan.
    5. Pembayaran biaya-biaya rutin seperti biaya listrik, telepon, air, dan lain sebagainya.