“Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga )

Diposting pada

Pengertian Usus, Usus Halus, Usus Besar, Usus Buntu, Jenis, Fungsi dan Gejala adalah sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. usus terdiri dari dua bagian: usus kecil dan usus besar (kolon)

pengertian-usus


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya


Pengertian Usus

Usus adalah bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. Pada manusia dan mamalia lain, usus terdiri dari dua bagian: usus kecil dan usus besar (kolon). Pada manusia, usus kecil terbagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar terbagi menjadi cecum, kolon, dan rektum.

Sistem pencernaan manusia terdiri atas dua bagian, yaitu traktus gastrointestinal dan organ aksesoris pencernaan. Traktus gastrointestinal merupakan saluran yang bersambung dari mulut ke anus melewati rongga toraks dan abdominopelvis. Organ traktus gastrointestinal terdiri atas mulut, sebagian besar faring, esophagus, lambung,
usus kecil, dan usus besar. Organ aksesoris pencernaan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, kantung empedu, dan pankreas. Usus kecil berperan dalam sebagian besar pencernaan dan absorpsi. Usus kecil mulai dari sfingter pylorus lambung sampai pembukaan usus besar. Ukuran diameter 2,5 cm, panjang sekitar 3 meter. Usus kecil dibagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum atau usus 12 jari, jejunum, dan ileum.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lapisan Penyusun Dinding Usus Dalam Biologi Lengkap


Usus kecil

Usus kecil

Usus kecil berperan dalam sebagian besar pencernaan dan absorpsi. Usus kecil mulai dari sfingter pylorus lambung sampai pembukaan usus besar. Ukuran diameter 2,5 cm, panjang sekitar 3 meter. Usus kecil dibagi menjadi tiga bagian yaitu duodenum atau usus 12 jari, jejunum, dan ileum.

  • Duodenum merupakan bagian paling pendek dan terletak retroperitoneal. Pendarahan duodenum berasal dari arteri celiac dan superior mesenterik. Arteri celiac memberi cabang ke arteri gastroduodenal dan arteri pancreaticoduodenal ke bagian descenden duodenum. Arteri superior mesenterik melalui cabangnya arteri inferior pancreaticoduodenal memperdarahi duodenum distal. Pendarahan balik melalui vena mesenterik superior dan vena splenik ke vena porta hepatik. Duodenum dipersyarafi oleh saraf vagus dan saraf celiac dan pleksus mesenterik superior.

    Bagian terpendek (25cm), yang dimulai dari pyloric sphincter di perut sampai jejunum. Berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pancreas dan duodenal papilla, tempat bermuaranya pancreas dan kantung empedu. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase. Pankreas menghasilkan amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino/albumin dan polipeptida. Dinding usus halus mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar brunner yang berfungsi  memproduksi getah intestinum.

  • Jejunum mulai pada ligamentum of treitz dan memiliki panjang sekitar 1 meter sampai ke ileum.memiliki panjang antara 1,5 m – 1,75 m. Di dalam usus ini, makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan berbagai macam enzim yang dapat memecah makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam jejunum, makanan menjadi bubur yang lumat yang encer.
  • Ileum merupakan bagian dari usus kecil yang terpanjang yaitu sekitar 2 meter. Ileum akan bertemu dengan usus besar melalui sfingter ileocecal. panjangnya antara 0,75m – 3,5m terjadi penyerapan sari–sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus/vili. Adanya jonjot usus mengakibatkan permukaan ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan makanan dapat berjalan dengan baik. Dinding jonjot usus halus tertutup sel epithelium yang berfungsi untuk menyerap zat hara. Terdapat sekitar 1000 mikrovili (gambar 3) dalam tiap sel. Dinding tersebut juga mengeluarkan mucus. Enzim pada mikrovili menghancurkan makanana menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa yang menyerap zat hara dari permukaan jonjot. Vena porta mengambil glukosa dan asam amino, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke sel limfa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 13 Perbedaan Usus Halus Dan Usus Besar

Jenis-Jenis Usus

Setiap manusia yang kondisi tubuhnya masih sehat pasti mempunyai usus halus dan usus besar, nah berikut ini penjelasan singkat mengenai kedua jenis usus tersebut.


Usus Halus

Usus Halus

Usus halus dapat dibedakan atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. Usus halus atau intestinum tenue merupakan bagian dari saluran pencernaan yang juga berfungsi sebagai tempat mencerna makanan dan absorpsi sari makanan. Usus halus memiliki lipatan – lipatan yang pada permukaan terdapat banyak jonjot usus. Panjang usus halus diperkirakan sekitar 6 meter dengan diameter 2,5 sentimeter. Usus halus dapat dibedakan atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.


Usus dua belas jari

Usus dua belas jari atau duodenum merupakan bagian usus halus yang berhubungan dengan lambung. Usus ini memiliki ukuran panjang sekitar 25 cm atau seukuran dua belas jari manusia. Pada duodenum bermuara dua saluran, yaitu saluran empedu dan saluran pancreas

  • Saluran empedu
    Saluran empedu berasal dari hati dan berfungsi sebagai penyalur cairan empedu. Didalam cairan empedu terdapat garam empedu, kolesterol, dan bilirubin. Garam empedu berfungsi untuk mereduksi tegangan permukaan lemak sehingga lemak dapat diubahh menjadi bentuk emulsi. Kolesterol merupakan sisa metabolism lemak yang harus dikeluarkan dari tubuh. Dalam jumlah banyak, kolesterol dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan stroke. Bilirubin merupakan zat warnaempedu yang berasal dari hasil perombakan sel – sel darah merah yang telah tua. Sebagian bilirubin diangkut oleh darah menuju ke ginjal untuk dibuang bersama urine. s Saluran


  • Pancreas
    Saluran pancreas berisi cairan pancreas yang digetahkan oleh kelenjar pancreas. Cairan pancreas mengandung enzim – enzim tersebut, antara lain karbohidrase pancreas, lipase prankreas, dan tripsinogen. Karbohidrase pankreas atau disebut juga amilase pankreas berfungsi untuk mencerna amilum menjadi maltosa dan bentuk disakarida lainnya. Lipase pancreas berfungsi untuk mengubah emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi polipeptida. Selain mengandung enzim, cairan pancreas juga menghasilkan natrium bikarbonat (NaHCO3). Garam bikarbonat ini bersifat basa sehigga dapat menetralisir kimus yang bersifat asam dari lambung. Dalam sistem pencernaan, hati, pankreas, dan kantong empedu dikenal sebagai organ pembantu pencernaan. Selain menerima cairan empedu dan cairan pancreas, usus dua belas jari juga mengeluarkan semacam enzim khusus yang disebut enterokinase. Enzim ini berfungsi untuk mengubah tripsinogen menjadi tripsi (suatu bentuk enzim aktif).


Usus kosong

Usus kosong atau jejenum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyelesaian dari semua proses pencernaan makanan. Artinya, sebagian kimus yang belum sempurna dicerna di duodenum akan dicerna lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga menghasilkan glukosa, asam amino, serta asam lemak dan gliserol.


Usus penyerapan

Usus penyerapan atau ileum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan zat – zat makanan. Ileum memiliki struktur yang berlipat – lipat dan pada daerah permukaannya terdapat jonjot-jonjot usus atau vilus. Dalam system ini, vilus berguna untuk memperluas daerah penyerapan.Pada ileum (vilus), beberapa zat makanan seperti glukosa dan asam amino masuk ke pembuluh kapiler, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke dalam pembuluh kil (lakteal). Selanjutnya, zat – zat yang berbahaya dimusnahkan. Setelah diproses, zat – zat makanan mengalir menuju jantung melalui vena hepatica. Sementara itu, zat – zat makanan yang masuk ke pembuluh kil (pembuluh getah bening) akan bermuara pada pembuluh vena (di belakang hati) dan membawanya ke jantung. Dari jantung, zat – zat makanan tersebut siap diedarkan oleh pembuluh darah ke seluruh sel – sel tubuh


Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus beserta bagian-bagiannya:


Usus halus merupakan penghubung lambung dan usus besar, lalu berapakah panjang usus manusia khususnya usus halus..?? Usus halus pada orang dewasa panjangnya kira-kira 22 m.

Usus halus dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  • Duodenum yang bentuknya melengkung seperti tapal kuda dengan panjang sekitar 25 cm.
  • Jejunum yang bentuknya berkelok-kelok dengan panjang 2 hingga 3 meter.
  • IIeum yang merupakan batas antara ileum dan jejunum ini memiliki, panjang kurang lebih 4 hingga 5 m.

Usus halus berfungsi menyerap nutrisi dan mineral yang ada dalam makanan dan melewati makanan yang dicerna ke usus besar.


Usus Besar

Usus Besar

Usus besar adalah usus yang terbesar. Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri.


Usus besar terletak di antara ileum dan anus. Fungsinya untuk mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K (dengan bantuan bakteri Escherichia coli), serta melakukan gerak peristaltic untuk mendorong tinja menuju anus. bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam usus besar juga berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi kotoran. Oleh karena itu kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Namun jika terjadi gangguan dalam usus besar (misalnya makanan yang terlalu masam atau pedas) dapat mengakibatkan penyerapan air terganggu. Hal ini menyebabkan tinja yang keluar menjadi cair yang disebut diare. (Wasis dan Irianto Yuli, Sugeng. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Dapartemen Pendidikan Nasional)


Usus besar atau intestinum krasum merupakan saluran terakhir dari saluran pencernaan. Sesuai dengan namanya, usus ini memiliki ukuran cukup besar dengan diameter sekitar 6,5 cm (bandingkan dengan ukuran diameter usus halus, yaitu sekitar 2,5 cm), tetapi berukuran pendek. Panjang usus besar hanya sekitar 1,5 meter. Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat suatu kantong yang disebut sekum (lebih dikenal sebagai usus buntu) dan umbai cacing (apendiks). Pada manusia, umbai cacing diduga berfungsi untuk melawan infeksi. Peradangan pada umbai cacing disebut apendiksitis. Pada sekum terdapat sebuah klep yang disebut klep ileosekum, yaitu semacam otot sfingter yang berfungsi untuk mencegah bakteri tidak kembali ke usus halus. Usus besar atau disebut juga kolon dibedakan atas tiga bagian yaitu usus besar naik atau kolon ascenden, usus besar melintang atau kolon transversum, dan usus besar turun atau kolon descenden. Di dalam usus besar hidup berbagai bakteri, terutama Escherichia coli,


jenis bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Bakteri ini berfungsi dalam pembusukan sisa makanan serta pembentukan vitamin K dan B kompleks yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu, di dalam usus besar terjadi juga proses pengaturan kadar air dalam pembentukan feses. Selanjutkan, melalui gerakan partistalsis feses didorong masuk ke dalam rectum. Rectum merupakan bagian terakhir dari usus besar yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum feses dikeluarkan melalui sfingter terakhir, yaitu anus. Proses pengeluaran feses melalui anus disebut defekasi. (Sudjadi, Bagod dan Laila, Siti. 2006. Biologi Sains dalam Kehidupan SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta: Yudhistira)

Usus besar sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Caecum (Sekum)
    Ini merupakan peralihan antara usus kecil dan usus besar. Di sekum ini terdapat pula umbai cacing atau usus buntu. Selain berguna untuk menyerap sisa air dan garam, sekum juga memiliki katup yang tugasnya mengendalikan jumlah makanan yang masuk ke dalam kolon.Saat makanan masuk ke dalam sekum, maka ia akan meneruskannya ke usus besar. Pada sekum, melekat pula struktur berbentuk seperti cacing yang bisa kita kenal sebagai usus buntu.
  2. Kolon Asenden
    Sesuai dengan namanya, kolon asenden berarti usus besar yang menanjak. Kolon asenden merupakan bagian paling besar dari usus besar.Letaknya berada di dasar perut kanan bawah dan ujungnya berakhir di samping hati. Berbeda dengan sekum, kolon asenden memiliki tugas lain yaitu menyerap air maupun nutrisi yang sebelumnya terlewatkan oleh usus halus.
  3. Kolon Transversum
    Sesuai dengan namanya, kolon transversum berarti usus besar yang melintang horizontal dari kanan ke kiri. Bagian yang lokasinya membentang dari sisi kanan ke kiri perut ini masih terhubung langsung dengan kolon asenden. Kolon transversum juga merupakan bagian usus besar yang langsung menempel dengan perut karena direkatkan oleh jaringan omentum.
  4. Kolon Desenden
    Sesuai dengan namanya,kolon desenden berarti usus besar yang menurun. Setelah makanan melewati kolon transversum, maka akan diteruskan ke kolon desenden yang letaknya di sisi perut sebelah kiri. Kolon ini bertugas menampung feses sementara sebelum diteruskan ke bagian rektum.
  5. Kolon Sigmoid
    Terusan dari kolon desenden adalah kolon sigmoid yang bentuknya mirip huruf S. Dalam bagian usus besar yang berukuran pendek tersebut terjadi kontraksi yang kuat agar feses dari kolon desenden bisa dikeluarkan melalui anus.
  6. Rektum
    Bagian ujung dari usus besar ini merupakan tempat penyimpanan akhir sebelum feses dikeluarkan lewat anus. Selain dilapisi mukosa dan pembuluh darah, rektum juga memiliki saraf yang berhubungan dengan otak sehingga seseorang bisa mengendalikan kontraksi saat buang air besar.

Struktur usus besar terdiri dari:

  1. Usus buntu
  2. Kolon asedens (kolon naik)
  3. Kolon transversum (kolon datar)
  4. Kolon desendens (kolon turun)
  5. Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

Fungsi Usus Besar

  • Usus besar merupakan tabung muscular berongga yang memiliki panjang kurang lebih 5 meter.
  • Usus besar dibagi menjadi empat bagian yaitu sekum, kolon, rektum dan anus.
  • Usus besar berfungsi menyerap air dan elektrolit sisa pencernaan dan menyimpan kotoran hasil sisa pencernaan sampai nantinya akan diekskresikan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Proses Metabolisme Lemak Dalam Tubuh


Fungsi Usus dalam Pencernaan

  • Menyerap Vitamin dan Nutrisi
    Fungsi utama usus besar salah satunya adalah untuk menyerap vitamin dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Terdapat beberapa jenis bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Bakteri-bakteri tersebut membantu memecah makanan yang tidak tercerna di dalam usus halus serta turut memproduksi vitamin K untuk diserap kembali ke dalam tubuh.
  • Menyerap Air
    Usus besar berfungsi sebagai penyerap air. Makanan yang masuk ke dalam usus besar akan mengalami penyerapan kadar airnya. Akan terjadi proses penyerapan air dan juga penyiapan limbah yang berupa feses untuk dikeluarkan melalui anus.
  • Mengurangi Keasaman
    Fungsi usus besar lainnya adalah mengurangi keasaman. Makanan yang dicerna akan diuraikan oleh bakteri, tetapi ada bakteri yang mengakibatkan makanan menjadi asam. Maka sudah menjadi fungsi usus besar untuk mengurangi tingkat keasaman.
  • Menyerap Makanan Yang Tidak Di Serap Usus Halus
    Dalam usus halus dilakukan penyerapan nutrisi, terkadang ada nutrisi yang tertinggal. Nah, di dalam usus besar ini akan menyerap ulang nutrisi yang belum terserap oleh tubuh.
  • Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
    Hal ini dapat dibuktikan ketika mengalami diare. Seseorang yang mengalami diare akan buang air besar berkali-kali hingga di dalam usus besar tidak tersisa. Maka reaksi tubuh akan mengalami lemas tidak berdaya.
  • Memadatkan Feses
    Fungsi usus besar selanjutnya adalah memadatkan feses. Memadatkan feses ini sangat penting bagi proses pembuangan feses. Jika tidak terjadi pemadatan maka akan seakan-akan diare.
  • Melindungi Sistem Pencernaan
    Bakteri baik dalam usus besar membantu untuk melawan patogen yang dapat menimbulkan berbagai masalah pencernaan. Lapisan mukosa pada usus besar juga berfungsi untuk mencegah penyerapan bakteri jahat pada usus.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Proses Metabolisme Lemak Dalam Tubuh

Tanda Gejala Bermasalah Usus

  1. Sakit perut
    Sakit perut adalah gejala radang usus yang paling umum. Rasa nyerinya dapat timbul akibat dipicu oleh hal berbeda. Misalnya karena sumbatan, penumpukan gas berlebih, atau infeksi yang membuat usus meradang sehingga perut terasa sakit. Ada pula orang-orang yang melaporkan nyeri berupa kram. Lokasi sakitnya pun bisa bermacam-macam, tergantung di mana sumber awal peradangannya. Sakit perut akibat kolitis ulserativa cenderung terpusat di kiri bawah perut, sementara sakit akibat penyakit Crohn dapat terasa menyebar di semua area perut.


  2. Diare
    Gejala radang usus yang paling sering menyusul sakit perut adalah diare. Diare terjadi ketika radang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri, virus, atau parasit) yang menyerang lapisan usus. Peradangan akibat infeksi tersebut kemudian mengganggu kerja usus untuk mencerna makanan dan mengolah feses. Peradangan membuat usus jadi lebih sering berkontraksi sementara menarik lebih banyak cadangan air tubuh ke salurannya. Inilah yang mengakibatkan Anda sering merasa mulas, dan ketika BAB feses terlihat cair.
    Seseorang dengan gejala radang usus bisa BAB lebih dari 10 kali dalam sehari. Diare akibat peradangan usus tidak bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga Anda memerlukan perawatan dari dokter.


  3. Demam
    Demam adalah tanda tubuh sedang meradang, seperti karena kolitis. Kolitis itu sendiri dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya infeksi atau karena gangguan autoimun. Kedua hal ini pada dasarnya memicu sistem imun kita untuk memproduksi zat-zat antibodi untuk melawan benda asing yang masuk ke tubuh.
    Nah, demam alias kenaikan suhu tubuh adalah salah satu perwujudan dari proses perlawanan tersebut. Demam muncul karena otak menganggap ada suatu yang salah atau berbahaya dalam tubuh Anda dan harus dimatikan. Demam yang menjadi gejala radang usus akibat infeksi biasanya berlangsung sekitar satu sampai 3 hari saja. Sementara jika demam berlangsung lebih lama dan sering kambuh, peradangan dalam usus bisa disebabkan oleh IBD (inflammatory bowel disease). Dalam beberapa kasus, demam akibat radang usus dapat terjadi pada malam hari. Gejala radang usus ini sering menyebabkan tidur jadi tidak nyenyak karena terus berkeringat deras sepanjang malam.


  4. BAB berdarah
    BAB berdarah adalah gejala radang usus yang sudah parah. Darah yang keluar dari feses menandakan bahwa ada luka di dalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh radang. Darah dalam feses merupakan salah satu tanda umum dari kolitis ulserativa, meski juga bisa disebabkan oleh penyakit Crohn. Selain itu, pengidap radang usus juga rentan memiliki wasir karena gejala diarenya tidak kunjung sembuh. Saat diare, Anda akan lebih sering mengejan keras-keras, yang memaksa jantung mengalirkan lebih banyak darah menuju anus.
    Pembuluh di anus yang “kebanjiran” aliran darah ini dapat mem bengkak dan akhirnya pecah. Alhasil, feses yang keluar lewat anus bisa membawa darah dari kebocoran pembuluh tersebut.


  5. Nafsu makan berkurang
    Penurunan nafsu makan dapat menjadi gejala radang usus, terutama yang disebabkan oleh penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, karena penyakit ini menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, sakit atau kram perut, kembung, dan diare. Gejala tersebut akan membuat perut terasa tidak nyaman, dan Anda pun jadi tidak nafsu makan. Komplikasi dari radang usus seperti sariawan di mulut dan kelelahan kronis juga dapat membuat Anda malas makan.


  6. Berat badan turun drastis
    Kombinasi dari berbagai gejala di atas, mulai dari kelelahan, diare, demam, malas makan, dan dehidrasi dapat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Peradangan pun membuat usus tak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Padahal, beberapa nutrisi seperti mineral magnesium dan zink berperan mengatur nafsu makan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap

Radang Usus Buntu

Penyebab Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.
Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.


Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin, Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.
Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.

  • Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)
    Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.
    Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).
  • Tanda dan Gejala Penyakit Radang Usus Buntu

Gejala usus buntu bervariasi tergantung stadiumnya;

  1. Penyakit Radang Usus Buntu akut (mendadak).
    Pada kondisi ini gejala yang ditimbulkan tubuh akan panas tinggi, mual-muntah, nyeri perut kanan bawah, buat berjalan jadi sakit sehingga agak terbongkok, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.

  2. Penyakit Radang Usus Buntu kronik.
    Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).
    Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.


Pemeriksaan diagnosa Penyakit Radang Usus Buntu

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosa adanya penyakit radang usus buntu (Appendicitis) oleh Pasiennya. Diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiology ;

  1. Pemeriksaan fisik.
    Pada appendicitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana merupakan kunci dari diagnosis apendisitis akut.  Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan usus buntu semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur (rectal) yang lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.

  2. Pemeriksaan Laboratorium.
    Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000 – 18.000/mm3. Jika terjadi peningkatan yang lebih dari itu, maka kemungkinan apendiks sudah mengalami perforasi (pecah).


  3. Pemeriksaan radiologi.
    foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 – 97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93 – 98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.


Penanganan dan Perawatan Penyakit Radang Usus Buntu

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit radang usus buntu (appendicitis) adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosa kemungkinan pemberian obat antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.
Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Fungsi Kelenjar Timus Dalam Biologi


Tips Menjaga Kesehatan Usus

Karena usus merupakan organ tubuh yang berguna untuk proses pencernaan, maka penting untuk menjaga jumlah bakteri baik dalam usus tersebar luas dan dalam kondisi normal agar anda memiliki kondisi tubuh yang prima. Berikut ini beberapa cara mudah untuk menjaga kesehatan usus anda.

  • Mengkonsumsi produk susu probiotik seperti yogurt, mengkonsumsi makanan kaya serat dan mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti jeruk, pisang, kiwi, paprika, gandum, kacang almond, minyak zaitun, bawang putih, daun bawang dan sebagainya.
  • Memiliki pola hidup yang sehat, seperti miliki waktu istirahat dan makan yang teratur, serta rutin berolah raga.
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok untuk menghindari senyawa karsinogen masuk ke dalam tubuh.

Karena penyakit usus bisa menyerang siapa saja untuk itu penting menjaga kesehatan usus, apalagi pada orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit kanker usus, orang yang menderita penyakit diabetes, orang yang menderita radang usus, wanita yang memiliki riwayat penyakit pada rahim, ovarium, payudara, orang yang mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok atau kanker serta orang yang usianya sudah diatas 50 tahun.

Sementara untuk anda yang masih berusia muda dan tidak memiliki riwayata penyakit tersebut atau memiliki tidak memiliki kebiasaan buruk, anda harus menjaga pola hidup sehat dan mengatur pola makan. Jika anda masih berpikir berapakah panjang usus manusia?? ya panjang usus manusia sekitar 1.296 m2 atau jika dibentangkan luasnya hampir 2 kali luas lapangan tenis.