Obligasi Dan Saham – Pengertian, Jenis, Mamfaat, Karakter, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Obligasi Dan Saham – Pengertian, Jenis, Mamfaat, Karakter, Contoh, Para Ahli : Obligasi adalah istilah yang digunakan dalam dunia keuangan, yang merupakan pernyataan utang kepada pemegang obligasi dan emiten berjanji untuk membayar kembali modal dan bunga kupon di masa depan pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.


Pengertian Obligasi
Pengertian Obligasi

Pengertian Obligasi

Obligasi adalah istilah yang digunakan dalam dunia keuangan, yang merupakan pernyataan utang kepada pemegang obligasi dan emiten berjanji untuk membayar kembali modal dan bunga kupon di masa depan pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi seperti pemegang obligasi, pembatasan tindakan hukum yang diambil oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk jangka waktu tertentu dari 10 tahun.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Syarat, Fungsi, Dan Jenis Uang Beserta Sejarahnya Secara Lengkap


Utang obligasi pendek tapi dalam bentuk keamanan. “Penerbit” adalah debitur obligasi atau debitur, sedangkan “pemegang” obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan “kupon” obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini akan mungkin bagi penerbit untuk mendapatkan pembiayaan investasi jangka panjang dengan dana dari luar perusahaan.


Di beberapa negara, istilah “obligasi” dan “utang” yang digunakan tergantung pada durasi. Pelaku pasar biasanya menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah “utang” digunakan bagi penerbitan surat utang di sejmlah skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada investor kecil. Tidak ada batasan yang jelas tentang penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah “treasury” digunakan untuk keamanan pendapatan tetap dengan jangka waktu 3 tahun atau kurang.


Obligasi memiliki risiko tertinggi dibandingkan dengan “utang” yang memiliki risiko menengah, dan “treasury” yang memiliko risiko terendah yang mana dilihat dari sisi “durasi” obligasi memiliki durasi yang lebih pendek, semakin rendah risiko.


Obligasi dan saham keduanya instrumen surat berharga keuangan, tetapi perbedaannya adalah bahwa pemegang saham adalah pemilik bagian dari perusahaan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit. Obligasi juga biasanya memiliki jangja waktu yang ditetapkan yang tiba setelah jangka waktu obligasi dapat ditebus sementara saham selamanya (kecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris disebut gilt yang tidak memiliki jatuh tempo.


Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

MenurutAdler, Desmon, Wilson

Obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan (financing) bagi pemerintah dan perusahaan, yang dapat diperoleh dari pasar modal. Secara sederhana, obligasi merupakan suatu surat berharga yang dikeluarkan oleh penerbit (issuer) kepada investor (bondholder), dimana penerbit akan memberikan suatu imbal hasil (return) berupa kupon yang dibayarkan secara berkala dan nilai pokok (principal) ketika obligasi tersebut mengalami jatuh tempo.


Menurut Gitman

Obligasi adalah instrumen hutang jangka panjang yang mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan telah meminjam sejumlah uang tertentu dan berjanji untukmembayarnya di masa depan dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan. Syaratyang ditentukan sebelumnya adalah waktu jatuh tempo, coupon interest rate, danperiode pembayaran bunga.


Menurut Bodie, Kane, dan Marcus

obligasi sering disebutsebagai fixed-income securities, karena obligasi menawarkan aliran pendapatankas yang tetap atau aliran pendapatan kas dengan formula yang sudah ditentukansebelumnya. Obligasi relatif mudah dimengerti karena besarnya pembayaransudah ditentukan dari awal dan risiko yang ditanggung dapat menjadi relatif kecil selama penerbit obligasi dapat dipercaya dalam kemampuannya untuk membayarhutangnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kebijakan Moneter Bank Sentral Untuk Mengatasi Inflasi Beserta Tujuannya


Jenis – jenis Obligasi

Sebelum transaksi jual beli obligasi terjadi, ada suatu kontrak perjanjian obligasi ( bond indenture ) antara pembeli dan penjual obligasi. Dan macam obligasi ditentukan oleh kontrak perjanjian tersebut, macam-macam obligasi antara lain :


  1. Berdasarkan penerbit obligasi (issuer )
  2. Berdasarkan sistem pembayaran bunga
  3. Berdasarkan tingkat bunganya
  4. Berdasarkan jaminannya
  5. Dari segi tempat penerbitannya
  6. Dari segi pemeringkat
  7. Berdasarkan call feature
  8. Berdasarkan segi konversi
  9. Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil

Jenis Obligasi Di Indonesia

Dalam jenis umum obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, obligasi korporasi dan obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah terdiri dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi Perbankan;
  2. Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
  3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel;
  4. Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut “obligasi syariah” atau “obligasi sukuk”, sama dengan
  5. SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Bank Menurut Para Ahli


Mamfaat Obligasi dan Risiko Obligasi

  • Mamfaat Obligasi

  1. Bunga

 dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal.

Contoh : Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali.


  1. Capital Gain

Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di Pasar Sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh Capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.


  1. Hak Klaim Pertama

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.


  1. Hak Konversi atas Obligasi Konversi

Jika memiliki obligasi konversi, investor dapat mengonversikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan, dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham tersebut.


  • Risiko Obligasi

Dalam melakukan investasi pada obligasi, terdapat risiko-risiko yang dapat timbul, diantaranya adalah:

  1. Credit Risk (Default Risk)

Credit riskadalah risiko bahwa emiten tidak dapat membayar bunga maupunpokok hutang. Alat ukur risiko ini yang lazim digunakan adalah peringkat dariemiten obligasi. Secara umum peringkat didefinisikan sebagai suatu pendapattentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya dengan memperhitungkan faktor-faktor risiko yang relevan.


  1. Market Risk

Risiko volatilitas harga instrumen dan risiko reinvestasi dari kupon yang diterima akibat pergerakan tingkat suku bunga. Alat ukur yang umumnya digunakan untuk melihat sensitivitas harga terhadap pergerakan sukubungaadalah duration dan convexity.


  1. Liquidity Risk

Liquidity riskadalah risiko bahwa pemegang instrumen menemui kesulitandalam menjual obligasi di harga wajar ketika terpaksa harus menjualnya.


  1. Foreign Exchange Risk

Forex riskini merupakan risiko yang timbul karena pergerakan kurs mata uang apabila berinvestasi pada suatu obligasi yang memiliki mata uang yangberbeda.


  1. Political (Country) Risk

Risiko politik dapat timbul akibat adanya tindakan pemerintah, seperti perubahan peraturan, penjadwalan, dan restrukturisasi hutang.


Karakter Obligasi

Secara umum, obligasi dapat dibagi berdasarkan empat karakter berikut (Agus Salim; 2002):

  • Fitur Intrinsik (Intrinsic Features)

Kupon, waktu jatuh tempo, dan tipe kepemilikan obligasi merupakan fitur intrinsik yang penting bagi suatu obligasi. Kupon dari suatu obligasimengindikasikan pendapatan periodik yang akan diperoleh investor selamausia dari obligasi tersebut atau selama periode kepemilikannya. Kupon jugadikenal sebagai pendapatan bunga (interest income).


Waktu jatuh tempoadalah tanggal yang spesifik saat usia obligasi berakhir. Pada tanggal tersebutemiten wajib membayar pokok beserta kupon terakhir dari obligasinya. Nilaipokok obligasi adalah nilai sebenarnya dari suatu obligasi. kepemilikan obligasi berdasarkan siapa yang memegang obligasi tersebut danyang kedua adalah obligasi tanpa warkat (registered bonds) yang berartibahwa kepemilikan obligasi berdasarkan siapa yang tercatat sebagai pemilik dikustodian sentral.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Fungsi Dan Syarat Uang Dalam Ilmu Ekonomi


  • Tipe Emisi

Berbeda dengan saham, suatu perusahaan dapat memiliki berbagai jenisobligasi outstanding yang berbeda-beda pada saat bersamaan. Tipe obligasidapatdibedakan berdasarkan senioritas klaim dari obligasi tersebut mulai dariyang paling aman, yaitu obligasi senior (secured bonds), obligasi paripassu(unsecured / debenture bonds), hingga obligasi subordinate (junior bonds)yang mempunyai hak klaim atas pendapatan maupun pembayaran pokokpaling terakhir.


  • Provisi Indenture

Indentureadalah kontrak antara emiten dan investor berkaitan dengan aspeklegal dari obligasi. Trustee, yang umumnya adalah bank, bertindak atas namapemegang obligasi untuk memastikan bahwa semua provisi indenturedipenuhi oleh emiten, termasuk pembayaran bunga dan pokok obligasi yang tepat waktu.


  • Fitur yang Mempengaruhi Jatuh Tempo

Investor harus sadar akan adanya fitur yang dimiliki oleh obligasi yang dapatmengakibatkan obligasi jatuh tempo sebelum waktunya, yaitu opsi call yangmemberikan hak kepada penerbit obligasi untuk melunasi obligasinya padasuatuwaktu sebelum jatuh tempo. Selain itu juga ada opsi put yangmemberikan hak kepada pemegang obligasi untuk meminta pelunasan obligasilebih cepat sebelum waktu jatuh tempo serta Sinking Fund yang secaraspesifik membuat obligasi dilunasi secara bertahap, sistematik, dan periodicsesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.


Contoh Obligasi

Emiten diberikan hak untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu, dan tentu saja dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan Obligasi waktu yang diberikan atau sering dikenal sebagai obligasi callable. Dalam pertukaran berikutnya Pemegang Obligasi hak berhak untuk mengkonversi obligasi ke dalam beberapa jumlah saham yang dimiliki oleh penerbit.


Dalam upaya untuk memiliki beberapa obligasi biasanya ditawarkan, antara harga obligasi hal lain yang lebih besar dari nominal yang ada atau yang biasa dikenal sebagai Obligasi Premium. Selain itu, dalam penawarannya juga obligasi pada harga sama dengan nilai nominal, atau yang biasa dikenal sebagai Par. Harga penawarannya juga sebenarnya kurang dari obligasi nominal, sering disebut Obligasi Diskon.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Sistem Upah Dalam Ilmu Ekonomi Beserta Penjelasannya


Pengertian Saham

Dalam dunia bisnis atau ekonomi hal yang sangat tidak asing adalah jika bicara mengenai saham. Dalam perusahaan tidak akan lepas dari kata-kata saham. Oleh dari itu saya tertarik mencari-cari dari beberapa sumber mengenai saham. Nah berikut saya menemukan pengertian saham dan sedikit tentang saham itu sendiri.


Saham adalah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas seperti yang telah diketahui bahwa tujuan pemodai membeli saham untuk memperoleh penghasilan dari saham tersebut. Masyarakat pemodal itu dikategorikan sebagai investor dan speculator.


Investor disini adalah masyarakat yang membeli saham untuk memiliki perusahaan dengan harapan mendapatkan deviden dan capitat gain dalam jangka panjang, sedangkan spekulator adalah masyarakat yang membeli saham untuk segera dijual kembali bila situasi kurs dianggap paling menguntungkan seperti yang telah diketahui bahwa saham memberikan dua macam penghasilan yaitu deviden dan capital gain.


Pengertian Saham Menurut Para Ahli

  • Menurut Gitman:

Saham adalah bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan(Gitman2000,7)

  • Menurut Bernstein:

Saham adalah selembar kertas yang menyatakan kepemilikan dari sebagian perusahaaan. (Bernstein:1995, 197)


  • Menurut Mishkin:

Saham adalah suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan asset sebuah perusahaan. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai klaim atas pendapatan masa depan seorang peminjam yang dijual oleh peminjam kepada yang meminjamkan, sering juga disebut instrumen keuangan. (Mishkin:2001, 4).


  • Menurut Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5).

saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 5).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Pengertian Uang Menurut Para Ahli Terlengkap