Mutasi Gen adalah

Diposting pada

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Mutasi Gen ??? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com. Karena pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian Mutasi Gen, proses mutasi gen, dan jenis Mutasi Gen beserta contohnya secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Mutasi-Gen-adalah

Pengertian Mutasi Gen

Mutasi gen adalah perubahan permanen dalam urutan DNA yang membentuk gen, sehingga urutannya berbeda dari apa yang ditemukan pada kebanyakan orang.

Baca Juga : Pengertian Gen Beserta Struktur Dan Sejarahnya

Mutasi memiliki berbagai ukuran; mereka dapat mempengaruhi dimana saja dari bahan penyusun DNA tunggal (pasangan basa) untuk segmen besar kromosom yang mencakup beberapa gen.


Proses Mutasi Gen

Mutasi gen dapat diklasifikasikan dalam dua cara utama, yaitu:

  1. Mutasi turun-temurun yang diwariskan dari orangtua dan hadir sepanjang hidup seseorang di hampir setiap sel dalam tubuh. Mutasi ini juga disebut mutasi germline karena mereka hadir dalam sel telur atau sel sperma orang tua mereka, yang juga disebut sel germinal. Ketika telur dan sel sperma bersatu, menghasilkan sel telur yang telah dibuahi dan menerima DNA dari kedua orang tuanya. Jika DNA ini memiliki mutasi, anak yang tumbuh dari sel telur yang dibuahi akan memiliki mutasi di setiap sel nya.
  2. Mutasi Diakuisisi (atau somatik) terjadi pada beberapa waktu selama hidup seseorang dan hadir hanya dalam sel-sel tertentu, tidak di setiap sel dalam tubuh. Perubahan ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti radiasi ultraviolet dari matahari, atau dapat terjadi jika terjadi kesalahan ketika menyalinan DNA itu sendiri selama pembelahan sel. Mutasi yang diperoleh dalam sel somatik (selain sel sperma dan sel telur) tidak dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Jenis-Jenis Mutasi Gen

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis mutasi gen, sebagai berikut:


1. Berdasarkan Kejadiannya

  • Spontan (spontaneous mutation)
    Mutasi spontan adalah mutasi (perubahan materi genetik) yang terjadi akibat adanya sesuatu pengaruh yang tidak jelas, baik dari lingkungan luar maupun dari internal organisme itu sendiri. Mutasi ini terjadi di alam secara alami (spontan), dan secara kebetulan.
  • Induksi (induced mutation)
    Mutasi terinduksi adalah mutasi yang terjadi akibat paparan dari sesuatu yang jelas, misalnya paparan sinar UV. Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami dan mutasi hasil induksi.

Baca Juga : Pengertian Dan Faktor Genotip Dan Fenotip


2. Berdasarkan Sumbernya

  • Mutasi Alami (Mutasi Spontan)

Mutasi alami (mutasi spontan) adalah mutasi yang terjadi di alam secara acak (random), tanpa diketahui sebabnya secara pasti. Mutasi ini jarang terjadi, tingkat kemungkinannya pun sangat kecil. Mutasi spontan mungkin terjadi karena mekanisme tertentu di dalam sel yang tidak sempurna. Mutasi spontan dapat disebabkan oleh beberapa alasan berikut :

  1. ketidakstabilan nukleotida,
  2. kesalahan replikasi,
  3. ketidaksempurnaan meiosis.

Umumnya mutasi spontan bersifat resesif sehingga jarang mampu bertahan hidup. Jika mampu bertahan hidup maka mutan akan berkembang menghasilkan variasi baru.

Ketidakstabilan Nukleotida, Keempat basa nukleotida dapat bersifat tidak stabil dan berada pada dua bentuk yang berbeda (tautomer). Saat suatu basa membentuk tautomernya, basa ini dapat berpasangan dengan basa lainnya yang berbeda. Misalnya, basa G biasanya berpasangan dengan basa S. Namun, jika basa G pada kondisi tautomer saat replikasi DNA, maka basa G tersebut akan berpasangan dengan basa T.Oleh karena itu, ada mutasi basa S ke basa T. Kesalahan Replikasi DNA polimerase dapat melakukan kesalahan saat replikasi. Misalnya insersi basa S yang seharusnya basa T. Kebanyakan kesalahan replikasi semacam ini akan diperbaiki oleh kompleks DNA polimerase yang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki (proofreading). Namun, kemungkinan kesalahan semacam itu tetap ada dan menjadi permanen.

Ketidaksempurnaan Meiosis, Gagal berpisah dapat terjadi akibat ketidaksempurnaan proses meiosis yang mengarah pada pembagian kromosom yang tidak merata, terlalu banyak, atau terlalu sedikit.


  • Mutasi Buatan (Mutasi Terinduksi)

Mutasi Buatan (Mutasi Terinduksi) merupakan mutasi yang berasal dari luar atau kejadian yang disengaja oleh manusia. Mutasi terinduksi merupakan program yang dikerjakan oleh para pemulia tanaman dan hewan guna memperbaiki fenotip tanaman agronomi atau holtikultura serta hewan budidaya.


3. Berdasarkan Tingkat Mutasinya

  1. Mutasi titik

Mutasi titik merupakan perubahan pada basa N dari DNA atau RNA. Mutasi titik relatif sering terjadi namun efeknya dapat dikurangi oleh mekanisme pemulihan gen. Mutasi titik dapat berakibat berubahnya urutan asam amino pada protein, dan dapat mengakibatkan berkurangnya, berubahnya atau hilangnya fungsi enzim. Teknologi saat ini menggunakan mutasi titik sebagai marker (disebut SNP) untuk mengkaji perubahan yang terjadi pada gen dan dikaitkan dengan perubahan fenotipe yang terjadi. Contoh mutasi gen adalah reaksi asam nitrit (HNO2) dengan adenine (A) menjadi zat hipoxanthine. Zat ini akan menempati tempat adenin asli dan berpasangan dengan sitosin (C), bukan lagi dengan timin (T).


  1. Mutasi kromosom

Mutasi kromosom adalah perubahan materi genetik yang disebabkan oleh perubahan sususan atau jumlah kromosom. Mutasi kromosom dapat disebabkan oleh gangguan fisik dan kimia yang menyebabkan kesalahan di dalam pembelahan sel (meiosis dan mitosis) sehingga merusak susunan kromosom atau mengubah jumlah kromosom.


Bahan-Bahan Penyebab Mutasi

       Bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Mutagen dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Mutagen bahan kimia, contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel anafase.
  2. Mutagen bahan fisika, contohnya sinar ultraviolet, sinar radioaktif, dll. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit.
  3. Mutagen bahan biologi, diduga virus dan bakteri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian virus yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi adalah DNA-nya.

Baca Juga : Penyebab Mutasi Gen – Pengertian, Alam, Buatan, Faktor, Jenis, Mekanisme, Konsekunsi


Pengaruh Mutasi

Mutasi dapat menjadi menguntungkan, mutasi yang menguntungkan adalah terdapat varietas baru yang lebih unggul, baik hewan maupun tumbuhan. Mutasi dapat merugikan juga yaitu dengan munculnya kelainan-kelainan genetik.


Mekanisme Mutasi Tinggkat Gen

Mutasi gen merupakan perubahan kimiawi pada satu atau sejumlah pasangan basa dalam satu gen tunggal yang mengakibatkan perubahan sifat pribadi tanpa evolusi jumlah dan rangkaian kromosomnya. Mutasi gen bisa terjadi melalui sekian banyak cara, diantaranya :


  • Penggantian/substitusi pasangan basa

Terjadi sebab penggantian satu nukleotida dengan pasangannya di dalam untaian DNA komplementer dengan pasangan nukleotida lain. Mutasi substitusi basa dapat dipisahkan menjadi dua kelompok, yakni transisi dan transversi. Pada transisi terjadi substitusi basa purin oleh purin atau substitusi pirimidin oleh pirimidin, sementara pada transversi terjadi substitusi purin oleh pirimidin atau pirimidin oleh purin.

  1. Mutasi peralihan pasangan basa terdiri dari mutasi transisi, transversi, misens, nonsense, netral dan diam.
  2. Pada mutasi transisi terjadi suatu peralihan basa purin dengan basa purin beda atau peralihan suatu basa pirimidin dengan pirimidin lainnya atau pun peralihan purin-pirimidin dengan pasangan purin-pirimidin lainnya. Contohnya ATàGS, GSàAT, TAàSG, SGàTA,
  3. Pada mutasi transversi terjadi suatu peralihan basa purin dengan pirimidin atau sebaliknya. Contohnya ATàAT, GSàSG, ATàSG, dan SGàTA.
  4. Mutasi misens ialah mutasi yang terjadi sebab perubahan sebuah pasangan basa yang menyebabkan perubahan satu kode genetika sampai-sampai asam amino yang berhubungan berubah. Contohnya ialah yang terjadi pada gen β-globin yang berdampak terjadinya peralihan satu asam amino pada rantai β-hemogloblin.
  5. Mutasi nonsense ialah suatu peralihan pasangan basa yang berdampak evolusi suatu kode genetika pengkode asam amino menjadi kode genetika pengkode terminasi. Dalam urusan ini terjadi sebuah kode genetika pengkode asam amino (misalnya UGG) menjadi UAG; atau USA menjadi UAA, dan begitu pula UAA menjadi UGA. Adanya mutasi nonsense mengakibatkan polipeptida yang terbentuk tidak sempurna atau tidak menyeluruh sehingga tidak fungsional.
  6. Mutasi netral ialah pergantian sebuah pasangan basa yang berhubungan terjadinya evolusi suatu kode genetika yang pun menimbulkan evolusi asam amino bersangkutan, namun tidak sampai menyebabkan perubahan faedah protein. Tidak terjadinya perubahan faedah protein diakibatkan karena asam amino secara kimia akivalen dengan asam amino mula-mula. Satu misal mutasi netral diperlihatkan pada tabel 2.1. Pada misal itu asam amino argini secara kimiawi ekivalen dengan asam amino lisin dan sama-sama asam amino dasar sehingga dua-duanya mempunyai sifat-sifat yang lumayan serupa, dan dengan demikian faedah protein bisa tidak berubah.
  7. Mutasi diam ialah suatu tipe mutasi netral khusus. Pada mutasi ini, terjadi peralihan suatu pasangan basa pada gen yang memunculkan perubahan kode genetika, namun tidak menyebabkan perubahan asam amino yang dikode.

Baca Juga : Pengertian Gen Letal Beserta Macam-Macamnya


  • Insersi dan delesi

Insersi adalah penyisipan atau peningkatan satu atau lebih nukleotida ke dalam rantai polinukleotida. Delesi ialah pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida pada sebuah gen ketika replikasi DNA.


Baca Juga :