Peristiwa Pembiasan Cahaya

Diposting pada

Pengertian Pembiasan Cahaya

Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas medium yang berbeda indeks biasanya (Pradana, 2010).

Refraktor adalah alat unuk mengukur konsentrasi cairan sekesi berdasarkan indek refrasi (sane medical, 2010).
Sinar yang membuat sudut U dengan sumbu atur pada B dengan sudut potong datang Ø = ∞ sudut pembiasan Ø dapat dicari berdasarkan hukum snell yaitu
n Sin Ø = n Sin Ø (SEA, 1986)
Hukum Snelus adalah rumus matematika yang memberikan hubungan antara sudut datang dan sudut bias pada cahaya atau gelombang lainnya yang melalui sudut batas antara dua medium isotropik berbeda, seperti udara dan gelas. Namun Hukum ini diambil dari matematikawan Belanda Willeboard Snellus, yang merupakan salah satu penemunya. Hukum ini juga dikenal sebagai hukum Descartes atau hukum pembiasan (Wikipedia, 2010).

Baca Juga : Pengertian Nabi Dan Rosul Serta Perbedaannya


Definisi Cahaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cahaya didefinisikan sebagai sinar atau terang dari sesuatu yang bersinar seperti matahari, bulan dan lampu yang memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya.

Menurut Wikipedia, cahaya didefinisikan sebagai suatu energi yang berupa gelombang elektromagnetik kasat mata dengan panjang gelombang antara 380-750 nm ( 1 nm = 1 × 10-9 m). Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.

Di dalam kehidupan kita sehari-hari ada banyak sekali fenomena yang tak ada duanya. Yang secara alamiah, nah disini yang akan diulas kali ini tentang peristiwa pembiasan cahanya. Pada prinsipnya jika cahaya yang merambat pada suatu medium berpindah ke medium yang lainnya, maka batas pada kedua medium tersebut akan terjadi pembiasan atau pembelokan arah.

Peristiwa ini disebabkan karena kecepatan cahaya didalam kedua medium tersebut tidaklah sama. Karena semakin besar kerapatan suatu medium makin kecil pula kecepatan cahaya yang akan melewatinya.


Jenis-Jenis Berkas Cahaya

Cahaya bergerak menurut suatu garis lurus yang disebut dengan berkas cahaya, selanjutnya disebut dengan sinar. Dalam fisika, ada tiga macam berkas cahaya yaitu berkas mengumpul (konvergen), berkas menyebar (divergen) dan berkas sejajar (pararel). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.


Sifat-Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat, diantaranya adalah merambat lurus, dapat merambat tanpa melalui medium, menembus benda bening, membentuk bayangan, dapat dipantulkan (refleksi), dapat dibiaskan (refraksi), dapat diuraikan (diversi), dapat mengalami interferensi, dapat mengalami difraksi dan cahaya memiliki energi. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca JUga : 5 Panca Indera (Fisiologi) Manusia


  • Cahaya Merambat Lurus

Cahaya akan merambat lurus apabila melewati suatu medium perantara. Peristiwa ini dapat kalian buktikan dengan menyalakan lampu senter di pagi hari ketika udara berkabut. Cahaya merambat lurus juga dapat kalian lihat dari berkas cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah genting ataupun ventilasi yang tampak berupa garis-garis lurus. Kedua peristiwa ini membuktikan bahwa cahaya merambat lurus.


  • Cahaya Dapat Merambat Tanpa Medium

Sebagai bentuk gelombang, cahaya merupakan jenis gelombang transversal. Salah satu ciri gelombang transversal adalah dapat merambat tanpa melalui medium perantara. Dengan demikian cahaya tentunya dapat merambat tanpa medium. Sebagai contoh, sinar matahari dapat sampai ke bumi meskipun melalui ruang hampa udara. Seandainya cahaya tidak bisa merambat pada ruang hampa udara, tentunya di planet Bumi akan sangat dingin sehingga tidak akan ada kehidupan.


  • Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Ketika cahaya melewati benda bening atau transparan seperti kaca atau plastik, maka sinarnya akan diteruskan secara linear (lurus). Dengan demikian, cahaya mampu menembus benda bening. Sifat ini dapat kalian amati ketika kalian menyinari benda-benda yang terbuat dari kaca bening seperti gelas atau mangkuk kaca. Dari situ akan terlihat cahaya senter akan menembus benda tersebut.


6 Peristiwa Pembiasan Cahaya Yang Tak Ada Duanya

Berikut inilah contoh peristiwa pembiasan cahaya didalam kehidupan sehari-hari yang kita tak sadari :


  • Pensil Yang Tercelup Air Sebagian Tampak Membengkok

Pensil yang sebagian pada batangnya tercelup didalam air akan tampak bengkok apabila dilihat dari luar. Peristiwa ini disebabkan cahaya datang dari udara ( kurang begitu rapat ) menuju air ( lebih rapat ) akan dibiaskan menjauhi garis normal. Dalam proses pembiasan cahaya yang berlangsung didalam gelas tersebut sehingga apabila dilihat dari posisi luar gelas batang pensil akan tampak seperti bengkok hal ini karena tidak berada pada titik yang sebenarnya ( garis normal ).


  • Intan Dan Berlian Tampak Berkilau

Semua orang pastinya akan terkagum jika melihat kilauan sebuah intan maupun berlian. Pada benda tersebut memiliki kerapatan optik yang jauh lebih besar ketimbang udara. Oleh karena itu akan terjadi proses pembiasan berulang oleh peristiwa pembiasan cahaya.


  • Dasar Kolam Jernih Tampak Dangkal

Dasar kolam akan terlihat dangkal bila dilihat dari darat, hal ini dikarenakan cahaya datang dari udara ( kurang begitu rapat ) yang menuju ke air ( lebih rapat ) aka dibiaskan menjauhi garis normal dalam proses pembiasan cahaya berlangsung di dalam kolam sehingga yang terlihat sebagai dasar kolam merupakan bayangan dasar kolam bukan sasar kolam yang aslinya.

Baca Juga : Pengertian Stomata – Struktur, Tipe, Fungsi, Mekanisme, Faktor


  • Cahaya Senter Terlihat Membelok

Pada saat ketika menyinari sungai yang airnya begitu jernih dengan sebuah senter di kondisi malam hari. Cahaya senter tersebut akan terlihat membelok kea rah mendekati sumber cahaya. Hal ini dapat terjadi karena cahaya senter melewati medium udara dan air.


  • Bintang Terlihat Lebih Dekat Dari Posisi Aslinya

Pada kondisi malam hari yang begitu cerah kita dapat melihat ribuan bintang yang menghiasi langit. Bintang yang terlihat tampak lebih dekat dari bumi dari posisi yang aslinya. Hal dikarenakan cahaya datang dari ruang hampa udara diruang angkasa ( kurang begitu rapat ) yang menuju ke atmosfer buni ( lebih rapat ) akan dibiaskan mendekati garis normal. Dalam proses pembiasan cahaya ini berlangsung diatmosfer bumi, sehingga bintang dilangit terlihat lebih dekat dari posisi yang aslinya apabila dilihat dari bumi.


  • Munculnya Pelangi

Saat hujan turun disertai panas biasanya akan terlihat pelangi, hal ini terjadi pelangi dikarenakan disperse cahaya matahari yang bersifat polikromatik yang menjadi cahaya monokromatik dibiaskan oleh tetesan air. Dalam proses pembiasan berlangsung didalam atmosfer. Cahaya matahari yang dibiaskan oleh tetesan air menyebabkan warna-warna cahaya matahari menjadi terpisah. Masing-masing warna dibiaskan dengan sudut bias yang berbeda sehingga masing-masing warna akan terpisah.

Cahaya yang berwarna merah pertama dibiaskan karena frekuensi cahaya merah paling rendah dan memiliki panjang gelombang yang cukup besar diantara ketujuh warna pelangi. Sedangkan pada warna ungu menjadi terakhir dibiaskan karena frekuensi cahaya ungu paling tinggi dan gelombang cahaya ungu paling pendek. Pada pelangi biasanya terlihat pada waktu pagi dan sore hari karena sudut antara bumi dan matahari masih rendah. Pada pelangi ini kan terlihat apabila posisi pengamat berada dibelakang hujan dan matahari berada dibelakang orang yang melihatnya.


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Pembiasan Cahaya : Pengertian, Definisi, Jenis, Sifat Beserta Peristiwanya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.