Studi Kepustakaan adalah

Diposting pada

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai studi kepustakan yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, tujuan, peranan, sumber dan strategi, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Studi-Kepustakaan

Pengertian Studi Kepustakaan

Studi kepustakan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.

Baca Juga : Materi Proposal

Studi kepustkaan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian. Teori-teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi kepustakan. Selain itu seorang penelitian dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya. Dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi kepustakan peneliti dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya.


Tujuan Studi Kepustakan

Penelti akan melakukan studi kepustakaan baik sebelum maupun selama dia melakukan penelitian. Studi kepustakan memuat sitematis tentang kajian literatur dan hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan dan diusahakan menunjukkan kondisi mutakhir dari bidang ilmu tersebut “the state of the art”, studi kepustakaan yang dilakukan sebelum malakukan penelitian yang bertujuan untuk.

  1. Menemukan sebuah masalah guna diteliti.
  2. Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang bakal diteliti.
  3. Mengkaji sejumlah teori dasar yang relevan dengan masalah yang bakal diteliti.
  4. Mencari landasan teori yang adalahpedoman untuk pendekatan solusi masalah dan pemikiran guna perumusan hipotesis yang bakal diuji dalam penelitian.
  5. Memperdalam pengetahuan peneliti mengenai masalah dan bidang yang bakal diteliti.Mengkaji hasil-hasil riset terdahulu yang terdapat kaitannya dengan riset yang bakal dilakukan.

Menelaah basil riset sebelumnya ditunjukkan pada beberapa atau semua dari unsur-unsur riset yaitu: destinasi penelitian, metode, analisis, hasil utama dan kesimpulan. Mendapat informasi mengenai aspek-aspek mana dari sebuah masalah yang telah pernah dianalisis untuk menghindari supaya tidak menganalisis hal yang sama.

Selama riset berlangsung, studi kepustakaan pun perlu dilakukan, tujuannya merupakan:

  • Mengumpulkan informasi-informasi yang lebih khusus mengenai masalah yang sedang diteliti.
  • Memanfaatkan informasi yang terdapat kaitannya dengan teori-teori yang relevan dengan riset yang sedang dilakukan.
  • Mengumpulkan dan memanfaatkan informasi-informasi yang sehubungan dengan pelajaran dan metodologi dan riset tersebut.

Peranan Studi Kepustakaan

Sebelum penelitian sangat penting sebab dengan melakukan kegiatan ini hubungan antara masalah, penelitian-penelitian yang relevan dan teori akan menjadi lebih jelas. Selain itu penelitian akan lebih ditunjang, baik oleh teori-teori yang sudah ada maupun oleh bukti nyata, yaitu hasil-hasil penelitian, kesimpulan dan saran.

Baca Juga : Pengertian Makalah – Konsep, Sistematika, Ciri, Jenis, Tahapan, Tujuan, Manfaat, Para Ahli


Sumber Studi Kepustakaan

Ada beberapa macam sumber informasi yang dapat digunakan peneliti sebagai bahan studi kepustakaan diantaranya sebagai berikut:

  • Jurnal Penelitian

    Dalam jurnal ini beberapa hasil penelitian terpilih diterbitkan sehingga dapat digunakan sebagai acuan begi perkembangan ilmu pengetahuan yang baru.

  • Buku

    Buku merupakan sumber informasi yang sangat penting karena sebagian bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penelitian diwujudkan dalam bentuk buku yang ditulis oleh seorang penulis yang berkompeten di bidang ilmunya.

  • Surat Kabar Dan Majalah

    Media cetak ini merupakan sumber pustaka yang cukup baik dan mudah diperoleh di mana-mana.

  • Internet

    Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan di bidang informasi, para peneliti dapat langsung mengakses intrernet dan mendapatkan informasi yang diinginkan dari berbagai negara dengan sangat cepat.


Strategi Studi Kepustakaan

Peneliti sebaiknya sudah menentukan lebih dahulu sumber informasi apa yang akan diperiksa. Urutan kegiatan secara efektif dapat dimulai dengan mecari informasi referensi yang bersifat umum sebelum menuju ke pancarian yang lebih khusus, untuk melakukan pencarian informasi diperlukan langkah-langkah berkut ini:

  1. Mendaftar semua variable yang perlu diteliti.
  2. Mencari setiap variable pada “subject encylopedia”.
  3. Memilih deskripsi bahan-bahan yang diperlukan dari sumber-sumber yang tersedia.

Metode Studi Kepustakaan

Adapun cara yang dapat dipakai dalam riset kepustakaan, antara lain:


  • Pencarian kata kunci

Cari keyword yang relevan dalam katalog, indeks, mesin pencari, dan sumber teks lengkap. Ini bermanfaat baik guna mempersempit penelusuran ke judul subjek tertentu dan untuk mengejar sumber yang tidak diciduk di bawah judul subjek yang relevan.

Untuk menggali basis data secara efektif, mulailah dengan penelusuran Kata Kunci, temukan daftar yang relevan, dan lantas temukan Judul Subjek yang relevan. Di mesin pencari, sertakan tidak sedikit kata kunci guna mempersempit penelusuran dan hati-hati mengevaluasi apa yang kita temukan.

Baca Juga : Karya Ilmiah – Pengertian, Tujuan, Manfaat, Bentuk, Struktur, Komponen, Sikap, Macam, Ciri, Para Ahli


  • Pencarian subjek

Judul Subjek (kadang-kadang dinamakan Penjelas) ialah istilah atau frasa eksklusif yang dipakai secara konsisten oleh indeks online atau cetak untuk mencerminkan tentang kitab atau tulisan jurnal. Ini berlaku guna Katalog perpustakaan serta tidak sedikit basis data perpustakaan lainnya.


  • Cari kitab dan tulisan ilmiah terkini

Dalam katalog dan basis data, urutkan menurut tanggal teranyar dan cari buku-buku dari majalah ilmiah dan tulisan dari jurnal ilmiah. Semakin baru sumbernya, semakin tidak sedikit referensi dan kutipan terbaru.


  • Pencarian kutipan dalam sumber-sumber ilmiah

Lacak referensi, daftar kaki, daftar akhir, kutipan, dll dalam bacaan yang relevan. Cari kitab atau jurnal tertentu di Katalog perpustakaan. Teknik ini menolong Anda menjadi unsur dari pembicaraan ilmiah mengenai topik tertentu.


  • Pencarian melewati bibliografi yang diterbitkan (termasuk set daftar kaki dalam dokumen subjek yang relevan)

Daftar buku yang diterbitkan mengenai subjek-subjek tertentu tidak jarang kali menyematkan sumber yang terlewatkan melewati jenis penelusuran lainnya. Bibliografi ialah judul subjek dalam Katalog, jadi penelusuran yang diberikan panduan dengan Bibliografi sebagai subjek dan topik kita sebagai keyword akan menolong Anda menemukannya.


  • Mencari melewati sumber orang (baik melewati kontak verbal, email, dan lain-lain)

Orang tidak jarang kali lebih mau membantu daripada yang kita kira. Orang-orang tersebut contohnya profesor atau pustakawan dengan pengetahuan yang relevan.


  • Penjelajahan sistematis, khususnya sumber teks menyeluruh yang ditata dalam pengelompokan subjek yang bisa diprediksi

Perpustakaan mengatur kitab menurut subyek, dengan buku-buku serupa ditabung bersama. Menjelajahi tumpukan ialah cara yang baik guna menemukan kitab yang serupa; namun, di perpustakaan besar, sejumlah buku tidak sedang di tumpukan utama (misalnya saja, mereka mungkin dicek atau di ReCAP), jadi pakai katalog juga.


Jenis-Jenis Studi Kepustakaan

Macam-macam riset kepustakaan, antara lain:


  1. Kajian Pemikiran Tokoh

Penelitian pemikiran figur adalahpenelitian yang berupaya untuk mencari atau mengetahui pemikiran figur tertentu melewati karya-karya yang ditinggalkannya. Karya itu dapat berbentuk buku, surat, pesan atau dokumen-dokumen beda yang menjadi cermin atas pemikirannya.

Akan tetapi, bilamana tokoh yang bakal dikaji pemikirannya itu tidak meninggalkan karya, maka guna mendapatkan data penelitian, peneliti mesti melibatkan sekian banyak pihak yang berhubungan dengan figur yang hendak diteliti.

Peneliti seringkali harus mencantumkan dalil akademik yang paling ilmiah sehubungan dengan ketertarikannya guna mengkaji pemikiran figur tertentu. Salah satu pertimbangan dalam mengkaji pemikiran figur tertentu merupakan karya-karya yang ditinggalkannya, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Baca Juga : Metode Penelitian Hukum – Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli

Pertimbangan lainnya yakni karya figur yang terkaitdalam kehidupan bermasyarakat, laksana pendiri lembaga edukasi terkemuka atau sejenisnya. Jadi nyaris tidak barangkali penelitian pemikiran figur tanpa mengkaji karya-karya orisinil dari figur yang diteliti.

Contoh tokoh-tokoh yang sudah lazim diusung sebagai riset kepustakaan contohnya Ki Hadjar Dewantara, Muhammad Abduh, Imal Ghazali, Nurcholis Madjid dan masih tidak sedikit lagi figur kaliber dunia yang tidak jarang kali menjadi objek riset mahasiswa.


  1. Analisis Buku Teks

Buku teks yang dimaksud dalam urusan ini menakup kitab pelajaran (SD, MI, SMA, MA, SMK, dan buku-buku referensi di perguruan tinggi). Penelitian berbasis analisis kitab teks terhadap buku-buku latihan disekolah biasanya mempunyai sifat evaluasi untuk mengukur relevansi materi latihan dengan pertumbuhan mutakhir.

Sedangkan riset kepustakaan terhadap buku-buku referensi diperguruan tinggi lebih mempunyai sifat pengembangan atau implementasi teori yang sudah ada, dan relevansinya dengan pertumbuhan zaman sekarang.


  1. Kajian Sejarah

Hampir semua riset sejarah selalu memakai penelitian kepustakaan dengan teknik pendataan data dokumenter. Akan tetapi, data data dalam riset sejarah tidak terbatas pada kitab atau karya, melainkan pun mencakup benda-benda peninggalan sejarah.

Meskipun demikian, riset sejarah tidak melulu sebatas untuk menggali tahu peristiwa yang sudah terjadi dimasa lampau, namun lebih menitikberatkan pada analisis sejarah yang berupaya mengungkap peristiwa-peristiwa dibalik bukti-bukti sejarang yang ada.