Feature – Jenis, Ciri, Fungsi, Sifat, Struktur, Pengertian, Para Ahli, Unsur

Diposting pada

Feature – Jenis, Ciri, Fungsi, Sifat, Struktur, Pengertian, Para Ahli, Unsur : Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata dan sebagainya.

“Feature” Pengertian Menurut Para Ahli & (Fungsi-Karakteristik-Jenis)

Pengertian Feature

Feature dalam arti luas merupakan tulisan-tulisan di luar berita, dapat berupa tulisan ringan, berat, tajuk rencana, opini, sketsa, laporan pandangan mata dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, feature adalah tulisan yang sifatnya dapat menghibur, mendidik, memberi informasi, dan lain sebagainya mengenai aspek kehidupan dengan gaya yang bervariasi (Zain, 1993).


Lebih jauh Zain menjelaskan, beda feature dengan tajuk rencana, feature  mengemukakan opininya tidak kentara, menggunakan contoh-contoh, pelukisan suasana, meminjam pernyataan-pernyataan pihak yang bertanggung jawab dan lebih panjang, sedangkan tajuk rencana lebih rasional dan sangat pendek. Beda feature dengan cerpen dari sisi isinya, feature  berdasarkan fakta sebagian nilai jurnalistik, sedangkan cerita pendek lebih condong ke fiksi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Pengertian Berita Menurut Para Ahli Terlengkap


Pengertian Feature Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Feature Menurut Para Ahli.


  • Menurut Daniel R. Williamson “dalam Sudarman, 2008: 179”

    feature ialah artikel yang kreatif, kadang-kadang subjektif yang dirancang terutama untuk menghibur dan memberitahu pembaca tentang suatu peristiwa atau kejadian, situasi atau aspek kehidupan seseorang. Sementara Richard Weiner mendefinisikan feature ialah suatu artikel atau karangan yang lebih ringan atau lebih umum tentang daya pikat manusiawai atau gaya hidup, daripada berita lempang yang ditulis dari peristiwa yang masih hangat.


  • Santana (2005)

    mengemukakan, feature itu merupakan suatu informasi yanghuman interest , terkait dengan ketertarikan dan minat ornag tentang people (orang) danthings (pikiran orang itu) , yang mungkin  unusual (tidak lazim) dan ketidakbiasaan itu yang membuat informasi tersebut menjadi menarik. Kisah human interest feature,menurut Santana (2005) menjadi “hidup”, berwarna, ketika khalayak diajak membayangkan rincian atau detail, latarbelakang peristiwa, dan tindakan-tindakan terentu. Cara demikian seakan-akan membawa pembaca media cetak, pendengar radio atau pemirsa televisi ketempat kejadian. Mengikuti apa yang diketahui dan dirasakan penulis, seperti sedih atau gembira.


  • Menurut Alexis McKinney

    Feature menemukan dampaknya di luar bidang dasar-dasar penulisan berita straight news dan di luar who-what-where-why and how yang tanpa polesan. Keabsahan, kekuatan, dan ciri pengenal feature terletak pada penetrasi imaginasinya bukan pada pemisahannya dari kebenaran dan pada pelonggaran kebenarannya, tetapi pada penembusannya ke dalam kebenaran yang khas dan khusus yang menggugah perasaan ingin tahu, perasaan simpati, perasaan skeptic, perasaan humor, perasaan cemas, atau perasaan takjub orang. Menulis sebuah feature dapat disebut sebagai presentasi cerdas tentang fakta-fakta dan gagasan-gagasan sehingga fakta-fakta dan gagasan-gagasan yang tidak kentara bisa menjadi pusat perhatian pengamat yang sambil lalu.


  • Menurut Charnley

    istilah feature sebenarnya mencakup juga beragam berita yang mengandung isi yang nonimaginatif maupun yang nonemotif. Dalam arti yang luas, katanya, akan amanlah jika dikatakan bahwa feature adalah berita yang bahannya dipilih untuk disajikan terutama karena unsur beritanya bukan ditekankan pada aktualitas.


  • (LeSPI, 1999-2000)

    Feature merupakan tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca.


Feature dapat dikatakan juga sebagai artikel yang kreatif, terkadang subyektif, yang dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter ‘’menciptakan’’ sebuah cerita.


Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat karangan fiktif dan khayalan tidak boleh, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu. Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama straight/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)


Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi. Dan ketiga, feature bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tugas Marketing Secara Lengkap


feature


Ciri-Ciri Feature

Berikut Ini Merupakan Ciri-Ciri Feature.


  • Mengandung unsur sastra

Satu hal penting dalam sebuah feature adalah is harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen (cerita pendek) atau novel –bacaan ringan dan menyenangkan – namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada dasarnya atau pada prinsipnya adalah seorang yang bercerita.


  • Lengkap

Sebuah feature disebut lengkap bila menyatukan bagian-bagian fakta dari suatu peristiwa, dan memadukan jalan pikiran penulisnya dalam bagian pendahuluan, rincian atau uraian , dan kesimpulan atau penutup (punch).


  • Melawan Kebasian

Feature dapat menjadi alat ampuh melawan kebiasaan berita. berita hanya berumur 24 jam. Dengan feature, sebuah berita dapat dipoles menjadi menarik kembali dan tetap aktual.


  • Non Fiksi

Feature merupakan pengungkapan fakta-fakta yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan memebrikan gambaran yang jelas dan utuh kepada pembaca mengenai suatu peristiwa atau suatu objek.


  • Bagian Dari Media Massa

Sebuah feature harus disajikan dalam media massa, baik cetak (surat kabar, majalah dan buletin) maupun elektronik (televisi, radio, web dan blog)


  • Panjang tak Tentu

Belum ada ketentuan mengenai panjang pendeknya sebuah feature, sehingga tulisanfeature sangat bervariasi tergantung penulisnya. Panjang pendeknya sebuah feature tergantung pada penting-tidaknya peristiwa, menariknya aspek yang diungkap, dan bagaimana penulis berusaha mewarnai feature sehingga memikat dari awal sampai akhir.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tugas, Jenis, Dan Syarat Menjadi Frontliner Beserta Fungsinya Secara Lengkap

feature


Fungsi Feature

Dengan demikian feature memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Melengkapi sajian berita langsung “straight news”.
  • Memberikan informasi terhadap suatu situasi, keadaan, peristiwa yang terjadi.
  • Menghibur dan mengembangkan imajinasi.

Jenis – Jenis Feature

Tulisan feature memiliki berbagai jenis yang diantara lainnya ialah:


  • Feature Berita : tulisan feature yang lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak.

  • Feature Artikel : tulisan feature yang lebih cenderung ke dalam sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak actual lagi atau berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai keadaan atau suatu kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan.dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur.

  • Berdasarkan tipenya, maka featuredapat dibedakan menjadi:

    1. Feature Human Interest

Langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan, simpati). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, lika-liku kehidupan seorang guru atau dokter di daerah terpencil, atau kisah seorang menimbulkan kejengkelan (Contoh tayangannya : Program kejamnya Dunia, Investigasi, Jendela, Delik, derap Hukum, dll).


    1. Feature Pribadi-Pribadi Menarik Atau Feature Biografi

Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi atau seorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi (Contoh tayangannya : Program Silet, dll).


    1. Feature Perjalanan

Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektifitas menonjol, karena biasanya penulisannya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “Aku”, “Saya”, atau “Kami” (sudut pandang ‘Point Of View’ orang pertama) (Contoh tayangannya : Program Menantang batas, Koper & Ransel, dll).


    1. Feature Sejarah

Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan, dengan memunculkan “tafsir baru” sehingga tetap terasa aktual untuk masa kini. (Contoh tayangannya : Program Silet, Program Khusus, dll).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tugas Teller Bank Beserta Syarat Menjadi Teller Bank Secara Lengkap 


Sifat-Sifat Feature

Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya. Ada beberapa sifat feature menurut Tempo (1979:6-8) yaitu:


  • Kreatif

(adanya unsur kreativitas); Feature membutuhkan kreativitas penulisnya, dalam mencari objek tulisan yang khas, yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang terungkap. Dalam penyusunan feature, penulis tidak terlalu terikat pada tekhnik penyajian tertentu. Penyajian feature dapat berbeda-beda tergantung pada kekhasan penulisnya.


Kreativitas penulis sangat dituntut untuk menuturkan informasi yang diperolehnya.Penyajian permasalahan dikembangkan dengan kreativitas penulisnya. Kadang ada pakar yang menyebut feature lebih mendekati sastra. Persamaan ini dilihat dari sudut pandang tekhnik penyajiannya yang membolehkan pemanfaatan kreativitas.Kesamaan feature dengan sastra bukanlah dari sudut data dan fakta. Dalam feature tetap dimuat data dan fakta yang benar dan akurat.


  • Variatif

(adanya unsur menghibur); Sebuah feature ditulis dengan gaya penulisan yang variatif dengan mampu membangkitkan imajinasi pembacanya. Diksi atau pilihan kata, komposisi atau rangkaian kata-kata, kalimat dan paragrafnya, dari fakta-fakta yang diperoleh ditulis tidak monoton, hidup dan variatif.Feature disusun dengan penyajian yang bisa membuat pembaca mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang karena terlalu sibuk bekerja.


Karena disajikan dengan gaya santai, feature diharapkan dapat menghibur pembaca. Feature adalah bentuk komunikasi yang santai. Feature banyak ditemukan dalam surat kabar mingguan. Sajiannya yang menghibur dapat membantu pembaca untuk menyegaran kembali pemikirannya. Surat kabar mingguan tidak tepat kalau isinya banyak berbentul berita langsung.


  • Subyektif

(adanya unsur subjektivitas) ; Feature bersifat subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan, intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisnya.Dalam menyusun feature, penulis dibolehkan memasukkan unsur subjektivitas. Ini dimaksudkan agar feature bisa lebih menarik dan tersaji dengan lancar.


Wartawan boleh memasukkan perasaan atau emosional sebatas untuk memudahkan penyajian, pikiran, dan oemahaman terhadap permasalahan dalam feature. Subjektivitas pada feature hanya sebatas untuk memudahkan penyajian, tidak untuk pengolahan data-data. Data-data yang subjektif hanya terdapat dalam sastra. Inilah yang membedakan feature dengan sastra.


  • Informatif

Feature membantu pembaca dengan memperjelas suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suaru kejadian, atau mempengaruhinya bertindak atau percaya. Nilai informatif feature berbeda dengan berita langsung yang benar-benar menyajikan informasi. Informasi dalam feature lebih mendalam dan lengkap.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Tugas Customer Service Secara Lengkap

feature

Struktur Feature

Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari:


  • Judul (head)
  • Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, berisi hal terpenting untuk menarikl perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang dimualinya penulisan
  • Bridge atau jembatan antara lead dan body
  • Tubuh tulisan (Body)
  • Penutup (ending) yang biasanya mengacu kepada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritaakan atau mengajukan pertanyaan tanpa

Unsur-Unsur yang Terdapat Dalam Tulisan Features

Sebagai sebuah cerita, feature dibangun dengan berpijak pada beberapa unsure pokok. Dalam cerita pendek, unsure-unsur pokok itu meliputi: karakter, mood atau suasana, tema, gaya, sudut pandang (point of view), dan setting. Menurut kritikus sastra Jakob Sumardjo, seorang pengarang terikat pada unsure-unsur itu meskipun ia bisa mencari variasi tersendiri.


Seorang penulis bisa menekankan pada karakter atau tema, tapi tetap ia tidak bisa melepaskan diri dari unsur-unsur yang lain. Berikut penjelasan unsur feature yang diadaptasi dari cerpen menurut Haris Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature (2014:183-189).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri Dan Fungsi Administrasi Beserta 4 Tujuannya Terlengkap


  1. Tema

Tema adalah ide sebuah cerita. Dalam feature, ide sering muncul dari berbagai peristiwa berita yang sifatnya aktual dan faktual. Ide tidak diperoleh lewat imajinasi, tetapi dipetik dari informasi, hasil penelusuran referensi, kerja observasi, pilihan visitasi, dan proses konfirmasi ke suatu atau berbagai pihak yang terkait.


  1. Sudut Pandang

Sudut pandang (point of view) pada dasarnya adalah visi pengarang, artinya sudut pandang yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Cerita feature, dengan merujuk pada sudut pandang, umunya lebih menyukai sudut pandang orang ketiga. Dengan sudut pandang orang ketiga, wartawan sebagai penulis feature, tahu tantang segalanya.Ia bisa menceritakan apa saja yang ia perlukan untuk melengkapi ceritanya sehingga mencapai efek yang diinginkan.


  1. Plot

Plot bukan jalan cerita.Dengan mengikuti jalan cerita kita dapat menemukan plotnya.Sesuatu yang menggerakan cerita adalah plot, yaitu segi rohaniah dari kejadian. Plot sering dikupas menjadi lima elemen: pengenalan, timbulnya konflik, konflik memuncak, klimaks, dan pemecahan soal (Sumardjo, 2004:15-16). Feature yang baik harus memiliki plot.


Feature tidak mewajibkan pemunculan dan penajaman konflik dalam rangkaian adegan cerita. Feature mengangkat suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan yang sifatnya faktual objektif. Tidak semua aspek kehidupan yang diangkat dalam cerita feature mangandung unsur konflik. Jadi, hanya pada peristiwa tertentu saja unsur konflik dan klimaks itu diperlukan atau dihadirkan.


  1. Karakter

Suatu cerita feature disebut baik, apabila karakter tokohnya dilukiskan dengan jelas, tegas, ringkas, dan spesifik. Setiap punya karakter atau kepribadian masing-masing, yang sekaligus membedakan dirinya dengan orang lain. Tokohlah yang menentukan segala-galanya dalam cerita.Pengarang tidak perlu pegang kemudi.Ia hanya membiarkan saja tokoh-tokoh cerita yang dipilihnya itu hidup dan bergerak sendiri menurut wataknya masing-masing, dan menciptakan situasi, membuat masalah, menimbulkan ketegangan, mencetuskan klimaks, dan akhirnya menutup cerita (Lajos Egri dalam Dipenogoro, 2003:51).


  1. Gaya

Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema, persoalan, meninjau persoalan dan menceritakannya sebagai sebuah cerpen. Sebagai cerita, feature ditulis oleh wartawan atau reporter dengan gaya masing-masing. Ada wartawan yang sangat mengagumi gaya Putu Wijaya, ada yang sangat menyukai gaya Ahmad Tohari, dll. Berbeda dengan berita yang gaya penulisannya sama karena mengacu pada teknik melaporkan, pola piramida terbalik, dan rumus 5W1H.


  1. Suasana

Suasana dalam cerita pendek membantu menegaskan maksud.Di samping itu suasana juga merupakan daya pesona sebuah cerita. Sama halnya dengan feature, tidak ada cerita feature tanpa suasana. Karena suasana itulah yang bisa menghidupkan cerita feature sehingga memikat pembaca, enak dibaca, berjiwa, dan sanggup melantunkan pesan-pesan moral tertentu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Menulis feature adalah melukis suasana peristiwa. Dari suasan itulah kemudian timbul imajinasi dan fantasi pembaca, pendengar atau pemirsa.


  1. Lokasi Peristiwa

Setting  tidak hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan terjadinya, tetapi berkaitan juga dengan karakter, tema, suasana cerita. Feature juga harus mengandung unsur ini. Dalam feature, unsur tempat/setting, tidak sekadar sebagai keterangan pelengkap sebagaimana dijumpai pada berita langsung. Dalam feature, setting justru memainkan peran yang amat menetukan jalannya cerita. Setting bencana alam seperti gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumut pada 26 Desember 2004, dengan korban tewas lebih dari 100 ribu jiwa, misalnya, memunculkan aroma tragedy kemanusiaan yang luar biasa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Tajuk Rencana” Pengertian & ( Ciri – Sifat – Tujuan – Tahapan )