pengertian-biogeografi.jpg

Pengertian Biogeografi dan Menurut Ahli Biologi

Pengertian Biogeografi, Ruang Lingkup, Faktor, Persebaran Flora dan Fauna : adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Biogeografi terbagi atas : Zoografi (Biogeografi Hewan) dan Fitografi (Biogeografi Tumbuhan)

pengertian-biogeografi.jpg


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Dataran Tinggi ( Plateau/Palto ) Definisi & ( Kondisi Geografis – Sebagai Atap Dunia )


Pengertian Biogeografi

Biogeografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan geografi,  dalam penyebaran atau distribusi makhluk hidup di bagian bumi termasuk asal dan cara penyebarannya. Penyebaran makhluk hidup dibedakan atas penyebaran hewan dan tumbuhan. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, jenis tanah dan topografi sangat mempengaruhi pola distribusidari suatu makhluk hidup.


Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Biogeografi terbagi atas : Zoografi (Biogeografi Hewan) dan Fitografi (Biogeografi Tumbuhan). Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies-spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut mengadakan diferensiasi selanjutnya menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.


Salah satu dasar mempelajari biogeografi adalah bahwa setiap hewan dan tumbuhan muncul atau mengalami evolusi sekali saja pada masa lampau. Suatu tempat tertentu asal suatu jenis disebut pusat asal usul. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya hubungan antara makhluk hidup dengan daerah / wilayah tertentu di permukaan bumi adalah Alfred Russel Wallace. Pada tahun 1800-an ia menerbitkan buku yang mengungkapkan adanya pola penyebaran makhluk hidup di bumi. Wallace membagi bumi menjadi 6 wilayah biogeografi karena masing-masing wilayah memiliki tumbuhan dan hewan yang khas dan unik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Pengertian Geografi Sosial Menurut Para Ahli


Menurut Para Ahli

Alfred Russel Wallace ialah Orang yang pertama kali mengemukakan bahwa adanya hubungan antara makhluk hidup dengan daerah atau wilayah tertentu di permukaan bumi . Pada tahun 1800-an Alfred Russel Wallace menerbitkan buku yang mengungkapkan tentang adanya pola penyebaran makhluk hidup di bumi.

Alfred Russel Wallace membagi membagi bumi menjadi 6 wilayah biogeografi karena pada masing-masing wilayah memiliki tumbuhan dan juga hewan yang khas serta unik. Setiap wilayah geografis itu tersebut memiliki rintangan berupa kondisi alam yang berbeda sebagai hasil dari penyatuan ataupun pemisahan benua pada masa silam. Akibat dari adanya rintangan tersebut, makhluk hidup terhalang akan dan juga tidak dapat melakukan penyebaran ke daerah di seberangnya.


Alfred Russel Wallace sejak tahun 1858 telah menyadari bahwa perubahan-perubahan geologi yang terjadi di wilayah Indonesia pada bagian tengah ini dan juga implikasinya kepada penyebaran fauna.

Alfred Russel Wallace , Ilmu Biogeografi lahir di Indonesia, Pada saat ketika ia menulis sebaris kalimat padaHenry Bates, “I believe the western part to be a separaed portion of continental Asia, the eastern the fragmentay prolongation of a former Pacific continent.” (Alfred Russel Wallace, 1858).

Tahun 1910, tiga tahun sebelum Wallace meninggal, didalam bukunya “The World of Life” (Chapman and Hall, London), Alfred Russel Wallace menggeser garisnya pada  sektor Sulawesi yang lebih ke timur lagi sebab di Sulawesi Barat masih terdapat cukup dominan ditemukan fauna-fauna Asia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Letak Geografis Indonesia” Definisi & ( Pengaruh – Akibat )


Ruang Lingkup  Biogeografi

  • Persebaran hewan dan tumbuhan di permukaan bumi :

Persebaran spesies berdasarkan pada tempat beradaptasinya dengan lingkungannya.

Mengenai masalah keanekaragaman jumlah spesies telah diketahui bahwa kebanyakan daerah iklim sedang terdapat sekitar 50 spesies pohon dan semak per hektar lahan hutan. Bahkan di Amerika Utara bagian timur yang sering mempunyai spesies yang nisbi lebih banyak, ditemukan sekitar 100 atau 150 spesies per hektar.


Di hutan tak Ranggas di baruh tropika dapat ditemukan 750 spesies atau lebih dalam tiap hektarnya. Dalam jumlah terbanyak di hutan Asia tropika. Didaerah yang keranekaragaman spesies tumbuhannya besar, disitu sering terdapat jumlah spesies hewan yang besar pula. Hal ini disebabkan karena dengan cara yang bagaimana pun, setiap spesies hewan mungkin tergantung pada sekelompok spesies tumbuhan tertentu untuk makanan dan kebutuhan lainnya. Untuk spesies serangga yang hidup dari pohon, dapat dilihat bahwa jumlah spesies serangga dalam komunitasnya lebih erat hubungan dengan banyaknya genus (marga) tumbuhan yang ada (walaupun tidak dengan jumlah spesies tumbuhan).


Para pakar biogeografi ekologi dan sejarah mempelajari distribusi organisme masa  silam dan masa sekaran untuk menentukan mengapa spesies terdapat didaerah-daerah  tertentu. Distribusi organisme telah dipengaruhi secara kuat oleh posisi benua-benua terdahulu dan juga oleh sawar (rintangan) masa sekarang sampai ke penyebarannya. Sejumlah spesies dalam suatu daerah merupakan hasil dari keseimbangan antara imigrasi spesies baru dan kepunahan speisies yang telah ada. Daerah tropik  mengandung lebih banyak spesies taksonomi (sistem klasifikasi khusus dalam dunia tumbuhan dan hewan) dari pada didaerah  iklim sedang atau daerah-daerah artik demikian pula pulau-pulau mengandung jauh lebih sedikit spesies dibandingkan dengan benua-benua. Sebagian besar bioma bumi berasal dari bentuk-bentuk iklim tertentu yang mempengaruhi produktivitas ekologi, bentuk-bentuk kehidupan tumbuhan dan interaksi antar spesies.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 16 Ciri-Ciri Makhluk Hidup Hewan Dan Tumbuhan Beserta Gambarnya


Faktor Ekologi Tumbuhan dan Hewan

Pesebaran tumbuhan dna hewan sangat dipengarui oleh 6 faktor yaitu sejarah geologi, morfologi, tanah, air dan manusia. Persebaran tumbuhan yang didasarkan pada biomnya  yaitu 6 biom utama yaitu hutan tropis, padang rumput, gurun, hutan gugur, Taiga, dan tundra. Persebaran hewan terbagi atas 6 wawasan yaitu : wawasan Neartik, Paleartik Oriental Neotropic, Ethopia, dan Asuralia. Persebaran flora dan fauna Indonesia terbagi atas tiga wilayah yaitu Indonesia Barat, Timur dan Tengah. Tumbuhan yang hidup  pada tempatnya sekarang adalah hasil evolusi, seleksi dan adaptasi terhadap lingkungannya. Adapun usaha-usaha pemerintah untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan dan hewan yaitu : Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Kebun Raya dan Kebun Binatang dan Bank Gen.


Persebaran Flora di Dunia

Komuitas organisme tumbuhan tersebar tidak merata. Perebarannya sangat ditentukan oleh faktor utamanya. Iklim baik iklim matahari maupun iklim fisik yang dipengaruhi oleh morfologi wilayah. Komuintas organisme tumbuhan didunia dapat dibagi menjadi 6 biom utama:


  • Hutan Tropis
    Hutan tropis menempati jalur dipermukaan bumi yang dipagari oleh garis lintang 20o Utara dan Selatan.. Hutan tropis menempati wilayah yang beriklim hujan tropika (iklim A) wilayah yang khas yakni di sisi timur benua-benua. Suhunya ajeg tinggi sepanjang tahun, 26o – 27o C .Hutan tropik memiliki cirri khas yaitu hutan terdiri dari sejumlah lapisan yang jelas batasnya. Ada yang terdiri dari 8 tingkat. Setiap lapisan terbentuk dari tajuk pohon serta semak yang mencakup berbagai jenis dan tumbuh berhimpitan.
  • Gurun
    Gurun menempati jalur dipermukaan bumi wilayah yang menempati lintang tempat sekitar 20o – 30o Utara Selatan. Gurun menempati wilayah yang beriklim kering (Iklim B). Wilayah yang khas berlokasi dipantai barat benua.
  • Padang Rumput
    Padang rumput menempati jalur dipermukaan bumi yang terbentang dari daerah tropis hingga daerah subtropis. Padang rumput menempati wilayah yang beriklim sedang (iklim C). Curah hujan di daerah padang rumput pada umumnya antara 250 mm – 500 mm /tahun.
  • Hutan Gugur
    Hutan gugur berada pada wilayah yang beriklim sedang, selain terdapat banyak padang rumput dan kadang-kadang ada gurun. Yang paling khas adanya hutan gugur (hutan Peluruh), yang disebabkan oleh hal sebagai berikut :
    a. Curah hujan merata sepanjang tahun, yaitu antara 700 – 1000 mm pertahun serta adanya musim dingin dan musim panas. Dengan adanya musim panas dan musim dingin di daerah tersebut, maka tumbuhan menyesuaikan diri yaitu dengan mengugurkan daunnya menjelang musim dingin.
    b. Musim yang mendahului musim dingin adalah musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan yang menahun pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim mati pada musim dingin yang tinggal hanya bijinya. Tumbuhan yang tahan dingin dapat berkecambah menjelang musim panas.
  • Taiga
    Taiga atau hutan Boreal, merupakan hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum. Biom tega menempati wilayah yang beriklim D, yaitu wilayah yang berada pada lintang tinggi antara 50o – 70o.
  • Tundra
    Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi utara dan kebanyakan terletak di daerah lingkungan kutub utara. Biom Tundra mulai ditempat habisnya hutan boreal atau biom tega dan terbentang sampai mendapat rintangan salju dan es abadi di Erasia dan Amerika Utara. Tundra juga terdapat dalam bentuk lain di gunung tinggi.

Persebaran Fauna di Dunia

Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap keadaan tumbuh-tumbuhan, sedangkan keadaan tumbuh-tumbuhan mempengaruhi adanya jenis-jenis fauna tertentu. Keadaan jenis fauna. di tiap-tiap daerah (biom) sangat tergantung pada kemungkinan vang dapat diberikan daerah itu untuk memberi makanan. Secara. langsung atau tidak langsung iklim sangat  berpengaruh: pula pada persebaran fauna. Akibat pengaruh iklim maka persebaran fauna  juga mengikuti  persebaran flora yaitu


  • Fauna Daerah Hutan Tropis
    Daerah ini kaya akan primata : wau-wau, orangutan, jenis-jenis monyet dunia. lama dan binatangkecil kerabat monyet-cerurut pohon, binatang hantu, loris, gajahindia, tapir, dua macam badak, landak harimau, beruang kukang, beruang matahari, rusa dan antilop, ayam pegar, ular berbisa, dan berbagal bengkarung, binatang kecil berlimpah-limpah :monyetdlunia baru. dan lain sebagainya. Apabila kita masuk hutan tropis vang gelap, kita. Tidak menjumpai banyak hewan, seakan-akan hutan tersebut tidak dihuni hewan. Hal ini disebabkan oleh gelapnya dasar hutan dan hewan pada waktu siang banyak yang hidup di daerah tudung sehingga tidak terlihat dari bawah. Selain itu banyak vang hidup dimalam hari.
  • Fauna Daerah Gurun
    Hewan-hewan kecil di gurun hidup dalam lubang dan keluar mencari mangsa pada pagi hari atau malam hari. Hewan-hewan gurun juga beradaptasi terhadap lingkungan gersang. Mammalia besar langka. Hewan besar sukar menyesuaikan diri terhadap, suhu tinggi dan ketiadaan air. Ular, Burung dan rodentia, kadal, tekukur dan tikus gurun.
  • Fauna Daerah Padang Rumput
    Daerah padang rumput terdapat lebih banyak spesies-spesies hewan apabila di bandingkan dengan habitat darat lainnya. Hewan pemakan rumput yang besar-besar misalnya zebra di Aftika, kanguru di Australia, dan bison di Amerika. Merupakan konsumen primer di padang rumput. Predator seperti singa dan anjing liar memangsa herbivora besar, sedangkan ular makan herbivora kecil, selain itu juga banyak terdapat insekta misalnya betalang.
  • Fauna Daerah Hutan Gugur
    Hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa raccoon, bajin rubah dan burung pelatuk.
  • Fauna Daerah Taiga
    Hewan yang hidup di daerah Taiga kebanyakan burung, yaitu burung yang bermigrasi ke sebelah selatan pada waktu musin gugur. Hewan khas yang terdapat di Taiga adalah moose. Hewan lain ada, tetapi tidak banyak. Misalnya beruang hutan, ajeg dan marten.
  • Fauna Daerah Tundra
    Beberapa hewan vang hidup di biom tundra ada ving hidup menetap dan ada. Pula hanya datang di daerah itu pada musim panas saja untuk bertelur. Hewan vang hidupmenetap di daerah im, baik bangsa burung maupun mammalia, mempunyai bulu atau rambut yang tebal vang melindungi dari suhu yang rendah. Untuk melindungi terhadap suhu rendah ini. hewan-hewan itu mengalami perubahan. warna. menjadi putih dalam musim dingin. warna putih tersebut merupakan warna pelindung di atas salju dan juga mengurangi kehilangan panas oleh radiasi matahari. Herbivora yang besar-besar seperti muskox dan reindeer mendapat cukup makanan. yaitu lumut dan lichenes.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya


Dasar Persebaran Makhluk Hidup

Studi tentang Penyebaran Spesies menunjukkan Spesies berasal dari suatu tempat yang selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. organisme tersebut kemudian melakukan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.


Biogeografi berguna dalam mengetahui dan menentukan faktor yang menyebabkan atau membatasi penyebaran suatu jenis makhluk hidup. Faktor-faktor yang memungkinkan timbulnya varietas baru merupakan pengetahuan dasar untuk memahami terjadinya species baru. Jika dua individu yang mempunyai varietas suatu species tertentu menghuni dua tempat yang berbeda tidak memungkinkan dapat melakukan hubungan reproduksi, mereka akan mengalami perubahan-perubahan dan akhirnya menjadi dua species yang berbeda, misal  :


  • Munculnya berbagai species burung Finch di kepulauan Galapagos, diperkirakan nenek moyangnya berasal dari daratan Amerika
  • Unta yang terdapat di Asia, Afrika dan Ihana di Amerika Selatan, diperkirakan nenek moyangnya berasal dari Asia-Afrika.
  • Monyet dunia baru Amerika Selatan dan monyet dunia lama di Asia-Afrika, diperkirakan nenek moyangnya berasal dari Asia-Afrika.

Alfred Russel Wallace adalah naturalis Inggris yang hidup pada tahun  1856-1993. Wallace adalah orang pertama yang berbagi teori dengan Charles Darwin tentang evolusi. Bahkan loporan wallace dari Indonesia yang memberi Inspirasi kepada Charles Darwin untuk menulis evolusinya. Perjalanan di Indonesia antara tahun 1854-1962 telah menjelajahi Nusantara sejauh 22.000 km, mengumpulkan 125.000 spesies mamalia, reptil, burung, kupu-kupu dan berbagai macam serangga.


Ia adalah perintis dalam menentukan batas biogeografi Tahun 1863, ia menulis batas fauna di Indonesia yang disebut garis Wallace (nama garis ini diambil diambil dari namanya sendiri sebagai penghargaan atas penemuan dibidangnya). Kemudian 41 tahun setelah gagasan wallace lahirlah garis weber. Kedua garis ini sebagai pemisah persebaran Makhluk hidup di Indonresia. Garis Wallace membatasi Fauna Asiatis dengan Fauna Peralihan dan Garis Weber membatasi Fauna Australis dengan Fauna Peralihan. Wallace juga membagi bumi menjadi 6 wilayah biogeografi karena masing-masing wilayah memiliki tumbuhan dan hewan yang khas dan unik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Ilmu Biologi


Faktor Persebaran Makhluk Hidup

Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor tersebut dikelompokkan dalam faktor fisik dan faktor non fisik.


Iklim

  • Curah Hujan
    Di daerah yang jumlah curah hujannya selalu ada sepanjang tahun ada terdapat vegetasi hujan. Semakin berkurang jumlah curah hujan, maka tanaman yang didapati sudah bukan berupa hutan lagi, akan tetapi berupa semak belukar atau padang rumput. Dan di daerah gurun, dimana curah hujannya sangat kecil maka vegetasi yang ada bergantung pada musim-musim yang ada hujannya. dengan adanya curah hujan yang tinggi, maka tanaman dan hewan dapat hidup dengan baik, karena tersedinya makanan.


    Berdasarkan Kebutuhan airnya, tanaman dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu : Hygrophytes, yaitu tanaman yang hidup dalam kondisi jumlah air banyak. Contoh : bakau Mesophytes, yaitu tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah sedang. Seperti halnya tanaman pada umumnya. Xerophytes, yaitu tanaman yang hidupnya disesuaikan dengan kadar air yang ada. Untuk mengimbangi efek kekeringan ini, maka daun dilapisi lilin untuk mengurangi transpirasi kulit pohon menjadi tebal dan sistem akar menjadi dalam Contoh : kaktus

  • Suhu
    Keadaan temperatur di bumi berbeda-beda karena pengaruh dari intensitas penyinaran matahari. Semakin tinggi suhu, semakin bervariatif jenis tanaman, sebaliknya, semakin jauh dari matahari, tanaman semakin sedikit bahkan tidak tumbuh.


  • Kelembaban Udara
    Jumlah uap air yang dikandung udara akan mempengaruhi penyebaran flora. Semakin lembab, jenis tanaman semakin bervariatif. Pada udara kering, tanaman akan semakin sedikit jenisnya, bahkan ada tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah kelembaban yang tinggi.
  • Angin
    Angin sangat besar pengaruhnya terhadap proses penguapan dan transpirasi bagi tanaman. Misalnya : angin Bahorok yang dapat mengeringkan perkebunan tembakau di Delli, demikian pula dengan adanya angin dingin, angin laut, dsb. adanya arah angin yang bertiup pada suatu daerah akan mempengaruhi perkembangbiakan hewan. Selain itu, angin yang bertiup kencang juga sangat membahayakan manusia.


  • Sinar Matahari
    Sinar matahari bagi tumbuhan diperlukan untuk pembuatan zat hijau daun atau klorofil.Tanaman yang kurang mendapat sinar matahari akan sulit mengalami perkembangan karena sinar matahari mempunyai fungsi yang penting dalam pembakaran klorofil.Matahari yang menyinari permukaan bumijuga berpengaruh dalam perkembangbiakan hewan.Sinar matahari yang terang mengakibatkan sulit berkembangbiak dengan baik karena menghalangi proses persalinan.

Tanah

Tanah juga mempengaruhi pertumbuhan berbagai jenis tanaman.Tidak semua tumbuhan dapat tumbuh dengan baik pada berbagai lahan,tergantung dari unsur hara,jenis tanah,dan tingkat kesuburan.Hewan yang menempati alam semesta juga bergantung dari ketersediaan makanan.Tanah yang subur akan banyak didiami oleh tumbuhan dan hewan.


Relief (Ketinggian tempat)

Tinggi rendahnya permukaan bumi akan berpengaruh pada kandungan udara dan penyinaran matahari. Daerah yang rendah banyak di tumbuhi tanaman yang lebat, sedangkan pada daerah yang tinggi akan jarang ditumbuhi tanaman. Semakin tinggi suatu daerah maka akan semakin jarang janis tanaman yang dapat tumbuh. Begitu juga dengan hewan akan berjumlah sedikit pada daerah yang tinggi.


Faktor non fisik (Biotik) :

  • Tumbuhan
    Misalnya tumbuhan besar melindungi tumbuhan yang ada di bawahnya atau diantaranya.
  • Binatang
    Pengaruh binatang terhadap binatang (insekta) dan penyebaran biji (burung atau tupai).
  • Manusia
    Manusia dapat mengubah seluruh pertumbuhan melalui penebangan, pengairan, pemupukan, penanaman kembali. Demikian juga, misalnya mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan lahan industri serta daerah pemukiman.


  • Jaring-jaring makanan
    Jaring-jaring makanan yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya. Jaring jaring makanan memiliki pengaruh yang besar juga terhadap persebaran makhluk hidup, adanya jaring jaring makanan ini akan menjadikan bertahannya suatu populasi hewan atau tumbuhan, atau justru sebagai penghambat kehidupan mereka karena tidak sesuainya lingkungan dan populasi yang ada diwilayah setempat .


  • Kemampuan Beradaptasi
    Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk tetap hidup dengan baik. Makhluk hidup akan mampu bertahan dalam lingkungannnya, dimana ketika mereka memiliki kamampuan untuk baradaptasi sebagai wujud pencegahan serangan dari musuh atau pertahanan diri. Namun tidak semua makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan memiliki kemampuan untuk berdapatasi, melainkan hanya hewan dan tumbuhan tertentu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


Macam-macam Adaptasi

  • Adaptasi Morfologi
    Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, dan sebagainya yang runcing dan tajam untuk makan daging. Sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba, dan lain sebagainya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan mengunyah makanan.
  • Adaptasi Fisiologi
    Adapatasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh adaptasi fisiologis adalah seperti pada binatang atau hewan Onta yang mempunyai kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan minyak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.
  • Adaptasi Tingkah Laku
    Adaptasi Tingkah laku adalah penyesuaian makhluk hidup pada tingkah laku atau perilaku terahadap lingkungannya seperti pada binatang bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai denagn warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujaun menyembunyikan diri.

Persebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar dengan keanekaragaman flora dan faunanya. Dengan berbagai macam jenis flora dan fauna yang terdapat di Indonesia tersebut, membuat negara Indonesia diakui dunia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Wilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah yaitu: (1.) Wilayah Indonesia bagian Barat yang meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali; (2.) Wilayah Indonesia bagian Tengah yang meliputi Puau Sulawesi, dan Nusa Tenggara; dan (3.) Wilayah Indonesia bagian Timur yang meliputi Maluku dan Papua.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia


Flora

Wilayah Indonesia yang berupa kepulauan mengakibatkan keberadaan Flora di Indonesia sangat beraneka ragam. Flora Indonesia bagian barat meliputi berbagai jenis tanaman yang tumbuh di Pulau Sumatra, Kalimatan, Jawa, Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis flora Indonesia bagian barat memiliki persamaan dengan tumbuhan yang terdapat di Asia, seperti: pinus, kamper, meranti, kayu besi, kayu manis, beringin, raflesia, jati, mahoni, beringin, pinang, bakau, bunga anggrek, bakau, rotan, rambutan, duku, manggis, kemenyan, salak, bambu, karet, kelapa sawit, tumbuhan jamu, jarak, kina, jambu, cempedak langsat, dan durian.


Fauna

Wilayah Fauna Indonesia Barat atau Wilayah Fauna Tanah Sunda sering disebut juga sebagai Wilayah Fauna Asiatis. Hal tersebut dikarenakan Fauna yang terdapat di Indonesia memiliki kemiripan dengan faunayang terdapat di benu Asia. Wilayah fauna Indonesia bercorak Asiatis yang terdapat di Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah fauna Indonesia bagian barat (Tipe Asiatis) dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (Tipe Asia-Australis) dibatasi oleh Garis Wallace.