Pautan Dan Pindah silang – Pengertian, Proses, Sifat, Cara Kerja

Diposting pada

Pautan Dan Pindah silang – Pengertian, Proses, Sifat, Cara Kerja : Meskipun prinsip dasar Hukum II Mendel ialah adanya pengelompokan secara bebas “independent assortment”, para ahli genetika akhirnya mengetahui bahwa tidak semua gen mengelompok secara bebas. Beberapa diturunkan bersama-bersama atau saling terkait. Fenomena ini menyebabkan perbedaan hasil persaingan yang tidak sesuai hukum Mendel yang disebut pautan. Selain pautan, perbedaan hasil juga diperoleh jika terjadi pindah silang “crossing over” antar kromosom.


Pengertian Pindah silang

Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa penukaran segmen dari kromatid-kromatid bukan saudara dari sepasang kromosom homolog. Peristiwa pindah silang sangat umum terjadi pada saat pembentukan gamet pada kebanyakan makhluk. Pindah silang terjadi pada akhir profase I atau awal metafase I yang terjadi pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah yaitu kromatid nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid-kromatid yang lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sperma : Pengertian, Struktur, Dan Proses pembentukannya Beserta Kelainannya Lengkap


Pengertian Pautan

Terjadi pautan “gen linkage” antargen ini ternyata disebabkan oleh letak gen-gen tersebut masih berada dalam kromosom yang sama. Oleh sebab itu ketika kromosom memisah sewaktu meiosis dan membentuk gamet, kedua gen tetap bersama. Salah satu contoh pautan terjadi pada penelitian oleh illiam Beteson dan R.C. Punnet sekitar 1905. Mereka mengembangkan tanaman ercis galur murni yang mengandung gen P untuk warna bunga ungu yang dominan terhadap gen P untuk warna bunga merah.


Tanaman tersebut juga mengandung gen L untuk polen lonjong yang dominan terhadap gen I untuk polen bulat. Pertama mereka menyilangkan tanaman dengan alel homozigot, hasilnya semua generasi F, menghasilkan tanaman bunga ungu dengan polen lonjong “PpLl” seperti yang telah diduga sebelumnya.


Ketika sesama F, disilangkan, perbandingan fenotipe yang tidak biasa dihasilkan. Berdasarkan persilangan tersebut, terlihat bahwa terdapat pautan antara gen P dengan L dan p dengan l. Oleh karena itu meskipun genotipe F, ialah PpLl, gamet yang dihasilkan tetap bergenotipe PL dan pl. Hal ini menghasilkan generasi F2 dengan perbandingan 3:1 “b unga ungu, pole lonjong : bunga merah, polen bulat”. Perhatikan diagram berikut ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Bagian-Bagian Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya Lengkap


"Pautan & Pindah Silang" ( Pada Pewarisan Sifat ) Pengertian & ( Contoh - Terjadinya )

Proses Pindah Silang

Sebenarnya sebelum didapat kesimpulan bahwa peristiwa persilangan tanaman ercis oleh illiam Bateson dan R.C. Punnet ialah peristiwa pautan, mereka dikejutkan oleh hasil perbandingan dari data asli yang didapat. Dari data tersebut, terdapat sejumlah kecil hasil dengan fenotipe ungu bulat dan merah lonjong yang seharusnya tidak ada jika terjadi pautan saja pada gen-gennya.


Melalui pengamatan lebih lanjut, para ahli genetika mengetahui bahwa hasil tersebut dapat terjadi melalui mekanisme pindang silang “crossing over” yang terjadi selama meiosis. Selama meiosis, kromosom homolog saling berpasangan membentuk tetrad. Pada keadaan ini, terjadi pertukaran materi genetik antara kromosom dan pasangan homolognya. Menyebabkan gen-gen dapat berpindah dari satu kromosom ke kromosom homolognya.


Perpindahan ini dapat terjadi sepanjang pasangan kromosom. Proses ini disebut juga pindah silang “crossing over”. Pada proses meiosis, pindah silang terjadi pada kiasma. Oleh karena materi serta susunan gen berubah akibat pindah silang, proses ini disebut juga rekombinasi gen.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembelahan Sel : Pengertian, Fungsi, Dan Jenis Beserta Tujuannya Secara Lengkap


"Pautan & Pindah Silang" ( Pada Pewarisan Sifat ) Pengertian & ( Contoh - Terjadinya )

Jika dua gen berpautan, kedua gen ini akan bersama-sama diwariskan dalam satu gamet. Akan tetapi, jika terjadi pindah silang dalam proses meiosis, kedua gen tersebut dapat berpisah dan membentuk rekombinasi baru dalam gametnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya hasil pada sifat bunga ungu-polen bulat dan bunga merah-polen lonjong, meskipun nilai tersebut kecil.

Cara Kerja Pindah silang

  1. Menentukan kromosom dan juga gen yang akan digunakan, minimal 3 gen yang terangkai dengan susunan sis
  2. Membuat simbol untuk masing-masing gen
  3. Membuat gambar kromosom dan menuliskan simbol gennya
  4. Membuat replika gambar tersebut dengan menggunakan plastisin
  5. Mensimulasikan adanya pindah silang tunggal pada bagian antara gen pertama dan kedua, selanjutnya menentukan macam gamet yang dibentuk
  6. Mensimulasikan adanya pindah silang tunggal pada bagian antara gen kedua dan ketiga selanjutnya menentukan macam gamet yang dibentuk
  7. Mensimulasikan adanya pindah silang ganda dan menentukan macam gamet yang dibentuk
  8. Melakukan hal serupa tetapi dengan gen yang terangkai dengan susunan trans
  9. Mendokumentasikan hasil simulasi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Mutasi Gen : Pengertian, Proses, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap