Pengertian Daur Ulang, Jenis dan serta Contohnya

Diposting pada

Daur-Ulang

Pengertian Daur Ulang

Untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan dan emisi gas ruamh kaca bila dibandingkan dengan sebuah proses pembuatan barang yang baru. Dalam hal ini daur ulang merupakan salah satu strategi dalam mengelola sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai serta sebagai sebuah komponen utama dalam manajemen sampah modern sekaligus menjadi bagian ketika dalam sebuah proses hierarki sampah yang dikenal dengan istilah “4 R” “Reduce, Reuse, Recyle, and Replace”.


Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).


Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.


Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.


Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.


  • Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia :
    Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.


    Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Sampah – Pengertian, Sumber, Prinsip, Pengolahan, Faktor, Dampak


Manfaat Produk Daur Ulang

Pemanfaatan kembali kertas bekas secara langsung untuk penggunaan lain merupakan upaya penghematan terhadap peningkatan kebutuhan kertas dari serat asli. Upaya guna ulang kertas bekas tersebut akan berdampak positif terhadap kemusnahan hutan dimasa mendatang (Anonim2, 2012).


Salah satu upaya daur ulang sampah kertas adalah memberi perlakuan terhadap kertas kardus bekas untuk dijadikan produk bahan pengemas kembali dengan ukuran yang sama atau lebih kecil. Hal yang perlu diperhatikan adalah permintaan jenis kardus biasanya harus seragam berdasarkan jenis gelombangnya, yakni kardus satu gelombang (one ply), 2 gelombang (two plies), dll. Disamping itu gelombang kardus tidak boleh dipress karena gelombangnya akan hilang dan mengurangi kekuatan kardus itu sendiri (Anonim2, 2012).


Selain daur ulang kertas memiliki banyak manfaat, sebenarnya, me-reduce sekaligus me-recycle sampah organik RT menjadi kompos justru akan banyak mendatangkan manfaat. Di samping lingkungan jadi lebih bersih, juga sangat menguntungkan bagi Anda yang suka berkebun.


Kompos, dengan kata lain adalah nutrisi sekaligus starter bagi tanah untuk mengembalikan unsur hara secara alami. Sehingga, tingginya unsur organik dan mikroorganisme dalam kompos, serta kemampuannya mempertahankan kelembapan tanah menyebabkan akar tanaman mampu berkembang secara optimal. Tak heran bila kompos dianggap sebagai alternatif upaya berkebun secara organik (Anonim3, 2012).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Manfaat Sampah Untuk Kehidupan Beserta Penjelasannya


Keuntungan dan Kerugian Daur Ulang

Kertas Daur Ulang

  1. Satu upaya pemanfaatan kembali sampah kertas untuk mengurangi timbulan Sampah.
  2. Menimbulkan kreatifitas dalam memanfaatkan kertas bekas.
  3. Sumber tamabahan penghasilan masyarakat (Anonim2, 2012).
    Dalam melakukan suatu usaha, kita perlu memperhitungkan resiko kerugian agar kita mampu meminimisasi kerugian untuk kemajuan usaha yang akan kita kelola. Seperti halnya dengan pembuatan jam dari bahan kertas daur ulang.

Adapun resiko kerugian yang dapat terjadi adalah :

  • Peralatan yang ada dirumah rusak sehingga memerlukan modal untuk pembelian peralatan baru agar usaha ini tetap berjalan.
  • Barang yang dijual kurang diminati pasaran karena banyak jam yang dijual dengan bahan yang bukan terbuat dari kertas daur ulang.
  • Masyarakat kurang minat terhadap produk hasil kertas daur ulang.

Meminimisasi Kerugian
Untuk tetap mempertahankan usaha ini dari resiko kerugian yang dapat terjadi, maka diperlukan usaha-usaha, seperti :

  1. Menggunakan peralatan yang ada dengan hati-hati.
  2. Mempromosikan kepada masyarakat bahwa produk daur ulang merupakan karya seni yang tercipta dari sampah kertas.
  3. Mempromosikan produk kepada teman atau kerabat.
  4. Melakukan kreatifitas model jam yang akan dibuat.
  5. Membuat aneka souvenir dari bahan kertas daur ulang, seperti : tempat foto, tempat pensil, sampul buku, note book, dll ( tidak terpaku hanya pada pembuatan jam saja) (Anonim2, 2012).

2. Kompos
Daur ulang kompos menjadi pupuk tidak hanya memiliki manfaat tapi keuntungan yang besar. Dengan menggunakan kompos sebagai pupuk, tanaman bisa tumbuh lebih kuat. Tanaman buah pun akan berbuah lebih manis, kompos bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hias, bunga, atau sayuran di pekarangan rumah.


Hasilnya, lingkungan bebas sampah, dan makin semarak dengan pepohonan yang tumbuh sehat di sekitar tempat tinggal. Suasana rumah pun terasa lebih asri dan segar karena kontribusi oksigen dari tanaman di sekitarnya (Anonim3, 2012).

Namun, disamping memiliki keuntungan, kompospun juga memiliki kerugian.

Keuntungan

Kerugian

Memperbaiki tektur tanahJumlah pupuk yang diberikan lebih tinggi daripada pupuk anorganik
Meningkatkan pH tanahRespon tanaman lebih lambat
Menambah unsur-unsur makro maupun mikroMenjadi sumber hama dan pernyakit bagi tanaman
Meningkatkan keberadaan jasad-jasad renik dalam tanah
Relatif tidak menimbulkan polusi lingkungan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reboisasi : Pengertian, Fungsi, 20 Manfaat Reboisasi dan Penghijauan


Jenis Material Dapat Didaur Ulang

Ada beberapa bahan material yang dapat didaur ulang berserta prosesnya antara lain yaitu:

  1. Bahan Bangunan
    Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan akan dihancurkan dengan menggunakan mesin penghancur dan kadang-kadang bersamaan dengan aspal, baru bata, tanah dan batu. Hasil yang lebih kasar dapat dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.

  2. Baterai
    Dalam hal ini banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Baterai harus disortir terlebih dahulu dan tiap jenisnya memiliki perhatian khusus dalam pemprosesannya. Seperti baterai jenis lama yang masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.


  3. Barang Elektronik
    Untuk barang elektronik yang populer seperti komputer dan telepon genggam pada umumnya tidak didaur ulang hal ini karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik seperti logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut yakni emas, besi, baja, silikon ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai seperti microchip, processor, kabel, reistor, plastik. Namun tujuan utama dari proses daur ulang tersebut ialah demi kelestarian lingkungan, meski manfaat ekonominya masih belum jelas.


  4. Logam
    Besi dan baja ialah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Logam termasuk salah satu yang termudah didaur ulang karena dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang ini meliputi proses logam pada umumnya, seperti peleburan dan pencetakan kembali.
    Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut, contoh lainnya ialag aluminium yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, yang sehingga dapat dipastikan jika logam dapat dijadikan sebagai bahan yang dapat diaur ulang dengan tidak terbatas.


  5. Kaca
    Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainnya dibersihkan terlebihb dahulu dari bahan kontaminan, kemudian dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juag dipakai sebagai bahan bangunaan dan jalan.


  6. Kertas
    Dalam hal ini kertas dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan materila kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material yang baru atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.


  7. Plastik
    Untuk hal ini plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Untuk saat ini berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang.


Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya:

  • PET (Polietilena tereftalat). Umumnya terdapat pada botol minuman atau bahan konsumsi lainnya yang cair.
  • HDPE (High Density Polyethylene, Polietilena berdensitas tinggi) biasanya terdapat pada botol deterjen.
  • PVC (polivinil klorida) yang biasa terdapat pada pipa, rnitur, dan sebagainya.
  • LDPE (Low Density Polyethylene, Polietilena berdensitas rendah) biasa terdapat pada pembungkus makanan.
  • PP (polipropilena) umumnya terdapat pada tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dan Latar Belakang


Cara Proses Mendaur Ulang

Berikut ini merupakan tahap-tahap dari kegiatan daur ulang yang dapat sobat lakukan:

  1. Mengumpulkan; yakni mencari barang-barang yang telah di buang seperti kertas, botol air mineral, dus susu, kaleng dan lain-lainya.

  2. Memilah; yakni mengelompokkan sampah yang telah dikumpulkan berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik.


  3. Menggunakan Kembali; Setelah dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.


  4. Mengirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat daur ulang sampah, atau menunggu pengumpul barang bekas keliling yang akan dengan senang hati membeli barang tersebut.


  5. Lakukan Daur Ulang Sendiri; Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat.


1. Menurut Alamendah’s :
Proses atau Tahapan Daur Ulang. Berikut ini merupakan tahap-tahap dari kegiatan daur ulang yang dapat sobat lakukan:

  • Mengumpulkan; yakni mencari barang-barang yang telah di buang seperti kertas, botol air mineral, dus susu, kaleng dan lain-lainya.
  • Memilah; yakni mengelompokkan sampah yang telah dikumpulkan berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik.
  • Menggunakan Kembali; Setelah dipilah, carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • Mengirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat daur ulang sampah, atau menunggu pengumpul barang bekas keliling yang akan dengan senang hati membeli barang tersebut.
  • Lakukan Daur Ulang Sendiri; Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat.

2. Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia :
Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.

  1. Pengolahan kembali secara fisik
    Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.
    Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

  2. Pengolahan biologis
    Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.
    Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.


  3. Pemulihan energi
    Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara “perlakuan panas” bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.


kegiatan recycle sehari-hari

  • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
  • Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
  • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.
  • Sampah organik diolah menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada (sesuai ketentuan) atau manfaatkan sesuai dengan kreativitas masing-masing. (Silvana, 2012).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Biosfer


Tujuan Produk Daur Ulang Sampah

Tujuan utama dalam produk ini di antaranya untuk menambah penghasilan bagi tiap kepala keluarga. Dalam produk ini  banyak mendapatkan keuntungan yang begitu besar, juga bisa mengurangi jumlah sampah , namun juga tentang masalah lingkungan lain, seperti kebersihan air, dan dampak perubahan iklim.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Energi Alternatif

Contoh Pembuatan Daur Ulang

Kertas Daur Ulang

Cara membuat kertas daur ulang sebenarnya sederhana dan tidak sulit. Sudah banyak yang membahas cara ini, tetapi bolehlah tips sederhana membuat kertas dengan cara mendaur ulang ini saya sampaikan kembali. Membuat kertas daur ulang merupakan bentuk Recycle sebagai bagian dari 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) (Santoso, 2009).
Dengan membuat kertas daur ulang berarti telah mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sehingga secara tidak langsung cara ini akan mengurangi penggunaan kertas dan sampah kertas. Sebelum membuat kertas daur ulang. Sobat perlu mempersiapkan beberapa peralatan dan bahan (Santoso, 2009).


Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:

  1. Kertas bekas. Karena judulnya saja membuat kertas daur ulang maka sobat harus mempersiapkan kertas-kertas bekas sebagai bahan utama. Bahan ini tentu akan berbeda jika judulnya mendaur ulang duit.
  2. Lem Kayu.
  3. Air.
  4. Zat Pewarna. Akan lebih baik jika menggunakan zat pewarna alami seperti dari kunyit atau serai dari pada zat pewarna buatan.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kertas daur ulang:

  •  Screen sablon atau bingkai kayu dengan kain kasa seukuran kertas yang diinginkan.
  • Ember untuk merendam atau sejenisnya.
  • Blender.
  • Papan atau triplek.
  • Kain.
  • Gunting.

Langkah-langkah membuat kertas daur ulang:

  1. Gunting-gunting kertas kemudian rendam dalam ember selama sehari semalam.
  2. Blender kertas dengan perbandingan air : kertas = 3 : 1 hingga menjadi pulp (bubur kertas).
  3. Masukkan pulp ke dalam bak atau ember yang telah diisi air seperempatnya.
  4. Masukkan zat pewarna secukupnya.
  5. Larutkan sedikit lem kayu (satu atau dua sedok makan) dengan air dan masukkan ke dalam bak berisi pulp. Aduk hingga rata.
  6. Siapkan papan atau triplek yang sebelumnya telah dilapisi dengan kain. Kemudian basahi papan dengan air.
  7. Masukkan screen ke dalam bak, saring pulp hingga air agak hilang dan ratakan. Saat menyaring jangan terlalu tebal.
  8. Letakkan screen secara terbalik di atas papan, gogok screen atau kain kasanya dengan perlahan sehingga pulp akan terlepas dari screen dan menempel pada papan.
  9. Tutup pulp di atas papan dengan kain yang sebelumnya telah dibasahi air.
  10. Langkah nomor tujuh hingga sembilan dapat diulang beberapa kali untuk mendapatkan kertas daur ulang beberapa lapis sekaligus. Jika tidak langsung lanjutkan ke langkah kesebelas.
  11. Tutup dengan papan atau triplek dan berikan pemberat di atasnya untuk mengepres.
  12. Biarkan selama kurang lebih satu jam hingga kandungan air berkurang. Setelahnya masing-masing pasang dapat dijemur di tempat yang panas. Ingat jemur bersama dengan kainnya.
  13. Setelah kering kainnya dapat dibuka dengan hati-hati. Atau jika ingin hasilnya lebih rapi, sebelumnya dapat disetrika terlebih dahulu.
  14. Selesai. Kertas hasil daur ulang telah jadi dan dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan (Santoso, 2009).

Ternyata emang gak sulit kan untuk membuat kertas daur ulang?. Selain ramah lingkungan dan bermanfaat untuk mengurangi sampah kertas, kegiatan daur ulang kertas bekas ternyata mengasikkan. Jika dilakukan bersama dengan anak atau adik tentunya menjadi aktifitas yang menyehatkan sekaligus sebagai pembelajaran yang berharga.
Dan bagi saya kegiatan yang berhubungan dengan air, usap-mengusap, aduk-mengaduk seperti dalam langkah-langkah membuat kertas daur ulang ini selalu memberi kesan ceria dan romantis. Apalagi jika dilakukan bersama dengan orang yang spesial (Santoso, 2009).


Daur Ulang Sampah Menjadi Kompos

Bayangkan bila setiap orang mau menjalani upaya me-recycle. Artinya, dengan gerakan zerowaste, masyarakat kota bisa mengurangi paling tidak ½ dari sampah setiap harinya. Jadi, inti utama dari gerakan zerowaste adalah memulai gerakan ini dari tingkat rumah tangga (RT). Zerowaste yang bisa dilakukan, selain me-recycle sampah non-organik (misalnya sampah dijadikan barang kerajinan), juga bisa dijadikan kompos.


Permasalahannya adalah minimnya lahan untuk membuat kompos di perkotaan, apalagi efek samping bau tak sedap yang akan mengganggu selama pembuatan kompos membuat malas orang kota untuk ikut berpartisipasi dalam program ini. Tapi soal bau memang agak sulit dihilangkan. Setiap proses pembusukan pasti akan menghasilkan bau, cara untuk mengurangi bau tak sedap ini salah satunya dengan teknik pembuatan kompos anaerob, yang ditutup plat beton dan melapisi kompos dengan tanah setebal 5 cm, di setiap pembuangan sampah organik (Anonim3, 2012).

Berikut langkah lengkap membuat kompos:


  1. Sampah kertas dan plastik dicuci bersih, disimpan di tempat aman. Daun pisang, potongan wortel, kulit jeruk dan sejenisnya dijadikan bahan kompos. Bila kurang, bisa ditambah dedaunan yang gugur di depan rumah atau rerumputan.


  2. Perbandingan komposisi bahan kompos: sebaiknya dari sisa sayuran yang masih segar dan berwarna hijau ½ bagian, dan bahan dari daun-daun kering ½ bagian.


  3. Membuat kompos tas harus di lahan luas. Memakai karung bekas pun bisa. Caranya, kumpulkan dedaunan kering (mengandung karbon) dan rerumputan hijau (mengandung nitrogen).


  4. Potong-potong semua bahan organik tadi dengan ukuran maksimum 3 cm. Lalu, masukkan semua bahan ke keranjang. Alangkah baiknya bila bahan tadi dicampur kotoran hewan, seperti kotoran ayam, kambing, atau sapi. Campurkan secukupnya untuk hasil kompos yang lebih maksimal.


  5. Aduk rata bahan kompos dalam keranjang atau dalam karung. Lalu, ikat karung (atau tutup keranjang), simpan di tempat sejuk. Jangan sampai kehujanan atau terkena sinar matahari langsung. Tiap 3 hari, ikatan karung dibuka, calon kompos diaduk-aduk, tambahkan MOL seperlunya. Tak perlu sampai terlalu basah, cukup lembap saja.


  6. Di hari ke 3 sampai ke 20, temperatur bahan kompos dalam karung atau keranjang akan meninggi (hangat atau panas). Di hari ke 27 biasanya temperatur bahan kompos akan mendingin dengan sendirinya, dan beberapa hari kemudian kompos sudah bisa dimanfaatkan.


  7. Kompos buatan sendiri bisa dimanfaatkan untuk tanaman dalam pot. Caranya, 2 bagian kompos dicampur 1 bagian tanah, aduk rata, masukkan dalam pot. Campuran ini cocok sebagai media tanam tanaman bunga atau sayuran.


Daftar Pustaka

  • Anonim1. 2012. Daur Ulang. Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Daur-ulang. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.
  • Anonim2. 2011. Manfaat daur Ulang Sampah Kertas. Sumber: http://thiuzthiuz.blogspot.com/2011/05/manfaat-daur-ulang-sampah-kertas.html. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.
  • Anonim3. 2012. Keuntungan dan Kelemahan Pupuk Organik. Sumber: http://pupukorganikterbaik.com/keuntungan-kelemahan-dari-pupuk-organik/. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.
  • Santoso, Urip. 2009. Kertas Daur Ulang. Sumber: http://uripsantoso.wordpress.com/2009/06/09/kertas-daur-ulang/. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.
  • Silvana, 2010. Pengelolaan Sampah Secara Terpadu Melalui Program 3r (Reduce, Reuse & Recycle) Di Kota Palu. Sumber: http://cicisilvana.wordpress.com/2010/06/13/pengelolaan-sampah-secara-terpadu-melalui-program-3r-reduce-reuse-recycle-di-kota-palu/. Diakses Pada Tanggal 30 Mei 2012.