Pengertian Metabolisme

Diposting pada

Pengertian Metabolisme

Metabolisme-adalah

Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi dalam organisme, termasuk yang terjadi pada tingkat sel. Secara umum, metabolisme memiliki jalur dua arah reaksi organik kimia, katabolisme, yaitu reaksi dari molekul yang memecah senyawa organik untuk mendapatkan anabolisme energi, yaitu reaksi senyawa organik merangkai molekul tertentu, untuk diserap oleh sel-sel tubuh.


Arah kedua metabolisme jalur yang diperlukan untuk setiap organisme untuk bertahan hidup. Arah ditentukan oleh jalur metabolik senyawa yang dikenal sebagai hormon, dan dipercepat (katalis) oleh enzim. Dalam senyawa organik, memutuskan arah reaksi kimia disebut promoter dan percepatan reaksi kimia yang menentukan apa yang disebut katalis.


Pada setiap arah metabolisme, reaksi kimia yang melibatkan substrat enzim yang bereaksi dengan tingkat katalis reaksi untuk menghasilkan senyawa antara, yang merupakan substrat reaksi ke tingkat berikutnya. Reagen kimia secara keseluruhan yang terlibat dalam reaksi disebut tingkat metabolome. Semua ini dipelajari dalam cabang biologi yang disebut metabolomik.


Sejarah Metabolisme

Eksperimen terkontrol dalam metabolisme manusia pertama kali diterbitkan oleh Santorio Santorio pada tahun 1614 dalam bukunya Ars de statica medecina yang membuatnya terkenal di Eropa. Dia menggambarkan serangkaian percobaan dilakukan, yang melibatkan dirinya dengan berat di kursi tergantung pada skala besar (lihat gambar) sebelum dan sesudah makan, tidur, bekerja, hubungan seksual, puasa makan atau minum, dan buang air besar.

Dia menemukan bahwa bagian terbesar dimakannnya makanan hilang dari tubuh melalui perspiratio insensibilis (dapat diterjemahkan sebagai “berkeringat yang tidak tampak”).


Proses Metabolisme

Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2 yaitu :


  1. Anabolisme

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organiksederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.


Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino,monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.


Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, makaorganisme akan tumbuh.


Reaksi yang termasuk dalam reaksi anabolisme yaitu fotosintesis dan kemosintesis. Fotosintesis ialah reaksi anabolisme yang menggunakan energi cahaya.  sedangkan kemosintesis ialah reaksi anabolisme  yang menggunakan energi kimia. Berikut akan di jelaskan lebih lanjut mengenai salah satu reaksi anabolisme yaitu fotosintesis.


Fotosintesis merupakan suatu proses dimana terjadi proses pengolahan energi yang diperoleh dari sinar matahari dan juga karbon dioksida ( CO) menjadi senyawa kimia organik. Proses fotosintesis dilakukan oleh tumbuhan tingkat tinggi, tumbuhan pakis, lumut, ganggang ( ganggang hijau, biru, merah dan cokelat ).

Baca Juga : Fotosintesis : Reaksi, Contoh, Fungsi dan Faktor yang Mempengaruhi


Energi matahari yang di tangkap oleh proses fotosintesis merupakan lebih dari 90% sumber energi yang di pakai oleh manusia untuk pemanasan, cahaya, dan tenaga.Batu bara, gas bumi, dan minyak bumi adalah sumber energi yang berasal dari hasil perombakan bahan alam hayati oleh adanya jasad berfotosintesis dalam waktu jutaan tahun yang silam. ( Wirahadi kusumah, M. 1985  ).


Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan, meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alamutama, seperti fisika, kimia, maupun biologi sendiri.


Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.

Baca Juga : Perbedaan Kloroplas Dan Klorofil – Pengertian, Struktur, Membran, Perbedaan, Peran


Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).


Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.


Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 – 700 nm), hijau kuning (510 – 600 nm), biru (410 – 500 nm) dan violet (< 400 nm).


 Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.


Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.


Berikut rumus umum atau persamaan umum dari proses fotosintesis :

6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Selain itu, cahaya matahari juga punya peran penting dalam proses fotosintesis.


Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.

Baca Juga : Gerak Pada Tumbuhan Beserta Contohnya


Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.


Proses fotosintesis berlangsung pada organel tumbuhan yaitu kloroplas.Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk batang dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut stroma. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Membran stroma ini disebut tilakoid, yang didalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang disebut lokuli.

Baca Juga : Daun – Pengertian, Bagian, Tangkai, Helaian, Struktur, Upih, Fungsi, Contoh


Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk membentuk grana (kumpulan granum). Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di antara membran tilakoid. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b, karetonoid, dan lipid.


Secara keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-vitamin, dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun perak (Cu). Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. Sedangkan, pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.


  1. Katabolisme

Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Proses pembongkaran ini dibedakan menjadi dua macam.yaitu sebagai berikut :

  • Apabila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan memerlukan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi.
  • Apabila pembongkaran suatu zat dalam dalam lingkungan tanpa memerlukan oksigen (anaerob) disebut proses  fermentasi.

Baca Juga : 4 Respirasi Aerob vs Anaerob


Berikut contoh persamaan dua reaksi di atas :

Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO+ 6H2O + 688KKal.
(glukosa)

Contoh Fermentasi :C6H12O——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) (etanol)

Seperti yang telah dijelaskan di atas proses katabolisme terbagi menjadi dua salah satunya ialah respirasi. Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak,dan pertumbuhan.


Contoh respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya :

C6H,2O+ 6 O2 ———————————> 6 H2O + 6 CO+ Energi
(glukosa)

Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H2O + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :


  • Glikoliisis

Pembakaran glukosa memerlukan oksigen. Tetapi beberapa sel harus hidup dimana tidak ada atau tidak selalu ada oksigen. Sebagai contoh sel – sel ragi di dalam botol anggur yang tertutup rapat dan tidak ada oksigen. Maka ada alasan untuk percaya bahwa sel-sel pertama di bumi kita ini hidup dalam suatu atmosfir yang tidak mengandung oksigen. Sekarang semua sel mempunyai peralatan enzimatik untuk mengkatabolis glokosa tanpa bantuan oksigen. Perombakan anaerobik ( tanpa udara, dan karena itu tanpa oksigen ) glukosa ini disebut glikolisis. ( Kimball, W, John. 1983 ).


Glikolisis berlangsung di organel yang bernama sitoplasma. Proses glikolisis menghsilkan 2 ATP menghasilkan 2 molekul asam piruvat, dan menghasilkan molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi
tinggi.


  • Daur Krebs

Daur Krebs (daur trikarboksilat) atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam piruvat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia. Dalam daur krebs terjadi pembentukan asam sitrat ( C6 ) dari asam asetat ( C2 ) dan asam oksaloasetat ( C). Dalam daur krebs menghasilkan 2 ATP, 6NADH, 2FADH, dan 6CO2. Proses daur krebs berlangsung di dalam organel yang bernama matriks mitokondria.

Baca Juga : Pengertian Mitokondria


  • Transpor elektron

Dari daur Krebs akan keluar elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ + 1 elektron) dan FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air, sebagai hasil sampingan respirasi selain CO2. Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh melalui stomata pada tumbuhan dan melalui paru-paru pada peristiwa pernafasan hewan tingkat tinggi.


Selain proses respirasi, dalam katabolisme ada juga proses fermentasi yaitu proses pembongkaran yang tidak memerlukan oksigen. Pada kebanyakan tumbuhan dan hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat dikarenakan oleh sesuatu hal, melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob. Proses fermentasi terjadi karena tidak adanya oksigen atau kandungan oksigen yang kurang memadai untuk melakukan proses katabolisme.


Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat /asam susu dan fermentasi alkohol.Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa fermentasi asam laktat ini dapat terjadi di otot dan dalam kondisi anaerob.


Reaksinya:

C6H12O6 ————> 2 C2H5OCOOH + Energi enzim

Prosesnya :

1. Glukosa ————> asam piruvat (proses Glikolisis).

enzim

C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi

2. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.

2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————> 2 C2H5OCOOH + 2 NAD
piruvat dehidrogenasa

Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :

8 ATP — 2 NADH2 = 8 – 2(3 ATP) = 2 ATP.


Selain asam laktat, dalam proses juga terjadi pada alcohol. Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa dalam fermentasi alkohol mampu menghasilkan 38 molekul ATP.

Reaksinya :

1. Gula (C6H12O6) ————> asam piruvat (glikolisis)

Dekarbeksilasi asam piruvat.
Asampiruvat ———————————————————> asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)

2. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol
(etanol).

2 CH3CHO + 2 NADH2—————————————> 2 C2HSOH + 2 NAD.

alkohol dehidrogenase
enzim

Ringkasan reaksi :

C6H12O6—————> 2 C2H5OH + 2 CO+ 2 NADH2 + Energi


Peranan Enzim dalam Proses Metabolisme

Reaksi kimia akan berjalan lebih cepat dengan adanya asupan energi dari luar (umumnya pemanasan), maka reaksi kimia yang terjadi pada di dalam tubuh manusia harus diikuti dengan pemberian panas dari luar. Metabolisme merupakan sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup. Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul yang lebih kecil (katabolisme).


Enzim berperan dalam menurunkan energi aktivasi menjadi lebih rendah dari yang semestinya dicapai dengan pemberian panas dari luar. Kerja enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi sama sekali tidak mengubah ΔG reaksi (selisih antara energi bebas produk dan reaktan). Selain itu, enzim menimbulkan pengaruh yang besar pada kecepatan reaksi kimia yang berlangsung dalam organisme. Reaksi-reaksi yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan di bawah kondisi laboratorium normal dapat terjadi hanya dalam beberapa detik di bawah pengaruh enzim di dalam tubuh.


Enzim- enzim yang terlibat alam proses metabolisme sebagai berikut:


  1. Enzim katalase.

Enzim katalase berfungsi membantu pengubahan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Katalase 2H2O2 → 2H2O + O2


  1. Enzim oksidase.

Enzim oksidase berfungsi mempergiat penggabungan O2 dengan suatu substrat yang pada saat bersamaan juga mereduksikan O2, sehingga terbentuk H2O.


  1. Enzim hidrase.

Enzim hidrase berfungsi menambah atau mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menyebabkan terurainya senyawa yang bersangkutan. Contoh: fumarase, enolase, akonitase.


  1. Enzim dehidrogenase.

Enzim dehidrogenase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu zat ke zat yang lain.


  1. Enzim transphosforilase.

Enzim transphosforilase berfungsi memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul lain dengan bantuan ion Mg2+.


  1. Enzim karboksilase.

Enzim karboksilase berfungsi dalam pengubahan asam organik secara bolak-balik. Contoh pengubahan asam piruvat menjadi asetaldehida dibantu oleh karboksilase piruvat.


  1. Enzim desmolase.

Enzim desmolase berfungsi membantu dalam pemindahan atau penggabungan ikatan karbon. Contohnya, aldolase dalam pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton.


  1. Enzim peroksida.

Enzim peroksida berfungsi membantu mengoksidasi senyawa fenolat, sedangkan oksigen yang dipergunakan diambil dari H2O2.


Fungsi Metabolisme

Berikut ini adalah fungsi metabolisme, sebagai berikut:


  • Mengganti Sel yang Rusak

Pada proses metabolisme protein, bakal terjadi evolusi dua buah senyawa yakni polimer dan monomer asam amino. Polimer sendiri adalahprotein yang memiliki pelbagai fungsi seperti menyusun struktur sel dan mengubah sel yang rusak, sampai-sampai dengan proses metabolisme protein, kehancuran sel atau jaringan pada tubuh dapat ditanggulangi dengan cepat.


  • Respirasi Jaringan pada Tubuh

Fungsi ini dapat Anda dapatkan saat proses metabolisme tubuh dalam situasi baik dan maksimal, serta asupan gizi yang diperlukan tubuh terpenuhi dengan baik.


  • Pertumbuhan Jaringan Tubuh

Perlu kita ketahui, nyaris semua zat gizi yang masuk dalam tubuh makhluk hidup mempunyai satu faedah yang sama yakni untuk perkembangan jaringan tubuh. Jadi saat zat gizi dapat diolah menjadi energi, maka perkembangan jaringan pun akan terjadi secara otomatis.


  • Penyusun Unit Pembangun Sel

Tak hanya bermanfaat untuk mengubah sel yang rusak, tetapi metabolisme juga bermanfaat untuk merangkai unit pembangun sel, terutama metabolisme protein.


Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Berikut ini terdapat beberapa cara meningkatkan metabolisme tubuh, sebagai berikut:


  1. Berolahraga

Berolahraga

Selama ini barangkali Anda mengenal olahraga sebagai sebuah kegiatan jasmani yang bermanfaat untuk mengawal kebugaran tubuh. Namun dibalik faedah utamanya itu olahraga pun memiliki faedah lain seperti menambah metabolisme tubuh.

Pembakaran kalori yang terjadi sekitar Anda mengerjakan olahraga akan menciptakan tubuh mengerjakan metabolisme lebih baik demi memenuhi keperluan kalori atau energi. Selain tersebut pembakaran kalori pun sangat berperan dalam pembentukan massa otot.


  1. Memperbanyak Konsumsi Air Putih

Konsumsi Air Putih

Sudah bukan rahasia lagi andai air putih mempunyai begitu tidak sedikit manfaat untuk tubuh. Bahkan 80% dari tubuh kita adalahair. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya air untuk tubuh, sampai ketika presentase air dalam tubuh menurun menyeluruh maka akan hadir sebuah masalah kesehatan, laksana dehidrasi.

Rutin mengkonsumsi air putih sejumlah 8 liter per hari ternyata ampuh mengawal dan memenuhi keperluan cairan harian Anda. Selain tersebut 8 liter air yang kita konsumsi masing-masing harinya pun dapat menambah metabolisme sampai 40%.


  1. Hindari Minuman Bersoda

Hindari-Minuman-Bersoda

Jika Anda dianjurkan untuk menggandakan konsumsi air putih, tetapi tidak dengan minuman bersoda. minuman yang sudah melewati proses karbonasi ini paling rentan menyebabkan perut kita terasa kembung pun memperlambat proses metabolisme.

Satu lagi efek buruk minuman bersoda, khususnya untuk Anda yang sedang dalam program diet yakni dapat menambah nafsu makan. Benar sekali, minuman bersoda ternyata dapat menciptakan Anda hendak terus mengkonsumsi makanan manis yang mana makanan itu mempunyai kandungan kalori tinggi.


  1. Makan Bergizi

Makan-Bergizi

Makanan bergizi tentu paling erat kaitannya dengan metabolisme, dimana proses evolusi gizi menjadi energi ini sangat memerlukan makanan sebagai sumbernya. Namun yang butuh Anda perhatikan ialah jenis makanan yang dikonsumsi.

Pastikan andai Anda melulu mengkonsumsi makanan dengan kandungan gizi terbaik. Pada proses metabolisme sendiri sejumlah jenis zat gizi yang sangat diperlukan antara lain ialah karbohidrat, lemak baik dan protein. Bahkan untuk Anda yang sedang diet, sejumlah jenis zat gizi tersebut pun sangat ampuh menolong menurunkan berat badan secara alami.

Benar saja, saat Anda tidak sedikit mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak baik, kecenderungan guna mengkonsumsi cemilan kaya kalori bakal semakin menurun. Tak melulu itu, makanan bergizi juga diperlukan tubuh untuk mengawal kesehatan organ dan sebagai sarana pencegahan sekian banyak penyakit berbahaya.

Nah makanan yang butuh Anda konsumsi masing-masing harinya pasti harus menyeluruh yaitu 4 sehat 5 sempurna atau terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah dan susu sebagai pelengkapnya. Pengolahan makanan juga harus diacuhkan dengan baik supaya kandungan gizi di dalamnya tidak rusak.

Bahkan sejumlah proses memasak pun akan menyebabkan hilangnya zat gizi sampai-sampai yang kita konsumsi hanyalah makanan tanpa kandungan gizi.


  1. Mengkonsumsi Teh Hijau

Mengkonsumsi-Teh-Hijau

Jika Anda peminat makanan khas Jepang tentu sudah tidak asing dengan cita rasa teh hijau. Minuman organic dengan wewangian harum ini sekarang sudah tidak sedikit dikemas dalam format yang lebih unik dan kekinian. Sebut saja thai tea matcha yang menggunakan gabungan bubuk teh hijau sebagai perasannya.

Di balik rasa dan aromanya yang begitu menggoda, teh hijau pun memiliki guna yang begitu baik guna tubuh terutama untuk sistem metabolisme tubuh. Teh hijau pun dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan secara cepat dan efektif. Bagi hasil maksimal Anda bisa meminum 2 cawan teh hijau masing-masing harinya.