Pengertian Kerjasama Antar Negara

Diposting pada

Bangsa merupakan suatu kelompok manusia yang dianggap nasional yang dalam hal ini memliki identitas bersama dan memiliki kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya dan sejarah, mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama.

Kerjasama-Antar-Negara

Pengertian Kerjasama Antarnegara

Kerjasama antarnegara adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan.


Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang mengadakan kerja sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan.


Kerjasama ekonomi yang timbul karena perdagangan internasional, pertukaran sarana dan prasarana produksi, dan hubungan utang piutang yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk dari negara lain.

Baca Juga : Pengertian Kedaulatan – Macam, Rakyat, Negara, Sifat, Jenis, Lembaga, Dalam Dan Luar


Suatu bangsa tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan sendiri, dengan kondisi tersebut menyebabkan tiap negara melakukan suatu kerjasama supaya masyarakatnya sejahtera. Dunis terdiri atas berbagai macam negara, yang diantara negara yang satu dan negara lainnya pastinya memerlukan kerja sama yang disebut dengan kerja sama internasional.


Kerjasama antar negara ini dapat terjadi kerana adanya potensi geografis yang berbeda, beberapa negara maju memiliki keterampilan mengolah sumber daya alam, tetapi tidak mempunyai sumber daya alam.


Di sisi lain, suatu negara memiliki potensi alam yang melimpah tetapi tidak memiliki tenaga terampil. Maka kondisi seperti ini menimbulkan kerjasama antar negara yang memiliki teknologi tinggi, dengan negara yang memiliki sumber daya alam yang perlu diolah.


Tujuan Kerjasama Antar Negara

Kerjasama internasional antara lain bertujuan untuk :

  1. Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara.
  2. Menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia.
  3. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.
  4. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang mengadakan kerja sama.
  5. Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai bidang.
  6. Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
  7. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
  8. Meningkatkan devisa negara.

Faktor Penyebab Kerjasama Antar Negara

Faktor-faktor yang memengaruhi dapat didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.

Baca Juga : Tujuan Asean – Pengertian, Prinsip, Tujuan, Struktur, Sekertariat, Kerjasama


  • Perbedaan sumber daya alam

Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri, padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi.


  • Perbedaan iklim dan kesuburan tanah

Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya. Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara tropis.


  • Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya.


  • Perbedaan ideologi

Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama, sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat diselesaikan di meja perundingan.


Bentuk Kerjasama Antar Negara

Adapun bentuk kerjasama tersebut, yaitu kerjasama bilateral, regional dan internasional. Untuk lebih jelasnya simak saja ulasan dibawah ini.

  • Kerjasama bilateral merupakan kerjasama di antara dua negara, terjadi karena perjanjian bilateral.
  • Kerjasama regional merupakan kerjasama beberapa negera dalam suatu kawasan kerja sama regional, terjadi karena perjanjian multirateral.
  • Kerjasama internasional merupakan kerjasama antar negara-negara di seluruh dunia.

Manfaat Kerjasama Antar Negara

Adapun kerjasama yang dilakukan oleh tiap negara dapat meliputi berbagai bidang, antara lain bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Yang tiap kerjasama dilakukan atas dasar manfaat. Dan adapun manfaat kerjasama antar negara antara lain yaitu:

  1. Saling menghargai dan menghormati ideologi masing-masing.
  2. Saling menguntungkan kedua belah pihak dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
  3. Meningkatkan penerapan IPTEK serta menanggulangi hal-hal yang dapat merusak budaya.
  4. Meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan.
  5. Dan mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia serta
  6. Menciptakan suasana pergaulan yang selaras, serasi dan seimbang.

Baca Juga : Negara Maju – Pengertian, Ciri, Beserta Contohnya


Dampak Kerjasama Antar Negara

Berikut ini adalah dampak kerjasama antar negara, sebagai berikut:


1. Dampak Positif Kerjasama Antar Negara

Sebagai berikut:


  1. Meningkatkan Keuangan Negara

Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.


  1. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi

Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.


  1. Meningkatkan Investasi

Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.


  1. Menambah Devisa Negara

Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.


  1. Memperkuat Posisi Perdagangan

Persaingan dagang di tingkat internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.


2. Dampak Negatif Kerjasama Antar Negara

Sebagai berikut:


  • Ketergantungan dengan Negara Lain

Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.


  • Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia

Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat.


  • Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia

Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran.


  • Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif

Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.


Contoh Kerjasama Antarnegara

Berikut ini adalah contoh kerjasama antarnegara, sebagai berikut:


  • ASEAN (Association of South East Asia Nations)

ASEAN atau perhimpunan bangsa-bangsa yang berada di area Asia Tenggara yang terbentuk tanggal 8 Agustus 1967. Pembentukan ASEAN ini ditandai dengan adanya Deklarasi Bangkok yang mana ditandatangani oleh 4 menteri luar negeri serta 1 wakil perdana menteri.

Baca Juga : Pengertian ASEAN – Sejarah, Tujuan, Lambang, Kerjasama, Daftar, Latar Belakang


  • APEC (Asia Pacific Economic Coorperation)

Merupakan format kerja sama yang dilaksanakan di area Asia Pasifik dalam bidang ekonomi. Kerja sama ini dilahirkan kesatu kali oleh Bob Hawke, Mantan Perdana Menteri Australia. Kerja sama ini adalahforum kerja sama bidang ekonomi terbuka, tidak mengikat, dan infromal tetapi tetap berjalan cocok dengan aturan WTO dan perjanjian Internasional.


  • WTO (World Trade Organization)

WTO mempunyai tujuan guna mendiskusikan serta memecahkan masalah perdangan yang terjalin antar Negara. Prinsip-prinsip dari WTO ini ialah liberasi perdagangan, non diskriminasi, serta stabilitas hubungan perdagangan.


  • IMF (International Monetary Fund)

adalah organisasi yang mana dapat menyerahkan pinjaman guna negara-negara yang memang membutuhkan. Biasanya negara yang mengerjakan pinjaman ialah negara yang memiliki situasi mata duit tidak stabil maupun tidak dapat membayar hutang. Tujuan dari pembentukan IMF ini ialah meningkatkan kestabilan finansial Internasional.


  • OPEC (Organization Petrolium Exporting Countries)

OPEC kesatu kali didirkan oleh 5 negara yang mengekspor minyak terbesar yakni Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait dan Venezuela pada tahun 1960. Tujuan dari organisasi ini ialah untuk memenuhi keperluan minyak yang terdapat di dunia, menata pemasaran minyak antara sesama negara pengekspor minyak.


  • SEATO ( South East Asia Treaty Organization)

Bentuk kerja sama ini didirkan oleh pakta militer yang mana mempunyai tujuan guna dapat menangkal pertumbuhan komunisme yang terdapat di Kawasan Asia Tenggara.


  • ANZUS (Autralia, New Zealand, United States)

Fakta militer ini didirikan dengan tujuan menangkal perkembangan komunisme yang berada di area 3 negara tersebut.


  • NATO (North Atlantic Treaty Organization)

Fakta militer yang terdapat di atlantik unsur utara yang mana mempunyai tujuan guna menghilangkan segala persengketaan di politik internasional, Tidak adanya ancaman militer yang terjadi di kalangan internasional, perselesaian sengketa dengan damai, membela negara-negara anggota.


  • KAA (Konferensi Asia Afrika)

Organisasi non blok yang berdiri pada 18-24 April 1955. KAA ini mempunyai tujuan untuk membuat perdamaian serta ketentraman pada kehidupan Negara-negara yang sedang di dalam area Asia Afrika.


  • WTO

Badan kepunyaan PBB yang memiliki konsentrasi pada bidang kesehatan dengan markas di Jenewa, Swiss. WTO membangun sejumlah program-program antara lain guna mengendalikan penyebaran penyakit menular, mengobati penyakit-penyakit yang mana menjadi masalah dunia, dan lainnya di bidang kesehatan.


  • FAO

Organisasi kepunyaan PBB yang konsentrasi pada bidang pangan dan pertanian yang mempunyai markas di Roma, Italia. Tujuan dari organisasi ini ialah untuk penambahan taraf hidup seluruh insan sehingga tidak terjadi kelaparan.


  • ILO

Organisasi kepunyaan buruh internasional yang mempunyai tujuan guna saling peduli dengan nasib buru lainnya yang terdapat di dunia serta memfasilitasi pendapat-pendapat mereka.


  • UNICEF

Organisasi yang konsentrasi pada kondisi-kondisi anak yang terdapat di semua negara di dunia.