Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli : Dinoflagellata atau Pyrrophyta yang terdiri dari sekitar 1.100 jenis, terutama hidup di dalam air laut, walaupun beberapa jenis hidup di air tawar. Dinoflagellata merupakan ganggang uniseluler yang motil, dengan ciri utama terdapat celah dan alur di sebelah luar pembungkus yang melingkupi dinding sel.


Dinoflagellata Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Contohnya

Pengertian Dinoflagellata

Dinoflagellata atau Pyrrophyta yang terdiri dari sekitar 1.100 jenis, terutama hidup di dalam air laut, walaupun beberapa jenis hidup di air tawar. Dinoflagellata merupakan ganggang uniseluler yang motil, dengan ciri utama terdapat celah dan alur di sebelah luar pembungkus yang melingkupi dinding sel.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Protozoa Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Produksinya


Yang masing-masing alur pada Dinoflagellata mengandung satu bulu cambuk. Beberapa jenis Dinoflagellata tidak memiliki dinding sel, namun kebanyakan memiliki dinding sel yang terbagi-bagi menjadi lempeng-lempeng selulosa polygonal yang saling bersambungan sangat rapat.


Ada beberapa jenis cangkangnya mengandung fosfor sehingga memendarkan cahaya di malam hari. Didalam sitoplasma terdapat plastid yang berisi pigmen klorofil dan pigmen cokelat kekuning-kuningan. Ganggang ini berkembang biak dengan pembelahan sel.


Pengertian Dinoflagellata Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Dinoflagellata Menurut Para Ahli.


(Haeckel’s, 1904 dalam Verda, 2010)

Flagellata dalam bahasa Latin diambil dari kata  flagell yang berarti cambuk. Ciri khas dari kelas flagellata ini adalah alat geraknya yang berupa cambuk getar (Sudewa, 2010). Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagel juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga digunakan sebagai alat indera karena mengandung sel-sel reseptor di permukaan flagel dan alat bantu untuk menangkap makanan.


(Margono, 1998)

Flagelata memiliki 1 inti atau lebih dari 1 inti dan alat pergerakan (alat neuromotor) yang terdiri dari kinetoplas dan flagel. Kinetoplas terdiri dari blefaroplas, kadang-kadang ada benda parabasal. Aksonema merupakan bagian flagel yang terdapat di dalam badan parasit. Kadang-kadang ada struktur yang nampak sebagai satu garis mulai dari anterior sampai ke posterior yang disebut aksostil. Di samping badan parasit terdapat membran bergelombang dan kosta yang merupakan dasarnya. Beberapa spesies flagelata mempunyai sitostoma.


(Roger, 1988)

Berdasarkan struktur morfologinya, Flagellata dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata. Fitoflagellata merupakan kelompok flagellata yang memiliki ciri seperti tumbuhan, sedangkan Zooflagellata merupakan kelompok flagellata yang memiliki ciri seperti hewan.


(Vila dkk.,2001)

Dinoflagellata ditemukan hidup sebagai organisme planktonik dan organisme epibentik. Dinoflagellata epibentik dapat bersifat epifitik (yang berasosiasi dengan lamun dan makroalga) atau bentik (menempel di pecahan atau puing karang, pasir dan detritus).


(Steidinger and Baden, 1984; Vila dkk., 2001)

Dinoflagellata epibentik umumnya memiliki kemampuan untuk memproduksi senyawa bioaktif, termasuk senyawa yang dapat mengontaminasi berbagai biota laut (Graham and Wilcox, 2000).  Dinoflagellata epibentik yang bersifat toksik dapat hidup di berbagai macam substrat seperti makroalga, lamun, pecahan karang dan sedimen.


(Randall,1958 in de Sylva, 1994)

Toksin yang dihasilkan oleh Dinoflagellata epibentik adalah Ciguatoxin, yang dapat menyebabkan Ciguatera Fish Poisoning (CFP) atau ciguatera. Ciguatera adalah gejala keracunan yang dialami oleh manusia maupun hewan mamalia lain, yang umumnya dialami setelah mengonsumsi berbagai macam ikan-ikan laut tropis yang berasosiasi dengan terumbu karang.


(De Sylva, 1994; Fraga dkk., 2012).

Toksin tersebut masuk melalui rantai makanan dimana Dinoflagellata epibentik toksik yang menempel pada substrat makroalga atau lamun akan dikonsumsi oleh ikan herbivora yang memakan substrat tersebut, kemudian ikan herbivore dikonsumsi oleh ikan karnivora. Toksin tersebut kemudian akan terakumulasi pada ikan karnivora.


Ciri-Ciri Dinoflagellata

Berikut ini beberapa ciri-ciri Dinoflagellata yaitu:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rangkuman Materi Protista Beserta Penjelasannya


  • Dinoflagellata bertatahkan dengan piring yang terbuat dari bahan seperti selulosa dan silica.
  • Sebagian dinoflagellata mengandung pigmen klorofil –a, klorofil-c dan karotenoid yang memungkinkan mereka untuk menjalani proses fotosintesis untuk menghasilkan energi.

  • Beberapa spesies dinoflagellata mengeluarkan racun ke dalam air, ledakan populasi organisme ini dapat menyebabkan daerah yang mereka tempati di laut untuk menerima warna merah dan umumnya disebut “ Red Tide ( pasang merah ) ”, selama pasang merah ikan kerang dan ikan lainnya dianggap beracun bagi manusia dan tidak boleh dikonsumsi.

  • Dinoflagellata dasarnya memiliki dua alat reproduksi, selama kondisi normal mereka mereproduksi seperti sel apapun dengan pembagian vegetatif. Ini berarti bahwa dinoflagellata baru putus dari dinoflagellatatua dan tumbuha menjadi organisme terpisah. Tetapi dibawah kondisi stress tertentu seperti dingin, kelaparan dan kekurangan cahaya mereka menjalani proses yang berbeda untuk mereproduksi.

  • Dinoflagellata akan bergabung bersama dalam proses yang disebut fusion, mereka akan tinggal bersama-sama melalui masa stress dalam keadaan semi-aktif. Sekali lagi kondisi yang menguntungkan mereka putus menjadi potongan-potongan kecil yang sebut kista dan tumbuh menjadi organisme baru berukuran penuh.

Klasifikasi Dinoflagellata

Karena dinoflagellata dapat dilihat baik sebagai seperti tanaman dan seperti hewan, klasifikasi mereka telah diperdebatkan dikalangan ahli botani zoolagi dan paleotologi. Yang paling banyak diterima skema klasifikasi ialah bahwa semua dinoflagellata ialah anggota kerajaa Protista divisi Dinophyta dan kelas Dinophyceae. Dinoflagellata kemudian diklasifikasikan ke dalam banyak ordo genus dan spesies berdasarjan karakteristik seperti perilaku makan, komposisi plat luar mereka anatomi dan fisiologi keseluruhan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Klasifikasi Hemichordata, Urochordata Dan Cephalochordata


Pyrrophyta (Alga Api)

Name          : Dinoflagellates

Class           : Dinoflagellata, Dinophyceae

Phylum       : Dinophyta

Order          : Gonyaulacales

Species       : Gonyaulax balechii


Klasifikasi Dinoflagellata

Gonyaulax menyebabkan kerusakan pada industri utama. Gonyaulax merupakan salah satu dinoflagellata bertanggung jawab untuk munculnya pasang merah. Selama pasang merah, banyak ikan, ikan paus, manatee, dan pantai burung telah mati dalam jumlah besar karena kondisi anoxic dihasilkan oleh dinoflagellata mekar. Gonyaulax racun dari hewan laut juga dapat langsung beracun di bagian atas piramida makanan. Gonyaulax merupakan produsen utama dalam jaringan makanan.


Toksisitas Dinoflagellata

Mayoritas dari dinoflagellata berasal dari lautan, tetapi ada beberapa ratus spesies yang lain yang berada di air segar. Dinoflagelata adalah komponen yang penting dari plankton, khususnya pada kondisi hangat sebagai penambahan, beberapa spesies adalah benthic atau terjadi dalam peristiwa simbiotik, dinoflagellata memiliki variasi nutrisi yang besar, dari ragenututropik ke bentuk heterotropik yang mana terdapat juga intevertebrata parasit dan ikan atau alga phagocytiza yang lain.


Dinoflagelata yang memiliki sistem fotosintesis dan membutuhkan vitamin disebut autotropi dan yang membutuhkan energi disebut heterotrop. Pertumbuhan yang cepat dari plankton dinoflagelata mungkin akan menghasilkan warna coklat atau merah perubahan wama air disebut red tides. Red tides biasanya terjadi pada air pesisir pantai dan muara.


Beberapa dinoflagelata menghasilkan red tides adalah luminescent Spesics lain mungkin mengandung racun yang dapat dilepaskan ke dalam air atau terakumulasi dalam rantai makanan. Dalam beberapa kasus, racun dapat menyebabkan kematian ikan atau menyeliabkan keracunan manusia yang makan makanan yang terkontaminasi oleh moluska atau ikan.


Dari 20 jenis algae penyebab ikan mati, 17 di antaranya pernah ditemukan di Teluk Jakarta. Tiga di antaranya yang ditemukan di perairan di utara Jakarta adalah jenis Dinophysis spp, Alexandrium spp, dan Pseudonitschia spp. seseorang yang mengonsumsi kerang yang mengandung algae jenis Alexandrium spp, dapat terkena kanker hati paralytic shellfish poisoning (PSP).


Jenis racunnya disebut saxitoxin. Berdasarkan penelitian yang pernah diterapkan pada tikus, racun saxitoxin berdaya bunuh 1.100 kali dibandingkan sianida, sedangkan bisa ular kobra “hanya” berdaya bunuh 500 kali. Sedangkan daya bunuh tertinggi terdapat pada algae Gambierdiscus toxicus dengan meitotoxin-nya yang berdaya bunuh 22.000 kali.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Klasifikasi Porifera Beserta Cirinya


Hanya sedikit dinoflagellata (diperkirakan 20 spesies) adalah racun (Steiding r, 1983; Steidinger and Baden 1984; Taylor, 1985). Biasanya masing-masing spesies membentuk campuran racun yang berbeda. Racun yung utama adalah saxitoxin dan itu dihasilkan oleh Alexandrium, brevetoxin dihasilkan oleh Ptychodiscus, dan ciguatoxin dihasilkan oleh Gauabierdiscus. Keracunan manusia biasanya terjadi setelah memakan Ikan atau moluska yang mengakumulasi racun yang memakan dinoflagelata.


Macam-Macam Toksin Dinoflagellata

Kecepatan pertumbuhan populasi ganggang api dipengaruhi oleh suhu, kadar garam dan nutrisi, serta kedalaman air laut. Pada musim tertentu, terjadi putaran arus dari bawah laut yang menyebabkan terangkatnya nutrisi dari dasar laut ke permukaan. Hal tersebut menyebabkan populasi Pyrrophyta yang melimpah (blooming) dan timbul pasang merah (red tide) di laut. Pasang merah berbahaya bagi organisme laut dan manusia karena ganggang api tersebut menghasiikan racun. Jenis-jenis ganggang api penghasil racun antara lain sebagai berikut:


  1. Pfiesteriamenghasilkan racun yang menyebabkan kerusakan sistem saraf (neurotoksin). Neurotoksin dapat menyebabkan kematian ikan, udang, kepiting, dan burung. Manusia akan mengalami gangguan kesehatan apabila mengonsumsi produk laut yang terkontaminasi neurotoksin.

  2. Gymnodinium breve menghasilkan racun brevetoksin atau gymnocyn A yang menyebabkan keracunan A yang menyebabkan keracunan dengan gejala pusing, mual, muntah, dan ataksia (gangguan koordinasi gerakan otot).

  3. Lingulodium polyedrum danGonyaulax menghasilkan racun saksitoksin yang dapat menyebabkan muntah, diare, hingga hilangnya koordinasi tubuh jika dikonsumsi manusia.
  4. Gambierdiscus toxicusmenghasilkan ciguatoksin.

Namun ada spesies ganggang api yang tidak meng hasilkan racun, misalnya Noctiluca scintillans dan Ceratium hirundinella.


Fenomena Dinoflagellata

Dinoflagellata dalam jumlah yang kecil sebagai penyusun komunitas plankton laut, tetapi lebih melimpah di perairan tawar. Fenonema menarik yang dihasilkan oleh Pyrrophyta adalah kemampuan bioluminescence (emisi cahaya oleh organisme), seperti yang dihasilkan oleh Noctilua, Gonyaulax, Pyrrocytis, Pyrodinium dan Peridinium sehingga menyebabkan laut tampak bercahaya pada malam hari.  Fenomena lainnya adalah pasang merah (red tide) yaitu blooming Pyrrophyta dengan 1- 20 juta sel per liter. Red tide dapat menyebabkan:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Makalah Teori Indikator Asam Basa : Indikator, Ciri, Contoh Dan Fungsinya


  1. Kematian ikan dan invertebrata, jika yang blooming adalah Ptychodiscus brevis, Prorocentrum dan Gymnodiniumbreve.
  2. Kematian invertebrata jika yang blooming adalah Gonyaulax, Ceratium dan Cochlodinium.
  3. Kematian organisme laut, yang lebih dikenal sebagai paralytic shellfish poisoning, jika yang blooming adalah

Contoh Dinoflagellata

Ada sekitar 4.500 spesies dinoflagellata, cotoh umum termasuk Pfiesteria piscicidia, Gonyaulax catanella dan Noctiluca scintillans.


  • Pfiesteria Piscicidia

    Merupakan spesies dinoflagellata banyak dijumpai di lepas pantai North Carolina. Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa ia bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah besar ikan dengan mensekresi racun. Spesies ini memiliki strategi makan yang menarik. Hal ini diketahui memggunakan racun untuk membunuh ikan kemudian menunggu untuk mengkonsumsi jaringan yang sloughs dari organisme yang membusuk. Hal ini membuat salah satu spesies heterotrofik dari beberapa dinoflagellata.


  • Gonyaulax Catanella

    Merupakan dinoflagellata yang berputar sangat ketika mereka bergerak dengan menggunakan dua flagella mereka. Mereka juga salah satu yang terkenal spesies bercahaya dari dinoflagellata karena mereka mengeluarkan cahaya biru-hijau di perairan yang mereka huni.


  • Noctiluca Scintillans

    Merupakan spesies dinoflagellata heterotrofik yang memakan plankton yang ditemukan dimuara dan daearah dangkal dari landas kontinen. Spesies ini sering disebut sebagai kilauan laut karena menunjukkan bioluminesensi dan menjadi sangat terang ketika terganggu dalam air.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Larutan Elektrolit : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap