Jaringan Kolenkim Dan Sklerenkim

Diposting pada

Jaringan Kolenkim Dan Sklerenkim : Ciri, Fungsi & Gambar – Kolenkim seperti halnya sklerenkim, merupakan jaringan mekanik yang bertugas menyokong tumbuhan. Bagian tumbuhan yang tumbuh dengan lambat mengalami pertumbuhan sedikit saja sehingga dukungan oleh turgor dalam sel parenkim sudah cukup. Namun, kebanyakan batang tumbuh dengan cepat dan bagian yang tumbuh itu sering menjadi panjang dan ramping.  Struktur seperti itu membutuhkan jaringan penyokong yang berfungsi disaat organ yang bersangkutan tumbuh dan harus disusun oleh sel yang juga dapat memanjangkan dirinya sendiri.


Jaringan kolenkim terjadi dari prokambium. Jaringan ini terdapat pada organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Tersusun atas satu macam sel yang mengandung kloroplas, sehingga kolenkim bisa berfungsi untuk fotosintesis. Bila sel ini dilihat dengan mikroskop, terlihat bahwa dinding selnya jernih, putih, mengkilat. Kolenkim adalah sel hidup bentuknya sedikit memanjang, dan pada umumnya memiliki dinding yang tak teratur penebalannya. Kolenkim hanya memiliki dinding primer, lunak, lentur tak berlignin.

Jaringan Kolenkim Dan Sklerenkim


Baca Juga Materi Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Tumbuhan [LENGKAP] : Pengertian, Ciri, Gambarnya


Jaringan Kolenkim

Jaringan kolenkim adalah jaringan hidup sebagai penyokong dalam organel muda. Bentuknya prisma pendek atau bulat memanjang. Bersifat plastis  dan tersusun atas sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif serta sel kolenkim dapat mengandung kloroplas. Dapat ditemukan pada batang, daun serta pada bagian bunga dan buah. Biasanya kolenkim terdapat langsung dibawah epidermis. Menurut penebalan dinding, kolenkim dibedakan menjadi tiga jenis yaitu kolenkim sudut, kolenkim papan, dan kolenkim lakuner.


Namun, Duchaigne (1955 dalam Fahn, 1982) memberikan tambahan satu tipe kolenkim lagi yaitu kolenkim cincin (annuler). Pada perkembangan selanjutnya, dinding sel kolenkim dapat mengalami sklerifikasi (penebalan dengan lignin). Kolenkim dewasa sifatnya tidak lentur, lebih keras dan lebih rapuh dibandingkan kolenkim muda. Kolenkim dewasa terdapat pada bagian tumbuhan yang berhenti memanjang.


Baca Juga Materi Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Meristem : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri, Contoh Dan Gambarnya [LENGKAP]


Ciri Ciri Jaringan Kolenkim

  1. Sel-selnya hidup dengan protoplasma aktif, bentuk sel sedikit memanjang
  2. Umumnya memiliki dinding dengan penebalan tidak teratur
  3. Tidak memiliki dinding sel sekunder tetapi memiliki dinding primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkim
  4. Lunak, lentur dan tidak berlignin.
  5. Isi sel dapat mengandung kloroplas makin sederhana diferensiasinya semakin banyak kloroplasnya, sehingga menyerupai parenkim, juga dapat mengandung tanin.

Fungsi Kolenkim

  1.             Kolenkim menjadi jaringan mekanik yang disesuaikan teristimewa untuk memperkuat, menunjang atau menyokong organ muda yang sedang tumbuh maupun pada herba agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Dinding yang tebal dan erat membuatnya menjadi penyokong yang kuat. Keistimewaan pertumbuhan dan strukturnya dindingnya menyebabkan mampu menyesuaikan terhadap pemanjangan organ tanpa kehilangan kekuatan.

    sel kolenkim mempunyai kemampuan dalam peningkatan permukaan dan ketebalan dindingnya, oleh karena itu dapat mengembangkan dinding tebal sementara organ tempat kolenkim berada sedang memanjang.


  2. Kolenkim dapat menjadi pengganti sklerenkim jika tumbuhan tempat kolenkim berada tidak berdifirensiasi menjadi sklerenkim. Penebalan dinding sel kolenkim yang lebih tebal terpengaruh oleh tekanan mekanik (angin, dan beban pada ranting).

Baca Juga Materi Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap


Lokasi kolenkim pada tumbuhan

Jaringan kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun, serta pada bagian bunga dan buah. Pada batang, kolenkim bisa membentuk silinder penuh atau tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu batang. Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama atau pada satu sisi saja, serta terdapat pula sepanjang tepi daun. Jarang terdapat pada bagian akar yang berada dalam tanah. Hanya kadang-kadang tumbuhan yang akarnya menjulang di atas tanah didapati jaringan kolenkim, karena pembentukan jaringan kolenkim terjadi jika terkena sinar cahaya matahari.  Dan biasanya kolenkim terdapat langsung di bawah epidermis.


Struktur Kolenkim

Ukuran dan bentuknya beragam. Dapat berupa prisma pendek atau bulat panjang seperti serat dengan ujung meruncing dan ada bentuk peralihan dari kedua bentuk tersebut.

Menurut Muller terdapat tiga bentuk utama akibat penebalan dinding sel kolenkim :

  1. a). Kolenkim sudut atau kolenkim anguler. dengan penebalan memanjang pada sudut sel. Pada penampang melintang, penebalan sudut terlihat di tempat pertemuan tiga sel atau lebih. Contohnya pada batang Solanum tuberosum dan pada Salvia.
  2. b). Kolenkim lempeng atau papan, dengan penebalan terutama pada dinding tangensial. Contohnya pada korteks batang Sambucus nigra
  3. c). Kolenkim lakuner, yang mirip kolenkim sudut, namun banyak mengandung ruang antarsel yang disekitarnya terjadi penebalan dinding. Contohnya pada batang Ambrosia.
  4. d). Duchaigne (1955 dalam Fahn, 1982) memberikan tambahan satu tipe kolenkim lagi yaitu kolenkim cincin (annuler).

Gambar Struktur Kolenkim


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Ikat : Pengertian, Materi Lengkap, Fungsi, Komponen Dan Jenisnya


Susunan sel kolenkim

Dapat ditemukan pada batang, daun serta pada bagian bunga, buah dan akar terutama jika akar tersebut terkena cahaya. Dinding sel kolenkim adalah contoh dinding primer yang meluas dan menebal saat sel tumbuh membesar. Dinding kolenkim terutama terdiri atas selulosa dan senyawa berpektin dan mengandung banyak air. Bahan segar dinding kolenkim mengandung air sekitar 67%.  Fahn (1982) menyebutkan menurut Roelofsen dinding sel kolenkim mengandung pektin 45%, hemiselulosa 35% dan selulosa sekitar 20%.

Susunan sel kolenkim

Sel kolenkim memiliki protoplas aktif yang mampu melenyapkan penebalan dinding bila sel dirangsang untuk membelah seperti pada waktu sel tersebut membentuk kambium gabus. Kolenkim seperti parenkim dapat mengandung kloroplas sehingga dapat melakukan fotosintesis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Pada Hewan : Jenis, Fungsi, Letak, Gambar Dan Contohnya


Jenis Atau Macam Macam Kolenkim

  1. Kolenkim sudut (angular)

Penebalan berlangsung pada bagian-bagian sudutnya, dan memanjang mengikuti sumbu sel. Contohnya, pada tangkai daun Vitis sp, Begonia sp, Solanum tuberosum.


  1. Kolenkim papan (lamellar)

Penebalan terjadi pada dinding sel yang tangensial (sejajar permukaan organ), sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan yang berderet-deret. Contohnya, pada korteks batang Sambucus javanica.


  1. Kolenkim tubular (lakuna)

Terdapat pada kolenkim yang mempunyai ruang-ruang antarsel dan penebalan-penebalannya terjadi pada permukaan ruangruang antara sel tersebut. Contohnya, pada tangkai daun Salvina, Malva, dan Althaea.


  1. Kolenkim tipe cincin

Pada penampang lintang lumen sel berbentuk lingkaran. Pada waktu menjelang dewasa terlihat bahwa karena pada tipe sudut penebalan bersambungan pada dinding sel, maka lumen tidak menyudut lagi.


Untuk memahami tipe-tipe kolenkim seperti dijelaskan di atas dapat Anda perhatikan Gambar 1.2!

Macam Macam Kolenkim


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kingdom Animalia


Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim adalah jaringan penyokong yang dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan atau pada tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel-sel batu).


Jaringan sklerenkim merupakan jaringan mekanik yang hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan atau organ tumbuhan yang telah tetap. Sklerenkim berfungsi untuk menghadapi segala tekanan sehingga dapat melindungi jaringan-jaringan yang lebih lemah.


Perhatikan gambar berikut

Gambar Sklerenkim pada tumbuhan

 

Sklerenkim tidak mengandung protoplas, sehingga sel-selnya telah mati. Dinding selnya tebal karena berlangsung penebalan sekunder sebelumnya yang terdiri atas zat lignin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Ciri Bakteri : Klasifikasi, Struktur, Bentuk, & Macam


Ciri ciri sel pada jaringan sklerenkim

  • Sel-selnya telah mati dengan dinding sel yang tebal
  • Dinding sekunder yang tebal, umumnya terdiri dari zat lignin
  • Bersifat kenyal, pada umumnya tidak lagi mengandung kloroplas
  • Sel-selnya lebih kaku daripada kolenkim, sel sklerekim tidak dapat memanjang

Jenis Jaringan sklerenkim

A. Serat-Serat Sklerenkim (Fibers)

Serat-serat sklerenkim terdiri atas sel-sel yang berukuran panjang ± 2 mm dan samping yang ujungnya runcing. Serat-serat sklerenkim merupakan sel-sel yang sudah mati. Dinding selnya mengalami penebalan dari zat kayu dan mengandung lamela-lamela selulosa sehingga lumen selnya sempit. Serat ini berbentuk poligon, yaitu segi lima atau segi enam. Noktah-noktahnya sempit yang berbentuk bagai saluran-saluran sempit miring. Serat-serat sklerenkim pada tumbuh-tumbuhan terbentuk bersamaan dengan saat-saat terhentinya pertumbuhan organ-organ pada tumbuhan.


Serat-serat sklerenkim terdapat dalam bentuk untaian yang terpisah-pisah atau dalam bentuk lingkaran di dalam korteks dan floem, dalam kelompok-kelompok yang tersebar dalam xilem dan floem. Pada Gramineae, serat-serat sklerenkim tersusun dalam suatu sistem berbentuk lingkaran berlekuk-lekuk yang dihubungkan dengan epidermis. Untuk lebih jelas, perhatikan Gambar Berikut :

Gambar Serat Sklerenkim

 

Ada dua macam jenis serat sklerenkim, yaitu sebagai berikut.

(1) Serat di Luar Xilem (Ekstraxilari)

Serat ekstraxilari ada yang berlignin dan ada pula yang tidak. Serat ini dapat digunakan untuk membuat tali, karung goni, dan bahan dasar tekstil untuk pakaian.


(2) Serat Xilem (Xilari)

Jenis serat ini merupakan komponen utama kayu karena dindingnya mengandung lignin yang menyebabkan dindingnya keras dan kaku.


B. Sel-Sel Batu (Sklereid)

Sklereid terdapat pada bagian tumbuhan, antara lain di dalam korteks, floem, buah, dan biji. Dinding sklereid tersusun atas selulosa yang mengandung zat lignin yang tebal dan keras. Pada beberapa tumbuhan, kadangkadang ditemukan pula zat suberin dan kutin. Sel-selnya mempunyai noktah yang sempit dan celahnya bundar, membentuk saluran yang disebut saluran noktah. Lumen sel sangat sempit karena adanya penebalan-penebalan dinding sel.

Sklereid mungkin bisa dijumpai dalam bentuk tunggal atau kelompok kecil di antara sel-sel, misalnya butiran seperti pasir pada daging buah jambu biji atau suatu masa sinambung seperti pada tempurung kelapa yang keras. Untuk memahami struktur sel-sel batu ini, perhatikan Gambar  berikut!

Gambar Sel Sel Batu Sklereid


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Hewan : Gambar, Bagian, Fungsi, Dan Struktur LENGKAP


Pertanyaan-pertanyaan:

  1. Pertanyaan dari kelompok 1, oleh Katarina Nay.

   Pertanyaan: Mengapa kolenkim jarang terdapat pada akar?

Jawaban:    karena jaringan kolenkim yang berdinding selulosa dan fungsinya hanya untuk menguatkan batang muda dan berkayu. Sedangkan pada akar, sudah terdapat jaringan floem yang berfungsi untuk mengokohkan tumbuhan.


  1. Pertanyaan dari kelompok 3, oleh Selsiana Bara.

Pertanyaan: mengapa pada kolenkim papan penebalan dinding sel hanya terjadi pada dinding sel tangesial ?

Jawaban:      karena pada beberapa macam kolenkim ini, telah dibagi berdasarkan tempat penebalannya masing-masing. Seperti, kolenkim sudut yang penebalannya hanya terjadi pada bagian sudutnya saja dan juga demikian pada kolenkim papan yang penebalannya terjadi pada dinding sel yang tangesial (sejajar permukaan organ).


  1. Pertanyaan dari kelompok 5, oleh Maria Lewa

   Pertanyaan: Jelaskan fungsi dari serabut skelerenkim dan skelereid ?

Jawaban:      Kedua serabut ini mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menghadapi segala tekanan sehingga dapat melindungi jaringan-jaringan yang lebih lemah serta sebagai penguat, karena mengandung zat lignin (zat kayu)


DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Estiti B. 1965. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB Bandung.
Setjo, Susetyoadi, dkk, 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: JICA.