Materi Tentang Batuan Beku Lengkap

Diposting pada

Materi Tentang Batuan Beku Lengkap – Secara garis besar batuan di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi 3berdasarkan proses pembentukannya, yaitu batuan malihan, batuan sedimen, dan batuan beku. Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang batuan beku secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Batuan-Beku

Pengertian Batuan Beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik).


Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.


Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. F Groun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kental yang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.5000 C dan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagian bawah.


Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifat volatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yang merupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakan pembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Batuan Di Indonesia Beserta Jenis Dan Contohnya


Pada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, maka mineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa penghabluran.


Berdasarkan penghabluran mineral-mineral silikat (magma), oleh NL. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series.


Dalam mengidentifikasi batuan beku, sangat perlu sekali mengetahui karakteristik batuan beku yang meliputi sifat fisik dan komposisi mineral batuan beku.


Asal Kejadian Batuan Beku

Batuan beku merupakan kumpulan (aggregate) dari bahan yang lebur  yang berasal dari selubung bumi (mantel). Sumber panas yang diperlukan untuk meleburkan bahan ini berasal dari dalam bumi, dimana temperatur bertambah dengan 300 C setiap kilometer kedalaman (geothermal gradient).


Bahan yang lebur ini, atau magma, adalah larutan yang kompleks, terdiri dari silikat dan air, dan berbagai jenis gas. Magma dapat mencapai permuakaan, dikeluarkan (ekstrusi) sebagai lava, dan didalam bumi disebut batuan beku intrusif dan yang membeku dipermukaan disebut sebagai batuan beku ekstrusif.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Magma, Lava Dan Lahar Pada Gunung Berapi


Komposisi dari magma tergantung pada komposisi batuan yang dileburkan pada saat pembentukan magma. Jenis batuan beku yang terbentuk tergantung dari berbagai faktor diantaranya, komposisi asal dari peleburan magma, kecepatan pendinginan dan reaksi yang terjadi didalam magma ditempat proses pendinginan berlangsung.


Pada saat magma mengalami pendinginan akan terjadi kristalisasi dari berbagai mineral utama yang mengikuti suatu urutan atau orde, umumnya dikenal sebagai Seri Reaksi Bowen.


Seri reaksi seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini memberikan petunkuk pembentukan berbagai jenis batuan beku dan menjelaskan asosiasi dari beberapa mineral.

Seri reaksi

Seri reaksi untuk pembentukan batuan beku dari magma

Pada gambar ditunjukkan bahwa mineral pertama yang terbentuk cenderung mengandung silika rendah. Seri reaksi menerus (continuous) pada plagioklas dimaksudkan bahwa, kristal pertama, plagioklas-Ca (anorthite), menerus bereaksi dengan sisa larutan selama pendinginan berlangsung. Disini terjadi substitusi sodium (Na) terhadap kalsium (Ca).


Seri tak-menerus (discontinuous) terdiri dari mineral-mineral feromagnesian (Fe- Mg). Mineral pertama yang terbentuk adalah olivine. Hasil reaksi selanjutnya antara olivine dan sisa larutannya membentuk piroksen (pyroxene). Proses ini berlanjut hingga terbentuk biotite.


Apabila magma asal  mempunyai  kandungan  silika  rendah  dan  kandungan  besi (Fe) dan magnesium (Mg) tinggi, magma dapat membentuk sebelum seluruh seri reaksi ini terjadi. Batuan yang terbentuk akan kaya Mg dan Fe, yang  dikatakan sebagai batuan mafic , dengan mineral utama olivin, piroksen dan plagioklas-Ca.


Sebaliknya, larutan yang mengandung Mg dan Fe yang  rendah,  akan  mencapai  tahap akhir reaksi, dengan mineral utama felspar, kwarsa dan muskovit, yang dikatakan sebagai batuan felsic atau sialic.


Seri reaksi ini adalah ideal, bahwa perubahan komposisi cairan magma dapat terjadi di alam oleh proses kristalisasi fraksional (fractional crystallization), yaitu pemisahan kristal dari cairan karena pemampatan (settling) atau penyaringan (filtering), juga oleh proses asimilasi (assimilation) dari sebagaian batuan yang terlibat akibat naiknya cairan magma, atau oleh percampuran (mixing)  dua magma dari komposisi yang berbeda.


Bentuk dan Keberadaan Batuan Beku

Batuan intrusif dan batuan ekstrusif dapat berupa bentuk geometri yang bermacam-macam. Gambar dibawah menunjukkan bentuk-bentuk batuan beku yang umumnya dijumpai dialam, dan hubungan antara jenis batuan dan keberadaannya ditunjukkan pada tabel dibawah ini


Tabel : Hubungan antara jenis batuan dan kebaradaannya pada kerak bumi

Jenis BatuanBentuk
PumiceAliran lava, piroklastik
ScoriaKerak pada aliran lava, piroklastik
ObsidianAliran lava
EKSRyolit
AndesitAliran lava, intrusi dangkal
Basalt
Ryolit porfirKorok (Dikes), sill, lakolit,
Andesit porfirdiintrusikan pada kedalaman
Basalt porfirmenengah – dangkal
Granit
INTDioritBatolit dan stock berasal dari
Gabrointrusi dalam
Peridotit

Bentuk umum tubuh batuan beku

Bentuk umum tubuh batuan beku pada kerak bumi

Masa batuan beku (pluton) intrusif adalah batolit (batholith), umumnya berkristal kasar (phaneritic), dan berkomposisi granitik. Stok (stock), mempunyai komposisi yang sama, berukuran lebih kecil (< 100 km). Korok (dike) berbentuk meniang (tabular), memotong arah struktur tubuh batuan.


Bentuk-bentuk ini, didasarkan pada hubungan kontaknya dengan struktur batuan yang diterobos disebut sebagai bentuk batuan beku yang diskordan (discordant igneous plutons).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya


Sill, berbentuk tabular, dan Lakolit (lacolith), tabular dan membumbung dibagian tengahnya, memotong sejajar arah umum batuan, yang disebut sebagai bentuk batuan beku yang konkordan (concordant igneous plutons).


Struktur Batuan Beku

Struktur Batuan Beku adalah pembagian batuan beku berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya, yang terbagi menjadi:


1. Struktur Bantal (pillow structure)

Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal, berukuran antara 30-60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik, terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam.


2. Struktur Vesikular

Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip, silinder maupun tidak beraturan. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan.


3. Struktur Aliran

Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen, karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi, kadar gas, kekantalan, dan derajat kristalisasi. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar, perbedaan warna dan teksturnya.


4. Struktur Kekar

Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan, biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan.


Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan, sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah.


Retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing), hal ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan dicirikan oleh perkembangan retakan membentuk segi empat, segi lima atau segi enam, umumnya terdapat pada batuan basal.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Atmosfer Bumi Terdiri Dari Beberapa Lapisan Yaitu


Klasifikasi Batuan Beku

Berikut ini terdapat beberapa klasifikasi batuan beku, sebagai berikut:


1. Berdasarkan Sifat Kimia atau Komposisi Kimia

Berdasarkan sifat kimia atau komposisi kimia dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:


  • Asam

Batuan beku asam adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma secara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih halus dan berwarna terang  (felsik) dengan indeks color <20%. Batuan beku asam memiliki kandungan silica >65%.


Contoh yang digunakan pada batuan beku asam adalah granite dan granodiorite. Keduanya merupakan batuan beku intrusif. Tekstur pada kedua batuan tersebut adalah coarse-grained.


Mineral penyusunnya adalah kuarsa, potassium feldspar, plagioclase feldspar, sodium, biotite,muscovite, dan amphibole. Warna batuan ini tidak begitu gelap, cenderung terang dengan presentase 0-25%. Berat jenis granit 2,67 dan berat jenis granodiorite 2,72.


  • Basa

Batuan beku basa adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah plutonik (di bawah permukaan bumi ), proses pembekuan sangat lambat dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan bekubasa lebih kasar, jarang memperlihatkan struktur visikular (lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik). Batuan beku basa memiliki kandungansilica 45-52%.


Batuan beku basa biasanya berwarna gelap karena ia memiliki kandungan mineral ferromagnesium. Memiliki berat jenis sekitar 2,9-3,2 (Blyth &  Freitas,1984).


Mineral yang menyusunnya ialah pyroxene, plagioclas feldspar, kalsium, dan olivine (Lutgens & Tarbuck, 2012). Tekstur batuan tergantung pada proses pembentukan batuannya. Contoh batuan beku basa adalah gabro,  basalt, dan dolerite.


  • Intermediet

Batuan beku intermediet vulkanik adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magmasecara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi ), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan ini lebih halus dan berwarna Medium gray or medium green (Intermediate) dengan indeks color 20% – 40%.


Komposisi mineralnya antara lain yaitu :

  1. Amphibole
  2. Plagioclase
  3. Feldspar
  4. Pyroxene(mineral khusus)

Batuan intermediet yang biasa kita kenal adalah andesit dan diorite. Andesit adalah batuan vulkanik menengah dalam komposisi antara basal dan granit. Hal ini umumnya abu-abu atau hijau dan terdiri dari plagioklas dan mineral gelap (biasanya biotit, amphibole, atau piroksen).


Ini adalah nama untuk Pegunungan Andes, rantai gunung berapi di ujung barat Amerika Selatan, di mana ia berlimpah. Karena gunungapi, andesit biasanya sangat halus berbutir. Diorit adalah setara plutonik dari andesit.


Itu bentuk dari magma yang sama seperti andesit dan, akibatnya, sering mendasari andesit seperti rantai pegunungan sebagai Andes. Andesit adalah batuan beku yang terutama terdiri dari ekstrusif feldspars plagioklas piroksen ditambahatau hornblende.


Biotit, magnetit, kuarsa dan sphene adalah unsur umum. Batuan beku intermediate komposisi 52-63% kandunagan sio2, seperti andesit dan diorit, bentuk dengan proses serupa dengan yang menghasilkan magma granit. magma mereka mengandung silika kurang dari granit, baik karena mereka merupakan oleh leleh kerak benua yang lebih rendah dalam silika atau karena magma basaltik dari mantel telah terkontaminasi magma granit.


2. Berdasarkan Proses Terbentuknya

Berdasarkan proses terbentuknya dibagia menjadi dua jenis, antara lain:

  • Ekstrusi

Batuan ekstrusi terdiri atas semua material yang dikeluarkan dari dalam bumi kepermukaan baik di daratan maupun di bawah permukaan laut. Batuan akan mendingin dengan proses sangat cepat, sebagian berbentuk padat, debu atau suatu larutan yang kental dan panas, dikenal dengan sebutan lava. Batuan ekstrusi selalu berkaitan dengan jalur gunungapi yang masih aktif maupun sudah mati.


Hasil letusan gunungapi aktif dapat menghasilkan debu yang tersebar keluruh tempat serta terbawa angin, berukuran butir dari kasar sampai sangat halus. Selain debu dihasilkan pula batuan berbentuk padatan yang bercampur dengan material beraneka ukuran yang diendapkan dekat dengan pusat kegiatan yang biasanya dinamakan batuan piroklastik.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Meterial Pembentuk Litosfer Beserta Penjelasannya


Percampuran antara batuan yang berukuran besar dengan lava dan debu vulkanik seingga membentuk agglomerat. Butiran halus seperti debu dan fragmen batuan membentuk batuan tersendiri, bila ukurannya bercampur antara ukuran kerikil dengan halus dinamakan tras sedang bila halus semuanya dinamakan tuf.


Selain yang disebut di atas masih ada batuan lain yang termasuk ke dalam batuan ekstrusi adalah cairan magma yang membeku dekat dengan permukaan bumi biasanya berbentuk korok, dike maupun sill.


  1. Intrusi

Batuan intrusi adalah batuan yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi yang berasal dari cairan magma dengan proses pembekuannya berjalan lambat dan perlahan sehingga menghasilkan butiran kristal berukuran kasar.


Bentuk dari intrusi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain tubuh pluton memiliki bentuk intrusi yang tidak beraturan berukuran sangat besar sampai puluhan kolimeter dengan ukuran kristal sangat kasar sampai mega kristal. Intrusi berbentuk tabular mempunyai dua bentuk yang berbeda, yaitu dike (retas)  memotong arah lapisan batuan sedang sill searah lapisan batuan.


Pada saat ini sebagian batuan intrusi sudah nampak dipermukaan bumi memiliki bentuk yang khusus secara morfologi serta sangat mudah sekali untuk dikenali. Munculnya dipermukaan bumi disebabkan oleh proses-proses geologi yang bekerja  seperti pengangkatan yang kemudian diikuti oleh proses erosi batuan penutupnya pada tahap akhir muncullah batuan intrisu dipermukaan bumi yang hilang semua batuan penutupnya.


Bentuk tidak beraturan pada umumnya berbentuk diskordan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas di permukaan bumi. Penampang melintang dari tubuh pluton (intrusi dengan bentuk tidak beraturan) memperlihatkan bentuk yang sangat besar dan kedalamannya yang tidak diketahui batasnya.


Bentuk tidak beraturan biasanya dimiliki luas oleh batolit, singkapan di permukaan memiliki luas yang hampir 100 km2. Sedangkan stok memiliki sifat yang hampir sama dan hanya di ukurnya saja yang jauh berbeda.


Batuan beku yang telah mengalami pelapukan ataupun ubahan akan mempunyai komposisi kimia yang berbeda. Karena itu batuan yang akan dianalisa haruslah batuan yang sangat segar dan belum mengalami ubahan

Batuan IntrusiBatuan Ekstrusi
Granit

Syenit

Diorit

Tonalit

Monsonit

Gabro

Riolit

Trahkit

Andesit

Dasit

Latit

Basal


3. Berdasarkan Mineraloginya

Dalam klasifikasi ini indeks warna akan menunjukkan perbandingan mineral mafik dan felsik. (S.J. Shand, 1943) membagi empat macam batuan, yaitu :

  1. Leucrocatic rocks, mengandung kurang 30% mineral mafik.
  2. Mesocratic rocks, mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  3. Melanocratic rocks, mengandung 60% – 90% mineral mafik.
  4. Hipermelanic rocks, mengandung lebih 90% mineral mafik.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Jenis, Dan Contoh Batuan Malihan (Metamorf) Secara Lengkap


Sedangkan S. Jellis, 1948 membagi empat golongan pula yaitu :

  1. Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang 10%
  2. Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10 – 40%
  3. Mafelsic, dengan indeks warna 40% – 70%
  4. Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih 70%.

Berdasarkan mineraloginya dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:


  • Felsik

Batuan beku felsik adalah batuan beku yang secara megaskopis memiliki kenampakan berwarnaterang. Warna terang atau cerah ini berasal dari mineral-mineral felsik penyusunnya.


Mineral Felsik adalah adalah mineral primer atau mineral utama pembentuk batuan beku, berwarna cerah atau terang, tersusun oleh unsur-unsur Al, Ca, K, dan Na. Mineral felsik dibagimenjadi tiga, yaitu felspar, felspatoid (foid) dan kuarsa.


Di dalam batuan, apabila mineral foidada maka kuarsa tidak muncul dan sebaliknya. Selanjutnya, felspar dibagi lagi menjadi alkalifelspar dan plagioklas.


Pada umumnya batuan beku felsik memiliki indeks warna antara 10% – 40%. Batuan beku felsikyang tersusun oleh mineral kuarsa pada umumnya bersifat asam, dimana kandungan silikanyalebih besar dari 66%.


a) Keluarga Granit

  • riolit: bersifat felsik, mineral utama kuarsa, alkali felsparnya melebihiplagioklas.

b) Keluarga Granodiorit

  • qz latit: felsik, mineral utama kuarsa, Na Plagioklas dalamkomposisi yang berimbang atau lebih banyak dari K Felspar.

c) Keluarga Syenit

  • trakhit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid tidak dominanttapi hadir, K-Felspar dominant dan melebihi Na-Plagioklas, kadang plagioklas juga tidakhadir.

d) Keluarga Monzonit

  • latit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid hadir dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau melebihi K-Felspar.

e) Keluarga Syenit

  • fonolit foid: felsik, mineral utama felspatoid, K-Felspar melebihi plagioklas.

f) Keluarga Tonalit

  • dasit: felsik hingga intermediet, mineral utama kuarsa dan plagioklas (asam) sedikit/tidak ada K-Felspar.

Dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu batuan beku kaya kuarsa, batuan beku kayafeldspathoid (foid) dan batuan beku miskin kuarsa maupun foid.


Batuan beku kaya kuarsaberupa kuarzolit, granitoid, granit dan tonalit; sedangkan yang miskin kuarsa berupa syenit, monzonit, monzodiorit, diorit, gabro dan anorthosit.


Pada kelompok batuan beku asam yang dominan adalah kuarsa, plagioklas, orthoklas dansedikit kehadiran hornblende dan biotit. Kelompok batuan ini melimpah pada wilayah-wilayahdengan tatanan tektonik kratonik (benua), seperti di Asia (daratan China), Eropa dan Amerika. Ia membeku pada suhu 650-800°C.


  • Mafik

Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.


Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :

  • Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
  • Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948) antara lain sebagai berikut :

  • Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
  • Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
  • Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
  • Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

  • Ultramafik

Terminologi

  1. Batuan ultramafik kaya akan mineral-mineral mafik ( ferro – magnesian ) seperti olivine, piroksen dan amphibol.
  2. Kebanyakan batuan ultramafik mengandung kurang lebih 45 % silica ( bagaimanapun orthoproksenit di klasifikasikan sebagai batuan ultramafik akan tetapi mengandung hamper 60 % silica.
  3. Semua batuan ultramafik memiliki indeks warna > 70.
  4. Pada umumnya batuan ultramfik kekurangan feldspar
  5. Batuan ultramafik tidak memiliki pasangan yang tepat diantara lava.
  6. Densitas magma ultramafik akan menjadi tinggi dan terus meningkat sepanjang porsi sialic di dalam bumi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Dampak Tenaga Vulkanik Beserta 8 Jenis Aktivitas Magma Terlengkap


Klasifikasi batuan ultramafik

Klasifikasi batuan ultramafik dibagi menjadi beberapa, antara lain:


  1. Dunit

Dunit

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral olivine (umumnya magnesia). Mineral-mineral penyerta dapat terdiri dari : chromit, magnetit, ilmenit dan spinel.


  1. Piroksenit

Piroksenit

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral piroksen. batuan-batuan piroksenit selanjutnya diklasifiksikan kedalam orthorombik piroksin atau monoklin piroksen :

  • Orthopiroksenit : bronzitit
  • Klinopiroksenit : diopsidit, diallagit.

  1. Hornblendit

Hornblendit

Merupakan batuan ultramafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral hornblend.


  1. Serpentinit

Serpentinit

Merupakan batuan ultrAmafik monomineral yang seluruhnya mengandung mineral serpentin. Tetapi batuan ini dapat terbentuk dari batuan dunit yang terserpentinisasikan, atau dari hornblendit, ataupun peridotit.


  1. Peridotitit

Peridotitit

Merupakan batuan ultramafik yang mengandung lebih banyak olivine tetapi juga mengandung mineral-mineral mafik lainnya di dalam jumlah yang signifikan. Bedasarkan mineral-mineral mafik, maka batuan peridotit dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

  • Piroksen peridotit
  • Hornblen peridotit
  • Mika peridotit ( seperti kimberlit )

Piroksen peridotit adalah salah satu dari banyaknya batuan ultramafik yang umum. Bedasarkan pada tipe piroksen diatas, piroksen peridotit dapat diklasifikasikan kedalam:

  • Harzburgit : olivine + orthopiroksen ( enstatit atau bronzit )
  • Wehrlite : olivine + clinopiroksen ( diopsid atauu diallag )
  • Lherzolite : olivine + orthopiroksen + clinopiroksen.

Lokasi keterdapatan tubuh-tubuh ultramafik

Lokasi keterdapatan tubuh-tubuh ultramafik dapat disederhanakan menjadi 3 tipe utama :

  • Batuan ultramafik yang berassosiasi dengan lapisan intrusi. Yaitu adanya fakta yang jelas pada lokasi ini batuan batuan ultramafik menembus sisa dari mineral-mineral mafik yang berat selama masa kristalisasi batuan dasar. (intrusi skaergaard, Great Dike Afrika).

  • Tubuh yang berukuran kecil bercampur menyeluruh dengan batuan ultramafik (lensa, lembaran, dikes, stock, dll). Kadang-kadang sebuah pengisi dari ruang magmatic diindikasikan bahwa ultramafik mungkin telah terintrusi oleh padatan massa kristalin.

  • Terjadinya ultramafik yang sangat luas, jelas berassosiasi atau berdampingan dengan pembentukan ofiolit, subduksi mélange, busur kepulauan terluar dan sabuk-sabuk orogen (ural area, himalaya, new Zealand, new Caledonia, sulawesi, etc ).

Contoh Batuan Beku

Berikut ini terdapat beberapa contoh batuan beku, sebagai berikut:

A. Asam

Batuan beku Asam : terbentuk dari pembekuan magma secara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi ).


Proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih halus dan berwarna terang (felsik) dengan indeks color <20%. Batuan beku asam  memiliki kandungan silica >65%.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian, Ciri, Sifat Asam, Basa, Dan Garam Serta Contohnya


BERDASARKAN K-FELDS-T-FELS

TeksturK-Fels<1/3 T FelsK-Fels >1/3 <2/3 T FelsK-Fels >2/3 T Fels
HALUSDaciteRhyodaciteRhyolite
KASARGranodioriteAdameliteGranite

Deskripsi Batuan Beku Asam

Batuan Beku Asam

Rhyolite                                               Granite                                   


Batuan Beku Asam

Biotite Hornblende Granite                             Dacite


1. Rhyolite

  • Warna : pink
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Afanitik
  • Relasi : equigranular
  • Fabrik : subhedral
  • Struktur : massive
  • Komposisi mineral

–  Orthoclas 20%            Hornblende 15%              Biotit 15%

–  Plagioklas 10%            Sanidine 20%                   Glass 10%

–  Quartz 10%


  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri dan digunakan dalam ilmu pengetahuan

2. Granite

  • Warna : cokelat
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Fanerik
  • Relasi : equigranular
  • Fabrik : subhedral
  • Struktur : massive
  • Komposisi Mineral

–  Hornblende 15%       Plagioklas 10%       Quartz 10%

–  Sanidine 20%           Biotit 15%             Orthoclas 20%


  • Kegunaan  : sebagai bahan industri dalam pembuatan keramik

3. Biotite Hornblende Granite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi        : equigranular
  • Fabrik       : subhedral
  • Struktur    : massive
  • Komposisi mineral

–  Biotit 25%                Hornblende 25%              Plagioklas 10%

–  Anorthoclas 10%       Microcline 10%

–  Sanidine 10%                     Orthoclas 10%


  • Kegunaan  : bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

4. Dacite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : Hipokristalin
  • Granularitas : afanitik
  • Relasi : equigranular
  • Komposisi mineral

–  Plagioklas 45%         Hornblende 20%              Quartz 15 %

–  Anorthoclas 5 %       Microcline 5%                  Orthoclas 5%

–  Sanidine 5%


  • Kegunaan  : bahan baku industri dan ilmu pengetahuan.

B. Basa

Batuan beku basa : terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah plutonik (di bawah permukaan bumi ) proses pembekuan sangat lambat dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih kasar.


Jarang memperlihatkan struktur visikular ( lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik). Batuan beku basa memiliki kandungan silica 45-52%.


Deskripsi Batuan Beku Basa

Batuan Beku Basa

Amigdaloidal Basalt                               Gabro


1. Amigdaloidal Basalt

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas   : holokristalin ( semuanya tersusun oleh kristal )
  • Granularitas  : fanerik ( kristal dan mineral dapat diamati )
  • Relasi : inequigranular ( ukuran butir tidak sama )
  • Struktur : amigdaloidal ( struktur vesikuler, telah terisi mineral asing
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 25% – anorthoclas : 15% – piroksin : 25%

– piroksin      : 15% – orthoclas : 20%


  • kegunaan      : sebagai bahan baku industri

2. Gabbro

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : afanitik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– biotit : 35% – piroksin : 35%

– kuarsa  : 20% – olivin : 10%


  • kegunaan      : sebagai bahan dasar industri

Gabbro


3. Olivine Gabro

  • Warna : hijau tua
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • Komposisi mineral:

– hornblende : 15% – olivin : 50% – plagioklas: 10%

– kuarsa : 5% – piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

Olivine Gabro


4. Norite

Norite

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : holokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 35% – biotit : 15%

– plagioklas   : 10% – piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan dasar industri

5. Siderite

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : holokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 50%

– biotit : 15%

– plagioklas : 15%

– piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan dasar industri

C. Intermediet

Batuan beku Intermediet : terbentuk hasil intrusi dangkal dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah hipabisal (daerah pertengahan antara daerah plutonik dengan permukaan).


Proses pembekuan sedang dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan beku intermediet kasar.

jarang memperlihatkan struktur visikular ( lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik) dengan indeks color <40%. Batuan beku basa memiliki kandungan silica 52%<SiO2<62%.


Deskripsi Batuan Beku Intermediet

Batuan Beku Intermediet

1. Trachyte

  • warna : Hitam
  • kristalinitas : hipokristalin
  • granularitas : fanerik
  • relasi : equigranular
  • struktur : massive
  • fabrik : subhedral
  • komposisi mineral

plagioklas 10% – hornblende 25% – adularia 20%

quartz 5% – pyroxene 40%

  • kegunaan : Sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

Trachyte


2. Hornblende Syenite

  • warna : Hitam
  • kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : equigranular
  • Komposisi mineral:

Hornblende 55% – Adularia 20% – Quartz 5%

Plagioklas 10% – Biotit 10% – Glass 5%

  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri

Hornblende Syenite


3. Diorite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Komposisi Mineral

Sanidine 10% – Adularia 5% – Quartz 25%

Plagioklas 30% – Hornblende 15% – Biotit 10%

  • Kegunaan : Sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

Diorite


4. Monzonite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Komposisi mineral

Hornblende 30% – Quartz 25% – Plagioklas 15%

Sanidine 15% – Adularia 10% – Glass 5%

  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri

Kegunaan atau Manfaat Batuan Beku

Berikut ini terdapat beberapa kegunaan atau manfaat batuan beku, sebagai berikut:

  1. Obsidian

Obsidian

Genesa :

Obsidian merupakan batuan yang terbentuk oleh hasil kegiatan erupsi gunung api bersusunan asam hingga basa yang pembekuannya sangat cepat sehingga akan terbentuk gelas atau kaca daripada kristal dominan. Obsidian adalah batuan yang disusun secara keseluruhan dari kaca amorf dan sedikit kristal feldspar, mineral hitam dan kuarsa.


Kegunaan :

sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak


  1. Riolit

Riolit

Genesa :

Riolit terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi. Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan berupa lava.


Kegunaan :

sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak.


  1. Granit

Granit

Genesa :

Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Berwarna abu-abu berbintik hijau dan hitam, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan. merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristal-kristal kasar.


Kegunaan :

Kegunaan Granit sebagai bahan Bangunan rumah dan gedung, untuk bangunan Monumen, jalan dan jembatan, sebagai batu hias (dekorasi), sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll) dan bahan bangunan (gedung, jalan , jembatan, dll), selain itu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan aksesoris rumah seperti lantai,wastafel dan meja serta di bidang konstruksi.


  1. Andesit

Andesit

Genesa :

Andesite berasal dari Magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat mencapai beberapa kilometer. Magma Andesite dapat juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat yang kemudian membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat besar.


Andesites terbentuk pada temperatur antara 900 dan 1,100 derajat Celsius.  Di dalam andesite terdapat sekitar 52 dan 63 persen kandungan silika ( Sio2). Mineral-mineral penyusun Andesite yang utama terdiri dari plagioclase feldspar dan juga terdapat mineral pyroxene ( clinopyroxene dan orthopyroxene) dan hornblende dalam jumlah yang kecil.


Kegunaan :

Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan batu belah untuk Bahan konstruksi (bangunan dan jalan), bangunan perumahan, alas jalan, Sebagai agregat, pondasi , batu hias dan lain-lainnya. Andesit juga dapat dijadikan sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll). Batuan ini sangat potensial untuk dikembangkan ke arah eksploitasi (penambangan) secara skala besar.


Keterdapatan :

Sebaran batuan ini banyak dijumpai di daerah kaki perbukitan maupun lembah-lembah sungai. Keterdapatanya batuan ini terdapat hampir disemua tempat di Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur.


  1. Diorit

Diorite

Genesa :

Merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada deretan Pegunungan).


Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak beribu-ribu mil-kwadrat) dan mengantarkan magma sampai pada permukaan untuk menghasilkan gunung api gabungan dengan lahar andesite.


Kegunaan :

batu diorit ini dapat dijadikan sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya.


  1. Basalt

Basalt

Genesa :

Basalt adalah batuan beku vulkanik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam.


Kegunaan :

Kegunaan basalt sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll), bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan Sebagai agregat.


Keterdapatan :

Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Probolinggo.


  1. Peridotit

Peridotitit

Genesa :

Peridotit adalah batuan beku ultra basa Plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi Ultra basa pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. merupakan Suatu batuan ultramafic yang memiliki butiran kasar dengan suatu tenunan crystallkine, merupakan karakteristik dari kerak samudra bagian bawah dan pembentukan jenis batuan dengan prinsip theupper mantel. Mineral penyusun Peridotite sebagian besar terdiri olivine dan pyroxene.


Kegunaan :

sebagai batu setengah permata sebagai bahan untuk perhiasan dan abrasif (ampelas). Pembentukan nikel dari hasil pelapukan peridotit.  Peridote merupakan variasi permata olivine terbaik yang kita kenal.


  1. Gabro

Gabro

Genesa :

Gabro memiliki komposisi mineral yang mirip dengan basalt, terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam.


Penyebaran batuan beku di Indonesia

Beberapa jenis batuan beku penting yang banyak terdapat di alam adalah sebagai berikut :

1. Granit

Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna terang, mempunyai banyak warna umumnya putih, kelabu, merah muda atau merah.


Warna ini disebabkan oleh variasi warna dan mineral feldspar. Granit terbentuk jauh di dalam bumi dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya erosi dan tektonik. Granit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.


Di Indonesia, granit terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya (Papua), dan lain-lain.  Granit dapat digunakan sebagai bahan pengeras jalan, pondasi, galangan kapal, dan bahan pemoles lantai, serta pelapis dinding.


2. Granodiorit

Granodioritadalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna terang, menyerupai granit. Granodiorit dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan lain-lain. Granodiorit banyak terdapat di alamdalam bentuk batolit, stock, sill dan retas yang tersebar di Bukit Barisan, Sumatera.


3 Diorit

Dioritadalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap. Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.Di Jawa Tengah banyak terdapat di kota Pemalang dan Banjarnegara. Diorit dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan lain-lain.


4. Andesit

Andesitadalah batuan leleran dari diorit, mineralnya berbutir halus, komposisi mineralnya sama dengan diorit, warnanya kelabu. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika.


Batuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut andesit hornblenda, sedangkan yang banyak mengandung piroksin disebut andesit piroksin. Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Adapun yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel.


5. Gabro

Gabroadalah batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang. Dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam, sehingga baik untuk lantai atau pelapis dinding. Di Pulau Jawa, batuan ini terdapat di Selatan Ciletuh, Pegunungan Jiwo, Serayu, dan Pemalang.


6. Basal

Basaladalah batuan leleran dari gabro, mineralnya berbutir halus, berwarna hitam. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava maupun piroklastika.


Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Basal yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel. Basal umumnya berlubang-lubang akibat bekas gas, terutama pada bagian permukaannya.


7. Batu kaca (obsidian)

Batu kaca adalah batuan yang tidak mempunyai susunan dan bangun kristal (metamorf). Batukaca terbentuk dari lava yang membeku tiba-tiba, dan banyak terdapat di sekitar gunungapi. Pada umumnya berwarna coklat, kelabu, kehitaman atau tidak berwarna (putih seperti kaca).


Batukaca yang dihancurkan dengan ukuran kecil dan dicampur dengan semen, dapat dibuat granit buatan. Di zaman purba, batuan ini banyak digunakan untuk membuat mata lembing, mata panah, dan lain-lain.


7. Batu apung

Batuapung dibentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas.Dengan keluarnya gas dari cairan lava akan menimbulkan lubang-lubang atau gelembung-gelembung pada lava yang telah membeku.


Lubang-lubang ini berbentuk bola, ellips, silinder atau tak teratur bentuknya. Dengan adanya lubang-lubang ini membuat batuapung jadi ringan. Di Indonesia batuapung yang terkenal dihasilkan oleh Gunung Krakatau. Demikian juga batuapung dapat dibuat dengan cara memanaskan batuan obsidian hingga gasnya keluar.


8. Konglomerat

Konglomerat adalah batuan sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda dan bentuk membulat yang direkat menjadi batuan padat. Bentuk fragmen yang membulat akibat adanya aktivitas air, umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang mempunyai ketahanan dan diangkut jauh dari sumbernya.


Di antara fragmen-fragmen konglomerat diisi oleh sedimen -sedimen halus sebagai perekat yang umumnya terdiri atas Oksida Besi, Silika, dan Kalsit. Fragmen-fragmen konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam campuran. Seperti halnya breksi, sifatnya yang heterogen menjadikan berwarna-warni. Konglomerat umumnya diendapkan pada air dangkal.


Itulah ulasan tentang Batuan Batu – Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Contoh . Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :

Pengertian, Jenis-Jenis Batuan Sedimen Beserta Contohnya Lengkap.

Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya

Atmosfer Bumi Terdiri Dari Beberapa Lapisan Yaitu

Meterial Pembentuk Litosfer Beserta Penjelasannya

Pengertian, Jenis, Dan Contoh Batuan Malihan (Metamorf) Secara Lengkap.