Pengertian Paragraf Klasifikasi

Diposting pada

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai paragraf klasifikasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri dan contoh, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Contoh-Paragraf-Klasifikasi

Pengertian Paragraf Klasifikasi

Paragraf klasifikasi adalah sebuah paragraf yang topik utamanya dikembangkan dengan mengelompokannya ke dalam beberapa kelompok yang berdasarkan sifat atau ciri-ciri tertentu.

Paragraf klasifikasi merupakan salah satu pengembangan paragraf eksposisi sehingga paragraf ini bertujuan untuk memberikan informasi yang sangat jelas kepada para pembacanya.

Baca Juga : Paragraf Silogisme – Rumus, Struktur, Aturan, Bentuk, hipotetis, Disjungtif, Contoh


Ciri-Ciri Paragraf Klasifikasi

Adapun ciri-ciri paragraf klasifikasi yang diantaranya yaitu:

  • Paragraf ini menggunakan ungkapan-ungkapan “digolongkan”, “dibagi”, “diklasifikasikan” dan lain-lain.
  • Memiliki gaya penulisan yang bersifat informatif.
  • Paragraf ini membagi/mengklasifikasikan/mengelompokan suatu hal ke dalam dua atau lebih kelompok dengan berdasarkan acuan tertentu.

Contoh Paragraf Klasifikasi

Berikut ini adalah contoh dari paragraf klasifikasi, sebagai berikut:


Contoh 1

Tanpa kita sadari ada tiga jenis teman yang ada disekitar kita, kelompok yang pertama ialah teman dikala senang. Teman-teman yang ada dikala senang ini merupakan teman yang paling mudah untuk dicari. Mereka sangat banyak jumlahnya di luar sana. Biasanya teman-teman macam ini akan selalu berada di sekitar kita jika kita sedang berada dalam keadaan senang dan gembira, tetapi ketika kita sedang tertimpa musibah, mereka biasanya menghilang entah kemana.

Baca Juga : Pengertian Ide Pokok Serta Ide Penjelas


Kelompok teman yang selanjutnya ialah teman dekat, teman dekat atau lebih dikenal dengan sahabat ialah teman yang benar-benar dekat dengan kita. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama kita sehingga kita tahu segala sesuatu tentang mereka. Teman dekat akan selalu berada di samping kita dalam keadaan apapun, entah itu sedih ataupun bahagia. Namun mencari teman dekat sangatlah sulit, perlu adanya suatu proses untuk menemukannya. Oleh kerena itu, memiliki satu teman dekat saja sudah cukup membahagiakan.


Kelompok teman yang terakhir ialah teman biasa, kelompok teman ini merupakan teman-teman yang hanya sebatas kenal dengan kita. Mereka tahu siapa kita dan kita tahu siapa mereka, tetapi kita tidak terlalu dekat dengannya. Teman biasa ini diibaratkan seperti dua mata pisau, di satu sisi mereka dapat menjadi saingan, tetapi di sisi lain mereka dapat menjadi sebuah tolak ukur atau motivator bagi kita. Teman biasa inilah yang lama kelamaan akan menjadi teman dekat atau teman dikala senang.


Contoh 2 :

Tumbuh-tumbuhan bisa diklasifikasikan ke dalam dua jenis kelompok jika didasarkan pada jenis bijiannya. Penggolongan tersebut ialah tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil ialah jenis tanaman yang pada bijinya mempunyai dua buah keping biji. Ciri-ciri pada tanaman monokotil ialah mempunyai akar tunggang dan pada daunya mempunyai variasi dalam urusan ukuran serta cabang ruasnya. Tumbuh-tumbuhan yang tergolong ke dalam jenis ini diantarnya merupakan tanaman jeruk, jati, mangga, beringin dan masih tidak sedikit lagi.


Sedangkan tanaman monokotil merupakan jenis tanaman yang mempunyai satu keping pada format bijinya. Pada tanaman monokotil ada ciri-ciri eksklusif yang bisa diidentifikasikan dengan menyaksikan akar pada tumbuhan itu yang berbentuk serabut dan menyebar ke segala arah, pada daunnya memiliki format panjang, dan pada batangnya mempunyai cabang dan beruas. Tumbuhan jenis ini diantaranya merupakan tanaman tebu, rumput, pisang, dan masih tidak sedikit lagi.

Baca Juga : Teks Eksposisi : Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis, Struktur, Kaidah


Penjelasan :

Pada paragraf di atas adalahjenis paragraf eksposisi klasifikasi yang diperlihatkan pada penjabaran terhadap sebuah hal ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Pada paragraf mengklasifikasikan tanaman ke dalam sejumlah jenis yang didasarkan pada jumlah keping pada bijinya. Paragraf klasifikasi pun diidentifikasikan dengan pemakaian kata “klasifikasi” dan “golongan.”


Contoh 3 :

Pertumbuhan adalah sebuah proses alamiah yang lazimnya terjadi pada masing-masing makhluk hidup tak terkecuali manusia. Manusia merasakan tumbuh dan berkembang melalui sejumlah fase mulai dari dicetuskan sampai meninggal dunia. Perkembangan serta perkembangan hidup insan dapat digolongkan ke dalam sejumlah fase diantaranya ialah balita (bayi umur lima tahun), anak-anak, remaja, dewasa, dan manula (manusia lanjut usia). Fase balita ialah ketika insan baru saja dicetuskan dengan rentan umur kuran dari 1 tahun sampai umur 5 tahun.

Sedangkan dari umur 5 hingga 12 tahun, insan telah menduduki fase kedua yaitu anak-anak. Fase berikutnya pada umur 12 hingga 19 tahun, insan menempati fase remaja. Fase dewasa berada pada rentang umur 19 hingga 40 tahun. Barulah ada umur 40 tahun ke atas, insan menempati fase tua yang adalahfase terakhir hingga akhir hayat merek


Penjelasan :

Paragraf di atas menggolongkan pertumbuhan insan ke dalam sejumlah fase yaitu balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan manula. Pengklasifikasian terhadap sejumlah fase dan pemakaian kata “digolongkan ” itu adalahsyarat mutlak penulisan paragraf klasifikasi. Sehingga dapat diputuskan bahwa paragraf pada misal 2 adalahparagraf klasifikasi.


Contoh 4 :

Dalam kehidupan ada orang-orang yang berada disekitar anda di samping dari keluarga. Orang-orang tersebut seringkali mempunyai hubungan langsung dengan hal pekerjaan, sekolah, dan beda sebagainya. Kita dapat menyebut orang-orang itu sebagai teman. Dalam tidak sedikit hal pasti teman ialah orang yang sebaya dengan diri kita. Jika didasarkan pada hubungan kedekatannya dengan individu kita, rekan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kumpulan besar. Kelompok yang kesatu ialah teman biasa. Kelompok ini berisikan orang-orang yang mengenal diri kita sekedar apa yang ia ketahui.

Baca Juga : Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya


Begitupun kebalikannya dengan diri anda terhadap mereka. Dalam hubungan kedekatan, baik diri anda maupun mereka hanyalah sekedar menjalin hubungan baik dan tak lebih dari itu. Kelompok berikutnya ialah teman dikala senang. Kelompok ini seringkali hanya mengenal diri kita saat mereka dapat memanfaatkan sesuatu dari ikatan pertemanan. Misalnya saat kita sedang berada dalam puncak karir yang bagus dan seterusnya, mereka bakal mendekati anda dengan sesuatu yang dapat menguntungkan mereka. Kelompok yang terakhir ialah teman sejati yang pun biasa dikenal dengan sebutan sahabat.


Teman sejati ialah orang yang senantiasa sedang di samping anda baik dalam suasana suka maupun duka. Ia tidak jarang kali rela membantu dan berkorban guna diri anda dengan konsekuensi apapun. Kedudukan sahabat pun terkadang nyaris sama laksana keluarga yang tidak jarang kali menyayangi kita. Akan tetapi menggali teman sejati tidaklah mudah. Oleh karenanya mempunyai segelintir kawan jauh lebih membahagiakan dikomparasikan punya tidak sedikit teman akan namun sekualitas rekan biasa, lagipula teman disaat senang.


Contoh 5 :

Dalam kehidupan sehari-hari insan bekerja dan berjuang dalam rangka memenuhi keperluan hidupnya. Kebutuhan hidup insan pada dasarnya bisa diklasifikasikan ke dalam tiga jenis diantaranya ialah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer ialah kebutuhan utama insan yang sifatnya mendesak, cakupannya meliputi keperluan akan sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal).


Kebutuhan selanjutnya ialah tersier yang mempunyai sifat tambahan meliputi keperluan bersekolah, mempunyai kendaraan, hiburan, bermain, dan beda sebagainya. Kebutuhan selanjutnya ialah tersier yang mempunyai sifat mewah mencakup rumah besar, kendaraan maha, emas, perak, dan beda sebagainya.


Contoh 6 :

Berdasarkan jenisnya, demam dapat dipisahkan menjadi lima jenis yakni : demam remiten, demam kontinyu, demam intermiten, dan demam bifasiq. Jenis demam ini dapat terjadi disebabkan oleh penyakit atau infeksi yang mengjangkiti anggota badan.


Penyakit demam kontinyu diakibatkan karena adanya virus pneumonia di dalam tubuh, penyakit remiten diakibatkan karena ada penyakit demam jantung encok dan infeksi endokarditis.


Penyakit demam intermiten diakibatkan karena virus malaria, dan penyakit bifasiq diakibatkan karena virus demam berdarah atau leptospirosis.


Contoh 7 :

Berdasarkan gejalanya batuk pneumonia terdiri dari batuk kering lantas menjadi batuk disertai dahak yang berwarna kuning, hijau, atau merah kebiruan, demam, merasa nyeri saat mengambil napas dalam-dalam, dan susah bernafas.


Jenis penyakit laksana ini dapat terjadi disebabkan adanya virus dan bakteri. Karena itu, andai sedang merasakan gejala-gejala pneumonia yang terdapat diatas, segeralah periksakan diri ke dokter guna diberi obat guna menanggulangi virus dan kateri dampak pneumonia tersebut.


Contoh 8 :

Hewan dapat kita untuk menjadi tiga macam jenis menurut makanannya. Diantaranya herbivora, karnivora, dan omnivora.


Hewan herbivora ialah sebutan untuk fauna yang memiliki jenis makanannya ialah tumbuhan. Posisi fauna herbivora adalahtingkat kesatu pada rantai makanan. Jenis hewan-hewan yang masuk herbivora merupakan, belalang, sapi, kuda, keledai, dan kambing.


Hewan karnivora ialah jenis fauna yang memangsa fauna lain. Hewan karnivora dapat juga anda sebut sebagai predator guna hewan-hewan herbivora. Jenis-jenis fauna yang tergolong sebagai fauna karnivora ialah serigalam, musang, dan harimau.


Hewan omnivora ialah jenis fauna yang makanannya berupa tanaman dan fauna lainnya. Jenis fauna yang tergolong kedalam kelompok omnivora merupakan, bebek, ayam, beruang, dan orang utan.