10 Pengertian Pranata Sosial dan Sosial

Diposting pada

Pengertian Pranata Sosial, Jenis, Macam dan Menurut Para Ahli Adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat.

pengertian-pranata-sosial


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Sifat Pengendalian Sosial Terlengkap


Pengertian Pranata Sosial

Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari Bahasa Inggris yaitu institution. Beberapa ahli sosiologi menerjemahkan pranata sosial dengan istilah berbeda-beda, ada yang mengemukakan lembaga kemasyarakatan, bangunan sosial, ataupun lembaga sosial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan 2 Faktor Hubungan Sosial


Menurut Para Ahli

  1. Koentjaraningrat
    Lembaga sosial atau pranata sosial adalah suatu system tata kelakuan dan hubungan yang trpusat pada aktifitas-aktifitas khusus dalam kehidupan masyarakat.
  2. Bruce J. Cohen
    Pranata sosial adalah system pola-pola sosial yang tersusun rapid an relative bersifat permanent serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan.
  3. Mac Iver dan Page
    Pranata sosial adalah tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok masyarakat.
  4. Joseph S. Rucek dan Roland L. Warren
    Pranata sosial adalah pola-pola yang mempunyai kedudukan tetap untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dan cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.
  5. Alvin L. Berrtrand
    Pranata sosial adalah kumpulan norma sosial(struktur-struktur sosial) yang telah diciptakan untuk melaksanakan fungsi masyarakat.
  6. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
    Pranata sosial adalah suatu system norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.
  7. Summer
    Lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan dipandang dari sudut kebudayaan adalah pebuatan, cita-cita, sikap dan perlengkapan kebudayaan yang bersifat kekal, tujuannya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
  8. Herkovits,
    Mengatakan bahwa pranata sosial itu tidak lain adalah wujud dari respon-respon yang diformulasikan dan disistematisasikan dari segala kebutuhan hidup.
  9. Hetzler
    Secara lebih rinci mendefinisikan pranata sosial itu sebagai satu konsep yang kompleks dan sikap-sikap yang berhubungan dengan pengaturan hubungan antara manusia tertentu yang tidak dapat dielakkan, yang timbul karena dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan elementer individual, kebutuhan-kebutuhan social yang wajib atau dipenuhinya tujuan-tujuan sosial penting. Konsep-konsep itu berbentuk keharusan-keharusan dan kebiasaan, tradisi, dan peraturan. Secara individual paranta sosial itu. mengambil bentuk berupa satu kebiasaan yang dikondisikan oleh individu di dalam kelompok, dan secara sosial pranata sosial itu merupakan suatu struktur.
  10. Roucek dan Warren
    “Pranata sosial ialah pola-pola yang telah mempunyai suatu kedudukan tetap maupun pasti untuk dapat mempertemukan bermacam-macam kebutuhan pada manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan cara mendapatkan persetujuan dari cara-cara yang sudah tidak bisa dipungkiri lagi, untuk dapat memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan juga menghasilkan suatu struktur.”
  11. Mayor Polak
    Pranata sosial ialah suatu kompleks maupun sistem peraturan-peraturan dan juga adat istiadat yang dapat mempertahankan nilai- nilai penting.”
  12. Soerjono Soekanto
    ialah himpunan dari norma dan perilaku dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan bermasyarakat.”
  13. M. Mac Iver dan CH. Page
    Pranata sosial ialah bentuk-bentuk maupun  kondisi-kondisi prosedur yang mapan, yang akan menjadi karakteristik bagi aktivitas dalam kelompok. Kelompok yang akana melaksanakan patokan-patokan tersebut dikenal dengan asosiasi.”
  14. Alvin L. Bertand
    Pranata sosial pada hakikatnya ialah suatu kumpulan dari norma sosial (struktur-stuktur sosial) yang telah ada dan diciptakan untuk bisa melaksanakan fungsi dalam masyarakat. Pranata-pranata tersebut akan meliputi antara lain norma dan juga bukan norma yang berdiri sendiri.”
  15. Leopold von Wiese dan Howord Becker
    pranata sosial ialah suatu jaringan dari proses-proses hubungan antara manusia dan juga antara kelompok manusia yang berguna untuk dapat memelihara hubungan-hubungan dan juga serta pola-polanya yang sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan juga kelompok.
  16. Selo Sormadjan dan Soelaeman Soemardi
    ialah semua norma-norma dari segala tingkat dan juga yang berkisar pada suatu keperluan pokok didalam kehidupan masyarakat yang merupakan suatu kelompok yang diberi nama ialah sebagai lembaga kemasyarakatan.”

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Karakteristik Perubahan Sosial Menurut Para Ahli


Perbedaan Pranata Sosial dan Lembaga Sosial

Institution (pranata) adalah sistem norma atau aturan yang menyangkut suatu aktivitas masyarakat yang bersifat khusus. Sedangkan institute (lembaga) adalah badan atau organisasi yang melaksanakannya. Lembaga sosial merupakan wadah/tempat dari aturan-aturan khusus, wujudnya berupa organisasi atau asosiasi. Contohnya KUA, mesjid, sekolah, partai, CV, dan sebagainya. Sedangkan pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan yang mengatur perilaku dan hubungan antara anggota masyarakat agar hidup aman, tenteram dan harmonis. Dengan bahasa sehari-hari kita sebut “aturan main/cara main”. Jadi peranan pranata sosial sebagai pedoman kita berperilaku supaya terjadi keseimbangan sosial. Pranata sosial merupakan kesepakatan tidak tertulis namun diakui sebagai aturan tata perilaku dan sopan santun pergaulan. Contoh: kalau makan tidak berbunyi, di Indonesia pengguna jalan ada di kiri badan jalan, tidak boleh melanggar hak orang lain, dan sebagainya. Jadi lembaga sosial bersifat konkret, sedangkan pranata sosial bersifat abstrak, namun keduanya saling berkaitan.


Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu. Pranata termasuk kebutuhan sosial. Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman kebudayaan. Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak. Wujud nyata dari pranata adalah lembaga. Untuk jelasnya lihat tabel berikut ini :

Pranata dan Lembaga

No.

Kegiatan dan Kebutuhan

Pranata

Lembaga

1.Makanan, pakaian, perumahanPerdaganganKeluarga Abimanyu
2.Peran serta politikPemilihan umumKomisi Pemilihan Umum
3.Pengembangan keturunanPernikahanKUA, Catatan Sipil, Gereja


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Masa Penjajahan Inggris” Sejarah & ( Pemerintahan – Bidang Ekonomi – Hukum – Sosial – Ilmu Pengetahuan )


Proses timbulnya Pranata Sosial

Pranata sosial tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang panjang. Proses timbulnya lembaga kemasyarakatan terkait dengan

  • Norma-norma masyarakat
    Supaya hubungan antar manusia sesuai dengan yang diharapkan, maka disusun norma-norma masyarakat. Mula-mula norma tersebut terbentuk tidak sengaja, namun lama-kelamaan norma itu dibentuk dengan sengaja. Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga (institusionalized) apabila norma tersebut memenuhi tahapan-tahapan diketahui, dipahami atau dimengerti, ditaati, dan dihargai oleh masyarakat.
  • Pengendalian Sosial (Social Control)
    Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai segala proses, baik yang direncanakan maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi norma-norma yang berlaku. Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh individu terhadap individu lainnya atau mungkin dilakukan oleh individu terhadap satu kelompok sosial. Selain itu, pengendalian sosial dapat dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lainnya.

Dipandang dari sudut sifatnya pengendalian sosial terdiri atas :

  • Pengendalian sosial bersifat preventif
    Pengendalian sosial ini merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan.
    Misalnya, menyelenggarakan penyuluhan terhadap bahaya penggunaan narkoba di kalangan siswa SMA. Setelah para siswa memahami tentang bahaya penggunaan narkoba, diharapkan mereka menjauhi penggunaan narkoba.
  • Pengendalian sosial bersifat represif
    Pengendalian sosial ini dilakukan setelah kejadian berlangsung. Misalnya, polisi menangkap pengedardan pemakai narkoba.
    Wujud konkret pengendalian sosial harus diwujudkan dalam bentuk alat. Alat-alat yang digunakan untuk melaksanakan pengendalian sosial bermacam-macam.

Alat pengendalian sosial tersbut sebgai berikut :

  1. Mempertebal kekayaan keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma masyarakat.
  2. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma masyarakat.
  3. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakatapabila mereka menyimpang dari norma kemyasarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.
  4. Menciptakan system hokum, yaitu system tata tertib dengan sanksiyang tegas bagi pelanggar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sikap Anti Sosial – Pengertian, Ciri, Sebab, Cara ,Bentuk ,Media ,Pengaruh


Ciri-Ciri Pranata Sosial

Menurut John Levis Gillin dan John Phillpe Gillin ciri umum pranata sosial adalah sebagai berikut :

  • Pranata sosial merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam satu unit yang fungsional.
  • Hampir semua pranata sosial mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan. Suatu sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan, baru akan menjadi bagian pranata sosial setelah melewati waktu yang sangat lama.
  • Pranata sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu, pranata sosial mempunyai tujuan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat. Tujuan pranata sosial kadang tidak sejalan dengan fungsinya secara keseluruhan.
  • Pranata sosial mempunyai alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya mesin produksi pada sebuah pabrik merupakan sarana dalam pranata ekonomi untuk menghasilkan barang.
  • Panata sosial biasanya memiliki lambang-lambang tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya. Setiap pranata sosial pada umumnya memiliki lambing-lambang atau simbol-simbol yang terwujud dalam tulisan, gambar yang memiliki makna serta menggambarkan tujuan dan fungsi pranata yang bersnagkutan.
  • Pranata sosial mempunyai suatu tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merupakan dasar bagi pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya. Tradisi tersebut merumuskan tujuan dan tata tertib yang berlaku.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gerakan Reformasi” Faktor Pendorong Terjadinya & ( Politik – Ekonomi – Sosial – Hukum )


Fungsi Pranata Sosial

Secara umum, tujuan utama diciptakannya pranata sosial yaitu untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, dan untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebagai contoh, pranata keluarga mengatur bagaimana keluarga harus memelihara anak. Sementara itu, pranata pendidikan mengatur bagaimana sekolah harus mendidik anak-anak hingga menghasilkan lulusan yang handal. Tanpa adanya pranata sosial, kehidupan manusia nyaris bisa dipastikan bakal porak-poranda karena jumlah prasarana dan sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia relatif terbatas, sementara jumlah warga masyarakat yang membutuhkan justru semakin lama semakin banyak.


Untuk mewujudkan tujuannya, menurut Soerjono Soekanto (1970), pranata sosial didalam masyarakat harus dilaksanakan dengan fungsi-fungsi berikut :

  1. Memberi pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkah laku atau bersikap didalam usaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
  2. Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi masyarakat.
  3. Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian sosial (social control).

Selain fungsi umum tersebut, Paul B. Horton dan Chester L. Hunt berpendapat tentang fungsi pranata sosial. Fungsi tersebut adalah :

  • Fungsi Manifes (nyata)
    Fungsi ini merupakan tujuan lembaga yang diakui. Misalnya, lembaga ekonomi harus menghasilkan atau memproduksi dan mendistribusikan kebutuhan pokok serta mengarahkan arus modal ke pihak yang membutuhkan.
  • Fungsi Laten (terselubung)
    Fungsi laten adalah hasil yang tidak di kehendaki dan mungkin tidak di akui, atau jika di akui dianggap sebagai hasil sampingan. Misalnya, dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendalian sosial dari perilaku menyimpang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Geografi Sosial dan Menurut Para Ahli


Macam dan Bentuk Pranata Sosial

Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai macam pranata sosial, dimana satu dengan yang lain sering terjadi adanya perbedaan-perbedaan maupun persamaan-persamaan tertentu. Persamaan dari berbagai pranata sosial itu diantaranya, selain bertujuan untuk mengatur pemenuhan kebutuhan warganya, juga karena pranata itu terdiri dari seperangkat kaidah dan pranata sosial. Sedangkan perbedaannya, seperti dikemukakan oleh J.L. Gillin dan J. P. Gillin (1954), bahwa pranata sosial itu diantaranya dapat diklasifikasikan menurut:


  1. Dari Sudut Perkembangan
    Dari sudut perkembangannya dikenal 2 macam pranata sosial yaitu :
    • Crescive institutions, pranata sosial yang tidak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat sehingga disebut juga pranata yang paling primer. Contoh : pranata hak milik, perkawinan, dan agama.
    • Enacted institutions, pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh : pranata utang-piutang dan pranata pendidikan.


  2. Dari Sudut Sistem Nilai yang Diterima oleh Masyarakat
    Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat dikenal 2 macam pranata social yaitu :
    • Basic institutions, pranata sosial yang penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, misalnya keluarga, sekolah, dan Negara.
    • Subsidiary institutions, pranata sosial yang berkaitan dengan hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting, misalnya rekreasi.


  3. Dari Sudut Penerimaan Masyarakat
    Dari sudut penerimaan masyarakat dikenal 2 macam pranata sosial yaitu :
    • Aproved dan Sanctioned institutions, pranata sosial yang diterima oleh masyarakat, seperti sekolah dan perdagangan.
    • Unsantioned institutions, pranata sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya, misalnya pemerasan, kejahatan, dan pencolongan.


  4. Dari Sudut Penyebaran
    • General institutions, pranata sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Misalnya : pranata agama, HAM.
    • Restricted institutions, pranata sosial yang hanya dikenal oleh sebagian masyarakat tertentu, misalnya pranata Agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dll.


  5. Dari Sudut Fungsi
    • Operative institutions, pranata sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan, misalnya pranata industri.
    • Regulative institutions, pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang ada dalam masyarakat, misalnya pranata hukum seperti kejaksaan dan pengadilan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sosial Asosiatif : Pengertian, Bentuk, dan Macam


Jenis Pranata Sosial

Pranata Keluarga

Pranata keluarga adalah bagian dari pranata sosial yang meliputi lingkingan keluarga dan kerabat. Pembentukan watak dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pranata keluarga yang dialami dan diterapkannya sejak kecil. Bagi masyarakat, pranata keluarga berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat.
Berdasarkan jumlah anggotanya, keluarga dapat dibedakan menjadi :


  1. Keluarga inti atau batin (nuclear family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas ayah dan ibu (orang tua) beserta anak-anaknya dalam satu rumah, ada juga keluarga inti yang belum atau tidak mempunyai anak.
  2. Keluarga luas (extended family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas lebih dari satu generasi atau lebih dari satu keluarga inti dalam satu rumah. Misalnya, keluarga mempunyai kakek atau nenek, paman atau bibi, keponakan, yang tinggal serumah.

Keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan
anak. Keluarga mempunyai banyak fungsi penting yaitu :

  • Fungsi Reproduksi
    Keluarga merupakan lembaga yang fungsinya mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Dalam masyarakat yang beradab, keluarga adalah satu-satunya tempat untuk tujuan itu. Berlangsungnya fungsi reproduksi berkaitan erat dengan aktivitas seksual laki-laki dan wanita. Dengan berkeluarga, manusia dapat melanjutkan keturunan secara tepat, wajar, dan teratur di lihat dari segi moral, cultural, sosial, dan kesehatan.


  • Fungsi Afeksi
    Salah satu kebutuhan manusia adalah kasih saying atau rasa saling mencintai. Apabila kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi, keluarga akan mendapatkan gangguan emosional, masalah perilaku, dan kesehatan fisik.
  • Fungsi Sosialisasi
    Keluarga merupakan tempat sosialisasi pertama dan paling utama bagi anak sehingga kelak dapat berperan dengan baik di masyarakat. Keluarga sebagai media sosialisasi kelompok primeryang pertama bagi seorang anak, dan dari situlah perkembangan kepribadian dimulai. Pada saat anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok atau media sosialisasi lain diluar keluarga. Pondasi dasar kepribadian anak sudah tertanam secara kuat, dan kepribadiannya pun sudah terarah dengan baik melalui keluarga.


  • Fungsi Ekonomi
    Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anggota keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, semua anggota keluarga melakukan kerja sama. Pada umumnya, seorang suami melakukan kegiatan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan keluarga, sedangkan isteri berfungsi mengatur keuangan dan belanja keluarga.
  • Fungsi penentuan status
    Melalui keluarga seorang anak memperoleh statusnya dalam masyarakat, seperti nama, jenis kelamin, hak waris, tempat dan tanggal lahir, dan sebagainya.


  • Fungsi pendidikan
    Keluarga merupakan satuan kekerabatan yang pertama kali dikenal oleh anak, sehinggah keluargalah anak memperoleh pendidikan pertamanya dari orang tua atau kerabat lainnya. Orang tua, dalam hal ini ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan dasar pendidikan yang baik bagi anak sebelum mereka memasuki masa bermain di lingkungan dan sekolahnya.
  • Fungsi perlindungan
    Keluarga merupakan tempat berlindung lahir batin bagi anak khususnya bagi seluruh anggota keluarga pada umumnya. Berdasarkan fungsi ini, anak atau anggota lainnya merasa aman, nyaman, dan dapat menerima curahan kasih saying dari orang tua atau dari sesame anggota keluarga. Mengingat arti penting pranata keluarga tersebut, maka perlu diciotakan suasana keluarga yang harmonis sehingga dapat digunakan sebagai tempat perlindungan anak yang pertama dan utama.

Unsur-unsur pranata keluarga :

  1. Pola perilaku : afeksi, keetiaan, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepatuhan
  2. Budaya simbolis : mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, upacara
  3. Budaya manfaat : rumah, apartemen, alat rumah tangga, dan kendaraan
  4. Kode spesialisasi : izin kawin, kehendak, keturunan, dan hukum perkawinan

Pranata Ekonomi

Pranata ekonomi merupakan bagian dari pranata sosial yang mengatur kegiaan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi barang/jasa yang dibutuhkan manusia. Pranata ekonomi ada dan diadakan oleh masyarakat dalam rangka mengatur dan membatasi perilaku ekonomi masyarakat agar dapat tercapai keteraturan dan keadilan dalam perekonomian masyarakat. Pranata ekonomi muncul sejak adanyainteraksi manusia, yaitu sejak manusia mulai membutuhkan barang dan jasa dari manusia lain. Bentuk paling sederhana dari pelaksanaan pranata ekonomi adalh adanya system barter (tukar menukar barang). Akan tetapi, untuk kondisi saat ini system barter telah jarang digunakan dan sulit untuk diterapkan.


Secara umum, peran-peran pranata ekonomi dapat dibedakan atas peran pranata ekonomi produksi, distribusi dan konsumsi.

  • Peran ekonomi produksi
    Kegiatan produksi meliputi unsure-unsur bahan dasar, modal, tenaga kerja dan manajemen. Pemanfaatan unsure-unsur produksi tersebut harus melalui aturan yang berlaku agar tercapai suatu keseimbangan dan keadilan sosial. Di dalam pemanfaatan sumber daya alam, pranata ekonomi berperan dalam menjaga keseimbangan dalam pemanfaatannya. Aturan-aturan dibuat sedemikian rupa sehingga para pelaku produksi dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam secara efektif dan efisien.


    Beberapa aturan dalam pemanfaaan sumber daya di Indonesia, antara lain :
    a) Monopoli pemerintah
    Dilakukan oleh Negara untuk menjamin ketersediaan suatu sumber produksi. Pada umumnya sumber-sumber produksi tersebut sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak, misalnya minyak, air, listrik, dan lain-lain.
    b) Monopoli swasta
    Dilakukan oleh pihak swasta melalui perjanjian atau kontrak kerja khusus dengan pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya alam tertentu.Contoh monopoli garam, monopoli cengkeh, hak penguasaan hutan.
    c) Kuota
    Dilakukan pemerintah untuk membatasi produksi dan konsumsi dalam suatu barang atau sumber daya alam. Hal ini dimaksudkan agar produksi dan pengolahan sumber daya alam tersebut dapat dilakukan dengan hemat.
    d) Proteksi
    Dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produk local dari persaingan luar negeri (impor). Dlam hal ini, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk impor tertentu atau bahkan melarangnya sama sekali.

  • Peran ekonomi distribusi
    Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang hasil produksi ke konsumen untuk dikonsumsi. Pendistribusian penting dilakukan untuk mencapai kemakmuran rakyat dengan cara memeratakan ketercukupan kebutuhan rakyat akan barang dan jasa. Dengan adanya proses distribusi, maka produsen dapat menjual hasil produknya dan konsumen dapat memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan, melalui proses distribusi pulalah, arus perdagangan dapat berjalan.


  • Peran ekonomi konsumsi
    Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau menggunakan nilai guna suatu barang atau jasa. Penggunaan atau pemanfaatan nilai guna barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sekaligus ataupun secara berangsur-angsur. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan manusia yang diukur melalui tingkat pendapatan atau penghasilan. Hal yang harus diperhatikan adalah kebutuhan manusia dalam berkonsumsi tidak terbatas, sedangkan kemampuan manusia terbatas. Oleh karena itu, manusia harus pandai-pandai membelanjakan uangnya sesuai dengan tingkat kebutuhan.
    “Berdasarkan peran-peran tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa peran atau fungsi pokok pranata ekonomi adalah mengatur kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi agar dapa tberjalan dengan lancar, tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatih yang ditimbulkan.”


    Unsur-unsur pranata ekonomi :
    • Pola Perilaku : efisiensi, penghematan, professional, dan mencari keuntungan.
    • Budaya simbolis : merek dagang, hak paten, slogan, dan lagu komersial
    • Budaya manfaat : toko, pabrik, pasar, kantor, blanko, dan formulir
    • Kode spesialisasi : kontrak, lisensi, hak, monopoli, dan akte perusahaan


Pranata Pendidikan

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran atau pelatihan. Di Indonesia, pendidikan dapat di golonggan menjadi dua, yaitu pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan pendidikan luar sekolah (pendidikan informal). Pada perkembangannya, ada beberapa ahli sosiologi yang menambahkan satu golongan pendidikan lagi, yaitu pendidikan yang di peroleh melalui pengalaman atau kehidupan sehari-hari (pendidikan informal).
Pranata pendidikan berfungsi untuk mempersiapkan manusia agar mampu mencari nafkah hidup saat ia dewasa kelak. Persiapan-persiapan yang dimaksud, meliputi kegiatan dalam :

  1. Meningkatkan potensi, kreatifitas, dan kemampuan diri
  2. Membentuk kepribadian dan pola pikir yang logis dan sistematis
  3. Mengembangkan sikap tanah air

Pranata Politik

Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, meliputi segala urusan dan tindakan atau kebijakan mengenai pemerintahan Negara atau terhadap Negara lain. Di dalam hal ini, yang dimaksud politik adalah semua usaha dan aktifitas manusia dalam rangka memperoleh, menjalankan, dan mempertahankan kekuasaan dalam kaitannya dengan penyelanggaraan pemerintahan Negara.
Pranata politik adalah serangkaian peraturan, baik tertulis ataupun tidak tertulis yang berfungsi mengatur semua aktifitas politik dalam masyarakt atau Negara. Di Indonesia, pranata politik tersusun secara hieraki, berikut ini :

  1. Pancasila
  2. Undang-Undang Dasar 1945
  3. Ketetapan MPR
  4. Undang-Undang
  5. Peraturan Pemerintah
  6. Keputusan Presiden
  7. Keputusan Menteri
  8. Peraturan Daerah

Beberapa peran atau fungsi pranata politik, antara lain :

  • Pelindung dan penyaluran aspirasi/hak asasi manusia, sesuai dengan UUD’45, bahwa masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam hokum dan pemerintahan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka rakyat berhak berpolitik sejauh tetap mematuhi kaidah-kadah politik yang telah ditetapkan.
  • Memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat, dalam hal ini rakyat secara langsung mulai dilibatkan dalam proses penentuan kebijakan. Rakyat ditempatkan sebagai subjek dan bukannya objek kebijakan. Dengan cara ini, akan dapat tercapai keberhasilan pembangunan dan meningkatkan stabilitas sosial.
  • Meningkatkan kesadaran berpolitik di kalangan masyarakat, hal ini terlihat dari meningkatnya keikutsertaan masyarakat dala pemilu, kesadaran dalam mengawasi jalannya pemerintahan, dan adanya tuntuta transparasi dan akuntabilitas pemerintah.

Unsur-unsur pranata politik :

  1. Pola perilaku : loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerjasama, dan konsesus
  2. Budaya simbolis : bendera, materai, mascot, dan lagu kebangsaan

Pranata Agama

Agama adalah ajaran atau system yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Ynag Maha Kuasa serta mencakup pula tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antar manusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi, agama memiliki arti yang lebih luas, karena mencakup juga aliran kepercayaan yang sebenarnya berbeda dengan agama.


Sebagai salah satu bentuk pranata sosial, pranata agama memiliki beberapa fungsi berikut ini :

  1. Fungsi ajaran
    Memberi tujuan atau orientasi sehingga timbul rasa saling hormat antar sesame manusia. Agama juga dapat menumbuhkan sifaat disiplin, pengendalian diri, dan mengembangkan rasa kepekaan sosial.
  2. Fungsi hukum
    Memberikan aturan yang jelas terhadap tingkah laku manusia akan hal-hal yang dianggap benar dan hal-hal yang di anggap salah.
  3. Fungsi social
    Sehubungan dengan fungsi hukum, aturan agama juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial manusia, yaitu sebagai dasar aturan kesusilaan dalam masyarakat, misalnya dalam masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, perkawinan dan lain-lain.
  4. Fungsi ritual
    Ajaran agama memiliki cara-cara ibadah khusus yang tentu saja berbeda dengan agama lainnya. Seoran yang telah menentuka agamanya, harus mau menjalankan ibadah sesuai yang diperintahkan Tuhan dengan ikhlas seuai dengan petunjuk yang terdapat dalam kitab suci. Dengan mendalami dan memahami ajaran agama, seorang akan mengetahui sanksi yang akan diterimanya jika ia melakukan pelanggaran.
  5. Fungsi transformatif
    Agama dapat mendorong manusia untuk melakukan perubahan kea rah yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat agar tidak terjebak dalam fanatisme agama yang berlebihan. Dengan kata lain, kita harus mampu menyeimbangkan antara hubungan vertical kita dengan Tuhan dan hubungan horizontal kita dengan sesame manusia atau masyarakat. Bila keadaan ini dapat kita ciptakan dan dipelihara, maka akan tercipta suatu kehidupan keagamaan yang serasi dan saling menghormati sebagaimana termuat dalam butir II sila I Pancasila, “Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, seghingga terbina kerukunan hidup.”

Unsur-unsur pranata agama :
Kepercayaan agama, yaitu suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi. Misalnya, kepercayaan bahwa Tuhan itu satu(monoteisme).

  • Simbol agama, yaitu identitas agama yang dianut umatnya. Misalnya, baju koko sebagai symbol umat islam
  • Politik agama, yaitu hubungan vertical antara manusia dengan Tuhannya, serta hubungan horizontal atau hubungan antar umat beragama sesuai dengan ajaran agama. Hubungan vertical contohnya berdoa, puasa dan semahyang. Hubungan horizontal contohnya saling menolong antar manusia.
  • Umat, yaitu penganut masing-masing agama
  • Pengalaman keagamaan, yaitu bebagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganutnya secara pribadi. Misalnya, panggilan untuk menunaikan ibadah haji.