Kehidupan Sosial Ekonomi – Pengertian, Ciri, Struktur, Kajian, Kondisi, Para Ahli

Diposting pada

Kehidupan Sosial Ekonomi – Pengertian, Ciri, Struktur, Kajian, Kondisi, Para Ahli : Sosial ekonomi merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam kelompok masyarakat yang ditentukan terhadap jenis aktivitas ekonomi, pendidikan dan pendapatan.


Pengertian Kehidupan Sosial Ekonomi

Sosial ekonomi merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam kelompok masyarakat yang ditentukan terhadap jenis aktivitas ekonomi, pendidikan dan pendapatan. Pada pembahasannya sosial serta ekonomi sering menjadi objek pembahasan yang berbeda.


Dalam konsep sosiologi manusia sering disebut juga dengan makhluk sosial dengan arti manusia tidak bisa hidup wajar tanpa ada bantuan dari orang lain, sehibgga arti dalam pembahasan hal yang berhubungan dengan masyarakat.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam Dan Contoh Zat Adiktif Beserta Dampaknya Secara Lengkap.


Pengertian Kondisi Sosial Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Kondisi sosial ekonomi Menurut Para Ahli.


  • Sumardi

Kondisi sosial ekonomi adalah suatu kedudukan yang diatur secara sosial dan menempatkan seseorang pada posisi tertentu dalam masyarakat, pemberian posisi itu disertai pula dengan seperangkat hak dan kewajiban yang harus dimainkan oleh si pembawa status.


  • Manaso Malo

Merupakan suatu kedudukan yang diatur secara sosial dan menempatkan seseorang pada posisi tertentu dalam sosial masyarakat. Pemberian posisi disertai pula dengan seperangkat hak dan kewajiban yang harus dimainkan oleh si pembawa status.


  • W.S Winke

menyatakan bahwa pengertian status sosial ekonomi mempunyai makna suatu keadaan yang menunjukan pada kemampuan finansial keluarga dan perlengkapan material yang dimilki, dimana keadaan ini bertaraf baik, cukup, dan kurang.


  • Mubyarto

berpendapat tinjauan sosial ekonomi penduduk meliputi aspek sosial, aspek sosial budaya, dan aspek Desa yang berkaitan dengan kelembagaan dan aspek peluang kerja. Aspek ekonomi Desa dan peluang kerja berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat Desa.


Kecukupan pangan dan keperluan ekonomi bagi masyarakat baru terjangkau bila pendapatan rumah tangga mereka cukup untuk menutupi keperluan rumah tangga dan pengembangan usaha-usahanya.


Ciri – Ciri Sosial Ekonomi

ciri-ciri keadaan sosial ekonomi yaitu:

  • a. lebih berpendidikan;
  • b. mempunyai status sosial yang ditandai dengan tingkat kehidupan, kesehatan, prestise, pekerjaan, dan pengenalan diri terhadap lingkungan;
  • c. mempunyai tingkat mobilitas ke atas lebih besar;

  • d. mempunyai ladang luas;
  • e. lebih berorientasi pada ekonomi komersial produk;
  • f. mempunyai sikap yang lebih berkenaan dengan kredit; dan
  • g. pekerjaan lebih spesifik.

Aspek ekonomi Desa dan peluang kerja berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat Desa. Kecukupan pangan dan keperluan ekonomi bagi masyarakat baru terjangkau bila pendapatan rumah tangga cukup untuk menutupi keperluan rumah tangga dan pengembangan usaha-uasahanya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Pengertian Narkoba, Efek Dan Bahaya Narkoba Terlengkap


Faktor Yang Menentukan Sosial Ekonomi Masyarakat

Beberapa faktor yang bisa menentukan rendah atau tingginya keadaan sosial ekonomi seseorang pada masyarakat adalah:


  1. Tingkat pendidikan.
  2. Jenis pekerjaan.
  3. Tingkat pendapatan.
  4. Keadaan rumah tangga.
  5. Tempat tinggal.
  6. Kepemilikan kekayaan.
  7. Jabatan dalam Organisasi.
  8. Aktivitas ekonomi

Kondisi Sosial Ekonomi Indonesia

Di masa kolonialisme, pendidikan dianggap sebagai faktor penting sebagai peningkatan kesejahteraan bangsa. Masyarakat Indonesia yang biasanya dikenal sebagai penduduk pribumi pada masa kolonial mendapat kesempatan untuk menyekolahkan anak-anaknya, walaupun masih dalam keterbatasan sesebab adanya pembedaan perlakuan dalam masyarakat,


adanya perbedaan dalam jenjang pendidian dimasa kolonial pada umumnya membuat peluang masyarakat untuk mendapat pekerjaan lebih dikit sehingga berdampak pada pendapatan yang bisa mempengaruhi kesejahteraan.


Struktur Sosial Ekonomi Era Orde baru

  • Kabinet Ampera

  1. Program pembangunan dilakukan sistematis lewat rencana pembangunan lima tahun
  2. Pada bidang pendidikan jumlah anak yang bisa bersekolah terus meningkat meskipun tidak semua penduduk mendapatkannya karena kurang meratanya pendidikan bedasarkan wilayah atau pun tingkat ekonomi.

  3. Pada bidang ekonomi pemerintah lebih mengutamakan pembangunan di daerah dengan ditandai dipegangnya kepemimpinan tunggal di daerah oleh Gubernur
  4. Adanya dominasi kegiatan ekonomi di pulau jawa dan lebih sedikit dipulai lain (kurang meratanya pembangunan)

  5. Sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi kesenjangan antar provinsi masih terlihat dalam hal ini dapat kita lihat dari tingkat harapan hidup, tingkat pendidikan, pembangunan serta pendapatan.
  6. Dari hal pembangunan sosial ekonomi yang tidak merata mengenyebabkan tingkat kemiskinan yang masih tinggi khususnya di Indonesia.

Struktur Sosial Ekonomi Pemerintahan Hindia Belanda

  • Terdapat pembedaan perlakuan dalam fasilitas pendidikan

  1. Masyarakat pribumi mendapat fasilitas yang berbeda dari pada kelompok timur asing Tiongkok, India, dan Arab, apalagi dengan kelompok Eropa
  2. Perbaikan dilalui melalui politik etis

  • Terdapat kesenjangan ekonomi antara masyarakat pribumi dan non pribumi

  1. Dualisme perekonomian yakni adanya dua sistem ekonomi yang berbeda dan berdampingan kuat yaitu antara sistem ekonomi tradisonal dan modern
  2. Perbedaan ekologi

  3. Hubungan dengan negara maju: berhubungan dekat dan belum berhubungan.
  4. Di lihat dari perkembangannya dalam bidang ekonomi lebih berkembang di pulau Jawa dan sedikit di pulau lainya seperti
  5. Sumatera dan Kalimantan. Pembangunan pada tingkat regional di Indonesia pada tahun 1960-an digambarkan sebagai pembagunan sosial ekonomi yang dramatis.

Kajian Teori Sosial Ekonomi

Kerangka teori ini dimaksudkan sebagai suatu teoritis untuk dapal menerangkan dan menggambarkan masalah penelitian yang telah dirumumuskan antara lain:  tinkat konsumsi beras, tinkat pendapatan, tinkat kesehatan, kondisi perumahan, dan tinkat pendidikan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan 3 Jenis Napza Menurut Para Ahli


kondisi sosial ekonomi keluarga penerima raskin

  • Kondisi social

Kondisi social dalam penelitian ini adalah segala perubahan –perubahan pada lembaga – lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mcrnpengaruhi system sosialnya. Termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku didalam masyarakat.


  • Kondisi Ekonomi

Kehidupan Ekonomi dalam penelitian ini dimaksud sebagai taraf perekonomian keluarga yang dilihat melalui pendapatan atau jumlah keseluruhan dari kekayaan lainya, pendidikan, pekerjaan. Pendapatan yang dimaksud adalah jumlah pendapatan yang diterima keluarga yang dihitung rata-rata perbulan,


sdangkan yang dimaksud dngan pendidikan disini adalah tingkat pendidikan formal dan non formal anggota. keluarga. Sementara pekedaan adalah mata pencarian atau aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan nafkah bagi kelangsungan hidup mereka.


Kondisi social ekonomi masyarakat akan mempengaruhi kemampuan masyarakat An sendiri dalam memenuhi kebutuhan baik papan, sandang, pangan maupun kesehatan. Kondisi social ekonomi masyarakat yang rendah terutama yang tinggal dipedesaan akan rendah pemenuhan gizinya baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif dan tidak dapat memanfaatkan sarana pengobatan secara maksimal.


Tingkat konsumsi beras

Sajogyo(1977)dalam Arsyad (1988;192) menggunakan tingkat konsumsi beras sebagai indicator kemiskinan.Untuk daerah pedesaan, penduduk dengan konsumsi beras kurang dari 240 kg perkapita pertahun bisa digolongkan miskin.Sedangkan untuk daerah perkotaan adalah 360 kg perkapita pertahun.


Batas garis kemiskinan yang digunakan tiap-tiap negara ternyata berbeda­beda. Hal ini desebabkan oleh adanya perbedaan lokasi dan standar kebutuhan hidup. Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan batas kemiskinan dari besarnya rupiah dibelanjakan perkapita sebulan untuk memenuhi kebutuhan minimum makanan bukan makan (BPS, 1994).


Untuk kebutuhan minimum makanan digunakan patokan 2.100 kalori perhari. Adapun pengeluaran kebutuhan minimum bukan makanan meliputi pengeluaran untuk perumahan, sandang, serta aneka barang dan jasa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Macam Klasifikasi Zat


Tingkat Pendidikan

Menurut Digtionary of Education dalam Nawi (1990;175) menyebutkan bahwa pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk tingkah laku lainya di dalam masyarakat dimana dia hidup, proses social dimana seseorang diharapkan pada pengaruh lingkungan khususnya yang datang dari sekolah sehingga memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan social dan kemampuan individu yang optimum.


Dalam kamus besar bahasa Indonesia(1980;204) yang dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses pengolahan tingkah laku seseorang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan proses perbuatan cars mendidik.


Melalui pendidikan seseorang akan memiliki wawasan yang lugs dan kritis,dapat membimbing keluarganya dan berusaha agar kehidupan keluarganya dapat meningkat kearah yang lebih baik dan terencana sehingga hasilnya dapat memuaskan.


Pendidikan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keadaan social ekonomi dan budaya masyarakat.Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak terkendali akan menimbulkan dampak yang buruk dalam pendidikan seperti keterbatasn sarana dan prasarana pendidikan,kekurangan tenaga pendidik dan lainsebagainya.


Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah sarana meningkatkan kualitas somber daya manusia dan memberikan perubahan terhadap perilaku manusia sehingga menciptakan manusia yang berkualitas dan memiliki wawasan yang luas.


Tingkat Kesehatan

Menurut kamus besar bahasa Indonesia pengertian sehat adalah suatu keadaan baik segenap badan serta. bagian-bagianya (Purwadarminta,1989 dalam Elvia).Sedangkan menurut UU pokok kesehatan no 9 tahun 1990,arti sehat adalah meliputi kesehatan jasmani,rohani dan social serta mental.


Dalam arti luas kesehatan dapat diartikan sebagai suatu keseimbangan kesehatan jasmani,rohani,social bukan keadaan bebas dari penyakit cacat dan kelemahan (Emmi 1992;60 dalam Elvia). Hampir sama yang dikemukakan oleh kajian yang relevan,sehat adalah;


  1. Suatu keadaan sempurna fisik mental dan social,bukan hanya bebas dari penyakit.
  2. Harus dinilai menurut kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan,jika kemampuan adaptasinya gagal,maka akan iatuh sakit (DEPKES 1989;38).

Kondisi Perumahan

Menurut (Emmy,1992;56) menjelaskan bahwa perumahan adalah suatu tempat tinggal dimana keluarga dapat hidup teratur,sehingga pertumbuhan jasmani dan rohani serta social tedamin dan terpenuhi untuk mempertebal atau memelihara rasa kekeluargaan.Jadi rumah merupakan kebutuhan primer yang mutlak dimiliki manusia dalam upaya sosialisasi dan melindungi diri dari ancaman yang mengganggu kelangsungan hidup anggotanya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Pengujian Kandungan Zat Makanan Lengkap


Ditinjau dari persyaratan sebuah rumah,hendaklah memperhatikan hal-hal sebagai berikut;

  1. Ruang tidur hendaklah terpisah antara anak-anak dengan orang dewasa serta, antara pria dan wanita.
  2. Ruang tamu;ruang tempat menerima tamu,biasanya tempatnya didepan sehingga kehadiran tamu tidak mengganggu bagi setiap anggota keluarga.

  3. Ruang makan;digunakan untuk tempat makan bagi anggota keluarga.
  4. Ruang dapur;tempat memasak makanan sekaligus tempat menyajikan makanan
  5. Kaman mandijernpat mandi dan tempat buang hajat keluarga.
  6. Halaman pekarangan yang digunak-an sebagai tempat bermain -Mak­anak,tempat menanam bungs dan apotik hidup (Lamzinar.1983;30 dalam Elvia)

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bah%va rumah mempakm facwt penunjang dalam kelangsungan hidup manusia karena sebagai tempat tinggal bagi suatu keluarga agar hidup teratur dan dapat memilihara rasa kekeluargaan.


Tingkat Pendapatan

Pendapatan secara umum dapat diartikan menurut Hull (1976) dikutip oleh Nawi (1991;22).pendapatan adalah gambaran yang lebih tepat tentang posisi ekonomi keluarga yang merupakan keseluruhan pendapatan ataukekayaan keluarga (termasuk barang-barang dan hewan peliharaan),dipakai untuk membagi kedalaman tiga kelompok yaitu pendapatan tinggi,sedang dan rendah.


Pendapatan menurut kamus bahasa Indonesia (1989 ;185) adalah hasil kerja atau uasaha. Pengertian ini hampir sama dengan pendapat yang dikemukakan Shadli (1989:11). Bahwa pendapata adalah sejumlah uang atau barang yang diterimanya sebagai hasil kerja yang dilakukan.


Menurut BPS dalam Sumardi mengelompokan pendapatan daolam beberapa kelompok sebagai berikut;(1)pendapan berupa uang (2) pendapan berupa barang.Pendapatan berupa uang adalahsegala’ penghasilan yang sifatnya regular yang diterima biasanya sebagai balas jasa dari majikan.


Sedangkan pendapan berupa barang adalah segala penghasilan yang sifatnya regulerakan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa dan diterima dalam bentuk barang dan jasa.Barang-barang dan jasa yang diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak disertai dngan transaksi uang oleh yang menikmati barang dan jasa tersebut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gizi Beserta Zat Gizi Menurut Para Ahli