Limbah-adalah

Limbah adalah

Dalam kehidupan manusia didalam sebuah masyarakat tidak lepas dari kebutuhan akan sesuatu hal untuk menunjang kehidupan. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut banyak sekali produk-produk yang diciptakan untuk memenuhi hal tersebut. Dari produk-produk yang dihasilkan dapat benilai positif dan negative. Hal negative yang dapat dihasilkan adalah sisah dari produk-produk tersebut atau bisa disebut juga sebagai limbah.

Limbah-adalah

Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Limbah itu sendiri adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Untuk menguragi dampak negative dari limbah tersebut sekarang banyak sekali bemunculan idea atau gagasan yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan limbah tersebut dengan tujuan untuk mengurangi dampak negative dari limbah.


Pengertian Limbah

Limbah adalah salah satu bentuk dari sampah yang berwujud padat, biasanya sampah padat hanya dapat diolah dengan cara dibuang lalu dibakar atau ditimbun dalam tanah sebagai bahan urukan permukaan tanah. Yang sementara itu, untuk sampah organik biasanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Limbah sendiri berasal dari tempat yang beraneka ragam, mulai dari limbah rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan juga limbah dari suatu kegiatan tertentu. Pada kehidupan masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat.

Hal ini bisa dilihat dari perkembangan yang terjadi dalam kebiasaan dirumah tangga orang-orang yang dulunya hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, kini tergantikan dengan penggunaan sabun detergen cuci piring yang mengandung zat kimia seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Surfactant, tentu saja penggunaannya akan meningkatkan jumlah limbah.


Pengertian Limbah Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian limbah menurut para ahli, sebagai berikut:


1. Susilowarno

Berdasarkan keterangan dari Susilowarno (2007), adalah limbah ini merupakan sisa atau hasil sampingan dari pekerjaan atau kegiatan manusia dalam upaya memenuhi keperluan hidupnya.


2. Karmana

Berdasarkan keterangan dari Karmana (2007), pengertian limbah ini adalah sisa atau sampah dari sebuah proses pekerjaan atau kegiatan manusia yang dapat menjadi bahan polutan di sebuah lingkungan.


3. Cahyono Budi Utomo

Berdasarkan keterangan dari Cahyono Budi Utomo, adalah limbah ini merupakan suatu zat atau benda yang timbul sebagai hasil dari pekerjaan atau kegiatan manusia yang tidak dipakai lagi dan dibuang.


4. Hieronymus Budi Santoso

Berdasarkan keterangan dari Hieronymus Budi Santoso, adalah limbah ini merupakan bahan yang dibuang/ terbuang dari hasil kegiatan atau pekerjaan manusia atau segala format proses alam, serta tidak memiliki nilai ekonomi, bahkan dapat merugikan manusia.


5. Deden Abdurahman

Berdasarkan keterangan dari Deden Abdurahman, adalah limbah ini merupakan buangan yang didapatkan dari sebuah proses produksi, baik industri atau juga dalam negeri (rumah tangga), yang mana kehadirannya tersebut dapat menurunkan kualitas lingkungan.


6. Daniel A. Okun dan George Ponghis

Berdasarkan keterangan dari Daniel A. Okun dan George Ponghis (1875), adalah limbah ini merupakan seluruh limbah cair lokasi tinggal tangga, tergolong air kotor serta pun semua limbah industri yang dilemparkan ke sistem drainase limbah cair, kecuali air hujan atau juga saluran permukaan.


Karakteristik Limbah

Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik yang berbeda. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :


  • Berukuran mikro

Karekteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah/ volumenya. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bias terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan.


  • Dinamis

Mungkin yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat.


  • Berdampak luas (penyebarannya)

Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata tellanjang. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg).


  • Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa.


Jenis-Jenis Limbah

Limbah dapat diklasifikasikan ke dalam 3 bagian yaitu:


1. Berdasarkan Wujudnya

  • Limbah gas merupakan jenis limbah yang berbentuk gas. Contoh: karbon dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), HCL, NO2, SO2 dan beberapa lainnya.
  • Limbah Cair merupakan jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair. Contoh: air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, minyak goreng buangan dan beberapa lainnya.
  • Limbah Padat merupakan jenis limbah yang berupa padat. Contoh: kotak kemasan, bungkus jajanan, plastik, botol, kertas, kardus, ban bekas dan beberapa lainnya.

2. Berdasarkan Sumbernya

  1. Limbah pertanian merupakan limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian.
  2. Limbah industri merupakan limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri.
  3. Limbah pertambangan merupakan limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan.
  4. Limbah domestik merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran, dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.

3. Berdasarkan Senyawanya

Adapun berdasarkan senyawanya diantaranya yaitu:


  • Limbah Beracun (Limbah B3)

Limbah-Beracun

Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.

Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.


  • Limbah Organik

Limbah organik adalah limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob. Limbah organik mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-daunan kering, potongan-potongan kayu, dan sebagainya. Limbah organik terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri.

Limbah-Organik

Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.

Limbah organik dapat mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.

Limbah organic dibagi menjadi dua, yaitu:


  1. Limbah organic basah

Limbah ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.


  1. Limbah organic kering

Limbah ini memiliki kandungan air yang relative sedikit. Contohnya kayu, ranting pohon, dedaunan kering, dan lain lain.


  • Limbah Anorganik

Limbah anorganik adalah limbah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Limbah ini tidak dapat diuraikan oleh organisme detrivor atau dapat diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Limbah ini tidak dapat membusuk, oleh karena itu dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.

Limbah-Anorganik

Limbah anorganik yang dapat di daur ulang, antara lain adalah plastik, logam, dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang tersebut harus diolah terlebih dahulu dengan cara sanitary landfill, pembakaran (incineration), atau penghancuran (pulverisation).

Akibat dari limbah seperti ini (plastik,styrofoam, dll) adalah menumpuk semakin banyak dan menjadi polutan pada tanah misalnya, selain menggangu pemandangan.


Pemanfaatan Limbah

Limbah organic maupun limbah anorganik dapat kita daur ulang. Daur ulang merupakan upaya untuk mengolah barang atau benda yang sudah tidak dipakai agar dapat dipakai kembali.


1. Limbah Organik

Limbah organik dapat dimanfaatkan baik secara langsung (contohnya untuk makanan ternak) maupun secara tidak langsung melalui proses daur ulang (contohnya pengomposan dan biogas). Contoh limbah organic yang dapat kita daur ulang yaitu sisa-sisa dedaunan dan kayu serut.

Sisa-sisa dedaunan dapat kita proses menjadi pupuk kompos yang sangat bagus. Tetapi, untuk hasil yang maksimal diperlukan usaha yang maksimal pula. Jika kita dapat memprosesnya dengan baik, maka sisa dedaunan itu dapat kita gunakan sebagai pupuk organic yang ramah lingkungan dan kualitas bagus.


2. Limbah Anorganik

Limbah anorganik dapat kita proses menjadi sebuah benda yang memiliki nilai seni atau nilai guna. Beberapa limbah anorganik yang dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang, misalnya plastik, gelas, logam, dan kertas.


  • Limbah plastik

Limbah plastik biasanya digunakan sebagai pembungkus barang. Plastik juga digunakan sebagai perabotan rumah tangga seperti ember, piring, gelas, dan lain sebagainya. Keunggulan barang-barang yang terbuat dari plastik yaitu tidak berkarat dan tahan lama.

Banyaknya pemanfaatan plastik berdampak pada banyaknya sampah plastik. Padahal untuk hancur secara alami jika dikubur dalam tanah memerlukan waktu yang sangat lama. Cobalah kalian kubur sampah plastik selama beberapa bulan, kemudian gali lagi penutup tanahnya dapat dipastikan bahwa plastik tersebut akan tetap utuh.

Karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan limbah plastik untuk didaur ulang menjadi barang yang sama fungsinya dengan fungsi semula maupun digunakan untuk fungsi yang berbeda.

Misalnya ember plastik bekas dapat didaur ulang dan hasil daur ulangnya setelah dihancurkan dapat berupa ember kembali atau dibuat produk lain seperti sendok plastik, tempat sampah, atau pot bunga.

Plastik dari bekas makanan ringan atau sabun deterjen dapat didaur ulang menjdai kerajinan misalnya kantong, dompet, tas laptop, tas belanja, sandal, atau payung. Botol bekas minuman bisa dimanfaatkan untuk membuat mainan anak-anak. Sedotan minuman dapat dibuat bunga-bungaan, bingkai foto, taplak meja, hiasan dinding atau hiasan-hiasan lainnya.


  • Limbah logam

Sampah atau limbah dari bahan logam seperti besi, kaleng, alumunium, timah, dan lain sebagainya dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita. Sampah dari bahan kaleng biasanya yang paling banyak kita temukan dan yang paling mudah kita manfaatkan menjadi barang lain yang bermanfaat.

Sampah dari bahan kaleng dapat dijadikan berbagai jenis barang kerajinan yang bermanfaat. Berbagai produk yang dapat dihasilkan dari limbah kaleng di antaranya tempat sampah, vas bunga, gantungan kunci, celengan, gift box, dan lain-lain.


  • Limbah Gelas atau Kaca

Limbah gelas atau kaca yang sudah pecah dapat didaur ulang menjadi barang-barang sama seperti barang semula atau menjadi barang lainseperti botol yang baru, vas bunga, cindera mata, atau hiasan-hiasan lainnya yang mempunyai nilai artistik dan ekonomis.


  • Limbah kertas

Sampah kertas kelihatannya memang mudah hancur dan tidak berbahaya seperti sampah plastik. Namun walau bagaimanapun yang namanya sampah pasti menimbulkan masalah jika berserakan begitu saja.

Sampah dari kertas dapat didaur ulang baik secara langsung ataupun tak langsung. Secara langsung artinya kertas tersebut langsung dibuat kerajinan atau barang yang berguna lainnya. Sedangkan secara tak langsung artinya kertas tersebut dapat dilebur terlebih dahulu menjadi kertas bubur, kemudian dibuat berbagai kerajinan.

Hasil daur ulang kertas banyak sekali ragamnya seperti kotak hiasan, sampul buku, bingkai photo, tempat pensil, dan lain sebagainya.


Dampak Limbah

Berikut ini terdapat beberapa dampak limbah, sebagai berikut:

Dampak-Limbah


1. Dampak Limbah Terhadap Lingkungan

Secara umum, limbah mempunayi akibat negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Di samping merusak lingkungan serta mengakibatkan nilai estetika pada lingkungan tersebut menjadi buruk, limbah ini juga dapat menyebabkan kematian terhadap organisme yang terdapat disekitar lingkungan.

Contohnya, limbah cair yang mengkontaminasi sungai. Racun limbah yang ada pada sungai tersebut akan menyebabkan tidak sedikit macam organisme berhabitat di sungai mati keracunan.

Kerusakan pada sungai itulah yang pada akhirnya bakal mengganggu ekuilibrium ekosistem mahluk hidup secara keseluruhan.


2. Dampak Limbah Terhadap Manusia

Meskipun mayoritas limbah tersebut didapatkan oleh manusia, tetapi sebenarnya yang sangat merasakan akibat negatif dari perusakan limbah ini tidak beda dan tidak bukan manusia tersebut sendiri. terdapat tidak sedikit sekali gangguan kesehatan yang terjadi bilamana limbah beracun sudah mengotori lingkungan selama manusia.

Beberapa misal dari penyakit yang dapat timbul diakibatkan limbah diantaranya;

  • Diare
  • Keracunan
  • Sesak napas
  • Penyakit tifus
  • Jamur pada kulit
  • Gangguan saraf

CONTOH PENGOLAHAN LIMBAH

Contoh pengolahan air limbah domestik adalah dengan menggunakan bak penangkap minyak dan lemak, bak pengendapan awal, bak aerasi, bak pengendapan akhir, filtrasi dan desinfeksi.

CONTOH-PENGOLAHAN-LIMBAH

Meski demikian, sistem pengolahan air bersih maupun air limbah domestik yang digunakan dalam hunian dibangun dengan menyesuaikan keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.

Konsultasikanlah dengan pihak terkait untuk mendapatkan system pengolahan air bersih maupun air limbah domestik yang baik dalam hunian maupun perusahaan Anda.


Demikianlah pembahasan mengenai Limbah adalah: Karakteristik, Jenis, Pemanfaatan, Dampak dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga: