Pengertian Negosiasi – Proses, Kemampuan, Tahanpan, Manfaat, Tujuan, Strategi, Struktur, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Negosiasi – Proses, Kemampuan, Tahanpan, Manfaat, Tujuan, Strategi, Struktur, Contoh, Para Ahli : Negosiasi merupakan bentuk dari interaksi sosial pada pihak – pihak yang terlibat berusaha untuk saling meyelesaikan suatu tujuan yang bertentangan dan berbeda.


Contoh negosiasi

Pengertian Negosiasi

Kegiatan negosiasi merupakan proses saat kedua belah pihak melakukan negosiasi untuk mencapai tujaun yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang memiliki kepentingan dengan elmen-elemn kompetisi dan kerjasama. Serta termasuk yang ada didalamnya, suatu tindakan yang dilakukan saat melakukan mengosiasi, untuk mempengaruhi atau kerjasama dengan orang lain dengan memiliki tujuan tertentu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Pengertian Negosiasi Menurut Ahli

Menurut kamus Oxford

negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.


Contoh

Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan – pulau yang berada di perbatasan  Indonesia dengan Malaysia – antara Indonesia dengan Malaysia.


Proses Dalam Negosiasi

  1. Pihak-pihak yang mempunyai program atau pihak pertama melakukan penyampaian dengan memakai kalimat yang santun, jelas, dan terinci.
  2. Pihak dari mitra bicara menyanggah mitra bicara dengan tetap menghargai maksud pihak pertama.
  3. Pemilik kegitan (program) mengemukakan argumentasi dengan memakai kalimat yang santun dan meyakinkan mitra bicara dengan disertai alasan yang logis.
  4. Terjadi pembahasan dan kesepakatan untuk terlaksananya program negosiasi.

Kemampuan Dasar Bernegosiasi

Hal yang sangat berpengaruh dalam kegiatan negosiasi adalah filosofi yang menginformasikan bahwa dari masing-masing pihak yang terlibat. Proses ini adalah kesepakatan dasar kita bahwa “semua orang menang”, filsafat ini menjadi dasar setiap melakukan negosiasi. Kunci untuk mengembangkan filsafat supaya “semua orang senang” ialah dengan memperhitungkan semua aspek negosiasi dari semua sudut pandang (pihak lain dan pihak negosiator).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Adat Menurut Para Ahli Dunia


  • Keterampilan – keterampilan dasar

Berikut ini, adalah keterampilan -keterampilan dasar dalam bernegosiasi :

  1. Ketajaman pikiran / kelihaian
  2. Sabar
  3. Kemampuan beradaptasi
  4. Daya tahan
  5. Kemampuan bersosialisasi
  6. Konsentrasi
  7. Kemampuan berartikulasi
  8. Memiliki selera humor

Tahanpan Dalam Beregosiasi

  • Persiapan dan perencanaan

Diharapkan pada tahap ini dapat memutuskan apa yang dimau dan kanapa. Proses mengumpulkan data sangat diperlukan agar dapat mendukung posisi kita. Dengan menyampaikan argumen dalam proses mendukung posisi kita harus dengan bijaksana. Selain itu juga kita harus tahu keinginan pihak lain, apa dan kenapa.


  • Definisi peraturan

Pada proses ini kita harus menentukan garis besar dan aturan-aturan untuk melakukan proses negosiasi, siapa yang akan menjadi bagian dari negosiasi dan masalaj apa yang akan kita negosiasikan.


  • Penjelasan dan pembenaran

Dalam masing-masing pihak harus/dapat mengutarakan apa yang diinginkan. Kita dapat memberikan dokumentasu yang diperlukan untuk mendukung posisi kita.


  • Tawar menawar dan penyelesaian masalah

Pada proses ini kita melakukan penmencarian solusi. Dari kedua belah pihak diharapkan saling fokus pada masalah dan kepentingan bukan pada orang atau posisi. Untuk mendapatkan titik temu.


  • Penutupan dan implementasi

Pada tahap yang ini atau tahap terakhir dari proses negosiasi. Segala sesuatu yang diputuskan bersama hendaknya difrmalkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Dokumen yang sudah disepakati
  2. Meneliti kembali pon-poin utama untuk menghindari salah pengertian
  3. Uraikan dengan jelas semua ketetapan dari persetujuan
  4. Buatlah secara tertulis
    Kedua pihak harus membaca dan menandatangani untuk memperoleh kesepakatan atas apa yang dirundingkan.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


Manfaat Negosiasi

Selain mempunyai tujuan, negosiasi juga mempunyai manfaat. Manfaat yang diperoleh dari sebuah proses negosiasi di dalam pengertian bisnis resmi antara lain adalah :


  1. Untuk mendapatkan atau menciptakan jalinan kerja sama antar badan usaha atau institusi ataupun perorangan untuk melakukan suatu kegiatan atau usaha bersama atas dasar saling pengertian.

    Dengan terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak inilah maka tercipta sebuah transaksi bisnis yang saling terkait, sehingga membuat hidup perekonomian. Dengan kata lain, bahwa suatu proses negosiasi bisnis merupakan bagian dari suatu proses interaksi guna menghidupkan perekonomian dalam skala yang lebih luas.


  2. Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses negosiasi akan memberikan manfaat untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas dan juga untuk mengembangkan pasar, yang diharapkan memberikan peningkatan penjualan. Proses negosiasi bisnis juga akan menghasilkan harga yang lebih baik dan efisiens, yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Dalam jangka panjang hal ini akan memberikan kemajuan dari sebuah perusahaan.

Tujuan Negosiasi

Ada beberapa tujuan dari sebuah negosiasi dalam bisnis, yaitu antara lain :

  1. Untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
  2. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.
  3. Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana masing-masing pihak merasa menang (win-win solution).

Strategi Negosiasi

Strategi negosiasi yang dapat digunakan dan dihindari :

  1. Mengeryit ( The Wince )

Taktik ini dikenal juga dengan istilah Terkejut ( Flinch ) merupakan reaksi negatif terhadap tawaran seseorang. Dengan kata lain, bertindak terkejut saat negosiasi yang diadakan pihak negosiator berjalan dengan keinginan pihak lain.


  1. Berdiam ( The Silence )

Jika anda tidak menyukai apa kata seseorang, atau jika anda baru saja membuat tawaran dan anda sedang menunggu jawaban, diam bisa menjadi pilihan terbaik anda. Kebanyakan orang tidak bisa bertahan dalam kesunyian panjang ( ” Dead Air Time” ). Mereka menjadi tidak nyaman jika tidak ada percakapan untuk mengisi kekosongan. Biasanya, pihak lain akan merespon dengan konsesi atau memberikan kelonggaran.


  1. Ikan Haring Merah ( Red Herring )

Istilah ini diambil dari kompetisi tua di Inggris, Berburu Rubah ( Fox Hunting Competition ). Dalam kompetisi ini, tim lawan akan menyeret jejak rubah ke arah lain dengan ikan. Sehingga, anjing lawan akan terkecoh dan kehilangan jejak. Sama halnya saat negosiator membawa “ikan amis” atau isu lain ke meja perundingan untuk mengalihkan perhatian dari isu utama bahasan.


  1. Kelakuan Menghina ( Outrageous Behaviour )

Segala bentuk perilaku – biasanya dianggap kurang bermoral dan tidak dapat diterima oleh lingkungan- dengan tujuan memaksa pihak lain untuk setuju. Seperti pihak manajemen muak dengan tuntutan yang dianggap tidak masuk akal dan terpaksa menandatangi kontrak dengan air mata kemudian membuangnya secara ganas dan dramatis seolah – olah diliput oleh media. Tujuan dari taktik ini adalah untuk menggertak orang – orang yang terlibat dalam negosiasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Definisi Hukuman Mati Menurut Para Ahli Didunia


  1. Yang Tertulis ( The Written Word )

Adalah persyaratan ditulis dalam perjanjian yang tidak dapat diganggu gugat. Perjanjian, sewa guna usaha ( leasing ), atau harga di atas pahatan batu dan sekarang di kertas ( uang ) adalah contoh – contoh Yang Tertulis.


  1. Pertukaran ( The Trade-off )

Taktik ini digunakan untuk tawar – menawar. Pertukaran hanya menawarkan keloanggaran (konsesi), sampai semua pihak setuju dengan syarat – syarat. Sebenarnya, taktik ini dipakai untuk kompromi.


  1. Ultimatum ( The Ultimatum )

Penggunaan ultimatum kadang-kadang ( seldom ) efektif sebagai taktik pembuka dalam negosiasi. Namun, suatu saat dalam sebuah negosiasi yang panjang saat Anda merasa Anda perlu menggunakan taktik ini.


  1. Berjalan Keluar ( Walking Out )

Pada beberapa situasi, berjalan keluar dapat digunakan sebagai strategi untuk memberikan tekanan pada pihak lain.


  1. Kemampuan untuk Mengatakan “Tidak” ( The Ability to Say “No” )

Sebuah taktik memegang peran sangat penting dalam segala macam strategi negosiasi dan cara menyampaikannya secara tepat. Pertama dan paling dasar untuk mempelajari taktik ini adalah bahwa apa pun bila mengatakan ‘tidak’ secara langsung, diterjemahkan oleh pihak lain sebagai ‘ya’.


Proses Bernegosiasi

Proses negosiasi bukanlah proses sesaat kemudian dapat dengan segera diperoleh hasilnya. Oleh karena itu negosiasi merupakan suatu proses yang berlangsung secara kontinu atau terus-menerus hingga tercapai suatu kesepakatan bagi kedua belah pihak. Persiapan yang baik sebelum bernegosiasi merupakan salah satu kunci sukses bernegosiasi.


  • Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan negosiasi membutuhkan tiga tugas utama, yaitu merencanakan sasaran negosiasi dan memperjelas proses negosiasi Sasaran negosiasi adalah hasil yang diharapkan dalam bernegosiasi. Hal ini merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang bernegosiasi. Penentuan sasaran sangatlah penting sebagai arahan atau petunjuk dalam bernegosiasi.


Strategi negosiasi yang merupakan cara untuk mencapai tujuan bernegosiasi. Untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak memang diperlukan strategi yang tepat. Proses negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar yang diharapkan mampu menghasilkan suatu kesepakatan dikedua belah pihak yang saling menguntungkan.


  • Tahap Implementasi

Tahap implementasi merupakan tahapan peranan atau tindakan yang diperlukan agar mencapai sukses dalam bernegosiasi, Implementasi negosiasi memiliki beberapa komponen penting, antara lain :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : stilah Hukum (Advokat) Di Indonesia Secara Lengkap


Taktik cara anda

Adalah bahwa Anda tahu tujuan yang ingin dicapai, Anda bersikeras dan memaksa pihak lawan agar percaya bahwalah Anda yang benar dan Anda terus menekan.


Taktik bekerja sama

Taktik ini menegaskan bahwa Anda mau mendengarkan pihak lawan dan mengetahui apa yang ada di benak mereka, Andalah yang memutuskan untuk bersikap reaktif(bukan proaktif) siap bekerjasama.


Taktik tidak bertindak apa-apa

Taktik ini merupakan sikap keras kepala dalam bernegosiasi. Dalam hal ini Anda tetap bersikukuh pda pendirian dan tidak mudah berubah.


Taktik melangkah ke tujuan lain

Taktik ini menuntut Andalah yang harus aktif menggeser suatu persoalan ke persoalan lain.


  • Tahap Peninjauan Negosiasi

Tahap ini merupakan tahapan setelah berlangsungnya suatu proses negosiasi. Ada beberapa alasan penting mengapa tahap peninjauan negosiasi perlu dilakukan, antara lain:

    1. Untuk memeriksa apakah Anda sudah mencapai tujuan anda
    2. Jika tidak, maka hal itu dapat menjadi pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi seorang negosiator
    3. Jika ya, maka pastikan apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan bangunlah kesuksesan Anda.

      Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Tugas Customer Service Secara Lengkap


Struktur Teks Negosiasi

Struktur teks Negosiasi

Pengertian dari Tiap-Tiap Struktur:

  1. Orientasi                 : Orientasi adalah pengenalan awal atau perbincangan awal antara pembeli dan penjual
  2. Permintaan            : Permintaan adalah saat dimana pembeli menanyakan atau mencari barang yang sedang ingin ia beli
  3. Pemenuhan            : Pemenuhan adalah saat dimana penjual menawarkan barang dagangannya kepada pembeli
  4. Penawaran             : Penawaran adalah klimaks dari teks negosiasi karena terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli
  5. Persetujuan            : Persetujuan adalah saat dimana pembeli setuju / deal dengan harga yang sudah ia tawar dengan penjual
  6. Pembelian             : Pembelian adalah saat pembeli memberikan uangnya kepada penjual
  7. Penutup                 : Penutup adalah kebalikan dari orientasi, penutup mengakhiri sebuah teks dialog negosiasi. Biasanya berupa perpisahan antara penjual dan pembeli atau pembeli yang meninggalkan lapak penjual

Contoh Teks Negosiasi

PERGI KE KANTIN

Suatu hari, saat sedang istirahat Ilham mengajak Ridho ke kantin. Saat itu Ridho sedang asyik menonton film di laptopnya.

Ilham     : “Dho, ke kantin yuk!”

Ridho    :” Nanti dulu. Tunggus sampai filmnya iklan.”

Ilham     : “Lah terlalu lama. Lagian mana ada film di laptop yang ada iklannya.”

Ridho    : ”Ya sana sendiri kalau ingin cepetan.”

Ilham     : “Lah, cepetan, lah.”

Ridho    : “Ya sudah dengan yang lain saja!”

Ilham     : “Aku hanya ingin dengan dirimu.”

Ridho    : “Ih kamu so sweet deh.”

Ilham     : “Iya dong. Apa sih yang tidak buat kamu.”

Ridho    : “Tapi traktir Cappucino ya.”

Ilham     : “Oke deh. Tapi ayo cepat.”

Ridho    : “Dengan sate juga ya!”

Ilham     : “Lah, terlalu banyak. Nanti uangku habis.”

Ridho    : “Ya sudah tapi laptopnya kubawa sekalian ya.”

Ilham     : “Astaghfirullah (megang dahi Ridho dengan punggung  tangannya). Pantesan sedang  panas.

(lalu tertawa)”

Ridho    : “Jadi atau tidak?”

Ilham     : “Iya-iya ayo. Kalau di traktir kamu pasti semangat.”

Ridho    : “Hehehe. Kan ada uang kau kusayang, tidak ada uang kau kutendang.”

Ilham     : “Ya sudah ayo cepetan!”

Lalu mereka tertawa terbahak-bahak karena percakapan mereka dan mereka pun bergegas pergi ke kantin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jasa Menurut Para Ahli Beserta Karakteristik Dan Bisnis Dibidangnya