Eksplorasi Minyak Bumi – Komponen, Waktu, Penggolongan, Geologi, Geofisika, Proses, Jenis, Persumuran, Rig

Diposting pada

Eksplorasi Minyak Bumi – Komponen, Waktu, Penggolongan, Geologi, Geofisika, Proses, Jenis, Persumuran, Rig : Pencarian atau Eksplorasi minyak bumi merupakan kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian serta ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset tersebut dilakukan oleh para geologis, yakni orang-orang yang menduduki ilmu kebumian.


Abu-abu adalah pasir, Biru adalah air, Hitam adalah minyak

Eksplorasi Minyak Bumi

Minyak bumi, dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi Dan Unsur Manajemen Pemasaran Beserta Tugasnya Terlengkap


Pencarian atau Eksplorasi minyak bumi merupakan kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian serta ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset tersebut dilakukan oleh para geologis, yakni orang-orang yang menduduki ilmu kebumian. Mereka merupakan orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap pencarian hidrokarbon itu.


Perlu kita ketahui bahwa minyak yang ada di dalam bumi bukan berupa wadah yang seperti danau, tetapi berada di dalam pori-pori batuan bercampur dengan air.


Komponen Penyusun Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).


Waktu yang Dibutuhkan untuk Membentuk Minyak Bumi

Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi.


Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan, Strategi Dan 6 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli


Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur, membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan (sedimentary rock).


Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat. Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi secara komplit.


Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik, lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam.


Bebatuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.


Penggolongan Minyak Bumi Menurut Umur dan Kedalamannya

Ada 3 macam minyak bumi yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu:


  1. Young-shallow

Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi.


  1. Old-shallow

Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek.


  1. Old-deep

Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehinggaold-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.


Kajian Geologi

Untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Strategi Pemasaran Serta Hal Penting Dari Sudut Pandang Penjual Dan Konsumen


Batuan Sumber (Source Rock)

Merupakan batuan yang menjadi bahan utama pembentukan hidrokarbon. Umumnya yang berperan sebagai batuan sumber ini ialah serpih. Batuan tersebut kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang ada di batuan itu. Karbon itulah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.


Tekanan dan Temperatur

Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, temperatur dan tekanan yang tinggi di perlukan. Temperatur dan tekanan ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi ratai hidrokarbon.


Migrasi

Hidrokarbon yang telah terbentuk dari suatu proses diatas harus bisa berpindah ke tempat dimana hidrokarbon mempunyai nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri bisa dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi sebab hidrokarbon disana tidak terakumulasi serta tidak bisa mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.


Reservoar

Batuan yang merupakan suatu wadah untuk hidrokarbon yang merupakan kumpulan dari proses migrasinya. Reservoar ini umumnya merupakan batu pasir serta batuan karbonat, sebab kedua jenis batuan ini mempunai pori yang cukup besar untuk tersimpanya hidrokarbon. Reservoar begitu penting sebab pada batuan ini minyak bumi diperoduksi.


Eksplorasi minyak bumi

Perangkap (Trap)

Begitu penting sebuah reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. Tujuannya ialah agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Bila perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon bisa mengalir ke arah tempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak sama sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yakni perangkap stratigrafi dan perangkap struktur.


Kajian geologi merupakan kajian regional, bila secara regional tidak menungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan.


Bila semua kriteria diatas dapat terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan memiliki potensi minyak bumi ataupun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian batuan akan dilanjutkan pada langkah selanjutnya.


Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi.


Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas Beserta Faktornya


Kajian Geofisika

Setelah kajian dengan cara regional dan memakai metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengidentifikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya ialah kajian geofisika.


Di tahap ini metoda-metoda khusus dipakai untuk mendapatkan data yang lebih akurat untuk memastikan keberadaan hidrokarbon serta kemungkinannya untuk bisa di eksploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran, yang merupakan cerminan kondisi serta sifat-sifat batuan di dalam bumi.


Ini penting untuk mengetahui apakah batuan tersebut mempunyai sifat-sifat sebagai batuan sumber, reservoar, serta batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metode ini memakai prinsip-prinsip fisika yang dipakai sebagai aplikasi engieering. Metode tersebut adalah:


  • Eksplorasi seismik

Ini merupakan ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. Kajiannya meliputi daerah yang sangat luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi.


  • Data resistiviti

Prinsip dasarnya ialah setiap batuan berpori akan di isi dengan fluida. Fluida ini dapat berupa air, gas ataupun minyak. Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan memakai sifat resistan yang ada pada fluida. Fulida iar mempunyai nilai resistan yang rendah dibandingkan minyak, demikian juga dengan nilai resistan minyak lebih rendah daripada gas.

    1. Data porositas
    2. Data berat jenis

  • Data berat jenis

Data diambil dengan memakai alat logging dengan memakai bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan jika pori batuan berisi sebuah air dengan batuan berisi hidrokarbon maka akan memiliki berat jenis yang berbeda.


Proses Pengambilan Minyak Bumi

Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling), memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan.


Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb.


Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi Secara Umum

MINYAAKBUMI

Tiga Macam Jenis Sumur:

Berikut Ini Merupakan Tiga Macam Jenis Sumur:


  1. Sumur Eksplorasi

    (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk mentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.


  2. Sumur Konfirmasi

    Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan.


  3. Sumur Pengembangan (Development Well)

    adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.


Persumuran Minyak Bumi

Berikut Ini Merupakan Istilah persumuran lainnya:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian E-government Menurut Para Ahli Beserta Contohnya


  • Sumur produksi: sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.

  • Sumur injeksi: sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi (lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas ke bawah.

  • Sumur vertikal: sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.
  • Sumur berarah (deviated well, directional well): sumur yang bentuk geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.

  • Sumur horisontal: sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal. Merupakan bagian dari sumur berarah.

  • Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau mengakses sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur.

Rig Minyak Bumi

Umumnya, rig dikategorikan menjadi dua macam menurut tempat beroperasinya:


  1. Rig darat (land-rig): beroperasi di darat.
  2. Rig laut (offshore-rig): beroperasi di atas permukaan air (laut, sungai, rawa-rawa, danau atau delta sungai).

Macam – Macam Offshore-Rig

Ada bermacam-macam offshore-rig yang digolongkan berdasarkan kedalaman air:


  1. Swamp barg

    kedalaman air maksimal 7m saja. Sangat umum dipakai di daerah rawa-rawa atau delta sungai.


  2. Tender barge

    mirip swamp barge tetapi di pakai di perairan yang lebih dalam.


  3. Jackup rig

    platform yang dapat mengapung dan mempunyai tiga atau empat “kaki” yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat dioperasikan, semua kakinya harus diturunkan sampai menginjak dasar laut. Terus badan rig akan diangkat sampai di atas permukaan air sehingga bentuknya menjadi semacam platform tetap.


    Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua kakinya haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di atas permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke lokasi yang dituju. Kedalaman operasi rig jackup adalah dari 5m sampai 200m.


    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi dan Pengertian Jaringan Terlengkap


  4. Drilling jacket

    platform struktur baja, umumnya berukuran kecil dan cocok dipakai di laut tenang dan dangkal. Sering dikombinasikan dengan rig jackup atau tender barge.


  5. Semi-submersible rig

    sering hanya disebut “semis” merupakan rig jenis mengapung. Rig ini “diikat” ke dasar laut menggunakan tali mooring dan jangkar agar posisinya tetap di permukaan. Dengan menggunakan thruster, yaitu semacam baling-baling di sekelilingnya, rig semis mampu mengatur posisinya secara dinamis.


    Rig semis sering digunakan jika lautnya terlalu dalam untuk rig jackup. Karena karakternya yang sangat stabil, rig ini juga popular dipakai di daerah laut berombak besar dan bercuaca buruk.


  6. Drill ship

    prinsipnya menaruh rig di atas sebuah kapal laut. Sangat cocok dipakai di daerah laut dalam. Posisi kapal dikontrol oleh sistem thruster berpengendali komputer. Dapat bergerak sendiri dan daya muatnya yang paling banyak membuatnya sering dipakai di daerah terpencil atau jauh dari darat.


Fungsi Rig Minyak Bumi

Fungsi Rig Minyak Bumi

Dari fungsinya, rig dapat digolongkan menjadi dua macam:


  1. Drilling rig: rig yang dipakai untuk membor sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru maupun memperdalam sumur lama.
  2. Workover rig: fungsinya untuk melakukan sesuatu terhadap sumur yang telah ada, misalnya untuk perawatan, perbaikan, penutupan, dsb.

    Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sinkronisasi Sistem Operasi Lengkap