6 Kebiasaan Hidup Kura-Kura Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Kebiasaan-Kura-Kura

Anatomi Kura-Kura

Kura-kura memiliki tubuh yang unik. Memiliki kepala yang bisa keluar masuk. Kalau dipandang sebenarnya mirip ular dan reptil lainnya. Empat buah kaki  yang juga berfungsi ganda sebagai sirip – sepasang di depan dan sepasang di belakang. Tubuhnya dilindungi cangkang yang keras, yang biasa disebut Karapas, serta bagian bawah yang disebut Plastron. Kura-kura juga memiliki ekor yang berfungsi untuk penyeimbang saat berenang dan kloaka yang terletak di sekitar ekornya.


Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Sauropsida
Ordo:Testudinata
Linnaeus, 1758

Subordo

  • Cryptodira
  • Pleurodira
  • Mengenai suku-suku Testudinata, lihat pada uraian.

Kura-kura jantan cenderung memiliki tubuh (karapas) dan kepala yang lebih langsing dibanding betina. Dimana ukuran panjang tubuh kura-kura jantan itu sekitar 40% lebih ketimbang lebar badannya. Sedangkan kura-kura betina memiliki ukuran tubuh (karapas) dan kepala yang cenderung lebih lebar dibanding kura-kura jantan. Ukuran panjang tubuh (karapas) hanya sekitar 10% lebih panjang dari lebar tubuhnya. Dengan melakukan pengukuran ini, kita bisa tahu apakah kura-kura peliharaan anak kita itu jantan atau betina tanpa perlu membeli kura-kura lain sebagai pembandingnya. Jika sudah terbiasa melihat porsi panjang dan lebar dari karapas ini, tentu saja anak-anak akan sangat terbantu setiap kali mereka kita ajak ke pet shop atau melihat pameran binatang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Dan Penyebaran Kura-Kura Serta Penjelasannya


Struktur dan fungsi kura-kura

Dari mana asal kura-kura? Pertama kali kura-kura muncul di bumi pada masa zaman triasik, kurang lebih dua ratus tahun yang lalu. Di pertengahan masa jurasik, kura-kura primitif triasik ini berevolusi menjadi dua grup utama: leher menyamping (side-necked) – pleurodira dan leher melengkung (arch-necked) – crytodira. Sampai sekarang kedua grup itu masih ada. Perbedaan antara dua grup ini sangat jelas. Seperti yang dijelaskan pada namanya, perbedaannya terletak pada cara mereka menarik lehernya ke tempurung mereka.

Struktur kura-kura


Pada saat ini ada lebih dari dua ratus tujuh puluh spesies kura-kura yang masih hidup sampai sekarang. Ukurannya antara dari yang kecil Afrika Selatan Homopu signatus speckled padloper yang ukuran maksimum hanya 9.6 cm sampai kura-kura besar seperti penyu leatherback (dermochelys coriacae) yang ukurannya dapat mencapai hampir 3 meter. Mereka semua mempunyai keunikan tersendiri tetapi yang jelas mereka terpisah dari anggota reptilia lainnya.

Kerangka kura-kura


Karakteristik utama yang membedakan chelonia dengan reptil lainnya adalah adanya tulang dan kantong tempurung. Tempurung ini dibentuk dari dua komponen utama, cangkang atas (carapace) dan dasar(plastorn) yang dihubungkan oleh tulang ridges. Tulang cangkang terdiri dari gabungan tulang iga dan vertabrata. Sedangkan tulang bagian dasarnya(plastorn) terdiri dari tulang abdominal dan clavicle. Tetapi tidak semua kura-kura memiliki tempurung yang keras dan bertulang. Beberapa kura-kura mempunyai tempurung yang fleksibel.


Diantaranya adalah beberapa kura-kura air yang mempunyai kura-kura tempurung lunak (softshell) dan penyu leatherback. Bentuk tempurung pelindung yang keras menjadi dominasi di kura-kura darat dan jarang yang ada memperlihatkan fleksibilitas pada termpurungnya. Kebanyakan anakan kura-kura darat mempunyai fenestra (daerah terbuka) antara tulang cangkang (carapace)dan menyatu pada masa tuanya. Tetapi pada pancake tortoise (Malacochersus tornieri) daerah terbuka ini dipertahankan sampai dewasa. Spesies lainnya yang mempertahankan fenestra selama hidupnya adalah Manoria impressa, kura-kura darat tortoise dari Asia.

struktur-kura-kura


Keunikan lainnya yang penting pada kura-kura adalah pectoral dan pelvic gridles yang dibatasi/dilindungi dalam tulang iganya. Orientasi vertikalnya memberi dukungan dari dalam untuk tempurungnya dan memberi ventral anchor yang kuat untuk lengan-lengan dan otot-otot. Tulang lengan dari kura-kura sedikit berbeda dengan vertebrata lainnya.


Dua lapisan lainnya yang melindungi bagian dalam tempurung adalah lapisan tengah dan lapisan luar. Lapisan tengah kaya akan ujung ujung syaraf dan pembuluh-pembuluh darah yang kecil. Lapisan pelindung luar dari lapisan keratin yang terkenal dengan sebutan skat (scutes) atau juga sering disebut laminae. Skat ini diatur dalam beberapa seri. Setiap seri mempunyai nama masing-masing. Rata-rata ada 54 skat eksternal. Keliman/pertemuan skat luar ini tidak secara tepat dilapisi atau simetris dengan struktur tempurung di bawahnya. Skat ini menyediakan sebagai penguat tambahan yang telah diturunkan dari struktur kubah tempurung yang kuat.


Tulang cangkang yang rata-rata ada 50, bersama lapisan skat luar yang terus tumbuh seumur hidup, walaupun pertumbuhannya melambat di hari tua. Pertumbuhan ini bisa dengan pertambahan keratin dibawah skat yang ada. Pertumbuhan baru berwarna pucat kadang-kadang berwarna dadu oleh karena adanya sel darah di daerah pertumbuhan itu dan mudah dideteksi secara visual. Bertolakan dengan kepercayaan yang populer, kura-kura tidak dapat ditebak umurnya bedasarkan menghitung lingkaran-lingkaran yang terlihat pada skat-skatnya. Beberapa lingkaran/cincin pertahun mungkin ada dalam masa periode pertumbuhan cepat.


Pada spesimen yang sudah tua, kerusakan yang termakan waktu akan menghapus bersih tanda-tanda ini. Karapas kura-kura dibentuk dari kehidupan benar tisu yang sangat sensitif. Cara yang lama yang pernah dilakukan seperti mengebor atau mengikat kura-kura menyebabkan rasa yang menyakitkan bagi mereka. Dan ini juga membuka tisu lapisan tengah dan tulang  dibawahnya dan dapat menyebabkan resiko infeksi yang sangat serius.


Satu fakta yang paling menarik adalah kura-kura mempunyai kapasitas untuk meregenerasi tulang dan tisu keratin secara spontan. Informasi ini sangat berguna dalam memperbaki kerusakan yang terjadi pada tempurung. Pada saat luka yang parah, matinya lapisan horny dan bony akan terjadi. Epidermis yang sehat di sekitar luka akan tumbuh dibawah tulang yang mati yang akhirnya diganti. Epidermis baru lalu dikeratin dan tulang baru dibentuk dibawahnya. Yang sangat mencengangkan kura-kura dapat mengganti kira-kira sepertiga dari tempurung dalam satu atau dua tahun melalui proses ini.


Batok kura-kura terdiri dua bagian yaitu:

  • Pada bagian atas yang menutupi punggung disebut dengan karapas “carapace”.
  • Dan untuk bagian yang bawah merupakan bagian ventral atau perut disebut dengan plastron.
    Yang setiap bagiannya ini terdiri dari 2 lapis yaitu:
  • Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras dan tersusun seperti genting.
  • Lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung.

Namun dalam hal ini tidak semua jenis kura-kura memiliki sisik. Pada kura-kura jenis labi-labi-labi “Trionychoidea” dan jenis penyu belimbing, lapis luarnya tidak bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Reptil Dalam Biologi


Evolusi Kura-Kura

Fosil kura-kura tertua kedua yang berasal dari masa Trias, sekitar 210 juta tahun silam, yakni Proganochelys telah berbentuk mirip dengan kura-kura masa kini.

Hanya untuk perbedaannya pada bagian tulang belulang di bagian punggung yang belum begitu melebar dan belum semuanya menyatu membentuk tempurung yang sempurna.


Pada kura-kura purba hidup dan berkembang dimaasa yang sama dengan Dinosaurus. Archelon misalnya merupakan kura-kura raksasa yang diameter tubuhnya dapat mencapai lebih dari 4 meter. Fosil kura-kura tertua yang ditemukan untuk saat ini ialah Odontochelys yang berasal dari sekitar 220 juta tahun yang silam. Untuk ukuran pada tubuh kura-kura bermacam-macam ada yang kecil ada yang besar. Biasanya ditunjukkan dengan panjang karapasnya.


Kura-kura terbesar ialah penyu belimbing yang karapasnya dapat mencapai panjang sekitar 300 cm. labi-labi terbesar ialah labi-labi irian, dengan memiliki panjang karapas sekitar 51 inci. Kura-kura raksasa dari kepulauan galapagos dan kepulauan seychelles panjangnya dapat melebihi sekitar 50 inci.


Sedangkan yang terkecil ialah kura-kura mini dari Afrika Selatan, yang panjang karapasnya tidak melebihi sekitar 8 cm saja. Kura-kura ini termasuk salah satu jenis hewan yang memiliki umur yang panjang. Reptil ini dapat hidup puluhan tahun, bahkan seekor kura-kura darat dari Kepulauan Seychelles tercatat hidup selama 152 tahun “1766 hingga 1918”.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Klasifikasi dan Struktur Tubuh Reptil


Kebiasaan Hidup Kura-Kura

Kura-kura hidup di berbagai tempat, mulai daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Sebagian jenisnya hidup sepenuhnya akuatik, baik di air tawar maupun di lautan. Kura-kura ada yang bersifat pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan daging (karnivora) atau campuran (omnivora).


Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya.


Ukuran tubuh kura-kura bermacam-macam, ada yang kecil ada yang besar. Biasanya ditunjukkan dengan panjang karapasnya (CL, carapace length). Kura-kura terbesar adalah penyu belimbing, yang karapasnya dapat mencapai panjang 300 cm. Labi-labi terbesar adalah labi-labi irian, dengan panjang karapas sekitar 51 inci. Sementara kura-kura raksasa dari Kep. Galapagos dan Kep. Seychelles panjangnya dapat melebihi 50 inci. Sedangkan yang terkecil adalah kura-kura mini dari Afrika Selatan, yang panjang karapasnya tidak melebihi 8 cm.


Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar). Sejumlah beberapa butir (pada kura-kura darat) hingga lebih dari seratus butir telur (pada beberapa jenis penyu) diletakkan setiap kali bertelur, biasanya pada lubang pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur penyu menetas kurang lebih setelah dua bulan (50-70 hari) tersimpan di pasir.


Jenis kelamin anak kura-kura yang bakal lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis kura-kura, suhu di atas rata-rata kebiasaan akan menghasilkan hewan betina. Dan sebaliknya, suhu di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan jantan. Kura-kura termasuk salah satu jenis hewan yang berumur panjang. Reptil ini dapat hidup puluhan tahun, bahkan seekor kura-kura darat dari Kep. Seychelles tercatat hidup selama 152 tahun (1766 – 1918).


Ada beberapa kebiasaan hidup kura-kura yang antaranya yaitu:

  1. Pada dasarnya kura-kura dapat hidup di berbagai tempat, mulai daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Namun sebagian besar jenisnya hidup sepenuhnya pada ekosistem air, baik di air tawar maupun di lautan.
  2. Kura-kura ada yang bersifat pemakan tumbuhan “herbivora”, pemakan daging “karnivora” atau pemakan segala/campuran “omnivora”.
  3. Kura-kura tidak memiliki gigi, akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya.
  4. Banyak jenis kura-kura yang hidup sekarang mampu menyembunyikan kepala, kaki, dan ekornya ke dalam tempurungnya, yang sehingga dapat menyelamatkan diri. Namun beberapa kura-kura primitif, seperti penyu tidak dapat menarik masuk anggota tubuhnya itu.
  5. Kura-kura berkembang biak dengan bertelur “Ovipar” sekali bertelur dapat menghasilkan beberapa butir (pada kura-kura darat) sampai lebih dari seratus butir telur (pada beberapa jenis penyu). Telur-telur itu biasanya diletakkan pada libang pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur penyu menetas kurang lebih setelah 2 bulan (50-70 hari) tersimpan di dalam pasir.
  6. Dan untuk jenis kelamin anak kura-kura yang bakal lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis kura-kura, suhu di atas rata-rata akan menghasilkan kura-kura betina. Dan sebaliknya suhu yang dibawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak kura-kura jantan.