Pengertian Gunung Berapi Beserta Jenis Bedasarkan Bentuknya

Diposting pada

Sejarah Gunung Berapi, Penyebab, Jenis, Proses, Dampak Dan Tanda Gejala : Adalah rekahan pada kerak bumi, tempat keluarnya lelehan batuan cair (yang disebut magma) dan gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Kata ‘volcano’ ( gunung api )

gunung berapi

PENGERTIAN GUNUNG BERAPI

Gunung api adalah rekahan pada kerak bumi, tempat keluarnya lelehan batuan cair (yang disebut magma) dan gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Kata ‘volcano’ (gunungapi) berasal dari nama sebuah pulau Romawi kuno bernama ‘vulcano’ yang terletak di baratdaya pantai Itali. Bangsa Romawi percaya bahwa ‘Vulcan’, dewa api dan pembuat senjata, menggunakan gunung api di pulau tersebut.

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Gunung berapi secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai fluida sistem saluran panas (batu dalam bentuk cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi ke permukaan bumi, termasuk hasil pengendapan akumulasi bahan dikeluarkan pada saat meletus.

Selanjutnya, istilah gunung api ini juga digunakan untuk nama fenomena pembentukan es gunung berapi atau gunung berapi es dan lumpur gunung berapi atau lumpur vulkanik. Es gunung berapi yang umum di daerah yang memiliki musim dingin yang bersalju, sedangkan gunung lumpur dapat dilihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.

Gunung berapi ini ditemukan dalam berbagai bentuk sepanjang hidup mereka. Sebuah gunung berapi aktif mungkin berubah menjadi setengah off, beristirahat, sebelum menjadi tidak aktif atau mati. Tapi gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum menjadi aktif kembali. Dengan demikian, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari gunung berapi, jika gunung berapi berada dalam keadaan istirahat atau mati.

Ketika gunung berapi meletus, magma yang terkandung dalam Magmar basement gunung berapi meletus sebagai lava atau lava. Selain aliran lava, kerusakan yang disebabkan oleh gunung berapi melalui berbagai cara seperti berikut:

  1. Aliran lava.
  2. Letusan gunung berapi.
  3. Aliran lumpur.
  4. Abu.
  5. Kebakaran hutan.
  6. Gas beracun.
  7. Gelombang tsunami.
  8. Gempa bumi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gunung Berapi Beserta Jenis Bedasarkan Bentuknya


TIPE, STRUKTUR DAN BENTUK

gunung berapi

TIPE ERUPSI GUNUNG BERAPI

Berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, kuat atau lemahnya letusan dan tinggi tiang asap, gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi:

  1. Tipe Hawaiian, yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburan lava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana.
  2. Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua.
  3. Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar.

STRUKTUR GUNUNG BERAPI

Struktur gunung api, terdiri atas:

  1. Struktur kawah adalah bentuk morfologi negatif atau depresi akibat kegiatan suatu gunungapi, bentuknya relatif bundar.
  2. Kaldera, bentuk morfologinya seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km. Kaldera terdiri atas : kaldera letusan, terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya; kaldera runtuhan, terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma; kaldera resurgent, terjadi akibat runtuhnya sebagian tubuh gunungapi diikuti dengan runtuhnya blok bagian tengah; kaldera erosi, terjadi akibat erosi terus menerus pada dinding kawah sehingga melebar menjadi kaldera.
  3. Rekahan dan graben, retaka-retakan atau patahan pada tubuh gunungapi yang memanjang mencapai puluhan kilometer dan dalamnya ribuan meter. Rekahan parallel yang mengakibatkan amblasnya blok di antara rekahan disebut graben.
  4. Depresi volkano-tektonik, pembentukannya ditandai dengan deretan pegunungan yang berasosiasi dengan pemebentukan gunungapi akibat ekspansi volume besar magma asam ke permukaan yang berasal dari kerak bumi. Depresi ini dapat mencapai ukuran puluhan kilometer dengan kedalaman ribuan meter.

BENTUK GUNUNG BERAPI

  • Bentuk kerucut, dibentuk oleh endapan piroklastik atau lava atau keduanya.
  • Bentuk kubah, dibentuk oleh terobosan lava di kawah, membentuk seperti kubah.
  • Kerucut sinder, dibentuk oleh perlapisan material sinder atau skoria.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Gunung Raung Banyuwangi Dari Tahun 1586 – 2015


PENYEBAB DAN TANDA GEJALA MELETUS

PENYEBAB DAN TANDA GEJALA MELETUS

PENYEBAB GUNUNG BERAPI MELETUS

Letusan gunung  merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Gunung yang dapat meletus hanyalah gunungan berstatus sebagai gunung api saja, adapun gunung tidak semua berstatus gunung api. bahkan jumlah gunung biasa lebih banyak dari gunung berapi.

Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma).

Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan rekahan mendekati permukaan bumi.

Gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang terdalam di dalam bumi. Magma terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi. Pada kedalaman tertentu, suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-batuan di dalam bumi. Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur dengan magma. Sebagian besar magma terbentuk pada kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi. Sebagian lainnya terbentuk pada kedalaman 24 hingga 48 km. Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik, magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Kabin magma (magma chamber) inilah yang merupakan gudang (reservoir) darimana letusan material-material vulkanik berasal.

Magma yang mengandung gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-batuan berat yang mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau melelehkan conduit (saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Magma bergerak keluar melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan, kandungan gas di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan membentuk lubang yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan berhenti, kawah (crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut.

Setelah gunung berapi terbentuk, tidak semua magma yang muncul pada letusan berikutnya naik sampai ke permukaan melalui lubang utama. Saat magma naik, sebagian mungkin terpecah melalui retakan dinding atau bercabang melalui saluran yang lebih kecil. Magma yang melalui saluran ini mungkin akan keluar melalui lubang lain yang terbentuk pada sisi gunung, atau mungkin juga tetap berada di bawah permukaan.

TANDA DAN GEJALA GUNUNG BERAPI MELETUS

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain:

  1. Suhu di sekitar gunung naik.
  2. Mata air menjadi kering
  3. Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
  4. Tumbuhan di sekitar gunung layu
  5. Binatang di sekitar gunung bermigrasi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa Dari Aktivitas Gunung Berapi Hingga Masa Kerajaan


TINGKAT BAHAYA GUNUNG BERAPI

Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
StatusMaknaTindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar
  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Planet Dalam” Dari Tata Surya ( Dalam Ilmu Pengetahuan Alam )


DAMPAK MELETUSNYA GUNUNG BERAPI

Dampak  Negative Akibat  Gunung  Merapi

  1. Dampak dari abu gunung merapi yaitu berbagai jenis gas seperti Sulfur Dioksida (SO2), gas Hidrogen Sulfida (H2S), Nitrogen Dioksida (NO2), serta debu dalam bentuk partikel debu(Total Suspended Particulate atau Particulate Matter).
  2. Kecelakaan lalu lintasakibat jalan berdebu licin, jatuh karena panik, serta makanan yang terkontaminasi, dan lain-lain.
  3. Banyak dari penduduk, terutama sekitar Gunung Merapi yang kehilangan pekerjaan rutin kesehariannya.
  4. timbulnya penyakit pada korban seperti ISPA
  5. 64 desa di Sleman dan puluhan desa di Magelang serta Klaten porak poranda. Bahkan, desa tersebut dinyatakan tertutup karena berada di zona yang tidak aman. Sebagian desa sudah tertutup debu vulkanik dengan ketebalan hingga satu meter.
  6. Hujan debudari Merapi juga meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan ke Yogyakarta ditutup sementara waktu.
  7. Dan terjadi pula kebakaran hutan karena terkena laharnya.
  8. Banyak dalam sektor pertanianterganggu akibat bencana ini yang menyebabkan pendapatan bisnis para petani menurun drastis.
  9. Di sektor perikananterjadi kerugian sekitar 1.272 ton.
  10. Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan berkurang sehingga menyebabkan tingkat hunian hotel yang tadinya 70 persen turun menjadi 30 persen.
  11. Sehingga dapat dikatakan Meletusnya Merapi ini mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi Indonesia.

Dampak  Positive Akibat  Gunung  Merapi

Selain itu, gunung meletus juga menyebabkan dampak positif. Meskipun untuk letusan Merapi ini dampak tersebut belum terlihat secara signifikan tapi ada hal yang dapat dijadikan dampak positive dalam bencana ini yaitu :

  1. Penambang pasir mendapat pekerjaan baru yaitu bekerja untuk mendapat pasir di pinggiran aliran lahar dingin.
  2. Hasil muntahan vulkanik bagi lahan pertanian dapat menyuburkan tanah, namun dampak ini hanya dirasakan oleh  penduduk sekitar gunung.
  3. Bahan material vulkanik berupa pasir dan batu dapat digunakan sebagai bahan  material yang berfungsi untuk bahan bangunan, dan lain-lain.

PROSES MELETUSNYA GUNUNG BERAPI

Pengetahuan tentang tektonik lempeng merupakan pemecahan awal dari teka-teki fenomena alam termasuk deretan pegunungan, benua, gempabumi dan gunungapi. Planet bumi mempunyai banyak cairan dan air di permukaan. Kedua factor tersebut sangat mempengaruhi pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunungapi. Panas bagian dalam bumi merupakan panas yang dibentuk selama pembentukan bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bersamaan dengan panas yang timbul dari unsure radioaktif alami, seperti elemen-elemen isotop K, U dan Th terhadap waktu.

Bumi pada saat terbentuk lebih panas, tetapi kemudian mendingin secara berangsur sesuai dengan perkembangan sejarahnya. Pendinginan tersebut terjadi akibat pelepasan panas dan intensitas vulkanisma di permukaan. Perambatan panas dari dalam bumi ke permukaan berupa konveksi, dimana material-material yang terpanaskan pada dasar mantel, kedalaman 2.900 km di bawah muka bumi bergerak menyebar dan menyempit disekitarnya. Pada bagian atas mantel, sekitar 7-35 km di bawah muka bumi, material-material tersebut mendingin dan menjadi padat, kemudian tenggelam lagi ke dalam aliran konveksi tersebut. Litosfir termasuk juga kerak umumnya mempunyai ketebalan 70 – 120 km dan terpecah menjadi beberapa fragmen besar yang disebut lempeng tektonik.

Lempeng bergerak satu sama lain dan juga menembus ke arah konveksi mantel. Bagian alas litosfir melengser di atas zona lemah bagian atas mantel, yang disebut juga astenosfir. Bagian lemah astenosfir terjadi pada saat atau dekat suhu dimana mulai terjadi pelelehan, kosekuensinya beberapa bagian astenosfir melebur, walaupun sebagian besar masih padat. Kerak benua mempunyai tebal lk. 35 km, berdensiti rendah dan berumur 1 2 miliar tahun, sedangkan kerak samudera lebih tipis (lk. 7 km), lebih padat dan berumur tidak lebih dari 200 juta tahun. Kerak benua posisinya lebih di atas dari pada kerak samudera karena perbedaan berat jenis, dan keduanya mengapung di atas astenosfir.

PROSES MELETUSNYA GUNUNG BERAPI

Penampang bumi. Kerak yang menindih mantel hampir seluruhnya terdiri dari oksida yang tidak melebur. Proses vulkanik membawa fragmen batuan ke permukaan dari kedalaman lk. 200 km melalui mantel, hal tersebut ditunjukkan dengan adanya mineral-mineral olivine, piroksen dan garnet dalam peridotit pada bagian atas mantel. (Modifikasi dari Krafft, 1989; Sigurdsson, 2000).

Gunung api terbentuk akibat pergerakan lempeng yang menimbulkan empat busur gunungapi berbeda sebagai berikut:

  1. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera.
  2. Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
  3. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
  4. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.

gunungapi terbentuk di permukaan

Penampang diagram yang memperlihatkan proses gunungapi terbentuk di permukaan melalui kerak benua dan kerak samudera serta mekanisme peleburan batuan yang menghasilkan busur gunungapi, busur gunungapi tengah samudera, busur gunungapi tengah benua dan busur gunungapi dasar samudera. (Modifikasi dari Sigurdsson, 2000)

gunungapi terjadi akibat tumbukan kerak

Di Indonesia (Jawa dan Sumatera) pembentukan gunungapi terjadi akibat tumbukan kerak Samudera Hindia dengan kerak Benua Asia. Di Sumatra penunjaman lebih kuat dan dalam sehingga bagian akresi muncul ke permukaan membentuk pulau-pulau, seperti Nias, Mentawai, dll. (Modifikasi dari Katili, 1974).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri Dan Jenis Danau Beserta Contohnya Secara Lengkap


MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI

  • Tindakan Kesiapsiagaan Persiapan dalam Menghadapi Letusan Gunung

Langkah kongkrit dalam kesiapsiagaan terhadap letusan Gunung antara lain adalah :

  1. Mengenali tanda-tanda bencana, karakter gunung dan ancaman-ancamannya
  2. Membuat peta ancaman, mengenali daerah ancaman, daerah aman
  3. Membuat sistem peringatan dini
  4. Mengembangkan Radio komunitas untuk penyebarluasan informasi status gunung api
  5. Mencermati dan memahami Peta Kawasan Rawan gunung api yang diterbitkan oleh instansi berwenang
  6. Membuat perencanaan penanganan bencana Mempersiapkan jalur dan tempat pengungsian yang sudah siap dengan bahan kebutuhan dasar (air, jamban, makanan, pertolongan pertama) jika diperlukan
  7. Mempersiapkan kebutuhan dasar dan dokumen penting
  8. Memantau informasi yang diberikan oleh Pos Pengamatan gunung api (dikoordinasi oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Pos pengamatan gunung api biasanya mengkomunikasikan perkembangan status gunung api lewat radio komunikasi
  • Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Saat Terjadi Letusan Gunung

Tindakan yang dilakukan ketika telah terjadi letusan adalah :

  1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, aliran sungai kering dan daerah aliran lahar Hindari tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan
  2. Masuk ruang lindung darurat bila terjadi awan panas
  3. Siapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
  4. Melindungi mata dari debu, bila ada gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau apapun yang bisa mencegah masuknya debu ke dalam mata Jangan memakai lensa kontak
  5. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  6. Saat turunnya abu gunung usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan
  • Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Terjadinya Letusan

Setelah terjadi letusan maka yang harus dilakukan adalah :

  1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  2. Bersihkan atap dari timbunan abu karena beratnya bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
  3. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling dan pengapian

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Bentuk-Bentuk Relif Dasar Laut Beserta Contohnya Lengkap


JENIS GUNUNG BERAPI

  • Stratovolcano

Terdiri dari letusan batu dari jenis letusan berubah sehingga susunan berlapis beberapa jenis batuan, sehingga membentuk kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi adalah dari jenis ini.

Stratovolcano, juga dikenal sebagai gunung berapi komposit atau stratovolcano, adalah gunung (gunung berapi) yang tinggi dan berbentuk kerucut yang terdiri dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. Bentuk gunung berapi biasanya puncak dan landai curam di kaki karena aliran lava yang membentuk gunung berapi itu sangat tebal karena mengandung banyak silika, dan begitu dingin dan mengeras sebelum menyebar lebih lanjut. Lava seperti tergolong konsentrasi tinggi asam silikat.

Meskipun stratovolcano seperti bisul kadang-kadang disebut gunung berapi komposit, ahli gunung berapi lebih suka menggunakan istilah untuk membedakannya dari stratovolcano gunung berapi karena semua gunung berapi dari bentuk apapun memiliki struktur gabungan (berlapis) – yang terdiri dari urutan bahan shedding letusan.

Contoh:

  1. Gunung Penanggungan di Jatim, Indonesia
  2. Gunung Pelée di Martinique
  3. Teide di Tenerife, Kepulauan Canary
  4. Krakatau di Indonesia
  5. Tangkuban Parahu di Bandung Barat, Lembang, Indonesia
  • Perisai

Batuan terdiri dari lava mengalir pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak punya waktu untuk membentuk kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan miring landai, dan struktur terdiri dari batuan basaltik. Contoh gunung api ini di Kepulauan Hawaii.

Atau perisai gunung berapi perisai gunung berapi adalah jenis vulkanik Enyang dgan berbentuk seperti bentuk perisai yang melebar dengan beberapa puncak yang tidak tepat perisai ditempatkan terlalu tinggi di atas tanah.

Gunung berapi perisai dapat dibedakan dari orang lain dengan tingkat tinggi puncak gunung berapi dan lereng. Perisai gunung berapi memiliki tubuh yang luas dari gunung dengan kemiringan lembut. Bentuk gunung seperti gunung berapi perisai dibuat sebagai magma yang keluar selama letusan sangat encer.

Akibatnya, magma pijar dapat dengan cepat menguras dan tersebar di area yang luas. Perisai gunung berapi telah meletus alam berlebihan karena letak dapur magmanya tekanan gas magmatik dangkal tidak terlalu kuat. Contoh perisai gunung berapi: gunung berapi di Kepulauan Hawaii, Mauna Loa, Kilauea dan Mauna Kea.

  • Cinder Cone

Sebuah abu gunung berapi dan fragmen kecil batuan vulkanik menyebar di sekitar gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di atas. Jarang ketinggian di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.

  • Kaldera

Jenis gunung berapi terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung untuk membentuk sebuah baskom. Gunung Bromo merupakan jenis ini.

Kaldera adalah fitur vulkanik yang terbentuk oleh runtuhnya tanah setelah letusan gunung berapi. Contoh danau Toba di Indonesia yang Berasal dari letusan gunung berapi kuno. Kaldera ini Sering bingung dengan kawah gunung berapi. Kata “kaldera” berasal dari bahasa Spanyol, yang berarti panci.

Pada tahun 1815, seorang ahli geologi Jerman Leopold van Buch mengunjungi Las Cañadas kaldera Teide di Tenerife, dan Caldera de Taburiente di La Palma, baik di Kepulauan Canary. Ketika catatan diterbitkan, ia Diperkenalkan istilah ke dalam kaldera geologi kosakata.

Runtuhnya permukaan terjadi Karena kosong magma di bawah gunung berapi, biasanya Terjadi karena letusan gunung berapi. Jika cukup magma terlontar, magma chamber kosong tidak dapat mendukung berat struktur gunung berapi di atasnya. Kesalahan melingkar bentuk berbentuk cincin di sekililing magma chamber. Kesalahan Juga cincin memicu pelepasan isi magma lain melalui pintu keluar di sekitar puncak gunung berapi.