Pengertian Perubahan Iklim – Faktor, Kalsifikasi, Sifat, Dampak, geologis, Pergeseran, Teknologi, Global Warming

Diposting pada

Pengertian Perubahan Iklim – Faktor, Kalsifikasi, Sifat, Dampak, geologis, Pergeseran, Teknologi, Global Warming : Perubahan Iklim adalah pergeseran statistik atau rata-rata jangka panjang cuaca.

iklim

Pengertian Iklim

Iklim adalah suatu keadaan rata-rata dari sebuah cuaca di suatu daerah dalam waktu periode tertentu. Cuaca yaitu sebuah keadaan atmosfer selama periode waktu yang singkat. Cuaca bisa mengalami perubahan dari jam ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan atau bahkan tahun ke tahun. Sebuah pola cuaca daerah, yang dilacak selama lebih dari 30 tahun, dianggap iklim.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Atmosfer Bumi Terdiri Dari Beberapa Lapisan Yaitu


Pengertian Perubahan Iklim

Perubahan Iklim adalah pergeseran statistik atau rata-rata jangka panjang cuaca. Perubahan iklim sendiri dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. LAPAN (2002) mendefenisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu.


Faktor yang pertama adalah natural variability atau faktor alam. Faktor kedua adalah human-induced factor atau faktor manusia.  Faktor alam adalah faktor dalam alam yang mempengaruhi satu sama lain. Komponen faktor alam terdiri dari atmosfer (suhu, unsur-unsur di udara, uap air, dan sebagainya),


daratan (resapan tanah, keaktifan gunung berapi, unsur di tanah, dan sebagainya), laut (tinggi gelombang, dan sebagainya) dan radiasi matahari. Faktor manusia adalah faktor yang berasal dari manusia itu sendiri karena tindakanya yang mempengaruhi alam.


Faktor Penyebab Perubahan Iklim

Faktor yang disebabkan oleh manusia adalah tindakan manusia yang dapat mempengaruhi pergeseran iklim. Tindakan tersebut antara lain menggunakan  tenaga listrik thermal power plant (menggunakan bahan bakar fosil), menggunakan kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar fossil mengeluarkan CO2, bahan industri yang diciptakan menggunakan bahan bakar fosil mengeluarkan CO2 dan sampah,


menggunakan sampah tidak terurai seperti plastik yang akan menciptakan kerusakan lingkungan, menggunakan kayu sebagai bahan industri yang akan mengurangi banyak hutan di bumi menggunakan pupuk pada pertanian yang menciptakan emisi, melakukan degradasi lahan (perusakan lahan hutan) untuk banyak keperluan yang merusak lingkungan sekitarnya sehingga terjadi perubahan pada keadaan udara  misal: konsentrasi CO2 di udara yang menyebabkan terhalanganya cahaya matahari keluar bumi.


Selain itujuga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan (Murdiyarso, 2003).


Ketika menyadari sepenuhnya akan dampak buruk perubahan iklim bagi negara-negara dunia dan khususnya Indonesia, maka sudah seyogyanya diambil langkah-langkah penting dan strategis dengan cara mitigasi dan adaptasi guna mencegah kerusakan yang lebih besar (Susandi, 2006).


   Global warming merupakan salah satu gejala pergeseran iklim pada masa kini. Hal ini adalah manifestasi dari faktor alam dan faktor manusia. Tindakan yang dilakukan manusia mempengaruhi alam sehingga terjadi global warming.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


Kalsifikasi Iklim

Berikut Ini Merupakan Kalsifikasi Iklim.


Iklim Matahari

Dasar dalam sebuah perhitungan untuk mengadakan suatu pembagian daerah iklim matahari yaitu banyaknya sebuah sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Menurut teori, makin jauh dari khatulistiwa, maka semakin besar sudut datang nya sinar matahari, yang sehingga makin sedikit jumlah sinar matahari yang diterima oleh sebuah permukaan bumi.


Dalam pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang yaitu sebagai berikut :

  • Daerah Iklim Tropis : 0 derajat Lintang Utara sampai dengan 23,5 derajat Lintang Utara dan 0 derajat Lintang Selatan sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan

  • Daerah Iklim Sedang : 23,5 derajat Lintang Utara sampai dengan 66,5 derajat Lintang Utara dan 23,5 derajat Lintang Selatan sampai dengan 90 derajat Lintang Selatan

  • Daerah Iklim Dingin : 66,5 derajat Lintang Utara sampai dengan 90 derajat Lintang Utara dan 66,5 derajat LS sampai dengan 90 derajat Lintang Selatan

Dalam pembagian daerah iklim menurut iklim matahari yang didasarkan pada 1 teori, bahwa temperatur udara makin rendah jika letaknya berada makin jauh dari khatulistiwa. Oleh karena itu, ada ahli yang mendefinisikan iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut kenyataanya, temperatur pada beberapa tempat menyimpang dari suatu teori tersebut.


Iklim Fisis

Iklim fisis yaitu suatu iklim yang dipengaruhi oleh alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan , dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, ataupun letak geografis. Berikut ini merupakan pembagian Iklim fisis yaitu sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya


  • Iklim Kontinental atau Iklim Darat

    iklim jenis ini terjadi di daerah yang sangat luas,  sehingga angin yang terpengaruh terhadap daerah tersebut yaitu angin darat yang kering. Di daerah ini, pada waktu siang hari terasa sangat panas sekali dan pada waktu malam hari rasanya sangat dingin sekali.


    pada Curah hujannya yang sangat rendah, oleh sebab itu kadang-kadang terbentuk sebuah gurun pasir. contohnya yaitu Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, dan Nevada.


  • Iklim Laut

    jenis iklim yang satu ini yaitu terdapat pada daerah eropa tropis dan subtropis. Angin yang berpengaruh terhadap di daerah tersebut yaitu angin laut yang lembab. Ciri-ciri iklim laut ini yaitu curah hujan yang rata-rata tinggi. Pada Suhu tahunan dan harian yang hampir sama, mempunyai sifat kebanyakan hujan.


  • Iklim Dataran Tinggi

    Jenis iklim yang satu ini mengalami suatu perubahan suhu harian dan tahunan, tekanan rendah, sinar matahari yang terik dan hanya mengandung sedikit uap air.


  • Iklim Pegunungan

    Jenis iklim yang satu ini terdapat pada pada daerah pegunungan. Di daerah pegunungan ini udaranya yang sangat sejuk dan sering turunnya hujan. Terjadinya hujan dikarenakan awan yang naik ke sebuah lereng pegunungan yang mengalami sebuah kondensasi yang sehingga turun hujan. Hujan yang seperti ini disebut dengan hujan orografis.


Iklim Musim

Letak geografis indonesia yang dipepet oleh Benua Asia di sebelah utara dan Benua Australia di sebelah selatan, yang menimbulkan di indonesia terdapat Iklim musim. Jenis Iklim ini erat dengan kaitannya dengan sebuah pola angin musim di Indonesia.


Pada bulan April-Oktober akan berhembus angin musim timur, akan terjadi musim kemarau. Sebaliknya jika ketika terjadinya berhembus angin musim barat, akan terjadinya musim penghujan.


Iklim Menurut Junghuhn

Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim yang berdasarkan atas suatu ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Tempat penelitiannya dilakukan di Indonesia yaitu di pulau Jawa.


Iklim Koppen

Koppen mengadakan suatu pembagian pada daerah iklim yang berdasarkan atas temperatur dan hujan. Menurut sebuah keadaan temperatur dan curah hujannya, permukaan dibagi menjadi beberapa daerah iklim.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Litosfer Beserta Bagian-Bagian Dan Penjelasannya


Sifat Iklim

  • Memiliki jangka waktu yang lama
  • Memiliki sifat yang Meliputi sebuah daerah yang luas.
  • Mempunyai Sifat iklim yang dihasilkan oleh rata-rata cuaca, bukan
  • yaitu sebuah pencatatan baru.

Dampak Perubahan Iklim

  • Akan mengakibatkan mencairnya suatu bongkahan es yang ada didaerah kutub yang sehingga menimbulkan permukaan air laut naik.
  • Terjadinya air laut naik akan menenggelamkan suatu pulau dan menghalangi mengalirnya sebuah air sungai ke laut dan pada akhirnya akan mengakibatkan banjir di dataran rendah.

  • Pada suhu bumi yang panas akan menyebabkan mengeringnya suatu permukaan air yang yang sehingga air menjadi langka.
  • Akan mengakibatkan meningkatnya resiko terjadinya kebakaran hutan.

  • Akan mengakibatkan El Nino dan La Nina. El Nino yaitu suatu peristiwa memanasnya suhu permukaan air laut yang berada di pantai barat peru – Ekuador(Amerika selatan) yang akan mengakibatkan suatu gangguan iklim yang secara global. La Nina yaitu suatu kondisi cuaca yang normal kembali sesudah terjadinya El Nino.

Dalam perubahan iklim banyak mempunyai dampak dalam perubahaan  bumi itu sendiri.


Climate change

Perubahan iklim dalam jangka waktu geologis

Berikut Ini Merupakan Perubahan iklim dalam jangka waktu geologis.


  • Paleozoikum

Zaman Paleozoikum terjadi pada 541 hingga 252 juta tahun yang lalu. Pada masa itu terjadi perkembangan makhluk hidup yang bersel banyak. Zaman ini dibagi menjadi 6 masa yaitu; Cambrian, Ordovician, Cambrian, Ordovician, Carboniferus, Silurian, Devonian dan Permian. Iklim pada masa tersebut mayoritas hangat namun terjadi zaman es pada masa Ordovician dan Permian.


  • Mesozoikum

Mesozoikum terjadi pada masa 252 hingga 66 juta tahun yang lalu.Masa tersebut dibagi menjadi 3 masa; Cretaceus, Jurrasic, Triassic. Pada zaman ini Dinosaurus sebagai predator utama dalam Bumi.


Sebagai hewan superior, populasi dinosaurus adalah populasi terbanyak di bumi saat itu. Zaman puncak populasinya ada pada masa Jurrasic sebelum punah di masa Paleogene di Zaman Cenozoic. Iklim secara umum lembab dan hangat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


  • Cenozoikum

Terjadi pada 66 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Zaman ini dibagi menjadi 3; Paleogene, Neogene dan Quatemary. Zaman Paleogene terjadi mass Extinction beberapa spesies salah satunya dinosaurus.


Disebabkan oleh perubahan iklim yang drastis. Penyebab perubahan iklim ini masih diperdebatkan. Zaman Neogene pada umumnya iklim moderat seperti masa kini namun pertengahan zaman terjadi zaman es (ice age).


Zaman Quatemary dibagi menjadi 3: Pleistocene dan Holocene. Pada Pleistocene terjadi ice age terakhir 75.000 tahun lalu disebabkan oleh Erupsi Gunung Toba yang asapnya menutupi atmosfer selama beribu-ribu tahun menyebabkan sinar matahari tidak bisa masuk sehingga terjadi zaman es.


Di pengakhir zaman es muncul Homo Sapiens. Saat itu Homo Neanderthal masih ada. Masa Holocene adalah masa mulainya peradaban manusia modern.


Revolusi Industri Sebagai Awal Dari Global Warming

Revolusi Industri adalah permulaan dari global warming yang terjadi saat ini. Global warming disebabkan oleh manusia itu sendiri yang diawali dengan revolusi industri. Revolusi industri dimulai sejak abad 18 hingga abad 19. Hal ini terbukti dengan tercatatnya kenaikan rata-rata suhu bumi sebesar 0,6 derajat celcius dari abad 19 hingga abad 21 (Sari, 2013).


Tindakan yang dilakuakan manusia selama revolusi industri yang mempengarui global garming adalah penebangan hutan,penciptaan mesin-mesin industri yang menghasilkan polusi (jelaga), praktik pertanian yang masif dengan membuka lahan baru dan menerapkan teknologi pertanian seperti pupuk, dan penggunaan bahan bakar fosil.


Hutan sebagai sequester (penyerap dan penampung) emisi karbon dioksida dari makhluk hidup dan aktivitas manusia ditebang untuk dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bakar (tungku), bahan bangunan dan lain-lain. Mesin-mesin industri yang masih sederhana menghasilkan gas-gas buangan yang sangat banyak.


Pembukaan lahan semakin mengurangi luas lahan tertutup pohon. Penggunaan pupuk menyebabkan akumulasi gas nitrogen oksida di udara. Sementara pengunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi karbon yang sangat masif.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


Proses terjadinya greenhouse effect

Gangguan pada keseimbangan energi Bumi adalah fenomena dimana energi radiasi matahari yang masuk ke bumi tidak dapat sepenuhnya secara langsung dikeluarkan ke luar angkasa sehingga energi bumi meningkat. Matahari memancarkan radiasi energi dalam gelombang elektromagnetik pendek (rentang sinar gamma hingga inframerah pendek) ke seluruh angkasa termasuk menuju bumi.


Sebagian radiasi tersebut dipantulkan oleh atmosfer, sebagian diurai atmosfer, dan sebagian lagi menembus atmosfer. Gelombang yang menembus atmosfer mengenai permukaan bumi. Gelombang tersebut selanjutnya akan dipantulkan ataupun diserap oleh permukaan bumi, tergantung pada albedo permukaan (kemampuan benda memantulkan gelombang elektromagnetik).


Gelombang yang diserap akan meningkatkan energi di dalam Bumi (meningkatkan kalor laten Bumi). Bumi sebagai benda hitam (black body dalam konsep fisika) akan memancarkan radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik panjang agar tercipta keseimbangan dalam Earth’s energy budget (keseimbangan energi yang diterima dan dilepaskan).


Dampak negatif pemanasan global tehadap iklim dan ekosistem

  1. Perubahan es di kutub, dimana es di kutub utara mencair tetapi di kutub selatan bertambah
  2. Jumlah badai yang terjadi hampir konstan (masih sesuai pola) tetapi keparahannya jauh lebih berat akibat global warming

  3. Tinggi air laut meningkat
  4. Hewan-hewan sebagai pembawa penyakit menular bermigrasi, contohnya west nile virus yang berasal dari Afrika terbawa oleh burung hingga menyebabkan kasus di Amerika.

  5. Banyak ekosistem yang rusak dan ancaman kepunahan spesies
  6. Pergeseran musim, contohnya musim semi terjadi lebih cepat
  7. Musim-musim menjadi ekstrem, seperti musim dingin ekstrem di Rusia atau gelombang panas di Amerika Serikat
  8. Kekeringan parah

Pergeseran Pola Perubahan Iklim Di Indonesia

Pergeseran pola perubahan iklim di Indonesia disebabkan oleh efek rumah kaca akibat penggunaan bahan-bahan seperti CFC maupun meningkatnya gas-gas polusi kendaraan pada atmosfer. Akibatnya, timbul suatu fenomena yang disebut “Global Warming” atau meningkatan suhu global. Peningkatan suhu global diperkirakan memiliki laju 0.002 °C/tahun atau 0.02 °C/dekade.


Menurut Firman (2009) kondisi udara di Indonesia menjadi lebih panas sepanjang abad dua puluh, yaitu suhu udara rata-rata tahunan telah bertambah kira-kira 0,30 C. Perubahan pola curah hujan di Indonesia akan mengarah pada terlambatnya awal musim hujan dan kecenderungan lebih cepat berakhirnya musim hujan (Naylor 2006)


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


  • Fenomena – fenomena perubahan iklim di Indonesia

Pergeseran pola perubahan iklim di Indonesia terjadi semakin parah dari hari ke hari. Perubahan pola terjadi pada aspek curah hujan, suhu bumi, dan tinggi muka laut. Pergeseran pola curah hujan dapat berupa peningkatan curah hujan maupun penurunan curah hujan. Peningkatan curah hujan menyebabkan bencana lain seperti banjir dan tanah longsor.


Penurunan curah hujan dapat menimbulkan kekeringan dan menyebabkan penurunan ketersediaan air. Di lain pihak, perubahan suhu bumi diperkiran meningkat dan pada tahun 2020-2050 akan mencapai peningkatan 0.8–1°C relatif terhadap periode iklim terakhir di abad ke-20. Perubahan suhu ini dapat menimbulkan ancaman bagi ekosistem, dapat menimbulkan kebakaran hutan, dan dapat menimbulkan evaporasi berlebihan pada tumbuhan.


Perubahan juga terjadi pada tinggi muka laut. Tinggi muka laut mengalami kenaikan sebesar 7 mm/tahun pada periode 1993-2008. Diprediksikan tinggi muka laut akan meningkat 35-40cm pada tahun 2050 dibanding pada tahun 2000. Dampak yang ditimbulkan dari kenaikan muka lau adalah terancamnya kehiduoan pesisir, terjadi peningkatan genangan air, abrasi pesisir, dan intrusi air laut.


  • Upaya mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim

Dalam menghadapi pergeseran perubahan pola iklim ini, pemerintah terutama pada sektor kementrian, BNPB, BPPT dan LIPI , mengambil upaya dalam hal mitigasi dan adaptasi. Selain itu, pemerintah juga berperan aktif dalam perjanjian-perjnjian internasional seperti meratifikasi UNFCC 1994 dan Kyoto Protocol 2004.


Untuk upaya dalam negeri, pemerintah meluncurkan Indonesian Climate Change Sectoral Roadmap (ICCSR) 2010-2030 untuk menguatkan upaya adaptasi dan mitigasi yang akan dilakukan. Upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah antara lain peningkatan efisiensi penggunaan energi pada kawasan terbangun di kota, peningkatan penggunaan sumber energi alternatif, dan pengembangan sistem transportasi massal dengan sumber energi alternatif yang bertujuan mengurangi penambahan kendaraan pribadi.


Di sisi lain, upaya adaptasi yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan sistem drainase kota untuk antisipasi peningkatan debit air hujan, meningkatkan sistem pengendalian banjir, perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang/guna lahan, meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi penggunaan air untuk rumah tangga maupun industri, dan meningkatkan pemanfaatan sumber air alternatif seperti air hujan.


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia, memicu para ahli untuk mengeluarkan berbagai teknologi agar bisa mengurangi dampak dan mengantisipasi perubahan iklim yang telah terjadi. Untuk itu, bias diterapkan teknologi ramah lingkungan.


Teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang menggunakan sedikit atau sama sekali sumber daya alam dan menghasilkan emisi yang sedikit sehingga dapat digunakan untuk mengurangi bahkan  mengantisipasi perubahan iklim. Contoh-contoh teknologi ramah lingkungan ini antara lain:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


  • Tenaga Surya (Solar Power)

Indonesia sebagai negara yang terletak di bawah garis khatulistiwa memiliki curah penyinaran matahari yang tinggi dan intens, sehingga cocok untuk menerapkan tenaga surya.


Tenaga surya ini memanfaatkan efek fotolistrik untuk menyerap energi radiasi gelombang elektromagnetik, seperti sinar ultraviolet untuk menjadi energi listrik yang nantinya akan disimpan di dalam baterai. Namun begitu, tenaga surya ini tidak dapat digunakan jika matahari tertutup atau pada waktu malam hari.


  • Hidroelektrik (Hydroelectricity)

Hidroelektrik memanfaatkan tenaga potensial dan kinetik air untuk diubah menjadi energi listrik. Energi yang dihasilkan ini bergantung pada volume air dan ketinggian air yang jatuh.


  • Mobil Listrik (Electric Car)

Mobil listrik menggunakan bahan bakar listrik yang disimpan di dalam baterai yang sudah diisi terlebih dahulu. Mobil listrik ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan mobil konvensional antara lain polusi yang kecil sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca dan tidak bergantung pada BBM. Kelemahannya adalah tenaga yang kecil, bahan yang tidak kuat, baterai yang mahal, dan infrastruktur di Indonesia yang masih minim.


  • Tenaga Angin (Wind Power)

Tenaga angin ini memanfaatkan energi kinetik angin untuk ditangkap oleh baling-baling yang akan memutar as hingga memutar generator yang akan mengubah energi rotasi ini menjadi energi listrik yang nantinya akan disimpan oleh baterai.


  • Stratospheric Aerosol Injection (SAI)

Teknologi ini diinspirasi dari letusan gunung berapi yang mampu merefleksikan cahaya matahari sehingga mampu memodifikasi awan pada stratosfer dan mampu menurunkan suhu bumi selama beberapa tahun kemudian.


Teknologi ini nantinya akan mampu mengatasi masalah pemanasan bumi dengan menurunkan suhu bumi yang bias bertahan dalam jangka waktu lama. Namun, teknologi ini membutuhkan ruang lingkup yang sangat besar sehingga sekarang masih menjadi wacana di kalangan para ahli.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perubahan Musim Di Indonesia Menurut Ahli Meteorologi