Pengertian, Jenis dan Ciri Otot Polos

Diposting pada

Pengertian-Otot-Polos

Pengertian Otot Polos

Pengertian otot adalah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang merupakan alat gerak aktif yang dapat menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu individu atau organisme bisa bergerak. Jadi otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut. Otot bekerja dengan berkontraksi dan berelaksasi.


Pengertian otot polos ialah otot yang dikelompokkan atau digolongkan  ke dalam kategori otot tak sadar atau juga refleks. Otot polos adalah otot yang jaringannya tersebut dibentuk oleh sel-sel otot dan juga bentuk otot polos it seperti gelendong, yanag mana pada kedua ujungnya meruncing dan juga bagian tengahnya tersebut menggelembung.


Otot polos yaitu jaringan otot yang dibangun oleh sel otot dengan bentuk menyerupai gelondong dan ujung-ujungnya yang runcing. Disebut otot polos alasannya tidak mempunyai garis-garis atau polos. Itu dikarenakan otot polos mempunyai serabut-serabut fibril. Otot polos bekerja secara tidak sadar dan terdapat di akses pencernaan, paru-paru, pembuluh darah, dan beberapa organ badan lainnya.


Otot polos terdiri dari serabut-serabut yang jauh lebih kecil daripada serabut-serabut otot rangka. Biasanya diameternya 2 sampai 5 mikron dan hanya 50 sampai 200 mikron panjangnya. Berbeda dengan serabut otot rangka yang besarnya 20 kali (diameter) dan ribuan kali panjangnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Otot Jantung – Sejarah, Anatomi, Bagian, Lapisan, Macam, Karakteristik, Kerja, Sifat, Penyakit, Memelihara


Morfologi Struktur Otot Polos

Struktur-Otot-Polos

Otot polos secara anatomi berbeda dari otot rangka dan otot jantung karena otot polos tidak memperlihatkan gambaran serat-lintang. Otot ini memiliki aktin dan miosin yang bergeser satu sama lain untuk menghasilkan kontraksi. Akan tetapi, filamen-filamen itu tidak tertata dalam susunan yang teratur, seperti  pada otot rangka dan jantung, sehingga tidak memperlihatkan gambaran serat-lintang.


Otot polos juga mengandung tropomiosin, tetapi tampaknya tidak memiliki troponin. Isoform aktin dan miosin otot polos berbeda dengan yang terdapat pada otot rangka. Di dalam otot polos terdapat retikulum sarkoplasma, tetapi tidak berkembang dengan baik. Secara umum, otot polos mempunyai sedikit mitokondria, dan sangat bergantung pada proses glikolisis untuk memenuhi kebutuhan metabolismenya.


Proses Kontraksi Otot Polos

Otot polos mengandung filamen aktin dan miosin,yang akan saling berinteraksi satu sama lain. Selanjutnya kontraksi diaktifkan oleh ion kalsium dan adenosin  trifosfat(ATP) dan akan dipecah menjadi adenosin difosfat(ADP) untuk memberikan energi bagi kontraksi. Otot polos tidak mengandung troponin yang dibutuhkan dalam pengaturan kontraksi otot rangka.


Filamen miosin memiliki diameter dua kali lebih besar daripada filamen aktin. Dan filamen aktin lebih banyak sekitar 15 kali lebih banyak dari filamen miosin. Oleh karena itu kemungkinan terlihatnya filamen aktin dalam jumlah berlebihan pada suatu irisan otot polos pun meningkat dan filamen miosin relative jarang bila dibandingkan dengan filamen aktin. Otot polos pun dapat berkontraksi secara efektif lebih dari  duapertiga panjang regangannya.


Mekanisme “LATCH”

Mekanisme Latch adalah mempertahankan kontraksi  yang lama pada otot polos selama berjam-jam dengan menggunakan sedikit energi. Selain itu dibutuhkan sedikit sinyal dari sumber hormonal.  Otot polos juga memilki kemampuan untuk mempertahankan besar tekanan tanpa mempedulikan panjang serat otot dalam waktu beberapa detik atau beberapa menit saja. Fenomena ini biasa disebut dengan stres-relaksasi dan stress relaksasi balik. Disebut stress-relaksasi bila adanya peningkatan tekanan yang besar,dan otot polos akan menormalkan kembali tekanan tersebut hampir pada nilai tekanan asalnya. Atau disebut stress-relaksasi balik bila tekanan akan menurun/rendah,dan otot polos akan menaikan tekanan pada nilai aslinya.


Filamen aktin dan miosin yang berasal dari otot polos berinteraksi satu dengan yang lain dengan cara yang sama seperti aktin dan miosin yang berasal dari otot skeletal. Proses kontraktilitas diaktivasi oleh ion kalsium dan degradasi ATP ke ADP memberikan energi untuk kontraksi.

Proses Kontraksi Otot Polos


Walaupun terlihat filamen miosin relatif sedikit, dianggap bahwa ia mempunyai cukup jembatan penyeberanngan untuk menarik banyak filamen aktin dan menyebabkan kontraksi dengan mekanisme pergeseran filamen yang ada pada pokoknya mirip seperti otot skeletal. Kekuatan kontraksi maksimum otot polos kira-kira sama dengan otot skeletal, kira-kira 2 sampai 3 kg/cm2 penampang otot.


Potensial Membran dan Potensial Aksi

  1. potensial aksi paku: potensial aksi berbentuk paku,yang khas. Lamanya potensial aksi ini 10-50 milidetik. Potensial aksi ini dapat timbul melalui banyak cara,misalnya melalui rangsangan listrik,melalui kerja hormon terhadap otot polos,dan sebagai hasil dari pembentukan spontan dalam serat otot itu sendiri.

  2. potensial aksi gambaran plato: mulanya potensial aksi ini mirip dengan potensial aksi paku,namun sebagai pengganti repolarisasi cepat pada membran serat saraf. Repolarisasi akan diperlambat selama beberapa ratus hingga seribu milidetik. Makna dari gambar plato adalah bahwa ia dapat menunjukkan perpanjangan waktu kontraksi yang terjadi pada keadaan tertentu.


Potensial gelombang lambat (slow wave) dalam otot polos unit tunggal

Beberapa otot polos bersifat dapat terangsang sendiri,artinya potensial aksi dapat timbul dengan sendirinya tanpa rangsangan dari luar. Keadaan ini sering sekali dihubungkan dengan adanya irama gelombang lambat ,dasar potensial membran khususnya otot polos dinding usus atau lambung. Penyebab dari tejadinya irama gelombang lambat sendiri belum diketahui. Gelombang lambat itu sendiri tidak dapat menyebabkan kontraksi otot. Namun jika gelombang meningakat melebihi 35milivolt akan memicu potensial aksi dan menyebabkan kontraksi otot.


Kontraksi Otot Polos Tanpa Potensial Aksi

Barangkali sedikitnya separuh dari kontraksi otot polos tidak dicetuskan oleh potensial aksi,namun oleh karena faktor perangsang yang bersifat bukan potensial aksi. Faktor perangsang meliputi : faktor jaringan setempat dan berbagai macam hormon.


Respons terhadap faktor jaringan setempat

Otot polos bersifat sangat kontraktil,yang bersifat sangat merespons cepat terhadap perubahan keadaan setempat dalam cairan interstisial sekirarnya. Dengan cara ini,sistem pengatur umpan balik setempat yang sangat kuat akan mengatur aliran darah yang menuju ke daerah jaringan setempat. Beberapa faktor pengendali yang khas adalah sebagai berikut:


  1. Kekurangan oksigen dalam jaringan setempat,menyebabkan relaksasi otot polos. Dan karena itu menimbulkan vasodilatasi.
  2. Kekurangan karbon dioksida akan menimbulkan vasodilatasi.
  3. Peningkatan konsentrasi ion hydrogen juga akan menimbulkan peningkatan vasodilatasi.

Pengaruh hormon terhadap kontraksi otot polos

Kebanyakan hormon yang bersirkulasi dalam tubuh akan mempengaruhi kerja otot polos hingga derajat tertentu dan beberapa diantaranya mempunyai pengaruh besar. Contohnya norepinefrin, epinefrin, asetilkolin, angiotensin, vasopressin, oksitosin, serotonin, dan histamie. Suatu hormon dapat menimbulkan kontraksi otot polos bila membran sel otot mengandung reseptor perangsang untuk hormone tertentu.


Struktur dan fungsi otot polos di berbagai bagian tubuh sangat beragam.Otot polos dari setiap organ jelas berbeda dengan kebanyakan organ lain dalam beberapa hal:


  • ukuran fisik,
  • susunan untuk membentuk berkas atau lembaran,
  • respons terhadap berbagai jenis rangsangan, (4) sifat persyarafan,
  • fungsi. Namun untuk tujuan penyederhanaan, pada umunya otot polos dapat dibagi menjadi dua tipe utama yaitu: otot polos unitary (unit tunggal)/visceral smooth muscle dan otot polos multi-unit (multi unit smooth muscle).

Otot Polos Unit Tunggal (Visceral)

Istilah “unit tunggal” bersifat membingungkan karena istilah ini tidak memaksudkan suatu serabut otot tunggal. Justru inilah mengartikan berkontraksi bersama-sama sebagai suatu unit tunggal. Serabut-serabut biasanya tersusun dalam bentuk lembaran atau berkas, dan membran selnya berlekatan satu sama lain pada banyak titik sehingga kekuatan yang terbentuk dalam satu serabut otot dapat dijalarkan ke serabut berikutnya.


Selain itu membrane sel dihubungkan oleh banyak taut rekah (gap junction) yang dapat dilalui ion-ion secara bebas dari satu sel otot ke sel otot berikutnya, sehingga potensial aksi atau aliran ion yang sederhana tanpa potensial aksi dapat berjalan dari satu serabut ke serabut berikutnya dan menyebabkan serabut otot dapat berkontraksi bersama-sama. Jenis otot polos ini dikenal juga sebagai otot polos sinisital karena sifat antar hubungan sinisitalnya di antara serabut-serabut. Otot ini juga disebut otot polos visceral karena otot ini ditemukan pada dinding sebagian besar organ visera tubuh, termasuk usus, duktus biliaris, ureter, uterus, saluran empedu dan banyak pembuluh darah.


Perangsangan terjadinya potensial aksi dan kontraksi otot polos visceral bisa berasal dari :

  1. Peregangan : mengakibatkan penurunan potensial membran dan peningkatan frekuensi potensial aksi serta peningkatan tonus secara umum.

  2. Efek Hormone : menyebabkan kontraksi atau relaksasi otot melalui mekanisme reseptor.


  3. Rangsangan Neurotransmitter dari sistem syaraf : dasar timbulnya potensial aksi terjadi pada otot polos itu sendiri tanpa adanya ekstrinsik stimulasi. Hal ini dikarenakan adanya ritme gelombang lambat (basic slow wave rhytm) yang timbul karena ketidakmantapan potensial membran. Slow wave itu sendiri bukan suatu potensial aksi. Apabila slow wave ini mampu mencapai nilai ambang (kira-kira 35 milivolt) maka timbul lah potensial aksi yang selanjutnya akan menyebar ke seluruh otot polos visceral yang akhirnya kemudian disusul dengan terjadinya kontraksi. Mengingat karakter slow wave seperti itu, slow wave sering disebut pula sebagai gelombang pace maker.


Otot Polos Multi Unit

Permukaan luar serat ini ditutupi oleh lapisan tipis seperti membrane basal,yakni campuran kolagen halus dan fibrila glikoprotein yang membantu menyekat serat-serat  terpisah satu dengan yang lainnya. Sifat yang paling penting dari otot polos ini adalah bahwa masing-masing serat dapat berkontraksi secara tidak tergantung pada yang lain danhampirseluruhnya karena rangsangan saraf dan sangat sedikit oleh factor stimulasi dari localtissue serta pengaturannya terutama dilakukan oleh sinyal saraf. Sifat tambahan lainnya adalah otot ini jarang bahkan hampir tidak menunjukan kontraksi yang spontan.


Otot polos multi-unit tersusun atas unit-unit tersendiri tanpa jembatan penghubung (tidak membentuk sinsitium seperti pada otot visceral).Masing-masing serat berdiri sendiri, diinversi oleh single nerve ending seperti pada otot skelet (skeletal muscle fiber). Pada permukaan luar dari tiap serat otot ditutup oleh lapisan yang disebut basement membrane like substance, yang merupakan glukoprotein.


Otot jenis ini tidak dapat dikendali secara volunter, tetapi memiliki banyak persamaan fungsional dengan otot rangka. Setiap  sel otot polos multi-unit memiliki ujung en passant serabut saraf, tetapi di otot polos visceral lebih sedikit sel memiliki taut en passant, dengan eksitasi yang menyebar ke sel lain melalui taut celah. Selain itu, sel-sel ini berespons terhadap hormon dan bahan lain yang terdapat di dalam sirkulasi. Pembuluh darah memiliki otot polos multiunit dan visceral didindingnya.


Contoh dari otot polos multi-unit :

  1. Otot Cilliary dari mata
  2. Iris pada mata
  3. Nictating membrane yang menutup mata dari beberapa binatang tingkat rendah
  4. Piloerector muscle yang menyebabkan berdirinya rambut.
  5. Otot-otot polos dari pembuluh-pembuluh darah besar

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Hubungan Sistem Otot Dan Saraf


Ciri-Ciri Otot Polos

Terdapat juga Ciri-ciri otot polos antara lain ialah sebagai berikut :

  • Otot polos tersebut berkontraksi dengan refleks dikarenkan otot polos ialah otot yang tak sadar (otonom) atau refleks
  • Otot polos tersebut tidak mempunyai garis yang melintang seperti yang terdapat pada otot lurik
  • Otot polos tersebut mempunyai reaksi yang lambat dan juga tidak mudah lelah atau akan terus menerus bekerja walaupun kita dalam kondisi tidur.
  • Otot polos adalaha otot tak sadar (otonom) atau refleks
  • Bentuk otot polos tersebut seperti gelondong
  • Pada kedua ujungnya meruncing dan juga bagian  tengahnya otot tersebut menggelembung
  • Tiap sel otot polos tersebut  mempunyai satu inti sel yang terletak di tengah.
  • Waktu kontraksi pada otot polos tersebut dari 3 sampai dengan 180 detik
  • Biasanya otot polos tersebut terdapat dibagian usus, saluran peredaran darah, otot saluran kemih, pembuluh darah dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Saraf Manusia – Pengertian, Bagian, Fungsi, Sistem, Fungsinya


Fungsi Otot Polos

Fungsi otot yang bekerja tampa kesadaran kita yang dipengaruhi oleh sistem saraf tak adar atau saraf otonom, otot polos dibentuk oleh sel-sel yang berbentuk gelendong dimana kedua ujungnya runcing dan mempunyai 1 inti sel


Otot polos berkontraksi jauh lebih lambat daripada otot rangka dan jantung. Tujuannya adalah untuk memindahkan zat melalui organ atau pembuluh, dan bekerja dengan berkontraksi dalam gelombang. Gerakan ini dikenal sebagai peristaltik, seperti yang terjadi pada usus.


  1. Membantu keluarnya urin yang ada di kandung kemih.
  2. Otot polos yang berada di pembuluh darah akan membantu aliran darah dalam arteri
  3. Pada saluran pencernaan otot polos akan membantu makanan berpindah dari satu bagian ke bagian lain
  4. Pada arteri dan pembuluh darah vena, otot polos mampu mengatur tekanan darah.

Jenis Otot Polos

Otot polos tiap organ sering berbeda dari otot polos sebagian besar organ dalam beberapa hal : ukuran fisik, organisasi berkas atau lembarannya, respon terhadap berbagai jenis rangsangan, sifat-sifat persarafannya, dan fungsinya.

Jenis Otot Polos

  • Otot Polos Multiunit

Jenis otot polos yang ini terdiri dari serabut-serabut otot polos yang tegas. Tiap-tiap serabut bekerja seluruhnya secara independen satu sama lainnya, dan seringkali dipersarafi oleh satu ujung saraf seperti yang terdapat pada serabut-serabut otot rangka. Ini berbeda dengan otot polos viseral yang lebih banyak dikontrol oleh stimuli bukan saraf. Beberapa contoh otot polos multiunit yang ditemukan pada tubuh adalah serabut otot polos M.ciliaris mata, iris mata, membran niktitans yang meliputi mata beberapa hewan tingkat rendah.


  • Otot Polos Viseral

Serat-serat otot polos viseral biasanya tersusun dalam lembaran-lembaran atau bundel-bundel dan membran selnya berkontak satu dengan yang lain pada banyak titik untuk membentuk banyak gap junction atau neksi, melalui mana ion-ion dapat mengalir dengan mudahnya dari dalam satu serat otot polos ke serat berikutnya. Oleh karena itu, bila sebagian jaringan otot viseral dirangsang potensial aksi biasanya dihantarkan ke serabut-serabut sekitarnya. Jadi serat ini membentuk sinsitium fungsional yang biasanya berkontraksi dalm area besar sekaligus. Otot polos viseral ditemukan dalam sebagian besar organ tubuh terutama dinding usus, saluran empedu, ureter, uterus, dsb.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jantung Manusia, Struktur dan Fungsinya


Potensi Aksi Otot Polos

Potensial Aksi pada Otot Polos Viseral

Lama potensial aksi otot jenis ini biasanya sekitar 10-50 ms. Potensial aksi jenis ini dapat ditimbulkan dengan berbagai cara :

  • Perangsangan listrik
  • Kerja hormon pada otot polos
  • Kerja zat transmiter dari serabut saraf, atau
  • Pembentukan spontan dalam serabut otot itu sendiri.

Potensial aksi Plateau

Mulai potensial aksi ini sama seperti pada potensial pasak khas. Tetapi sebagai anti repolarisasi dihambat selama beberapa ribu ms. Plateau berlangsung selama 30detik. Kepentingan plateau bahwa ia bertanggung jawab bagi memanjangnya masa kontraksi yang timbul dalam beberapa jenis otot polos.