Pengertian Perencanaan – Proses, Batasan, Unsur, Tujuan, Elemen, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Perencanaan – Proses, Batasan, Unsur, Tujuan, Elemen, Para Ahli : Didalam manajemen, perencaan merupakan sebuah proses untuk mengartian suatu tujuan organisasi, membuat sebuah strategi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.


pengertian perencanaan

Pengertian Perencanaan

Didalam manajemen, perencaan merupakan sebuah proses untuk mengartian suatu tujuan organisasi, membuat sebuah strategi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu, serta mengembangkan sebuah rencana aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan ialah proses yang penting dari semua manajemen sebab tanpa sebuah rencana fungsi-fungsi lain-pengorganisasian, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan, serta pengarahan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pendapatan Menurut Para Ahli Beserta Jenisnya


Sebuah rencana juga dapat berupa rencana formal atau informal. Rencana formal merupakan rencana yang tertulis dan harus dilaksanakan oleh suatu organisasi dalam jangka waktu yang tertentu. Sedangkan informal merupakan sebuah rencana yang tertulis dan tidak merupakan suatu tujuan bersama organisasi ataupun anggota.


Renacana formal adalah rencana bersama yang merupakan anggota korporasi, yang artinya, setiap anggota wajib mengetahui serta menjalankan rencana tersebut. Rencana formal diciptakan dan dibuat untuk kesepahaman tentang apa yang harus dijalankan dan dilakukan.


Pengertian Perencanaan Menurut Para Ahli

  • H. Newman

Planning is desiding in advance what is to be done (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan)


  • Louis A. Allen

Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan).


  • Koontz dan O’Donnel

Planning is the function of a manager which involves the selection from among alternatives of objective, policies, procedures, and programs (perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tujuan, kebijakan, prosedur, dan program).


  • Sondan P. Siagian

Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli Terlengkap


Proses Pembuatan Rencana

  1. Menetapkan tugas dan tujuan Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.

  2.  Observasi dan analisa Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan.

  3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.

  4. Membuat sintesa Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.

Batasan Perencanaan

Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result.


Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.


Unsur Perencanaan

  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
  2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
  3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
  4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
  5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
  6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Definisi Investasi Menurut Ahli Ekonomi


Tujuan Perencanaan

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan banyak tujuan perencanaan.

  1. Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial.
  2. Untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.

  3. Untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.

  4. Untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Tujuan Perencanaan Menurut Ahli

Dengan sebuah rencana, seorang karyawan dapat mengetahui apa yang harus dicapai, dengan sapa mereka harus berkerjasama, sertaa apa yang harus mereka laukukan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Tanpa sebuah rencana, individual serta departmen mungkin akan bekerja secara sendiri-sendiri sehingga kerja organisasi tidak efektif dan efisien.


Elemen Perencanaan

  • Sasaran

Sasaran merupakan suatu hal yang ingin dituju atau dicapai oleh perotangan, grup, ataupun semua organisasi. Sasaran memandu manajemen untuk membuat sebuah keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan. Sasaran juga sering disebut sebagai sebuah tujuan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Bisnis : Pengertian, Ruang Lingkup, Asas, Contoh, Dan Fungsinya


Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Stated goals

    merupakan suatu sasaran yang dinyatakan organisasi kepada seluruh masyarakat. Sasaran ini dapat dilihat di piagam perusahaan, pengumuman humas, laporan tahunan, ataupun pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Sering stated goals bertentangan dengan kenyataan yang ada serta dibuat untuk memnuhi tuntutan stakeholder perusahaan.


  2. sasaran riil

    merupakan sebuah sasaran yang benar-benar diinginkan perusahaan. Sasaran rill hanya dapat dilihat dari tindakan suatu organisasi beserta anggotanya.


  • Rencana

Plan atau juga rencana merupakan suatu dokumen yang dipakai untuk skema sebagai tujuan yang ingin dicapai. Rencana mencakup alokasi sumber daya, jadwal, serta tindakan penting lainnya. Sebuah rencana dapat dibagi berdasarkan jangka waktu, kekhususan, serta fresuensi pemakaian. Rencana dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:


  1. Rencana strategis merupakan rencana yang umum dan berlaku disemua lapisan organisasi
  2. Rencana oprasional merupakan suatu rencana yang mengatur kegitan sehari-hari sebuah anggota organisasi.

Bedasarkan jangka waktunya, sebuah rencana dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun
  2. Rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun.

Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli