Agama Di Indonesia

√ Agama Di Indonesia Yang Diakui Oleh Pemerintah Dan Hubungannya

Agama-Di-Indonesia

Pengertian Agama

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian atau definisi agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Istilah agama sendiri adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Sanskerta “āgama” yang memiliki arti “tradisi”.


Istilah asing lainnya yang mempunyai pengertian sama dengan agama adalah religi yang berasal dari bahasa latin “religio” dan berakar pada kata kerja “re-ligare” yang memiliki arti “mengikat kembali”. Mengikat di sini maksudnya yaitu dengan ber-religi maka seseorang akan mengikat dirinya kepada tuhan. Di Indonesia ini, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dengan total pemeluknya mencapai 87,18% dari seluruh total populasi penduduk Indonesia. Kemudian kristen protestan sebanyak 6,96%, katolik sebanyak 2,9%; hindu sebanyak 1,69%; buddha sebanyak 0,72%; dan Khonghucu sebanyak 0,05%;. Data tersebut diperoleh berdasar hasil sensus tahun 2010. Bisa saja saat ini jumlahnya telah mengalami sedikit perubahan.

  • Secara Umum
    Agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi [yang dipercayai dapat memberi keselamatan serta kesejahteraan hidup dan kehidupan kepada manusia]; upaya tersebut dilakukan dengan berbagai ritus [secara pribadi dan bersama] yang ditujukan kepada Ilahi.
  • Secara Khusus
    Agama adalah tanggapan manusia terhadap penyataan TUHAN Allah. Dalam keterbatasannya, manusia tidak mampu mengenal TUHAN Allah, maka Ia menyatakan Diri-Nya dengan berbagai cara agar mereka mengenal dan menyembah-Nya. Makna yang khusus inilah yang merupakan pemahaman iman Kristen mengenai Agama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Keanekaragaman Dan Perubahan Sosial Budaya


Agama Menurut Para Ahli

  1. Menurut Durkheim
    Agama adalah merupakan suatu sistem yang terpadu terdiri atau kenyakinan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan menyatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang di namakan umat

  2. Menurut prof Dr.m. Drikarya
    Agama adalah kenyakinan adanya suatu kekuatan supranatural yang mengatur dan menciptakan alam dan isinya


  3. Menurut H. Moenawar Chalil
    Agama adalah perlibatan yang merupakan tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut sebagai konsekuensi otos pengakuannya


  4. Menurut Hendro Puspito
    Agama adalah sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dan alam semesta yang berkaitan dengan keyakinan


  5. Menurut Jappy Pellokild
    Agama adalah percaya adanya tuhan yang maha esa dan hukum-hukumnya


  6. Menurut Émile Durkheim
    definisi Agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci dan menyatukan semua penganutnya dalamsuatu komunitas moral yang di namakan umat.


  7. Menurut prof Dr.m. Drikarya
    definisi Agama adalah kenyakinan adanya suatu kekuatan supranatural yang mengatur danmenciptakan alam dan isinya.


  8. Menurut H. Moenawar Chalil
    definisi Agama adalah perlibatan yang merupakan tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan kekuatan supranatural tersebut sebagai konsekuensi atas pengakuannya.


  9. Menurut Hendro Puspito
    definisi Agama adalah sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dan alam semesta yang berkaitan dengan keyakinan.


  10. Menurut Jappy Pellokild
    definisi Agama adalah percaya adanya tuhan yang maha esa dan hukum-hukumnya.


  11. Menurut Dr.Jalaludin, H (2004) .
    Agama adalah suatu sistem kepercayaan kepda tuhan yang di anut sekelompok manusia dengan selalu mengadakan interaksi dengan-Nya. Psikologi Agama, jakarta : Pt Raja Grafindo Persada


  12. Menurut Dr. Amsal Bakhtiar, M. A (2007) .
    Agama adalah tatanan tuhan yang dapat mebimbing orang-orang yang berakal untuk berusaha mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, yang meliputi perbuatan perbuatan akal / I’tikat dan perbuatan jasad Filsafat Agama, jakarta : Pt Raja Grafindo Persada


  13. Menurut Thalhas, T.H (2006).
    Agama adalah setiap bentuk kepercayaan dan keyakinan selain dari bentuk kepercayaan materi dalam bentuk apa saja dan Fase apa saja. Perbandingan agama,Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada


  14. Menurut Husaini Bohesyti, M (2003) .
    Agama adalah yang mengatur tata keimanan(kepercayaan)dan pribadi kepada tuhan yang mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan dengan manusia dan manusia dengan lingkungan nya. Mencari Hakikat Agama, Bandung : A. rasy, Pt. Mizan Pustaka


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Musi Banyuasin” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Agama – Kepercayaan )


Sejarah Agama di Dunia dan Indonesia

Sejarah Agama di Dunia

Sekitar tahun 3000 SM, dunia belum ada agama. Lalu agama hindu muncul di india. Sehingga agama hindu merupakan agama yang tertua didunia. Berkembanglah ajaran hinduisme di daerah yang kita kenal sebagai india saat ini. Lalu masih dibenua asia, ajaran lain muncul Judaism. Jalan hidup para yahudi. Lalu tepat di tetangganya agama hindu, lahirlah agama buddha. Oleh karena itu,  ajaran hindu dan buddha ada keterkaitan sedikit. Agama masuk ke Indonesia secara bersamaan. Ajaran buddha pun berkembang juga.Wafat yesus kristus, maka lahirlah agama Kristen.


Sudah masuk ke tahun sesudah masehi agama kristen pun menyebar ke Eropa. Perolehan sementara. Agama buddha masih unggul dengan cakupan pengikut terbanyak. Lalu lahirlah Nabi Muhammad di timur tengah, agama Islam pun muncul sebagai agama yang paling muda didunia. Perlahan agama Islam menyebar, sama seperti agama lainnya. Agama pun sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Misionaris kristen menyebar agamanya ke benua baru, Amerika proses penyebaran agama ini efektif sehingga agama kristen makin mendominasi. Pada akhirnya seluruh dunia menganut yang namanya Agama. Walau berbeda keyakinan, namun kita semua harus tetap rukun. Semua agama itu intinya sama, yaitu mengajarkan yang hal baik kepada umatnya. Jadi harus saling menghormati.


Sejarah Agama di Indoensia

Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia.


Hindu dan Buddha telah dibawa ke Indonesia sekitar abad kedua dan abad keempat Masehi ketika pedagang dari India datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Hindu mulai berkembang di pulau Jawa pada abad kelima Masehi dengan kasta Brahmana yang memuja Siva. Pedagang juga mengembangkan ajaran Buddha pada abad berikut lebih lanjut dan sejumlah ajaran Buddha dan Hindu telah memengaruhi kerajaan-kerajaan kaya, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra. Sebuah candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur, telah dibangun oleh Kerajaan Sailendra pada waktu yang sama, begitu pula dengan candi Hindu, Prambanan juga dibangun. Puncak kejayaan Hindu-Jawa, Kerajaan Majapahit, terjadi pada abad ke-14 M, yang juga menjadi zaman keemasan dalam sejarah Indonesia.


Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-7 melalui pedagang Arab. Islam menyebar sampai pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur pulau Jawa. Pada periode ini terdapat beberapa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad ke-15 M, 20 kerajaan Islam telah dibentuk, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia.


Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.
Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.


Perubahan penting terhadap agama-agama juga terjadi sepanjang era Orde Baru. Antara tahun 1964 dan 1965, ketegangan antara PKI dan pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, mengakibatkan terjadinya konflik dan pembunuhan terburuk pada abad ke-20. Atas dasar peristiwa itu, pemerintahan Orde Baru mencoba untuk menindak para pendukung PKI, dengan menerapkan suatu kebijakan yang mengharuskan semua untuk memilih suatu agama, karena kebanyakan pendukung PKI adalah ateis. Sebagai hasilnya, tiap-tiap warganegara Indonesia diharuskan untuk membawa kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka. Kebijakan ini mengakibatkan suatu perpindahan agama secara massal, dengan sebagian besar berpindah agama ke Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Karena Konghucu bukanlah salah satu dari status pengenal agama, banyak orang Tionghoa juga berpindah ke Kristen atau Buddha.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Donggo” Sejarah & ( Bahasa – Kekerabatan – Mata Pencaharian – Agama – Kepercayaan )


Agama Di Indonesia Yang Diakui Oleh Pemerintah

Agama di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting di kehidupan masyarakat. Hal tersebut dinyatakan dalam ideologi bahasa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Beberapa agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, bidaya dan ekonomi, Pada hasil sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia ialah Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38 tidak di tanyakan atau tidak menjawab.


Didalam UUD 1945 bahwa “setiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempratikan kepercayaannya” dan “dijamin selurhnya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaanya”. Pemerintah pun secara resmi hanya mengakaui enam agama, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. Berdasarkan Penjelsaan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Terhadap Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama Pasal 1, “Agama-agama yang dipeluk oleh pendudukl di Indonesia adalah Islam, Kriseten (Protestan), Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu”.


Agama Islam

agama-islam

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, dengan 87,18& dari jumlah penduduk ialah penganut agama Islam. Mayoritas muslim bisa di jumpai di wilayah barat indonesia (Jawa dan Sumatera) sampai wilayah pesisir Pulau Kalimantan. Sedangkan pada wilayah timur Indonesia, persentase pengikutnya tidak sebesar di wilayah barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia merupakan penganut aliran Sunni. Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (diatas satu persen), bedahalnya dengan dijawa.


Sejarah Islam di Indonesia begitu kompleks serta mencerminkan keanekaragaman dan juga kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Di abad ke-12, sebagian besar pedagang orang Islam dari India tiba di pulau Sumatera, Jawa serta Kalimantan. Hindu yang dominan dengan kerajaan Buddha, contohnya Sriwijaya dan Majapahit, mengalami kemunduran, dimana banyak pengikutnya berpindah agama ke Islam. Dengan jumlah yang lebih kecil, penganut Hindu berpindah ke Bali, sebagian lagi ke Sumatera dan Jawa. Dalam beberapa kasus, ajaran Islam di Indonesia dipraktikkan dengan bentuk yang lebih berbeda bila kita bandingkan dengan Islam daerah Timur Tengah.

  • Agama Islam
    Nama Kitab Suci : Al qur’an.
    Nama Pembawa                          : Nabi Muhammad Saw.
    permulaan                                    : +/- 1400 Tahun Yang Lalu.
    Nama Tempat Peribadatan      : Masjid.
    Hari Besar Keagamaan             : Muharram, Asyura, MaulidNabi, Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, IdulFitri,  IdulAdha, Tahun Baru Hijriyah.

Agama Kristen Protestan

Agama-Kristen-Protestan

Berkembangnya Kriten Protestan di Indonesia sejak masa kolonial Belanda (VOC), sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang melakukan revormasi Katolik dengan sukses dan berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini begitu pesat perkembangannya pada abad ke-20 yang ditandai oleh datangnya para misionaris dari Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti wilayah barat Papua dan lebih sedikit terletak di kepulauan Sunda. Di tahun 1945, saat terjadi pembuatan kekuasaan, orang yang tidak beragama dianggap sebagai orang yang tidak ber-Tuhan, oleh sebab itu tidak mendapaat hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota.

  • Agama Kristen Protestan.
    Nama Kitab Suci                         : Injil (Alkitab).
    Nama Pembawa                          : Isa/YesusKristus.
    Nama Tempat Peribadatan      : Gereja.
    Hari Besar Keagamaan             : Natal, Paskah, Kenaikan Isa Al Masih, Pantekosta.
    Pembaruan/protesoleh Martin Luther, Calvin.

Agama Kristen Katolik

Kristen-Katolik

Untuk pertama kalinya agama Katolik masuk ke Indonesia di bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Fakta tersebut ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta tersebut perlu penelitian serta kesaksian dan rentetan yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita itu bisa dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah diluarnya”. Tentang berita 707 gereja dan 181 petapaan Serani yang terbesar di Mesir, Abbessinia, Spanyol, Afrika Barat, Nubia, Arabia, India dan Indonesia

  • Agama Kristen Katolik.
    Nama Kitab Suci                         : Injil (Alkitab).
    Nama Pembawa                          : Isa/YesusKristus.
    Nama Tempat Peribadatan      : Gereja Katedral.
    Hari Besar Keagamaan             : Natal, Paskah, Kenaikan Isa Al Masih, Pantekosta.
    Pembaruan/protesoleh Martin Luther, Calvin.

Agama Kristen Ortodoks

Agama-Kristen-Ortodoks

Walaupun Kristen Ortodoks sudah di Indonesia pada abad ke-7. Baru pada abad ke-20 Ortodoks Timur hadir secara resmi dengan nama Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), dimana semua imam Gereja Ortodoks di Indonesia berasal dari dua wilayah, yakni yang pertama Gereja Ortodoks Yunani Kepatriarkan Konstantinopel lalu Gereja Ortodoks Rusia diluar Rusia Kepatriarkan Moskow. Ketua umum Gereja Ortodoks Indonesia ialah Arkimandrit Romo Daniel Bambang Dwi Byantoro, Ph.D. yang merupakan imam indonesia pertama Gereja Ortodoks di indonesia. Selaim itu di Indonesia ada Gereja Ortodoks Oriental, yaitu kelompok Gereja Ortodoks Koptik dan Gereja Ortodoks Suryani.

  • Agama Kristen Protestan.
    Nama Kitab Suci                         : Injil (Alkitab).
    Nama Pembawa                          : Isa/YesusKristus.
    Nama Tempat Peribadatan      : Gereja Ortodoks.
    Hari Besar Keagamaan             : Natal, Paskah, Kenaikan Isa Al Masih, Pantekosta.
    Pembaruan/protesoleh Martin Luther, Calvin.

Agama Hindu

Agama-Hindu

Agama Hindu pertama kali tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan dengan datangnnya agama Budha, lalu menghasilkan sejumlah kerjaan Hindu-Budha contohnya Kutai, Majapahit dan Mataram. Camdi Prambanan merupakan juil Hindu yang dibangun semasa kerjaan Majapahit, pada masa dinasti Snjaya. Kerjaan tersebut hidup sampai abad ke 16 M, saat kerjaan Islam mulai berkembang. Peirode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, yang bertahan selama 16 abad penuh.

  • Agama Hindu.
    Nama kitab suci                      : Weda.
    Nama pembawa                      : –
    Masa permulaan                    : MasaPraSejarah.
    Nama tempat peribadatan   : Kuil.
    Hari besarke agamaan          : Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, Kuningan.

Agama Buddha

Agama-Buddha

Agama tertua kedua di Indonesia adalah Buddha, datang saat abad ke enam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia sangat erat hubungannya dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha sudah dibangun sekitar periode yang sama. Seperti kerjaan Sailendra, Mataram dan Sriwijaya. Kedatangan agama Buddha sudaha dimulai dengan aktivitas perdagangan mulai awal abad pertama lewat Jalur Sutra antara India dan Indonesia. Sejumlah warisan bisa ditemukan di Indonesia, mencakup prasasti atau patung dari Kerjaan Buddha dan candi Borobudur di Magelang yang lebih awal.

  • Agama Budha.
    Nama Kitab Suci                      : Tri Pitaka.
    Nama Pembawa                       : Sidharta Gautama.
    Nama Tempat Peribadatan    : Vihara/Wihara.
    Hari Besar Keagamaan           : Waisakdan Katina.
    Permulaan                                 : +/- 2500 tahunlalu.

Agama Konghucu

agama-Konghucu

Peta persebaran umat Khonghucu di Indonesia berdasarkan sensus tahun 2010. Agama yang berasal dari Cina daratan ini berawal dibawa oleh para pedagang Tiongjoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketigas Masehi, orang Tionghoa datang di kepulauan Nusantara. Beda dengan agama yang lainnya, Konghucu lebih lebih menitik beratkan pada praktik dan kepercayaan yang individual, lepas daripada kode etik melakukannya, bukannya sebuah agama masyarakat yang tertata dengan naik, ataupun jalan hidup serta pergerakan sosial. Di era 1900-an pemeluk konghucu membentuk organisasi, disebut Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) di batavia (Jakarta).

  • Agama Konghucu.
    Nama kitab suci                      : Su Si, Ngo King.
    Nama pembawa                      : Kongchu.
    Nama tempat peribadatan    : Kelenteng.
    Hari besar keagamaan           : Imlek, Cap Go Meh.
    Berkembang semenjak abad ke 23 SM.

Hari Raya atau Hari Besar Agama di Indonesia

Agama Islam

  1. Idul Fitri (1 Syawal)
    Idul Fitri secara bahasa adalah kembali kepada fitrah. Pengertian fitrah menurut Nabi SAW adalah kondisi suci, bebas dari dosa, sebagaimana kondisi saat seseorang dilahirkan.
    Bulan Syawal memiliki makna meningkat. Maksudnya adalah bulan peningkatan amal ibadah setelah sebelumnya umat Islam mendapat pendidikan dan pelatihan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

  2. Idul Adha – Menyembelih ternak (qurban) (10 Zulhijjah) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Zulhijjah).
    Hari raya Idul Adha adalah hari raya Haji atau hari raya Qurban. Pada hari ini diperingati peristiwa qurban, yaitu ketika nabi Ibrahis as yang bersedia untuk mengorbankan putra yang paling disayanginya yaitu Ismail as. Akan tetapi ketika Ismail as akan disembelih, kemudian seketika itu juga diganti oleh Allah SWT dengan seekor domba yang besar. Pada hari raya ini umat Islam berkumpul pada pagi hari dan mendirikan shalat Ied bersama-sama (berjamaah) di masjid maupun di tanah lapang seperti ketika merayakan hari raya Idul Fitri.
    Setelah shalat dilakukan penyembelihan hewan qurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim as yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya. Hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Zulhijjah, atau persisnya 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Pada tanggal 10 Zulhijjah dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Zulhijjah) inilah batas diperbolehkannya menyembelih hewan qurban, diluar waktu itu penyembelihan hewan yang dibagikan kepada masyarakat dianggap sebagai sedekah.


  3. Tahun Baru Hijriah (1 Muharam)
    Tahun baru Hijriah mengingatkan kita kepada kejadian atau peristiwa spektakuler yang pernah terjadi dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa “Hijrah”.
    Hijrah secara harfiah artinya perpindahan dari satu negeri ke negeri lain, dari satu kawasan ke kawasan lain, atau perubahan lokasi dari titik tertentu ke titik yang lain. Secara historis, Hijrah adalah peristiwa keberangkatan Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabatnya dari kota Makkah menuju kota Yathrib, yang kemudian disebut al-Madinah al-Munawwarah. Merujuk dari historis di atas maka Tahun Hijriah ditetapkan sebagai awal tahun dari penanggalan atau kalender Islam.


  4. Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal)
    Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.
    Sejarah Peringatan/Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri.  Adapun tujuan dari diperingatinya Maulid Nabi Muhammad SAW ini yaitu untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu yang sedang terlibat Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
    Perayaan di Indonesia pada umumnya dalam memperingati Maulid Nabi SAW dengan mengadakan perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian.


  5. Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab)
    Isra’ Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk mendirikan shalat lima waktu sehari semalam.


Agama Hindu

  • Galungan
    Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

  • Kuningan
    Hari raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali.


  • Nyepi
    Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

  • Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
    Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

  • Saraswati
    Hari Raya Saraswati adalah hari turunnya Ilmu Pengetahuan. Umat Hindu Dharma di Bali merayakannya setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali pada Sabtu (Saniscara), Umanis (Legi), Watugunung. Pada hari saraswati dilakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.


Agama Budha

  1. Waisak
    Waisak atau Waisaka (Pali; Sanskrit: Vaiśākha वैशाख) merupakan hari suci agama Buddha. Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama ini diambil dari bahasa Pali “Wesakha”, yang pada gilirannya juga terkait dengan “Waishakha” dari bahasa Sanskerta.Di beberapa tempat disebut juga sebagai “hari Buddha”. Dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu :
    -Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.,
    -Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.
    -Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
    -Tiga peristiwa ini dinamakan “Trisuci Waisak”. Keputusan merayakan Trisuci ini dinyatakan dalam -Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) yang pertama di Sri Lanka pada tahun 1950. Perayaan ini dilakukan pada purnama pertama di bulan Mei.
    -Waisak sendiri adalah nama salah satu bulan dalam penanggalan India Kuno.

  2. Maghapuja
    Magha Puja merupakan salah satu peringatan agama Buddha yang kurang diketahui oleh sebagian umat Buddha di Indonesia. Magha Puja merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Agama Buddha yang terjadi di bulan Magha atau dapat dijumpai pada bulan Februari. Anggapan semen-tara umat Buddha menekankan bahwa hari peringatan hari Magha Puja bertepatan dengan 15 hari setelah tahun baru Imlek (Cap Go). Demikian jika 15 hari setelah 15 hari setelah tahun imlek maka pada malam harinya terlihat bulan sedang purnama. Tetapi jika diteliti dalam penanggalan hari, bulan, dan tahun buddhis maka yang sebenarnya peringatan hari Magha Puja tepat 1 (satu) hari sebelum Cap Go, yang berarti bahwa pada saat itu bulan purnama siddhi.


  3. Asadha
    Hari Suci Āsādha merupakan peristiwa yang mempunyai arti sangat penting bagi umat Buddha. Dengan belas kasih Beliau kepada semua makhluk hidup, dan demi pada pertengahannya, dan indah pada akhirannya. manfaat bagi dunia ini, memutar Roda Dhamma nan Agung untuk pertama kalinya, menguraikan Empat Kebenaran Mulia, kepada para bhikkhu Pañcavaggiya, di hutan Isipatana Migadāya dekat kota Bārāṇasī, pada hari purnama di bulan Āsāḷha. Maka sampai saat ini umat Buddha dapat mengenal Buddha Dhamma yang merupakan rahasia kehidupan ini; Dhamma yang indah pada awalnya, indah Asadha Puja (dikenal juga Asalha Puja, Asanha Puja atau Asana Bucha di Thailand, bahasa Thai: วันอาสาฬหบูชา wan-aa-san-ha-boo-chaa) merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Buddha terutama aliran Theravada yang biasanya berlangsung di bulan Juli, pada hari bulan purnama di bulan ke-8 penanggalan lunar. Perayaan ini memperingati diberikan khotbah pertama Buddha Gautama di taman rusa Isipatana di Benares dan didirikan sangha di dunia. Di Thailand, Asadha Puja merupakan hari libur pemerintah dan penjualan alkohol dilarang. Asadha sendiri merupakan nama bulan ke-8 dari penanggalan buddhis.


  4. Khatina
    Kathina merupakan salah satu hari raya agama Buddha. Hari raya ini merupakan hari berdana kepada anggota Sangha. Hari Kathina diperingati antara bulan oktober sampai november. Sebelum hari kathina, para anggota Sangha menjalani massa Vassa. Vassa merupakan waktu berdiam diri selama 3 bulan untuk lebih memperdalam Dhamma serta bermeditasi.


  5. Ulambana
    Kathina merupakan salah satu hari raya agama Buddha. Hari raya ini merupakan hari berdana kepada anggota Sangha. Hari Kathina diperingati antara bulan oktober sampai november. Sebelum hari kathina, para anggota Sangha menjalani massa Vassa. Vassa merupakan waktu berdiam diri selama 3 bulan untuk lebih memperdalam Dhamma serta bermeditasi.


Agama Kresten Khatolik

  • Adven
    Adven dalam Gereja Kristen adalah nama periode sebelum Natal. Nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan. Dalam masa Adven umat Kristen Katolik Roma maupun Protestan menyiapkan diri untuk menyambut pesta Natal dan memperingati kelahiran dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya pada akhir zaman. Adven diduga mulai dirayakan di kalangan umat Kristen sejak abad keempat.
    Adven selalu mulai pada hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 30 November (hari St. Andreas) (antara tanggal 27 November dan 3 Desember) dan berlangsung sampai Malam Natal 24 Desember. Dengan ini panjangya masa adven per tahun berbeda-beda, tetapi sebuah masa adven selalu terdiri dari 4 hari Minggu.

  • Epifani / Teofani
    Epifani (bahasa Yunani Koine: ἐπιφάνεια, epiphaneia, “manifestasi”, “penampakan jelas”) atau Teofani (bahasa Yunani Kuno (ἡ) Θεοφάνεια, Τheophaneia berarti “penampakan Tuhan”), atau Hari Raya Penampakan Tuhan adalah sebuah hari raya keagamaan dalam sejumlah denominasi gereja Kristen pada tanggal 6 Januari yang merayakan wahyu Allah sebagai manusia yaitu Yesus Kristus atau pemunculan/manifestasi Yesus Kristusterhadap dunia dalam bentuk kelahiran-Nya. Dalam Gereja Ritus Barat maupun Timurmemiliki pemahaman yang sama mengenai Epifani ini yaitu Manifestasi Yesus Kristus kepada dunia, namun menghayati peristiwa yang berbeda. Dalam Gereja Barat, Epifani untuk memperingati kedatangan Orang-orang Majus dari Timur atau kadangkala disebut Tiga Raja, yang mengunjungi Yesus yang baru saja lahir, yang menunjukkan Manifestasi Bayi Yesus Kristus terhadap orang Yahudi maupun di luar bangsa Yahudi (berarti seluruh dunia) sebagai Anak Allah. Namun dalam Gereja Timur untuk memperingati pembaptisanYesus Kristus oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, yang menunjukkan Manifestasi Yesus Kristus mulai memulai karya Pelayanan-Nya sebagai Anak Allah atau sering pula disebut Teofani.


  • Paskah
    Paskah (bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: פַּסחא‎ Pasḥa; dari bahasa Ibrani: פֶּסַח Pesaḥ[1]) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a], dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.


  • Natal
    Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).
    Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.


  • Kenaikan Yesus Kristus
    Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, di mana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristusterangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.
    Kitab Kisah Para Rasul mencatat lebih detail mengenai percakapan antara Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya. Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel. Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada murid-muridnya: “… kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah diberikan Yesus kepada mereka.


  • Jum’at Agung
    Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.

  • Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.

  • Pentakosta
    Pentakosta (dari bahasa Yunani: Πεντηκοστή [ἡμέρα], Pentēkostē [hēmera], “[hari] kelima-puluh”), atau Minggu Putih adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga. Menurut Alkitab, murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula (Sumber: kitab Kisah Para Rasul pasal ke-2). Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang yahudi yang kemudian diadopsi oleh gereja barat dan gereja timur.


  • Kamis Putih
    Kamis Putih adalah hari Kamis sebelum Paskah, pada Hari Raya Pekan Suci ini umat Kristen mempunyai tradisi memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja. Ini adalah hari pertama dari hari raya Paskah, yang dimulai pada pukul 6 sore, dan berlangsung 7 hari. Hari Kamis Putih ini juga disebut Kamis Suci.(bahasa Inggris: Holy Thursday)
    Ritual Perjamuan Malam setelah ini pada setiap misa atau kebaktiandiperingati sebagai perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus.Pada misa malam ini, pastur juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematian-Nya.


Agama Kresten Protestan

  1. Paskah
    Paskah (bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: פַּסחא‎ Pasḥa; dari bahasa Ibrani: פֶּסַח Pesaḥ[1]) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a], dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

  2. Natal
    Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).
    Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.


  3. Pentakosta
    Pentakosta (dari bahasa Yunani: Πεντηκοστή [ἡμέρα], Pentēkostē [hēmera], “[hari] kelima-puluh”), atau Minggu Putih adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga. Menurut Alkitab, murid-murid Yesus berhasil mempertobatkan tiga ribu jiwa pada hari tersebut dan hal inilah yang disebut dengan lahirnya gereja mula-mula (Sumber: kitab Kisah Para Rasul pasal ke-2). Sebelumnya Pentakosta adalah hari raya besar orang yahudi yang kemudian diadopsi oleh gereja barat dan gereja timur.


  4. Kenaikan Yesus Kristus
    Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, di mana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristusterangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.
    Kitab Kisah Para Rasul mencatat lebih detail mengenai percakapan antara Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya. Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel. Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada murid-muridnya: “… kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang telah diberikan Yesus kepada mereka.


  5. Jum’at Agung
    Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.


Agama Konghucu.

  • Tahun Baru Imlek
    Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti “malam pergantian tahun”.
    Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2017 masehi “Tahun Tionghoa” dapat jadi tahun 4715, 4714, atau 4654.

  • Cap Go Meh
    Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
    Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut – suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.


  • Cheng Beng
    Festival Qingming (hanzi tradisional: 清明節; sederhana: 清明节; pinyin: qīng míng jié) atau Cheng Beng (bahasa Hokkian) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu[1][2].
    Festival tradisional Tiongkok dilaksanakan pada hari ke-104 setelah titik balik Matahari di musim dingin (atau hari ke-15 pada hari persamaan panjang siang dan malam di musim semi), pada umumnya dirayakan pada tanggal 5 April atau 4 April pada tahun kabisat[3][4].
    Secara astronomi, dalam terminologi matahari, Festival Qīngmíng dilaksanakan pada hari pertama dari 5 terminologi Matahari, yang juga dinamai Qīngmíng. Nama yang menandakan waktu untuk orang pergi keluar dan menikmati hijaunya musim semi (Tàqīng 踏青, “menginjak tumbuhan hijau”), dan juga ditujukan kepada orang-orang untuk berziarah kubur. Hari Festival ini dijadikan hari libur umum di Tiongkok, begitu juga di Hong Kong, Macau dan Taiwan.
    Di Korea, Qīngmíng dikenal dengan sebutan Hansik.


  • Peh Cun
    Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan festivalPeh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok.
    Peh Cun (扒船; “mendayung perahu”) berasal dari Bahasa Hokkianyang dipendekkan dari Pe Leng Cun / Pe Liong Cun (扒龍船 ; Romanisasi : pê-lêng-chûn / pê-liông-chûn), bermakna “mendayung perahu naga”.[1] Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
    Dalam masyarakat Hakka, perayaan Duanwu biasa disebut Tôn-yòng端陽[2] dan festival mendayung perahu naga dinamakan phà liùng sòn.[3]
    Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: ròuzòng) dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.


  • Genta Rohani
    Analek (dalam bahasa aslinya disebut Lun Yu (Hanzi tradisional: 論語, pinyin: Lún Yǔatau Kitab Sabda Suci) adalah bagian dari Kitab Shi Shu atau Kitab Yang Empat dalam agama Kong Hu Cu. Kitab ini terdiri dari 2 jilid, masing-masing 10 Bab (= 20 bab) dan 15.917 huruf. Kitab ini berisikan kumpulan tulisan ajaran, diskusi, percakapan, komentar dari Kong Hu Cu (Konfusius) dengan para muridnya, antar murid, dan wacana Ajaran Kong Hu Cu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Pamona Di Sulawesi” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Agama – Kepercayaan )


Hubungan Antar Agama Indonesia

Meski pemerintah Indonesia mengenali sejumlah agama berbeda, konflik antar agama terkadang tidak terelakkkan. Di masa Orde Baru, Soeharto mengeluarkan perundang-undangan yang oleh sekelompok kalangan dirasa anti Tionghoa. Presiden Soeharto mencoba membatasi apapun yang berhungan dengan budaya tionghoa, seperti nama dan agama. Untuk hasilnya, Buddha dan Khonghucu telah diasingkan.

Sekitar 1966 dan 1998, Soeharto beriktiar untuk de-Islamisasi pemerintahaan, dengan memberikan proporsi lebih besar pada orang-orang Kristen di dalam kabinet. Tetapi pada awal 1990-an, isu Islamisasi yang keluar, serta militer terbelah menjadi dua kelompok, Islam dan nasionalis. Golongan Islam, yang waktu itu dipimpin oleh Jendral Prabowo, berpihak pada Islamisasi, sedangkan Jendral Wiranto dari golongan nasionalis, perpegang pada negara sekuler.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Suku Wana” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Agama – Kepercayaan )


Keanekaragaman Agama Di Indonesia

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.


Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu : menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.


Cara Beragama Berdasarkan cara beragamanya

  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.

  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.


  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.


  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.


Agama di Indonesia, Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.


Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut. Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut.


Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia. Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.


Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “KeTuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 2010, kira-kira 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.


Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia. Kepercayaan terhadap benda mati (animisme) di Indonesia sama dengan penyembah benda mati di dunia lainnya, yang mana, suatu kepercayaan terhadap objek tertentu, seperti pohon, batu atau orang-orang. Kepercayaan ini telah ada dalam sejarah Indonesia yang paling awal, di sekitar pada abad pertama, tepat sebelum Hindu tiba Indonesia.


Lagipula, dua ribu tahun kemudian, dengan keberadaan Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu dan agama lainnya, penyembah benda mati masih tersisa di beberapa wilayah di Indonesia. Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak diterima sebagai agama resmi di Indonesia, sebagaimana dinyatakan didalam Pancasila bahwa kepercayaan itu pada Ketuhanan Yang Maha Esa atau monoteisme. Penyembah benda mati, pada sisi lain tidak percaya akan dewa tertentu. Hubungan antar agama, Walaupun pemerintah Indonesia mengenali sejumlah agama berbeda, konflik antar agama kadang-kadang tidak terelakkan.


Di masa Orde Baru, Soeharto mengeluarkan perundang-undangan yang oleh beberapa kalangan dirasa sebagai anti Tionghoa. Presiden Soeharto mencoba membatasi apapun yang berhubungan dengan budaya Tionghoa, mencakup nama dan agama. Sebagai hasilnya, Buddha dan Khonghucu telah diasingkan.Antara 1966 dan 1998, Soeharto berikhtiar untuk de-Islamisasi pemerintahan, dengan memberikan proporsi lebih besar terhadap orang-orang Kristen di dalam kabinet. Namun pada awal 1990-an, isu Islamisasi yang muncul, dan militer terbelah menjadi dua kelompok, nasionalis dan Islam. Golongan Islam, yang dipimpin oleh Jenderal Prabowo, berpihak pada Islamisasi, sedangkan Jenderal Wiranto dari golongan nasionalis, berpegang pada negara sekuler.


Semasa era Soeharto, program transmigrasi di Indonesia dilanjutkan, setelah diaktifkan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada awal abad ke-19. Maksud program ini adalah untuk memindahkan penduduk dari daerah padat seperti pulau Jawa, Bali dan Madura ke daerah yang lebih sedikit penduduknya, seperti Ambon, kepulauan Sunda dan Papua. Kebijakan ini mendapatkan banyak kritik, dianggap sebagai kolonisasi oleh orang-orang Jawa dan Madura, yang membawa agama Islam ke daerah non-Muslim. Penduduk di wilayah barat Indonesia kebanyakan adalah orang Islam dengan Kristen merupakan minoritas kecil, sedangkan daerah timur, populasi Kristen adalah sama atau bahkan lebih besar dibanding populasi orang Islam.


Hal ini bahkan telah menjadi pendorong utama terjadinya konflik antar agama dan ras di wilayah timur Indonesia, seperti kasus Poso di tahun 2005. Pemerintah telah berniat untuk mengurangi konflik atau ketegangan tersebut dengan pengusulan kerjasama antar agama. Kementerian Luar Negeri, bersama dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, yang dipegang oleh Sarjana Islam Internasional, memperkenalkan ajaran Islam moderat, yang mana dipercaya akan mengurangi ketegangan tersebut.


Pada 6 Desember 2004, dibuka konferensi antar agama yang bertema “Dialog Kooperasi Antar Agama: Masyarakat Yang Membangun dan Keselarasan”. Negara-negara yang hadir di dalam konferensi itu ialah negara-negara anggota ASEAN, Australia, Timor Timur, Selandia Baru dan Papua Nugini, yang dimaksudkan untuk mendiskusikan kemungkinan kerjasama antar kelompok agama berbeda di dalam meminimalkan konflik antar agama di Indonesia. Pemerintah Australia, yang diwakili oleh menteri luar negerinya, Alexander Downer, sangat mendukung konferensi tersebut.