Definisi Komponen Biotik Dalam Ekosistem Dan Contohnya

Diposting pada

komponen-biotik-dalam-ekosistem

Komponen Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa).

Komponen biotik merupakan suatu komponen ekosistem yang berupa mahluk hudup yang tinggal dalam suatu ekosistem.Contohnya :Manusia, Hewan, Tumbuhan, dan mikroorganisme lain termasuk komponen biotik.  Tiap komponen memiliki peranan masing-masing yang erat kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan akan makanan. Hal ini menyebabkan terjadinya keseimbangan di dalam ekosistem.Di dalam ekosistem, komponen biotik memiliki peranan (relung) dan tugas tertentu. Komponen biotik dalam ekosistem berdasarkan peranannya dikelompokkan  menjadi tiga, yaitu sebagai produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer).


Komponen biotik merupakan seuatu komponen lingkungan yang termasuk mkhluk hidup. Pada dasarnya makhluk hidup bisa kita golongkan dengan dasar jenis-jenis tertentu, sebagai contohnya golongan manusia serta tumbuhan. Makhluk hidup bisa kita lihat dengan berdasarkan ukurannya dan digolongkan menjadi mikroorganisme serta makroorganisme. Manusia adalah faktor biotik yang memiliki pengaruh paling kuat dimuka bumi ini, baik itu dalam pengaruh melipatkan dan menusnahkan, atapun dalam mempercepat penyebaran tumbuhan dan hewan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Biotik Beserta Komponennya


Macam Komponen Biotik

Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Produsen

Produsen adalah makhluk hidup yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik (organisme autotrof). Proses tersebut hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis. Contoh produsen adalah alga, lumut dan tumbuhan hijau. Produsen membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Fotosintetis adalah proses pembentukan makanan pada tumbuhan dan organisme berklorofil dengan bantuan sinar matahari. Proses fotosintesis pada tumbuhan terjadi di daun, organel sel yang disebut kloroplas yang mengandung butir – butir hijau dau (klorofil) yang berfungsi menangkap cahaya matahari. Proses fotosintesis membutuhkan air dan karbon dioksida. Air diperoleh dari lingkungan sekitar dengan bantuan akar. Karbon dioksida diambil dari udara melalui stomata. Stomata pada umumnya terletak dipermukaan bawah daun.


Berikut ini reaksi fotosistesis :

  • Cahaya Matahari
  • 6CO2 + 6H2O ^ C6H12O6 + 6O2
  • Karbondioksida Air Glukosa Oksigen

Glukosa yang terbentuk dari proses fotosintesis akan diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Glukosa itu digunakan untuk berbagai kegiatan hidupnya, yaitu sebagai berikut :

  1. Memperbaiki bagian – bagian tubuh yang rusak
  2. Pembelahan sel
  3. Cadangan makanan, yaitu glukosa yang belum dipakai akan disimpan pada bagian – bagian tubuh tertentu, misalnya di batang (tebu), akar (singkong, ubi, talas), biji dan buah.

Konsumen / Heterotrof

Konsumen berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menyusun zat makanan sendiri, tetapi memakai atau menggunakan zat makanan yang dibuat organisme lain. Organisme lain tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan ataupun sisa – sisa organisme. Yang termasuk komponen adalah hampir semua golongan hewan, tumbuhan yang tidak berklorofil, dan manusia.


Contoh tumbuhan konsumen adalah tali putri dan bunga bangkai.
Komponen Heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen Heterotrof disebut juga konsumen makro (Fagotrof karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong Heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. Bahan makanan yang dihasilkan oleh produsen secara langsung ataupun tidak langsung merupakan sumber makanan bagi organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Herbivora konsumen tingkat I, Karnivora konsumen tingkat II, dan seterusnya.


Pengurai / Dekomposer

Pengurai atau Dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (Sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur.
Ada pula pengurai yang disebut Detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe Dekomposisi ada 3, yaitu :


  1. Aerobik : Oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  2. Anaerobik : Oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron.
  3. Fermentasi : Anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotikadalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.

Makhluk hidup yang hanya bisa hidup serta berkembang biak ligkungan yang pas atau cocok, yang juga disebut habitat. Didalam ekosistem, setiap organisme memiliki fungsi dan dan tugas tertentu. Hal tersebut dikenal dengan nisia. Oleh sebab itu, komponen biotik ekosistem bisa dikelompokan dengan berdasarkan nisia itu tadi. Secara garis besar ada 4 nisia.

  1. Produsen
    Produsen ialah organisme yang bisa menyusun senyawa organik (yang mengandung bahan-bahan kehidupan) dari bahan anorganik (tidak mengandung bahan kehidupan) menjadi makanannya sendiri. Didalam membentuk makananya sendiri, organisme ini dibantu dengan cahaya matahari serta sering kita sebut organisme autotrof. Yang juga termasuk dalam kelompok ini ialah jenis-jenis bakteri, tumbuhan hijau serta ganggang biru-hijau.


  2. Konsumen
    Konsumen ialah organisme yang tidak bisa membuat zat makanan sendiri, serta untuk memenuhi kebutuhan makananya bergantung pada organisme lainnya. Organisme tersebut dinamakan organisme heterotrof. Komponen yang ada dalam golongan heterotrof ialah, manusia, jamur, hewan, serta mikroba. Organisme konsumen dapat dibedaka dengan berdasarkab jenis makananya menjadi golongan herbivor (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), serta omnivora (pemakan segala). Berdasarkan tingkatannya, konsumen dapat kita bagi menjadi:
    – Konsumen primer ialah pemakan langsung produsen
    Contoh: semua bangsa herbivora serta omnivora seperti: tikus, kambing, ulat, sapi, dll.
    – Konsumen sekunder ialah pemakan konsumen primer
    Contoh: sebagian karnivora dan omnivora seperti: ular, katak, trenggiling, cheetah, ayam, harimau, dll.
    – Konsumen tersier ialah pemakan konsumen sekunder.
    Contoh: sebagian karnivora dan omnivora seperti: elang, gurita, hiu, dll.


  3. Dekomposer
    Dekomposer disebut pengurai. Memungkinkan zat-zat organik terurai dan mengalami daur ulang kembali menjadi hara. Yang termasuk kelompok perombak adalah bakteri dan jamur.
  4. Detrivora
    Detrivora merupakan suatu organisme yang memakan suatu pertikel organik. Detritus adalah hancuran jaringa tumbuhan hewan yang melepuk. Yang termasuk golongan tersebut, siput, cacing tanah, lipan, teripang dan keluwing.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fisiologi Manusia Dan Hewan Beserta Bidangnya


Komponen Penyusun Ekosistem

Ekosistem adalah kesatuan antara komunitas yang membentuk hubungan timbal balik atau saling berinterasi.Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan abiotik.Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen dan decomposer.Sedangkan abiotik terdiri dari energy matahari, angin, mineral, oksigen, air dan karbondioksida dll.

Didalam ekosistem terdapat satuan makhluk hidup yang disebut individu, populasi dan komunitas.Individu adalah satuan makhluk hidup yang tunggal.Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda beda yang hidup pada tempat dan waktu tertentu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Abiotik dan 10 Komponen Abiotik


Komponen Biotik dan Abiotic

Komponen biotik dan abiotic merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi, artinya keduanya saling ketergantungan.

  1. Saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotic
    Tumbuhan hijau memerlukan cahaya mathari untuk melakukan proses fotosintesis. Sebagai bahan fotosintesis diperlukan karbon dioksida, air dan garam garam mineral.Sebaliknya tumbuhan melepaskan oksigen ke udara sebagai salah satu hasil fotosintesis.Jadi dalam hal ini berhubungan timbal balik dengan lingkungannya.


  2. Saling ketergantungn antara produsen, konsumen dan pengurai
    Dalam ekosistem tumbuhan merupakan produasen yang menghasilkan sumber makanan bagi semua makhluk hidup.Semua makhluk hidup merupakan makanan bagi produsen. Sebagai cintoh tanaman padi dimakan oleh ulat sebagai konsumen 1, kemudian ulat dimakan oleh burung sebagai konsumen 2, kemudian burung mati akanmembusuk dan diuraikan oleh pengurai atau decomposer, dan akan menjadi zat zat yang dibutuhkan tumbuhan untuk berfotosintesis. Dari alur tersebut burung mendapatkan makanan dari tanaman padi.Begitu pula tanaman padi secara tidak langsung mendapatkan makanan dariburung yang mati membusuk tadi.

Pada ekosistem dikenal dengan rantai makanan dan jarring jarring makanan.Rantai makanan adalah peristiwa urutan makan dan dimakan antara makhluk hidup yang diawali oleh produsen.Sedangkan jarring jarring makanan adalah hubungan antara rantai makanan yang satu dengan yang lainnya yang mempunyai satu keterkaitan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Abiotik dan 10 Komponen Abiotik


Hubungan Komponen Biotik dan Abiotik

Di dalam ekosistem terjadi saling ketergantungan antar komponen, sehingga apabila salah satu komponen mengalami gangguan maka mempengaruhi komponen lainnya. Ekosistem dikatakan seimbang apabila jumlah antara produsen, konsumen I dan konsumen II seimbang keterangan gambar anak panah : dimakan.


Hubungan antara komponen biotik dan komponen abiotik

Keberadaan komponen abiotik dalam ekosistem sangat mempengaruhi komponen biotik. Misal: tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya air, udara, cahaya, dan garam–garam mineral. Begitu juga sebaliknya komponen biotik sangat mempengaruhi komponen abiotik yaitu tumbuhan yang ada di hutan sangat mempengaruhi keberadaan air, sehingga mata air dapat bertahan, tanah menjadi subur. Tetapi apabila tidak ada tumbuhan, air tidak dapat tertahan sehingga dapat menyebabkan tanah longsor dan menjadi tandus. Komponen abiotik yang tidak tergantung dengan biotik antara lain: gaya grafitasi, matahari, tekanan udara.


Hubungan antara komponen biotik dengan komponen biotik

Di antara produsen, konsumen dan pengurai adalah saling ketergantungan. Tidak ada makhluk hidup yang hidup tanpa makhluk lainnya. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan baik secara langsung maupun tak langsung. Hubungan saling ketergantungan antar produsen, konsumen dan pengurai terjadi melalui:

  • Rantai makanan
    Merupakan peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem dengan urutan tertentu.
  • Jaring-jaring makanan
    Merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu ekosistem. Seperti contoh jaring-jaring makanan di bawah ini terdiri dari 5 (lima) rantai makanan.
  • Piramida makanan
    Merupakan gambaran perbandingan antara produsen, konsumen I, konsumen II, dan seterusnya. Dalam piramida ini semakin ke puncak biomassanya semakin kecil.
  • Arus energi
    Merupakan perpindahan energi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Yaitu dari sinar matahari lalu produsen, ke konsumen tingkat I, ke konsumen tingkat II sampai pengurai. Sedangkan mineral membentuk siklus. Energi yang dilepas sangat kecil karena setiap organisme membutuhkan energi dalam memenuhi kebutuhannya.
  • Siklus energi
    Merupakan perpindahan zat dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Akhirnya akan kembali ke tempat zat itu berasal. Contoh lihat siklus air di bawah ini!

Keseimbangan ekosistem dapat terjadi bila ada hubangan timbal balik di antara komponen–komponen ekositem. Perhatikan grafik perbandingan jumlah produsen, herbivora dan karnivora!

Semula produsen, herbivora dan karnivora berada pada tempat tertentu. Tumbuhan sebagai produsen yang jumlahnya paling banyak. Apabila ada hal-hal yang mengubah lingkungan maka organisme tersebut tidak akan mengalami perubahan, tetapi jika jumlah organisme tidak terkendalikan akan membahayakan organisme lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Escherichia Coli – Pengertian, Klasifikasi, Struktur, Faktor, Ciri, Diagnosis, Pengobatan


Pola Interaksi Organisme

Interaksi adalah hubungan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Pola interaksi manusia dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Predasi. Definisi dari predasi adalah suatu interaksi makhluk hidup dimana suatu makhluk hidup memakan makhluk hidup yang lain atau hukum makan dan dimakan. Organisme yang memakan dinamakan predator sedangkan makhluk hidup yang dimakan disebut mangsa.
  2. Kompetisi. Definisinya adalah interaksi antar makhluk hidup yang saling bersaing untuk mendapatkan makanan.
  3. Simbiosis. Pengertiannya adalah hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang bersifat saling menguntungkan(mutualisme), satu untung dan satu dirugikan(parasitisme), serta satu untung dan yang satu tidak dirugikan (Komensalisme)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi


Macam-macam Ekosistem

Berdasarkan proses terjadinya ekosistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Ekosistem alami. Pengertian dari ekosistem alamai yaitu suatu ekosistem yang terjadi tanpa campur tangan manusia atau terjadi secara alami. Contohnya danau, hutan, gurun dll.
  • Ekosistem buatan. Pengertian dari ekosistem buatan yaitu suatu ekosistem yang terjadi karena dibuat oleh manusia..contohnya: akuarium, kolam, kebun, sawah dll.

Berdasarkan tempatnya ekosistem dapat dibedakan menjadi;

  1. Ekosistem darat
  2. Ekosistem laut / air asin
  3. Ekosistem air tawar

Dalam ekosistem dikenal adanya habitat.Habitat adalah tempat tinggal makhluk hidup.Berdasarkan kemampuan menyusun makanan, makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makhluk hidup autrotof dan heterotrof.Autrotrof adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri contohnya tumbuhan yang dapat berfotosintesis.Sedangkan heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, contohnya, hewan dan manusia. Berdasarkan jenis makanannya, organisme heterotrof dibedakan menjadi tiga yaitu herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging), dan omnivora (pemakan segala).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Kingdom Animalia


Faktor Faktor Biotik

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan,hewan maupun manusia. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

ada beberapa faktor yang mempengaruhi biotik diantara lain :

  • Faktor biotik ialah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di yang ada bumi, baik tumbuhan maupun hewan.
  • Faktor biotik meliputi : Interaksi antar tumbuhan dalam komunitas, Interaksi hewan dan tumbuhan dalam komunitas, dan Interaksi manusia dan tumbuhan.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara  ebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. Lihatlah Gambar Di bawah ini.


Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus,seekor kucing,sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, danseorang manusia. Dalammempertahankan hidup, seti jenisdihadapkan pada masalah-masalah hidup yangkritis.Misalnya,seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diriterhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untukmengatasi masalahtersebut, organisme harus memiliki strukturkhusus seperti : duri, sayap, kantung,atau tanduk. Hewan jugamemperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuatsarang atau melakukan migrasi yang jauhuntuk mencari makanan.Struktur dantingkah laku demikian disebut adaptasi.


  • Adaptasi fsiologi
    Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.Contohnya adalah sebagai berikut.
    -Kelenjar bau : Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.
  • Adaptasi tingkah laku
    Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.Contohnya sebagai berikut :
    -Pura-pura tidur atau mati :Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia.Hewanini seringberbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekoranjing.
  • Populasi
    Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebutpopulasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989berjumlah 2552 batang.

Faktor Biotik terhadap pertumbuhan Tanaman

Faktor biotik adalah faktor yang berpengaruh menguntungkan atau merugikan yang disebabkan oleh tanaman lain dan hewan pada tanaman pertanian.

  • a. Faktor tanaman/tumbuhan
    Kompetisi dan komplementer antar tanaman: kompetisi akan terjadi apabila antar tanaman membutuhkan hara, air, dan sinar matahari. Untuk mendapatkan hasil tanaman yang maksimum diperlukan luas daun yang maksimum untuk dapat memanfaatkan sinar matahari, hara, dan air yang tersedia secara maksimum. Jarak tanam yang sempit mengurangi hasil per tanaman, sedangkan jarak tanam yang lebar akan mengurangi hasil total per satuan luas karena jumlah tanaman lebih sedikit. Oleh karena itu jarak tanam optimum sangat penting dalam praktek budidaya tanaman. Akan tetapi dalam kasus penanaman tanaman yang berbeda secara bersamaan seperti penanaman campuran, hasil menjadi lebih baik. Sebagai contoh penanaman bersama tanaman legume dengan serealia.


    Kompetisi antara gulma dengan tanaman: Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh dimana mereka tidal( dikehendaki baik waktu maupun tempatnya. Gulma dapat menurunkan hasil tanaman karena berkompetisi dengan tanaman dalam hal mendapatkan air, hara dan cahaya matahari. Di samping itu keberadaan gulma di antara tanaman menyebabkan meningkatnya biaya tenaga untuk menyiang dan biaya untuk peralatan, mempersulit panenan, menurunkan kualitas dan pemasaran, menjadi tanaman inang serangga, fungsi, virus dan bakteri, dan beberapa jenis gulma meracun manusia dan temak.


    Pada daerah non irigasi, kompetisi antara gulma dan tanaman besar dalam memperebutkan air. Koefisien transpirasi untuk Bermuda grass (Cynodon dactylon) adalah 813, sedangkan untuk sorghum hanya 430. Dengan membebaskan tanah dari gulma, dalam satu are tanah dengan kedalaman 6 kaki, dapat dihemat 300-500 ton air. Di daerah yang beririgasi, kompetisi terjadi dalam mendapatkan unsur hara.
    Gulma di tanah yang bero menghabiskan kelembaban dan hara tanah. Di samping itu gulma juga akan menutup saluran drainase dan menghalangi aliran air dalam pant dan sungai. Pengendalian gulma hams dilakukan untuk mendapatkan aliran air dalam pant dan sungai. Pengendalian gulma harus dilakukan untuk mendapatkan hasil tanaman yang tinggi.


    Tanaman dan parasit: Parasit tanaman, untuk dapat hidup tergantung pada tanaman inangnya. Dalam keadaan yang menguntungkan, parasit berusaha untuk mempengaruhi komunitas tanaman. Sebagai contoh parasit yang berupa fungi, bakteri, virus dan sebagainya menyebabkan jenis penyakit yang berbeda pada tanaman pertanian. Mikroorganisme untuk memperoleh makanannya melalui perombakan tanaman-tanaman yang sudah mati dan sisa-sisa hewan (saprofit) atau dengan menyerang tanaman dan hewan yang masih hidup (parasit). Dalam mendapatkan makanannya, organisme parasit membunuh jaringan dan sel-sel tanaman inang sehingga tanaman atau bagian-bagiannya rusak dan mati, atau mengganggu proses metabolisme tanaman yang hidup. Dalam beberapa kasus mereka juga menghasilkan substansi racun. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan penanaman varietas yang tahan, dengan khemikalia, sanitasi lahan dan praktek budidaya.


  • b. Binatang / Hewan.
    Hewan dalam tanah meliputi: protozoa, nematoda, siput, dan serangga merupakan bagian penting dari lingkungan akar tanaman. Semua organisme ini membantu dalam proses dekomposisi bahan organik tanah dan digunakan untukkepentingan hidupnya.  Sebagian dari hewan tanah yang berupa serangga dan nematoda dapat merusak tanaman sebagai hama, bahkan setelah panen, biji-biji dapat rusak karena serangga. Rata-rata kehilangan hasil akibat serangan serangga telah dilaporkan kira-kira 20 % di seluruh dunia.


    Hewan yang menguntungkan: banyak tanaman yang dalam penyerbukannya dibantu/dilakukan oleh serangga. Kumbang dan lebah mungkin merupakan penyerbuk tanaman yang sangat penting. Ngengat dan kupu-kupu juga mampu melakukan penyerbukan. Cacing tanah dapat memperbaiki aerasi dan drainase tanah sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman. Hewan-hewan kecil dan besar juga sangat mempengaruhi kehidupan tanaman karena hewan-hewan mengkonsumsi tanaman sebagai pakannya. Tanaman pertanian yang terdapat di dekat habitat hewan-hewan tersebut akan mengalami kerusakan besar apabila tidak dilakukan pengendalian/ perlindungan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 15 Ciri-Ciri Archaebacteria Dan Eubacteria Lengkap


Contoh Hubungan Biotik dan Abiotik

Biotik dan Abiotik adalah komponen pembentuk ekosistem. Biotik dan abiotik merupakan dua faktor yang mempengaruhi perkembangan dan gejala alam pada suatu ekosistem. Kedua faktor tersebut saling berdampingan. Semua benda tidak bernyawa seperti batu, tanah dan kerikil merupakan komponen abiotik, sedangkan yang bernyawa seperti burung, kupu-kupu, dan bunga merupakan komponen biotik.
Berdasarkan objeknya, gejala alam dapat dibedakan menjadi dua yaitu gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.


Contoh Hubungan Biotik dgn Abiotik

  • Setiap tumbuhan mengambil air dri lingkungannya (dri dlm tanah),tpi tumbuhan jga membebaskan air ke lingkungan ( ke Udara ) dlm bentuk Uap air.Bersama uap air dari sumber yang lain, nanti akan terbentuk awan dan turun jdi hujan. dan nanti air meresap ke dalam tanah (kembali lagi ke tanah). Dan jga tumbuhan mengambil zat hara dari tanah, dan jga mengembalikannya lgi dlm bentuk dedaunan, dan sisa tumbuhan yg lapuk dan mengalami penguraian.
  • Tanaman Padi melakukan proses Fotosintesis,selain butuh sinar matahari tanaman Padi jga butuh Karbondioksida utk bernapas,air untuk kegiatan Transportasi,dan tanah sebagai Unsur Hara.
  • Cacing tanah yg membutuhkan sisaxx bahan Fragmen/remukan dri tanaman pdi sebagai makanannya dan membuat lubang tanah sebagai tempat tinggalnya.Nanti jka cacing tanah mati akan terurai menjadi bhn Organik/Zat hara semacam Karbon,oksigen,dll.Untukkebutuhan tanaman padi dan kelangsungan hidupnya.

Contoh Gejala Alam Biotik dan Abiotik

Gejala Alam Biotik
Gejala alam biotik merupakan hal-hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, Mis: metamorfosis kupu-kupu, fotosintesis, penyerbukan, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dan lain-lain. Gejala alam biotik merupakan ciri-ciri makhluk hidup karena gejala alam biotik hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup. Contoh sifat gejala alam biotik antara lain:

  • Tumbuh dan berkembang
    Semua makhluk hidup akan tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa.
  • Gerak
    Semua makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuhan menunjukkan kemampuan untuk bergerak.
  • Bernapas
    Bernapas merupakan aktifitas mengambil oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida yang menjadi identitas utama makhluk hidup.
  • Peka terhadap rangsang
    Makhluk hidup memberi respon terhadap rangsangan dari luar. Mis: kita akan berkeringat saat udara panas.
  • Membutuhkan makanan
    Kebutuhan terhadap makanan merupakan salah satu ciri makhluk hidup karena makhluk hidup membutuhkannya sebagai sumber energi.

Gejala Alam Abiotik
Gejala alam abiotik merupakan hal-hal yang berkaitan dengan sifat fisik dan kimia di luar makhluk hidup, contohnya hujan, pelapukan, erosi, ledakan, tanah longsor dan sebagainya. Contoh sifat gejala alam abiotik antara lain:

  1. Wujud
    Semua benda abiotik dapat dibedakan wujudnya, yaitu padat, cair, dan gas.
  2. Bentuk
    Semua benda abiotik memiliki bentuk yang dapat kita gunakan untuk mengenalinya.
  3. Warna
    Selain bentuk, warna juga bisa menjadi sifat gejala alam abiotik, sehingga dapat dibedakan dengan yang lainnya.
  4. Ukuran
    Ukuran benda abiotik dapat berupa ukuran panjang, berat, volume, suhu, dan sebagainya.
  5. Bau
    Gejala alam abiotik dapat dicirikan berdasarkan baunya, misalkan zat belerang mempunyai bau yang berbeda dengan air kotor.
  6. Rasa
    Beberapa benda abiotik dapat diketahui berdasarkan rasanya, yaitu manis, asam atau netral.
  7. Tekstur
    Benda abiotik dapat juga dikenali dari teksturnya, yaitu halus atau kasar permukaannya.