Biogeografi Hutan – Pengertian, Jenis, Faktor, Klasifikai, Musimnya, Sifat, Indonesia, Dampak, Cara Menanggulangi

Diposting pada

Biogeografi Hutan – Pengertian, Jenis, Faktor, Klasifikai, Musimnya, Sifat, Indonesia, Dampak, Cara Menanggulangi : Biogeografi hutan adalah ilmu yang membahas tentang persebaran hutan serta flora dan fauna yang ada dihutan dengan sudut pandang interaksi antarorganisme, interaksi organisme dengan lingkungan, dan pengaruh interaksi, serta persebarannya.


Definisi Jenis Hutan Biogeografi Di Indonesia

Pengertian Biogeografi

Biogeografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan geografi, dan penyebaran atau distribusi makhluk hidup di bagian bumi termasuk asal dan cara penyebarannya. Penyebaran makhluk hidup dibedakan atas penyebaran hewan dan tumbuhan.


Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, jenis tanah dan topografi sangat mempengaruhi pola distribusi dari suatu makhluk hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Tanah Beserta Proses Pembentukan, Jenis Dan Strukturnya


Pengertian Biogeografi Hutan

Biogeografi hutan adalah ilmu yang membahas tentang persebaran hutan serta flora dan fauna yang ada dihutan dengan sudut pandang interaksi antarorganisme, interaksi organisme dengan lingkungan, dan pengaruh interaksi, serta persebarannya.


Hutan merupakan sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan begitu lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, pelestari tanah, serta merupakan salah satu aspek bisofer Bumi yang paling penting.


Hutan tersebar di hampir seluruh penjuru dunia, baik di daerah tropis maupun di daerah yang beriklim dingin, didataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua yang besar. Di hutan terdapat suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain yang menempati daerah yang cukup luas.


Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumber daya alam yang berupa kayu, akan tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya bagi masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan.


Sebagai suatu ekosistem, hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna dan penyeimbang lingkungan serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai penyedia air bagi kehidupan, hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting karena hutan ialah tempat tumbuhnya berbagai tanaman.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Batuan Di Indonesia Beserta Jenis Dan Contohnya


Jenis Hutan Biogeografi Di Indonesia

Dalam hal ini kepulauan Nusantara ialah relief alam yang terbentuk dari proses pertemuan antara 3 lempeng bumi. Yang hingga hari ini, ketiga lempeng bumi itu masih terus saling mendekat. Akibatnya, gempa bumi sering terjadi di negeri kepulauan ini.


Sejarah pembentukan kepulauan Nusantara di sabuk khatulistiwa ini juga telah menghasilkan 3 kawasan biogeografi utama yang dimana masing-masing kawasan biogeografi itu ialah cerminan dari sebaran bentuk kehidupan berdasarkan perbedaan permukaan fisik buminya. Adapun ke-3 kawasan hutan biogeografi di Indonesia meliputi:


Paparan Sunda

Paparan sunda merupakan sebuah lempeng bumi yang bergerak dari kawasan Benua Asia dan berada di sisi barat Garis Wallace yang merupakan suatu garis khayal pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sunda dan dibagian lebih timur Indonesia.


Garis ini bergerak dari utara ke selatan antara Kalimantan dan Sulawesi serta antara Bali dan Lobok. Oleh karena itu, persebaran floran fauna di kawasan-kawasan itu lebih mirip dengan yang ada didaratan Benua Asia.


Paparan Sahul

Paparan Sahul merupakan lempeng bumi yang bergerak dari Kawasan Australesia atau Benua Australia dan berada di sisi timur Garis Weber yang merupakan sebuah garis khayal pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sahul dan di bagian timur Indonesia.


Garis ini membujur dari utara ke selatan antara Kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dan Australia. Yang persebaran flora fauna di kawasan ini lebih serupa dengan yangb ada di Benua Australia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis-Jenis Sungai Beserta 9 Fungsinya Terlengkap


Wallacea

Wallacea merupakan bagian lempeng bumi pinggiran Asia Timur yang bergerak di sela Garis Wallace dan Garis Weber. Kawasan ini mencakup Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara “Sunda Kecil” dan kepulauan Maluku. Flora fauna di kawasan ini banyak merupakan jenis-jenis edemik yaitu hanya ditemukan di tempat itu dan tidak ditemukan di bagian lain manapun di dunia.


Namun di kawasan ini juga memiliki unsur-unsur baik dari Kawasan Oriental maupun dari Kawasan Australesia. Wallace berpendapat bahwa saat laut tertutup es pada zaman es, membuat tumbuhan dan satwa di Asia dan Australia dapat menyeberang dan berkumpul di Nusantara.


Walaupun jensi flora fauna Asia tetap lebih banyak terdapat di bagian barat dan jenis flora fauna Austaralia di bagian timur, hal ini dikarenakan Kawasan Wallace dulunya ialah merupakan palung laut yang sangat dalam yang sehingga fauna sukar untuk dapat melintasinya dan flora berhenti menyebar.


Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan

Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor tersebut dikelompokkan dalam faktor fisik dan faktor non fisik.


Faktor Fisik

Berikut Ini Merupakan Faktor fisik Dari Persebaran Hutan.


Iklim

  • Curah Hujan

Di daerah yang jumlah curah hujannya selalu ada sepanjang tahun ada terdapat vegetasi hujan. Semakin berkurang jumlah curah hujan, maka tanaman yang didapati sudah bukan berupa hutan lagi, akan tetapi berupa semak belukar atau padang rumput.


Dan di daerah gurun, dimana curah hujannya sangat kecil maka vegetasi yang ada bergantung pada musim-musim yang ada hujannya. dengan adanya curah hujan yang tinggi, maka tanaman dan hewan dapat hidup dengan baik, karena tersedinya makanan. Berdasarkan Kebutuhan airnya, tanaman dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu :


  • Hygrophytes

yaitu tanaman yang hidup dalam kondisi jumlah air banyak. Contoh : bakau


  • Mesophytes

yaitu tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah sedang. Seperti halnya tanaman pada umumnya.


  • Xerophytes

yaitu tanaman yang hidupnya disesuaikan dengan kadar air yang ada. Untuk mengimbangi efek kekeringan ini, maka daun dilapisi lilin untuk mengurangi transpirasi kulit pohon menjadi tebal dan sistem akar menjadi dalam  Contoh : kaktus


  • Suhu

Keadaan temperatur di bumi berbeda-beda karena pengaruh dari intensitas penyinaran matahari. Semakin tinggi suhu, semakin bervariatif jenis tanaman, sebaliknya, semakin jauh dari matahari, tanaman semakin sedikit bahkan tidak tumbuh.


  • Kelembaban Udara

Jumlah uap air yang dikandung udara akan mempengaruhi penyebaran flora. Semakin lembab, jenis tanaman semakin bervariatif. Pada udara kering, tanaman akan semakin sedikit jenisnya, bahkan ada tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah kelembaban yang tinggi.


  • Angin

Angin sangat besar pengaruhnya terhadap proses penguapan dan transpirasi bagi tanaman. Misalnya : angin Bahorok yang dapat  mengeringkan perkebunan tembakau di Delli, demikian pula dengan adanya angin dingin, angin laut, dsb.


adanya arah angin yang bertiup pada suatu daerah akan mempengaruhi perkembangbiakan hewan. Selain itu, angin yang bertiup kencang juga sangat membahayakan manusia.


  • Sinar Matahari

Sinar matahari bagi tumbuhan diperlukan untuk pembuatan zat hijau daun atau klorofil.Tanaman yang kurang mendapat sinar matahari akan sulit mengalami perkembangan karena sinar matahari mempunyai fungsi yang penting dalam pembakaran klorofil.


Matahari yang menyinari permukaan bumijuga berpengaruh dalam perkembangbiakan hewan.Sinar matahari yang terang mengakibatkan sulit berkembangbiak dengan baik karena menghalangi proses persalinan.


Tanah

Tanah juga mempengaruhi pertumbuhan berbagai jenis tanaman.Tidak semua tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada berbagai lahan,tergantung dari unsur hara,jenis tanah,dan tingkat kesuburan.Hewan yang menempati alam semesta juga bergantung dari ketersediaan makanan.Tanah yang subur akan banyak didiami oleh tumbuhan dan hewan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Unsur Dan Jenis-Jenis Alur (Plot) Beserta Contohnya Lengkap.


Forest Biogeography

Relief (Ketinggian tempat)

Tinggi rendahnya permukaan bumi akan berpengaruh pada kandungan udara dan penyinaran matahari. Daerah yang rendah banyak di tumbuhi tanaman yang lebat, sedangkan pada daerah yang tinggi akan jarang ditumbuhi tanaman.


Semakin tinggi suatu daerah maka akan semakin jarang janis tanaman yang dapat tumbuh. Begitu juga dengan hewan akan berjumlah sedikit pada daerah yang tinggi.


Faktor Non Fisik (Biotik) :

  • Tumbuhan

Misalnya tumbuhan besar melindungi tumbuhan yang ada di bawahnya atau diantaranya.


  • Binatang

Pengaruh binatang terhadap binatang (insekta)  dan penyebaran biji (burung atau tupai).


  • Manusia

Manusia dapat mengubah seluruh pertumbuhan melalui penebangan, pengairan, pemupukan, penanaman kembali. Demikian juga, misalnya mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan lahan industri serta daerah pemukiman.


  • Kemampuan Beradaptasi

Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk tetap hidup dengan baik. Makhluk hidup akan mampu bertahan dalam lingkungannnya, dimana ketika mereka memiliki kamampuan untuk baradaptasi sebagai wujud pencegahan serangan dari musuh atau pertahanan diri.


Namun tidak semua makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan memiliki kemampuan untuk berdapatasi, melainkan hanya hewan dan tumbuhan tertentu.


Klasifikai Hutan Di Dunia

Hutan hutan di dunia di bagi menjadi beberapa klasifikasi yaitu di antaranya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Homonim, Homofon, Dan Homograf Beserta Contohnya Lengkap.


Berdasarkan Jenisnya

  • Hutan Tropis

yakni hutan yang letaknya berada di wilayah khatulistiwa. Pengertian dan Definisi dari Hutan tropis adalah hutan alam yang terletak di antara garis 23°27″ Lintang Utara dan 23°27″ Lintang Selatan, berada pada daerah iklim tropis. Di daerah hutan tropis hanya terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan curah hujan yang tinggi.


Hutan Tropis terdapat di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Luas dari daerah tropis mencakup 30 persen dari keseluruhan wilayah di permukaan bumi.


Keragaman jenis satwa maupun flora di daerah hutan tropis sangat tinggi dibandingkan pada lokasi yang lain. Kondisi habitat pada daerah hutan tropis sangat heterogen, menyebabkan muculnya keanekaragaman jenis yang tinggi. Keranekaragaman jenis yang terbesar terdapat pada hutan tropis di Asia Tenggara, kemudian hutan tropis Amazon setelah itu hutan tropis Afrika.


Perkiraan jumlah spesies pohon di hutan tropis Asia Tenggara sebanyak 12.000 – 15.000 spesies, untuk hutan tropis Amazon Amerika Latin sebesar 5000 – 7000 spesies, sedang pada hutan tropis Afrika sebesar 2000 – 5000 spesies.


  • Hutan Temperate

yakni hutan yang berada di wilayah dengan 4 musim. Hutan temperate berada di kawasan Eropa yang memiliki empat musim yakni panas, gugur, dingin (salju), dan semi. Hutan di kawasan itu tak rimbun, daunnya tak selalu hijau. Semak belukar dan rumput juga jarang. Jadi hutan temperate mirip deretan pohon semata, tanpa semak dan rumput.


Beberapa jenis tanaman di antaranya pohon oak, beech, dan pohon mappel yang enak dijadikan sirup. Pohon di hutan temperate tak tumbuh sepanjang tahun. Pada musim semi dan panas, mereka berkesempatan menggemukkan badan. Namun memasuki musim gugur dan salju, mau tak mau pohon-pohon itu harus “istirahat”. Jadi pertumbuhannya tak secepat hutan tropis.


  • Hutan Boreal

yakni hutan yang berada di daerah lingkaran kutub. Hutan boreal atau hutan taiga berkembang di daerah lintang tinggi dekat dengan kawasan lingkar kutub dan merupakan jenis hutan terluas kedua setelah hutantropika. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis pohon berdaun jarum, dimana di kawasan inimemiliki musim panas yang pendek dan musim dingin yang panjang.


Karena sinar matahari langka, tumbuhan sulit melakukan fotosintesis. Makanya pohonnya kecil dan kerdil. Meski bernama hutan, belum tentu ada pohonnya. Adakalnya hanya berupa hamparan rumput tanpa pohon.


Mendekati pusat kutub bahkan hanya ada tumbuhan sejenis lumut. Meski demikian, para ahli tetap menamainya sebagai hutan (forest). Hutan di kutub di antaranya sabana (padang rumput), tundra, taiga (pohon jarum dan lumut), serta steppes.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sinonim, Antonim, Hipernim, Menurut Para Ahli Beserta Contohnya Lengkap


Berdasarkan Sifat Musimnya

  • Hutan hujan tropis (rainforest)

Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1,750 millimetre (69 in) dan 2,000 millimetre (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun.


Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 mdpl., di atas tanah-tanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2).


Hutan hujan tropis paling banyak memiliki keragaman pohon, sekitar 100 species bisa tumbuh pada wilayah seluas 2,6 Km2. Sebagian besar pohon berdaun lebar dan selalu hijau sepanjang tahun, terdapat juga pohon palm dan paku-pakuan.


Kebanyakan hutan pohonnya membentuk tiga lapisan selubung (canopy). Canopy paling atas dapat mencapai ketinggian 46 meter, tumbuhan yang melebihi canopy di sebut emergent. Tumbuhan understory membentuk lapisan selubung ke dua.


Lapisan semak belukar dan tumbuhan herbal sangat tipis karena sinar matahari terhalang oleh lapisan canopy. Seringkali beberapa tanaman merambat dan menumpang lainnya menempel di cabang-cabang pohon lapisan canopy, sehingga dapat menyerap sinar matahari secara penuh.


Sebagian besar binatang hutan hujan tropis juga hidup pada lapisan canopy, dimana mereka dapat menemukan makanan yang sangat berlimpah. Binatang yang termasuk diantaranya adalah makhluk terbang dan memanjat seperti kelelawar, berbagai jenis burung, serangga, kadal, tikus, monyet, tupai, kungkang dan ular.


Hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanah, air, cahaya matahari) yang dimilikinya.


  • Hutan selalu hijau (evergereen forest)

Hutan dan pepohonan dan tumbuhan yang selalu hijau di segala musim. Hutan ini bisa berada di daerah tropis maupun subtropis, maupun di lingkungan kutub.


Hutan ini terdaspat berbagai spesies burung, rusa, mamalia herbivore, spsies omnivore dan lain-lain. Di sini juga terdapat pohon oak, maple, dan lain lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Semantik Dan Contohnya Lengkap


  • Hutan musim (deciduous forest)

Hutan musim berupa hutan di wilayah tropika dan subtropika yang memiliki iklim hangat sepanjang tahun, namun mengalami musim kering (kemarau) yang panjang selama beberapa bulan.


Walaupun wilayah ini dicurahi hujan hingga beberapa ratus milimeter tiap tahunnya –bahkan lebih, musim kering panjang itu memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya, dan dengan demikian memengaruhi kehidupan makhluk di dalam hutan itu. Itulah sebabnya hutan ini disebut musiman, atau ada pula yang menyebutnya hutan luruh daun.


Wilayah ini memiliki musim panas dan musim hujan bergantian setiap tahunnya, atau iklim yang agak lebih dingin dibanding hutan hujan tropis. Daerah ini meliputi Amerika tengah, Amerika selatan bagian tengah, selatan Afrika, India, timur Cina, Australia utara, dan kepulauan di pasifik termasuk Indonesia.


Ciri-ciri tumbuhan yang biasanya memenuhi hutan musim adalah pohon-pohon yang tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit yang berarti mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan juga keadaan basah. Pada musim kemarau (kering), daun pohon-pohon di hutan musim akan meranggas, sebaliknya pada musim hujan, daunnya akan tumbuh dengan lebat.


  • Hutan sabanna (savannah forest)

Sabana adalah padang rumput yang luas yang diselingi oleh pohon-pohon yang jarang.


Sabana mempunyai ciri-ciri khusus antara lain adalah bersuhu panas sepanjang tahun. Hujan yang terjadi secara musiman menjadi faktor paling penting bagi terbentuknya sabana.


Hal tersebut terjadi karena sabana akan berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah ke daerah yang intensitas hujannya makin rendah. Sebaliknya, sabana akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke daerah yang intensitas hujannya makin tinggi.


Savana adalah suatu daerah yang memiliki pohon dengan jarak luas. Beberapa padang rumput pohon tumbuh dalam satu gerombolan, ada juga yang tumbuh menyendiri. Sebagian besar tanah ditumbuhi oleh semak dan tumbuhan herbal, terutama rumput, sehingga savana disamakan dengan padang rumput.


Savana terutama ditemukan diwilayah yang memiliki sedikit curah hujan, tanah yang tidak subur, sering timbul kebakaran, atau hal lain yang menghambat tumbuhnya pohon. Binatang yang hidup di padang rumput diantaranya,kijang ,banteng, jerapah, singa, macan dan zebra.


Berdasarkan Ketinggian Tempat

  • Hutan pantai (beach forest)

Hutan pantai terdapat di daerah-daerah kering tepi pantai dengan kondisi tanah berpasir atau berbatu dan terletak di atas garis pasang tertinggi. Di daerah seperti itu pada umumnya jarang tergenang oleh air laut, namun sering terjadi atau terkena angin kencang dengan embusan garam.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 53 Pengertian Majas, Jenis Dan Contohnya Lengkap


  • Hutan dataran rendah (lowland forest)

Merupakan hutan campuran antara hutan hujan dataran rendah dengan hutan hujan tropis pegunungan. Aneka flora hutan hujan tropis dataran rendah menutupi hampir semua permukaan daratan. Hutan ini memiliki iklim panas dan curah hujan cukup banyak, serta terbagi merata.


  • Hutan pegunungan (mountain forest)

Hutan pegunungan atau hutan montana (montane forest) adalah salah satu formasi hutan tropika basah yang terbentuk di wilayah pegunungan. Salah satu cirinya, hutan ini kerap diselimuti awan, biasanya pada ketinggian atap tajuk (kanopi)nya. Pepohonan dan tanah di hutan ini acapkali tertutupi oleh lumut, yang tumbuh berlimpah-limpah.


 Hutan ini di bagi menjadi tiga bagian yaitu, hutan pengunungan bawah (1000 – 1500 Mdpl), hutan pengunungan atas (1000 – 2400 Mdpl),  dan subalpine (+ 2400 Mdpl)


  • Hutan kabut (mist forest)

Hutan kabut yaitu hutan daerah tropis yg sekeliling tidak sedikit terdapat kabut & awan. Biasa curah hujan yg tinggi & tidak sedikit pepohonan terdapat lebih sedikit pencahayaan, & tidak sedikit awan keadaannya lebih dingin dari area tropis yang lain.


Terhadap hutan hujan tropis hidup bermacam macam tipe hewan & tumbuhan. Sebenarnya ciri-ciri kenampakan hutan hujan tropis di Indonesia tak terlampaui tidak sedikit perbedaan dgn hutan hujan tropis.


  • Hutan Elfin (alpine forest)

Elfin merupakan suatu hutan yang berada di ketinggian di atas 2000 mdpl. Hutan dengan struktur tumbuhan yang lebat. Susah ditembus bagi mereka yang ingin melewatinya.


Dampak Kerusakan Hutan Dan Cara Mengatasinya

Kerusakan hutan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Macam-Macam Akronim Beserta Contohnya Lengkap. 


Faktor Alam

  • Seleksi Alam

Kehidupan alam bebas akan terbentuk suatu pertarungan langsung maupun tidak langsung antara individu dari spesies yang sama atau spesies yang berlainan. Dengan begitu akan membentuk spesies yang kuat. Menurut Hubert Spencer, seleksi alam disebabkan oleh keberhasilan reproduksi dan dipengaruhi oleh evolusi.


Organisme yang dapat menyesuaikan diri dengan keadaan alam itulah yang mampu bertahan hidup, sedangkan organisme yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan alam mereka akan berpindah ke tempat yang sesuai dengan habitatnya atau punah.


  1. Bencana Alam

Bencana alam yang silih berganti itu menyebabkan kerusakan flora dan fauna, misalnya: banjir, tanah longsor, gempa bumi baik vulkanik maupun tektonik, dan badai. Akibat bencana itu bisa menyebabkan punahnya suatu spesies.


Faktor Manusia

Manusia yang jumlahnya lebih dari lima milyar secara tidak langsung menyebabkan kerusakan ekosistem yang sudah terbentuk. Biasanya manusia membutuhkan tempat tinggal atau desakan ekonomi sehingga terpaksa membuka lahan baru dengan menebang hutang secara besar-besaran tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem.


Dengan demikian hutan menjadi gundul. Dan hewan yang menempati daerah itu akan pergi ke habitat yang baru dimana tempat yang baru tersebut belum tentu cocok, sehingga menyebabkan kepunahan.


Dampak Kerusakan Hutan

Dampak kerusakan hutan terhadap antara lain yaitu:


  • Habisnya persediaan makanan dan minuman bagi manusia, yang bahan bakunya berasal dari flora dan fauna yang tersedia di alam
  • Terganggunya keseimbangan ekosistem di lingkungan kehidupan manusia
  • Banyak manusia yang akan meninggal dunia, karena persediaan bahan makanan dan minuman yang sudah habis

  • Bumi akan menjadi semakin panas
  • Kelangsungan hidup flora dan fauna di bumi akan terancam
  • Tidak ada lagi kehidupan di dunia ini, dll.

Cara Menanggulangi Kerusakan Hutan

  1. Masyarakat harus sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan hutan.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara hutan dan tidak melakukan . penebangan hutan.

  3. Melakukan tindakan yang memotivasi warga untuk bertanggung jawab terhadap . lingkungan hidup.
  4. Menetapkan peraturan-peraturan tentang yang mengatur penebangan hutan.
  5. pengawasan,pengendalian, dan pengelolaan hutan.
  6. Mengeluarkan Undang-undang tentang lingkungan hidup. Misalnya Undang-undang No.4 tahun 1982 tentang pokok-pokok pengelolaan Lingkungan hidup

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis Sedimentasi Beserta 5 Dampaknya Secara Lengkap