Pengertian Biosfer

Diposting pada

Biosfer

Pengertian Biosfer

Biosfer adalah sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung. Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).  Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.


Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Secara etimologi, kata biosfer terdiri atas 2 kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.Pengertian Biosfer dalam arti sempit adalah lapisan atau bagian di bumi yang menjadi tempat makhluk hidup.Pengertian biosfer dalam arti luas memiliki makna makhluk hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.


Pengertian biosfer dalam arti luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.


a. Litosfer (batuan)
Berdasarkan tempat terjadinya maka batuan penyusun litosfer dapat dibedakan atas:

  • Batuan intrusif: terjadi di bagian dalam, jauh dari permukaan bumi.
  • Batuan ekstrusif: terjadi di dekat permukaan bumi, atau diluar permukaan bumi.
  • Batuan hypoobisis: terjadi dalam gang atau saluran-saluran kulit bumi.

Bagian luar dari bumi lapisan batuan yang disebut litosfer. Karena adanya peristiwa diferensiasi, terbentuklah lapisan SIAL dan lapisan SIMA. SIAL merupakan bagian teratas dari kerak bumi yang terdiri dari Silica dan Aluminium (SI-AL). Sedangkan SIMA merupakan bagian bawah dari SIAL, yang terdiri dari Silica dan magnesium (SI-MA). Kedua lapisan di atas merupakan litosfer.


b. Hidrosfer (air)
Yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada di atas muka bumi. Yang terbesar adalah samudra dan lautan. Dikatakan bahwa perbandingan antara samudra dan daratan berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air sedangkan 28% berupa daratan.


c. Atmosfer (udara)
Bumi Dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau atmosfer. Ada lapisan dalam atmosfer.

  • Yang dekat dengan permukaan bumi setebal ± 10 km disebut troposfer.
  • Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer.
    Selatjutnya masih ada Ozon, Argon, Helium, di samping itu juga terdapat zat air.

secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung. Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).  Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Ekosistem Laut Serta Jenis, Ciri Dan Zonasinya


Faktor pendukung dan penghambat Biosfer

Makhluk hidup yang menempati planet bumi adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Hewan maupun tumbuhan ada yang hidup di darat , perairan, baik pada kawasan air tawar ataupun air laut. Namun, tidak seluruh permukaan bumi dapat menjadi tempat hidup bagi organisme. Karena berhubungan erat dengan berbagai persyaratan hidup, faktor pendukung, dan faktor penghambat bagi kelangsungan hidup organisme itu sendiri.

  • Faktor Pendukung Biosfer

1. Kondisi geologi
Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya.


Keanekaragaman flora fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua” yang disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930).


2. Iklim
Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora.


Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan faunaberbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragamanflora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun. Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.


3. Ketinggian tempat
Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghunn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut :

  • Wilayah berudara panas (0 – 600 m dpal).
    Suhu wilayah ini antara 23,3 ºC – 22 ºC, tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada, dan buah-buahan.

  • Wilayah berudara sedang (600 – 1.500 m dpal)
    Suhu wilayah ini antara 22 ºC – 17,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, coklat, kina, teh, dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.


  • Wilayah berudara sejuk (1.500 – 2.500 m dpal)
    Suhu wilayah ini antara 17,1 ºC – 11,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.


  • Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)
    Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek, contoh: edelweis.


4. Faktor biotik.
Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya.


Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.


  • Faktor Penghambat Biosfer

Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain :

Polusi penghambat Biosfer
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).


Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Sifat polutan adalah:

  • merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat, lingkungan tidak merusak lagi
  • merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Komponen Biotik Dalam Ekosistem Dan Contohnya


Macam Pencemaran Biosfer

Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.


a. Menurut tempat terjadinya

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

Pencemaran udara. Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.

  1. Gas H2S. • Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

  2. Gas CO dan CO2. • Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. • Gas CO2 dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan. • Selain itu, gas CO2 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. • Pemanasan global di bumi akibat CO2 disebut juga sebagai efek rumah kaca.


  3. Partikel SOZ dan NO2. • Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. • Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.


  4. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida. • Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. • Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam.• Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.


Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi, materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.


Pencemaran air. Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.

  • Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. • Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.
  • Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
  • Fosfat hasil pembusukan bersama HO3 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut adalah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.


Pencemaran tanah. Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :

  1. sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
  2. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).
  3. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

b. Menurut macam bahan pencemar

Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut :

  • Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  • Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  • Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

c. Menurut tingkat pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

  1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
  2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komponen Komponen Ekosistem Terlengkap


Unsur  dan Komponen Pada Biosfer

Biosfer adalah biosfer sendiri berasal dari 2 (dua) kata diantaranya kata “bios” yang artinya hidup dan kata “sphaira” yang artinya Lapisan. Jika diartikan secara etimologis, biosfer yaitu lapisan bumi yang dapat dihuni atau ditinggali oleh makhluk hidup. Untuk kelangsungan hidupnya setiap makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan tempat untuk ditinggali dan tempat untuk hidup inilah yang dinamakan dengan Biosfer. Definisi lain biosfer yaitu bagian luar bumi yang mencangkup daratan, air dan udara yang dapat ditinggali oleh makhluk hidup dan proses biotik berlangsung.


Biosfer merupakan suatu sistem ekologis global yang menyatukan semua makhluk hidup termasuk hubungan antara mereka seperti interaksi dengan unsur litosfer, hidosfer maupun atmosfer bumi. Sampai saat ini bumi merupakan satu- satunya tempat yang diketaui dapat mendukung unsur kehidupan atau dapat ditinggali oleh makhluk hidup. Setiap makhluk hidup mempunyai tempat masing-masing pada biosfer untuk kelangsungan hidupnya dengan caranya masing-masing.


Tempat untuk hidup disebut dengan Habitat, makhluk hidup seperti manausia, hewan dan tumbuh-tumbuhan mempunyai tempat masing-masing untuk kelangsungan hidupnya dalam kondisi tertentu pada lapisan bumi. Contoh biosfer yaitu Planet Bumi, seperti penjelasan diatas tadi bahwa sampai saat ini bumi merupakan satu-satunya tempat yang mendukung unsur kehidupan atau tempat yang dapat di tinggali oleh makhluk hidup.


Biosfer merupakan lapisan tipis, hanya 9.000 meter di atas permukaan bumi, beberapa meter di bawah permukaan tanah, dan beberapa ribu meter di bawah permukaan laut. Biosfer merupakan organisasi kehidupan yang sangat kompleks dan hanya dijumpai di planet Bumi dalam Tata Surya, bahkan sampai saat ini belum ditemukan adanya kehidupan di planet lain seperti di bumi.


Biosfer terdiri dari beberapa komponen yaitu :

1. Atmosphere berasal dari kata atmo yang berarti udara dan sphere yang artinya lapisan.Jadi atmosphere adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Atmosphere terdiri dari empat lapisan yaitu :

  • a. Lapisan troposfer yaitu merupakan lapisan atmosphere yang paling bawah dan dekat dengan permukaan bumi.Dengan ketinggian 0 sampai 12 km dari permukaan air laut.
  • b. Lapisan stratosfer yaitu lapisan kedua dari permukaan bumi yang memiliki ketinggian dari 12 sampai 50 km dari atas permukaan laut.
  • c. Lapisan mesosfer yaitu lapisan ketiga atmosphere yang memiliki kettinggian 50 sampai 80 km dari atas permukaan laut.
  • d. Lapisan termosfer/ionosfer yaitu lapisan yang panas dengan ketinggian antara 80 sampai 700 km dari atas permukaan laut.

2. Lithosphere berasal dari kata lithos yang berarti batuan, dan sphere yang artinya lapisan.Jadi lithosphere adalah lapisan kulit bumi yang paling luar dengan ketebalan 1200 km dan memiliki berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Lithosphere tersusun dari beberapa lapisan yaitu :

  1. Lempeng Benua (silisium dan aluminium) yaitu lapisan yang terdapat batuan sedimen, granit, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.
  2. Lempeng Samudra (silisium magnesium) yaitu lapisan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

3. Hydrosphere berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hydrosphere di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, samudera, air tanah dan uap air yang terdapat dilapisan udara.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ekosistem Air Laut – Pengertian, Ciri, Jenis, Habitat, Komunitas, Masalah, Pembagian Daerah


Tingkatan Biosfer dalam Organisasi Makhluk Hidup

Tumbuhan, hewan dan juga manusia merupakan makhluk hidup atau lazim yang disebenut dengan organisme. Organisme dapat hidup karena ada tempat untuk hidup yang menyediakan semua kebutuhan untuk melangsungkan kehidupan. Tempat untuk hidup itulah yang disebut dengan Biosfer ( berasal dari kata bio = hidup dan sphaira = tempat/lapisan ). Digurun pasir yang gersang, dikutub yang sangat dingin dan di dalam laut ternyata masih dijumpai kehidupan. Berarti gurun yang gersang, daratan kutub yang dingin dan dalam laut merupakan biosfer.


Tidak hanya dipermukaan bumi, di dalam tanah dan di udara pun ada kehidupan. Pada kedalaman tertentu di dalam tanah, kamu dapat menjumpai berbagai macam organisme. Di udara pada ketinggian tertentu, kamu dapat melihat burung-burung dan berbagai makhluk terbang mencari makan. Berarti tanah pada kedalaman tertentu dan udara pada ketinggian tertentu juga merupakan biosfer.


Dari uraian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa biosfer ialah bagian dari Bumi dan atmosfernya yang dimana organism dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya. Dengan kata lain hanya di biosferlah sistem kehidupan dapat ditemukan. Untuk lebih memahami biosfer, perhatikan ilustrasi di samping. Dari ilustrasi itu, kamu dapat melihat bahwa biosfer merupakan jenjang kehidupan tertinggi di Bumi. Biosfer terbentuk atas beberapa jenjang.


Secara lebih terperinci jenjang kehidupan atau tingkatan organisasi makhluk hidup ialah sebagai berikut :

  1. Tingkatan Indivindu
    Indivindu ialah organism tunggal yang termasuk dalam spesies tertentu. Contoh, seekor ayam, seekor kucing, sebatang pohon pisang, sebatang pohon kelapa dan seorang manusia. Untuk mempertahankan hidupnya satu jenis organism dihadapkan pada masalah-masalah yang cukup rumit. Seperti untuk mempertahankan diri dari musuh atau untuk mendapatkan makanan.

  2. Tingkatan Populasi
    Populasi merupakan kumpulan indivindu sejenis yang berkumpul dan hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Contoh : populasi ayam di desa Jati Makmur pada tahun 2000 berjumlah 5.555 ekor. Ukuran populasi dapat berubah sepanjang waktu, perubahan ukuran dalam populasi tersebut disebut dinamika populasi.


  3. Tingkatan Komunitas
    Komunitas merupakan suatu kumpulan dari berbagai populasi pada suatu kawasan tertentu yang paling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki komponen yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan indivindu dan populasi. Dalam komunitas semua komponen saling berinteraksi dengan pola yang beraneka macam.


  4. Tingkatan Ekosistem
    Ekosistem ialah suatu kumpulan dari komunitas yang berbeda yang memiliki cirri khas yang berbeda dan mempunyai hubungan yang saling memengaruhi. Komponen penyusun ekosistem ialah produsen ( tumbuhan hijau ), konsumen ( herbivora, karnivora dan omnivora ) dan decomposer/pengurai ( mikroorganisme ).


  5. Tingkatan Bioma
    Beberapa ekosistem yang terdapat pada suatu wilayah geografis dengan iklim dan kondisi yang sama disebut dengan biom. Semua biom yang ada di Bumi dengan berbagai macam dan ragamnya membentuk tingkatan tertinggi pendukung kehidupan yang disebut dengan biosfer


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Ekosistem Dan Contohnya Secara Lengkap


Penjelasan tentang cagar biosfer

Cagar Biosfer merupakan suatu kawasan ekosistem yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi atau dilestarikan bagi kepentingan penelitian maupun pendidikan. Adapun beberapa tujuan dari cagar biosfer, yang diantaranya sebagai berikut ini:


  • Untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada pada ekosistem alam, dan untuk menjaga keanekaragaman genetika supaya proses evolusinya dapat berjalan secara terus menerus.
  • Untuk menyediakan daerah atau tempat penelitian.
  • Dan untuk menyediakan sarana bagi pendidikan maupun pelatihan.

Pada biosfer terdapat berbagai macam organisme hidup (biotik) seperti manusia, tumbuhan dan hewan yang selalu berdampingan bersama benda mati (abiotik). Semua makhluk hidup akan berinteraksi antar satu dengan yang lainnya dan membentuk suatu kesatuan, kesatuan tersebut yaitu:


  1. Individu
    Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia


  2. Populasi
    Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebutpopulasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang


  3. Komunitas
    Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
    Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.


  4. Ekosistem
    Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √Pengertian, Tujuan, Manfaat Dan Jenis Konservasi Serta Contohnya Terlengkap

Faktor mempengaruhi persebaran flora dan fauna biosfer

Ada 2 (dua) faktor yang dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna yang ada di permukaan bumi, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Faktor Abiotik

Yang termasuk faktor fisik (abiotik) seperti iklim (suhu, kelembaban dari udara dll.), air, keadaan tanah dan juga ketinggian dari permukaan bumi, berikut di bawah ini penjelasannya:


  1. Iklim
    Iklim merupakan faktor abiotik yang didalamnya terdapat keadaan suhu, kelembaban dari udara dan angin yang memiliki pengaruh pada kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di permukaan bumi. Misalnya seperti faktor suhu yang akan berpengaruh pada proses pertumbuhan flora, karena sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan hijau untuk melakukan proses fotosintesis yang akan menubah karbondioksida menjadi oksigen. Kelembaban udara-pun akan berpengaruh pada tumbuhan dan angin akan sangat berguna untuk proses penyerbukan pada bunga tumbuhan serta iklim akan akan berpengaruh pada suatu wilayah yang akan menyebabkan jenis flora dan fauna pada wilayah tersebut berbeda-beda.


  2. Keadaan tanah
    Keadaan dari tekstur tanah dapat berpengaruh terhadap air tanah, suhu tanah- pun akan berpengaruh terhadap kondisi air yang ada dalam tanah serta akar dari tumbuh-tumbuhan. Seperti pada daerah tropis akan terdapat berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan, sedangkan di daerah gurun hanya akan tumbuh beberapa jenis tumbuhan tertentu saja. Contohnya pada daerah gurun hanya akan hidup tumbuhan kaktus ini membuktikan bahwa perbedaan tanah akan menyebabkan perbedaan jenis- jenis tumbuhan.


  3. Air
    Air memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan flora dan fauna khususnya bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Banyaknya air tergantung dari curah hujan pada suatu wilayah dan curah hujan tergantung pada iklim pada suatu wilayah serta keadaan tanah akan berpengaruh terhadap daya serap air.


  4. Tinggi rendah permukaan bumi
    Tinggi rendah permukaan bumi dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Seperti misalnya perbedaan tinggi rendah wilayah akan mengakibatkan perbedaan suhu, lalu perbedaan suhu akan mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan dan hewan, seperti hutan di daerah pegunungan akan banyak dihuni pada daerah yang suhu udaranya lembab dan basah.


2. Faktor biotik

Yang termasuk faktor nonfisik (biotik) seperti manusia, hewan, dan juga tumbuh-tumbuhan.

Makhluk Hidup (Manusia, tumbuhan dan hewan)
Makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan akan berpengaruh pada persebaran flora dan fauna. Terutama manusia dengan perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologinya, manusia dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan sangat cepat serta manusia juga dapat mempengaruhi kehidupan hewan pada suatu wilayah misalnya dengan melakukan perlindungan pada hewan-hewan langka.


Lalu faktor hewan juga dapat berpengaruh terhadap penyebaran tumbu- tumbuhan dan peran dari tumbuh-tumbuhan yaitu menyuburkan tanah lalu tanah yang subur akan mempengaruhi kelangsungan hidup hewan. Misalnya seperti hewan yang memakan buhan-buahan akan menyebarkan biji buah-buahan tersebut dan nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan yang baru.


DAFTAR PUSTAKA

  • Andreson, J.M. 1981. Ecology for Environmental Sciences : Biosphere, Ecosystems and Man. Edward Arnold. London : 175 pp.
  • Bayong, Tj HK., 2003. Geosains, Penerbit. ITB, Bandung.
  • Marten., G.T. 2001. Human Ecology. Basic concept for sustainable development Earthcan Publ. Ltd., Glasgow, UK : 237 pp.
  • Miller Jr., G.T. 1979. Living in the Environment. Second Ed’n. Wadsworth Publ. Coy. Belmont USA : 470 pp.
  • Muslimin, L.W. 1995. Mikrobiologi Lingkungan. Universitas Hasanudin bekerja sama dengan P3SL DIKTI
  • DEPDIKBUD, Jakarta : 174 pp.
  • Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar ekologi (Terjemahan T. Samingan). Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta : 697 pp.
  • Ribes, B. 1978, Biology and Ethics. Unesco, Paris : 36 – 56.