Pengertian Keputusan – Proses, Tipe, Gaya, Tentatif, Terencana, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Keputusan – Proses, Tipe, Gaya, Tentatif, Terencana, Para Ahli : Anda semua pasti pernah menghadapi pilihan yang harus dipilih salah satunya. Didalam memilih sesuatu pasti harus mengambil suatu keputusan didalam memilih pilihan.


Pengertian-Keputusan

Pengertian Keputusan

Pembuatan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manajer. Kegiatan ini memainkan peran penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Perencanaan menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang yang dapat dibuat manajer.


Dalam proses perencanaan, manajer memutuskan tujuan-tujuan organisasi yang akan dicapai, sumber daya yang akan digunakan, dan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Seluruh proses perencanaan itu melibatkan manajer dalam serangkaian situasi pembuatan keputusan. Kualitas keputusan-keputusan manajer akan menentukan efektifitas rencana yang disusun.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Personalia Serta Fungsi Dan Tujuannya


Pengertian Keputusan Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan definisi Pengertian Keputusan Menurut Para Ahli.

  • Ralp C. Davis

Menurut Ralp C. Davis menyatakan bahwa Keputusan adalah suatu hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan adalah suatu jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.


Keputusan harus menjawab sebuah pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan suatu perencanaan. Keputusan bisa pula berupa suatu tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula.


  • Mary Follet

Menurut Mary Follet menyatakan bahwa Keputusan ialah suatu hukum atau sebagai hukum situasi. Jika semua fakta dari situasi itu bisa diperolehnya dan semua yang terlibat, baik pengawas ataupun pelaksana mau mentaati hukumnya atau ketentuannya, maka tidak sama dengan mentaati suatu perintah. Wewenang tinggal dijalankan, tetapi itu adalah wewenang dari hukum situasi.


  • James A.F. Stoner

Menurut James A.F. Stoner menyatakan bahwa Keputusan ialah suatu pemilihan diantara alternatif-alternatif. Dalam definisi ini mengandung tiga pengertian, yakni :


    1. Ada pilihan yang berdasarkan logika atau pertimbangan
    2. Ada beberapa sebuah alternatif yang harus dan dipilih salah satu yang terbaik
    3. Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada suatu tujuan tersebut.

  • Prof.Dr.Prajudi Atmosudirjo,SH.

Menurut Prof.Dr.Prajudi Atmosudirjo,SH. menyatakan bahwa Keputusan ialah suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah atau problema untuk menjawab suatu pertanyaan apa yang harus diperbuat guna untuk mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan sebuah pilihan pada suatu alternatif.

Didalam mengambil suatu keputusan harus ada pertimbangan-pertimbangan  dalam mengambil keputusan agar tidak salah dalam mengambil suatu keputusan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam Dan 5 Teknik Pengambil Keputusan Beserta Tujuannya Secara Lengkap


  • R. Terry

Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.


  • Claude S. Goerge, Jr

Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.


  • Horold dan Cyril ODonnell

Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.


  • Siagian

Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Penjelasan Prinsip-Prinsip Manajemen Menurut Ahlinya


Proses Pembuatan Keputusan

Berikut ini Tahapan Proses Dalam Membuat Keputusan.

  • Pemahaman dan perumusan masalah

Hal pertama yang harus dilakukan oleh manajer dalam pembuatan keputusan adalah memahami masalah yang sedang dihadapi, dan peka terhadap masalah-masalah.


Setelah masalah telah dipahami dengan baik, selanjutnya menentukan bagian-bagian masalah yang harus dipecahkan. Para manajer dapat mempermudah identifikasi masalah dengan cara sistematik menguji hubungan sebab-akibat.


  • Pengumpulan dan analisa data yang relevan

Setelah manajer menentukan dan merumuskan masalah mereka harus mulai memutuskan langkah-langkah selanjutnya. Manajer pertama kali harus menentukan data-data apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat, dan kemudian mendapatkan informasi tersebut.


  • Pengembangan alternatif-alternatif

Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kecendrungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat lebih mungkin pencapaian keputusan yang efektif.


  • Evaluasi alternatif-alternatif

Setelah manajer mengembangkan alternatif-alternatif, mereka harus mengevaluasinya untuk menilai efektifitas setiap alternatif. Efektifitas dapat diukur dengan dua kriteria : apakah alternatif tersebut realistik bila dihubungkan dengan tujuan dan sumber daya organisasi/perusahaan, dan seberapa baik alternatif akan membantu pemecahan masalah.


  • Pemilihan alternatif terbaik

Tahap kelima pembuatan keputusan merupakan hasil evaluasi berbagai alternatif. Alternatif terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi yang tesedia bagi manajer dan ketidak sempurnaan kebijakan manajer.


  • Implementasi keputusan

Setelah alternatif terbaik dipilih, para manajer harus membuat rencana-rencana untuk mengatasi berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan.


Implementasi keputusan menyangkut lebih dari sekedar pemberian perintah. Manajer harus menetapkan anggaran atau jadwal rencana kegiatan, mengadakan dan mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang diperlukan, serta menugaskan tanggung jawab dan wewenang pelaksanaan tugas-tugas tertentu.


  • Evaluasi hasil-hasil keputusan

Implementasi keputusan harus dimonitor terus memnerus. Manajer harus mengevaluasi apakah implementasi dilakukan dengan lancar dan keputusan memberikan hasil-hasil yang diinginkan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Definisi, Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli


Tipe-Tipe Keputusan

Pembuatan keputusan dapat disefinisikan sebagai penetuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pembuatan keputusan ini tidak hanya dilakukan oleh para manajer puncak, tetapi juga para manajer menengah dan lini pertama. Setiap jabatan seseorang dalam organisasi menyangkut berbagai derajat pembuatan keputusan, bahkan untuk pekerjaan rutin sekalipun dan dalam macam organisasi apapun.


Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan yaitu:


  1. Keputusan Terprogram (programmed decision)

Keputusan terprorgram adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur. Keputusan ini rutin dan berulang-ulang. Setiap organisasi mepunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan tertulis atau tidak tertulis yang memudahkan pembuatan keputusan dalam situasi yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif.


Sebagai contoh, manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan baru, karena organisasi/perusahaan pada umumnya sudah mempunyai skala gaji pada setiap posisi dalam perusahaan/organisasi. Manajer juga tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena prosedur-prosedur untuk menangani masalah-masalah rutin telah tersedia.


  1. Keputusan Tidak Terprogram (non-programmed decision)

Keputusan tidak terprogram adalah keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, khas atau tidak biasa dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.


banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.


Bila suatu masalah yang timbul tidak hanya cukup diliput oleh kebijaksanaan atau sangat penting dan perlu penanganan khusus, maka harus diselesaikan dengan keputusan tidak terprogram. Contohnya penanganan produk yang jatuh dipasaran, cara perbaika hubungan masyarakat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut para ahli


Gaya Pengambilan Keputusan

Pada dasarnya, ada empat gaya pengambilan keputusan yang  diterapkan oleh manajer sewaktu mereka membuat keputusan, yaitu:

  • Gaya Pengarahan

Gaya pengarahan memiliki toleransi yang rendah terhadap ambiguitas (kurang dapat menerima dan memproses informasi atau kondisi yang tidak jelas, samar-samar, atau bermakna ganda) dan bersikap rasional dalam cara berpikirnya.


Gaya ini mendorong efisiensi dan logis, dimana keputusan dibuat secara cepat dan fokus pada sasaran  jangka pendek. Namun, kecepatan dan efisiensi dalam membuat keputusan sering mengakibatkan pengambilan keputusan dengan informasi yang relatif minimum dan mempertimbangkan sedikit alternatif.


  • Gaya Analitis

Gaya analitis memiliki toleransi terhadap ambiguitas yang jauh lebih tinggi dari pada gaya mengarahkan, dimana pengambilan keputusan memerlukan lebih banyak informasi dan alternatif.


Gaya pengambilan keputusan ini cenderung hati-hati, dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap situasi-situasi yang unik. Sama seperti gaya mengarahkan, gaya analitis juga bersikap rasional dalam cara berpikirnya.


  • Gaya Konseptual

Individu-individu dengan gaya ini cenderung memiliki pandangan yang amat luas sehingga akan melihat banyak alterntif. Mereka fokus pada sasaran jangka panjang dan memiliki kemampuan yang sangat baik (kreatif) dalam menemukan solusi atas sejumlah masalah. Gaya ini juga dicirikan oleh toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas dan cara berfikir intuitif.


  • Gaya Perilaku

Individu-individu gaya perilaku ini cenderung sangat baik dalam bekerja sama dengan orang lain. Mereka menaruh perhatian terhadap kinerja atau prestasi bawahan dan sangat senang menerima saran dari orang lain.


Seringkali mereka melakukan rapat sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berusaha menghindari konflik. Para pengambil keputusan yang bergaya perilaku sangat memperhatikan penerimaan oleh orang lain atas keputusan yang dibuatnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli


Keputusan Tentatif

Keputusan tentatif adalah keputusan yang secara spontanitas dilakukan tanpa mempertimbangkan banyak alternatif-alternatif. Keputusan ini bersifat sementara dan dilakukan ketika terjadi suatu masalah yang tidak terduga sebelumnya.

Keputusan Terencana

Keputusan terencana adalah keputusan yang telah terencana dan terstruktur dengan baik. keputusan ini melalui proses perencanaan dimana pada akhirnya keputusan yang dibuat merupakan rencana yang telah disusun.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Pengertian, Unsur Dan 4 Tahap Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli Secara Lengkap