Pengertian-Makronutrien

Penjelasan Peran Makronutrien Di Dalam Tubuh Lengkap

Pengertian-Makronutrien

Pengertian Makronutrien

Makronutrien adalah makanan utama yang membantu tubuh dan membentuk energi .Makronutrien terdiri dari 3 bagian utama yaitu lemak, protein dan karbohidrat . Makronutrien yaitu zat gizi yang banyak menyumbang energi bagi tubuh. Dala istilah makronutrien menggambarkan zat kimia yang memberikan kalori untuk energi termasuk karbohidrat, protein dan lemak. Tubuh memerlukan nutrisi-nutrisi tersebut dalam jumlah banyak.


Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah terbesar. Untuk saat ini para ahli dari The United States Departement of Agriculture (USDA) merekomendasikan bahwa orang dewasa perlu mendapatkan 45-65% dari asupan kalori harian yang berasal dari karbohidrat. Untuk protein asupan yang dibutuhkan ialah 10-35% dari kalori harian. Untuk lemak 20-35% dari kalori harus berasal dari lemak. Protein, Karbohidrat dan lemak sangat dibutuhkan oelh tubuh setiap hari baik untuk menunjang aktifitas sehari-hari maupun bagi mereka yang menjalankan program pembentukan tubuh atau diet.


Makanan menyediakan energi serta nutrisi untuk dapat mendukung ribuan reaksi yang diperlukan untuk sel-sel, jaringan dan organ untuk tumbuh dan berkembang, Nutrisi ialah senyawa dalam makanan yang membantu mempertahankan proses fisiologi tubuh anda. Nutrisi dibagi menjadi dua kelas yakni makronutrien “zat gizi makro” dan mikronutrien “zat gizi mikro”, yang berdasarkan berapa banyak nutrisi yang dibutuhkan rubuh anda sehari-hari. Pada dasarnya, semua nutrisi merupakan komponen yang penting dari diet yang sehat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis dan Fungsi Protein Terlengkap


Fungsi Peran Kebutuhan Makronutrien

Kebutuhan protein untuk Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 2004,makan kecukupan yang dianjurkan adalah 60gram/hari untuk laki-laki dan 50 gram /hari untuk perempuan usia 60 tahun ke atas dengan berat badan standart 60-50 kg. Dalam praktek sehari-hari, pada lansia,pada lansia yang dirawat,pemberian protein harus disesuaikan dengan fungsi ginjal penderita serta jenis penyakit yang diderita lansia yang bersangkutan. Pada dasarrnya, pemberian protein harus mencukupi kebutuhan tanpa membebani fungsi ginjal serta mempertimbangkan temuan laboraturium yang lain.


Lemak tetap dibutuhkan karena fungsinya sebagai pelarut vitamin A,D,E,K serta sumber asam lemat essensial. Selain itu, memasak dengan minyak akan meningkatkan cita rasa dan aroma makanan,yang sangat penting agar lansia bergairah untuk makan. Jenis lemak juga sangat memnentukan bagi kepentingan selain energy. Sangat dianjurkan bahwa sumber lemak omega 3, omega 6 ada dalam makanan sehari-hari, sembernya adalah  antara lain minyak nabati,kacang-kacangan, ikan laut. Mengkonsumsi kacang-kacangan

Kebutuhan air yang dianjurkan  30/kg BB/hari


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Pencernaan Makanan Pada Hewan Ruminansia Lengkap


Jenis-Jenis Makronutrien

Ada tiga jenis makronutrien yaitu: Karbohidrat, Protein Dan Lemak

Protein

Protein

Protein dalam nutrisi parenteral berbentuk asam amino bebas. Konsentrasi asam amino dalam larutan parenteral sering dinyatakan dalam kandungan nitrogen. Larutan nutrisi parenteral standar relatif rendah protein karena terdapat kelebihan stabilitas.


Secara umum, sebagian besar pasien akan menerima protein sekitar 1,0-1,2 g / kg berat badan jika kebutuhan energi mereka sepenuhnya bertemu dengan larutan nutrisi parenteral standar. Ini mungkin tidak cukup untuk beberapa pasien dengan peningkatan kebutuhan protein. Asupan protein yang tinggi tidak dapat mencegah katabolisme pada pasien sakit kritis atau septic, dan meningkatkan protein tidak dapat menyebabkan kadar albumin dapat meningkatkan respon fase akut. Selain pada beberapa pasien tertentu (seperti orang-orang dengan luka bakar), tidak ada manfaat untuk menyediakan protein dalam jumlah lebih besar dari sekitar 1,5-2,0 g / kg berat badan. Informasi Produsen umumnya merekomendasikan membatasi tingkat infus larutan asam amino kurang dari 0.1g / jam / kg berat badan.


Karbohidrat

Carbohydrate

Glukosa (D-glukosa, juga disebut dekstrosa) merupakan kandungan karbohidrat nutrisi parenteral, hingga 75% dari total energi dari larutan.


Glukosa adalah sumber utama tubuh energi, dan minimum harian sekitar 2g / kg berat badan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sel-sel (misalnya otak, ginjal, eritrosit) yang tidak dapat dengan mudah menggunakan bahan bakar lainnya. Ada juga tingkat maksimum oksidasi glukosa dan pemanfaatan, sekitar 4-7 mg / menit / kg berat badan (5-10 g / kg per hari),jika berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti hiperglikemia, fatty liver, dan masalah pernapasan meskipun banyak pasien akan mentolerir tingkat infus glukosa yang lebih tinggi selama nutrisi parenteral siklik. Tingkat clearance dari darah tidak menunjukkan tingkat oksidasi, sehingga kadar glukosa darah normal tidak menjamin bahwa tingkat infus glukosa sesuai. Dalam formulasi nutrisi parenteral, komponen glukosa / dekstrosa adalah larutan air, biasanya dinyatakan sebagai persentase (berat per volume solusi total). Sebagai contoh, larutan dekstrosa 5% mengandung 5 g dekstrosa per solusi 100mL, sehingga 1 liter dekstrosa 5% memberikan 50g karbohidrat.


Lemak

Lemak

Emulsi lemak adalah bentuk larut lemak yang memungkinkan sulit untuk diserap dengan aman ke dalam darah. Menyediakan beberapa energi sebagai lemak memungkinkan energi pasien harus dipenuhi tanpa melebihi jumlah yang direkomendasikan glukosa. Lipid emulsi juga menyediakan asam lemak esensial (EFA).


Lipid emulsi memiliki osmolalitas rendah, sehingga menambahkannya ke formulasi nutrisi parenteral akan menurunkan osmolalitas larutan yang dihasilkan; ini penting ketika solusinya adalah untuk diberikan perifer, yang membutuhkan osmolalitas terbatas <900 mOsm / kg. Formulasi parenteral karena itu tinggi lemak. Lipid parenteral terdiri dari minyak stabil di emulsi dengan kuning telur lesitin. Emulsi lipid alternatif sekarang tersedia, termasuk campuran minyak zaitun kedelai (dalam rasio 80:20); dan jenis kurang umum digunakan seperti emulsi minyak ikan dan multi-lipid lainnya (misalnya campuran kedelai, MCT, zaitun, dan minyak ikan dalam 30 rasio: 30: 30: 10).

Makronutrien


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sifat Umum dan Ketahanan Pangan Serta Penjelasannya

Kandungan Energi Makronutrien

Makronutrien merupakan zat gizi “nutrien” yang memberikan energi bagi tubuh yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup besar untuk dapat bertahan hidup. Terdapat tiga jenis makronutrien yakni Karbohidrat, Protein dan Lemak. Yang masing-masing memberikan energi dalam jumlah yang berbeda.

Karbohidrat memberikan energi sekitar 4 kalori per gram. Protein memberikan energi sekitar 4 kalori per gram. Dan sedangkan lemak memberikan energi sekitar 9 kalori per gram. Jadi jika pada suatu kemasaman makanan terdapat kandungan gizi sebagai berikut ini yaitu 10 gram karbohidrat, 0 gram protein, dan 0 gram lemak, maka jumlah kalori dalam makanan tersebut ialah 40 kalori untuk setiap porsinya. Selain memberi energi, makronutrien juga berperan dalam membantu pertumbuhan, membantu metabolisme dan mengatur fungsi-fungsi tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Pencernaan Kimiawi Pada Lambung


Metabolisme Makronutrien

Metabolisme Makronutrien Kalsium

metabolisme-makronutrien 1


Metabolisme Makronutrien Fosfor

metabolisme-makronutrien 2


Metabolisme Makronutrien Belerang

metabolisme-makronutrien belerang


Metabolisme Makronutrien Kalium/Potasium

metabolisme-makronutrien 3


Metabolisme Makronutrien Natrium/sodium

metabolisme-makronutrien 4


Metabolisme Makronutrien Klorin

Klorin


Metabolisme Makronutrien Magnesium

Magnesium


Perbedaan Makronutrien dan Mikronutrien

  • Definisi
    Makronutrien adalah Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak pada diet harian
    Mikronutrien adalah Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit pada diet Harian
  • Sumber
    Makronutrien : Protein, Lemak, Karbohidrat dan air
    Mikronutrien : Vitamin, Mineral, Antioksidan dan Fitokimia
  • Fungsi
    Makronutrien : Berfungsi untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk metabolisme sistem
    Mikronutrien : Membantu berbagai fungsi tubuh, pertumbuhan dan pencegahan penyakit
  • Contoh
    Makronutrien : Sereal, Daging, Ikan, Kentang dan Beras
    Mikronutrien : Sayur-sayuran dan Buah-buahan