Integritas Adalah

Diposting pada

Integritas berasal dari  bahasa Latin  integer; incorruptibility , firm adherence to a code of especially moral a acristic values, yaitu , yang artinya sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita  menelusuri karakter yang dibutuhkan parah pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter muliah yang lainnya-pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustofa Muhammad saw. Yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia


Integritas berarti  mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.

Pengertian-Integritas-Adalah

Pengertian Integritas Adalah

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).


Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas  dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi  tindakannya.


Pengertian Integritas Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan beberapa pengertian kata integritas yang sudah coba diutarakan oleh para ahli :

  1. Menurut Henry Cloud

Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.

  1. Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

  1. Menurut Ippho Santoso

Menurut Ippho Santoso, integritas sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap / sepenuh – penuhnya.

  1. Menurut Andreas Harefa

Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

  1. Menurut Stephen R.Covey

membedakan antara kejujuran dan integritass “honesty is telling the truth, in other word, conforming our words reality-integrity is conforming to our words, in other words, keeping promises and ful-filling expectations.”  Kejujuran berarti menyampaikan kebenaran, ucapannya sesuai dengan kenyataan. Sedang integritas membuktikan tindakannya sesuai dengan ucapannya. Orang yang memiliki integritas dan kejujuran adalah orang yang merdeka. Mereka menunjukan keauntetikan dirinya sebagai orang yang tanggung jawab dan berdedikasi.

  1. Menurut (Jacobs, 2004)

Integritas  juga  telah  didefinisikan  dengan  menekankan  konsistensi  moral,  keutuhan  pribadi,  atau kejujuran (di  dalam bahasan akademik misalnya).

  1. Menurut Butler dan Cantrell (1984, di dalam Hosmer, 1995)

yang mengartikan integritas sebagai reputasi dapat dipercaya dan jujur dari seseorang untuk menjelaskan istilah  “kepercayaan”  di  dalam  konteks  organisasi.


Ciri-ciri Integritas

  • Orang yang tidak memakai kedok.
  • Orang yang bertindak sesuai dengan ucapan
  • Sama di depan dan dibelakang
  • Konsisten antara apa yang diimani dan kelakuannya
  • Konsisten antara nilai hidup yang dianut dan hidup yang dijalankan

Manfaat Integritas

  • Secara fisik kita akan merasa sehat dan bugar
  • Secara intelektual otak kita terlatih berpikir secara ilmiah
  • Secara emosional kita menjadi manusia yang termotivasi, mampu menyesuaikan diri terhadap situasi apa pun
  • Secara spiritual kita mampu memaknai berbagai pengalaman kita, mampu melihat berbagai fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan menyeluruh
  • Secara sosial kita semakin mampu membangun hubungan kemanusiaan

Contoh Integritas Bagi Karyawan

Ada seorang karyawan yang dekat dengan ‘penguasa’ kantor & pengambil keputusan. Orangnya jujur & “dianggap” dapat dipercaya. Namun, suatu ketika ada masalah di kantor & menimbulkan konflik antara karyawan lokal dan expatriate yang notabene adalah pejabat di kantor.

Takut kedudukannya yang sudah ‘empuk’ terancam, karyawan ini memilih berpihak kepada penguasa kantor yang jelas2 salah, melanggar peraturan & merugikan karyawan lokal. Bisa kita lihat bahwa karyawan yang ‘terlihat jujur’ ini sepertinya tidak memiliki integritas karena bertindak sesuai kepentingannya sendiri.

Contoh nyata kedua :

Seorang karyawan yang ‘dianggap paling jujur’, namun berhadapan dengan karyawan lain yang menjadi pesaing berat-nya. Karyawan ‘jujur’ ini merasa terancam & tersaingi. Dia melakukan manuver2 yang menjatuhkan karyawan lain dengan cara membuat cerita yang dikarang-karang sendiri, menyebar isu, dll. Sekali lagi, kita lihat bahwa kejujuran tidak selalu sejalan dengan integritas.

Menurut saya, hanyalah waktu yang bisa menjawab apakah seseorang memilki integritas atau tidak. Setelah ada badai & masalah dalam kehidupan karir-nya, barulah integritas itu teruji.


Baca Juga :