Pengertian Sistem Informasi

Diposting pada

Pengertian Sistem Informasi, Fungsi, Tujuan, Manfaat, komponen, Klasifikasi, Ciri, Jenis, dan Contoh : Sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan

Sistem Informasi

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.


Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.


Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.


Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.


Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).


Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat- keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.


Sebuah sistem informasi merupakan suatu kumpulan atau seperangkat komponen yang berhubungan dan mendukung dengan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi.


Hasil dari proses tersebut digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam hal penganalisaan dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  10 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Ahli dan Tujuannya


  • Konsep Dasar Sistem

Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.


Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah : suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.


Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi bisnis yang terjadi.


Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.


Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.


Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.


Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :

  1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
  2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
  3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
  4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.

  • Konsep Dasar Informasi

Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola.


Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.


Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.


Definisi informasi adalah : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.


Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.


Metode pengumpulan data / Informasi

  1. Pengamatan langsung
  2. Wawancara
  3. Perkiraan koserponden
  4. Daftar pertanyaan

Siklus informasi : Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).


Kebutuhan informasi didasarkan pada :

  1. Kegiatan bisnis yang semakin komplek.
  2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.

Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.


Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :

  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

    Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :


  • Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

  • Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.

  • Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

  1. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal.

    Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.


  2. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

    Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.


  3. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

  • Konsep Dasar Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.


Definisi sistem informasi adalah : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.


Definisi lain sistem informasi adalah : kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.


  • Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu : blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Ke-enam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.


Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.


Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.


Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.


Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).


Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).


Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer),


teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)


Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.


Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Keuangan” Pengertian & ( Bentuk – Sifat – Tujuan – Fungsi )


Jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian


  1. Transaction Processing Systems (TPS)

TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.


  1. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)

OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.


Aspek- aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.


KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.


  1. Sistem Informasi Manajemen (SIM)

SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).


  1. Decision Support Systems (DSS)

DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.


  1. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)

AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis.


Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.


Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.


  1. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)

Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi.


GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.


  1. Executive Support Systems (ESS)

ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.


  • Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :


  1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,

  2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.

  3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah). Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

  • Analis Sistem Definisi Analisis Sistem

Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.


Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.


Analis Sistem

Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.


Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.


Peranan Analis Sistem

Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :


  1. Sebagai konsultan
  2. Sebagai ahli pendukung
  3. Sebagai agen perubahan

Tugas Analis Sistem

Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :

  1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.

  2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.

  3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.

  4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.

  5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tujuan Sistem Informasi Manajemen Beserta Contohnya Lengkap


Sistem Informasi Menurut Para Ahli

a. Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis

  • Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi serta menyediakan pihak luar dengan laporan-laporan yang diperlukan.

b. Menurut Rommey (1997: 16)

  • Sistem informasi adalah cara untuk memasukan, mengumpulkan, menyimpan serta mengolah data dan terorganisir dengan cara sebagai mengelola, menyimpan, melaporkan serta mengendalikan informasi dengan cara organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telag ditetapkan.

c. Menurut Tafri D. Muhyuzir

  • Sistem informasi merupakan data yang dukumpulkan, diolah, serta diklassifikasikan dengan sedemikian rupa sehingga menjadi sistem informasi entitas terkait mengandung dan tungagal satu sama lain sehingga akan menjadi sistem informasi berharga bagi mereka yang mengirimnya.

d. Menurut O’Brien

  • Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari setiap unit yang dikelola orang (manusia), hardware (perangkat keras, software (perangkat lunak), jaringan komuniakasi data serta komputer, dan database (basis data) yang mengubah, mengumpulkan, serta menebarkan infomasi tentang yang bentuk organisasi.

e. Menurut Mc Leod

  • Sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber serta memakai berbagai media untuk menampilkan informasi.

f. Menurut Lani Sidharta

  • Sistem informasi merupakan sistem buatan dari manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen – komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.

g. Menurut Leitch Rosses

  • Sistem informasi express ialah sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

h. Menurut Tata Sutabri, Kom., MM

  • Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan.

i. Menurut Gordon B. Davis (1991: 91)

  • Sistem informasi merupakan sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data yang sesuai dengan instruksi serta mengeluarkan hasilnya.

j. Menurut Kertahadi (2007)

  • Sistem informasi merupakan alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa dan memiliki manfaat untuk penggunanya. Tujuannya ialah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

k. Menurut Erwan Arbie

  • Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan.

l. Menurut John F. Nash (1995: 8)

  • Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari manusia, teknologi, media, prosedur serta pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi, proses transaksi tertentu, membantu manajemen dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

n. Menurut Alter

  • Sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja merupakan sistem dimana manusia atau/dan mesin melakukan suatu pekerjaan dengan memakai sumber daya untuk menghasilkan produk tertentu dan/atau jasa untuk pelanggan. Sistem informasi merupakan sistem kerja yang kegitannya dimaksudkan untuk pengolahan (transmisi, menangkap, menyimpan, memanipulasi, mengambil, serta menampilkan) informasi.

Dengan demikian, Sistem informasi yang saling berhubungan dengan sistem data di satu sisi serta sistem aktivitas di sisi lain. Sistem Informasi merupakan bentuk komunikasi sistem dimana data yang mewakili serta diproses untuk membentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia untuk mengambil sebuah keputusan serta tindakan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap


Klasifikasi Sistem Informasi

NoKlasifikasiJenis
1.Sistem Informasi Menurut Level Organisasia.   Sistem Informasi Departemen

b.   Sistem Informasi Perusahaan

c.   Sistem Informasi Antarorganisasi

2.Sistem Informasi Fungsionala.   Sistem Informasi Akuntansi

b.   Sistem Informasi Keuangan

c.   Sistem Informasi Manufaktur

d.  Sistem Informasi Pemasaran

e.   Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

3.Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersediaa.   Sistem Pemrosesan Transaksi

b.   Sistem Informasi Manajemen

c.   Sistem Otomasi Perusahaan

d.  Sistem Pendukung Keputusan

e.   Sistem Informasi Eksekutif

f.    Sistem Pendukung Kelompok

g.   Sistem Pendukung Cerdas

4.Klasifikasi Menurut Aktivitas Manajemena.   Sistem Informasi Pengetahuan

b.   Sistem Informasi Operasional

c.   Sistem Informasi Manajerial

d.  Sistem Informasi Strategis

5.Klasifikasi Menurut Arsitektur Komputera.   Sistem Berbasis mainframe

b.   Sistem Komputer Pribadi (PC) tunggal

c.   Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan

Sistem Informasi Geografis


Sistem informasi geografis (Geograpics information system atau GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis (Aronoff, 1989). Hal ini memungkinkan data dapat diakses penunjukan ke suatu lokasi dalam peta yang tersaji secara digital.


Sistem informasi geografis digunakan untuk menangani data spasial atau data keruangan. Sistem seperti ini banyak digunakan antara lain untuk pemetaan tanah dan agrikultur, arkeologi, jaringan listrik dan geologi. Sistem informasi geografis berskala nasional yang pertama dioperasikan di Kanada dengan nama CGIS (Canada Geograpics Information System) pada akhir 1960-an.


Sistem ERP

Sistem ERP (Enterprise Resource Planing) merupakan aplikasi bisnis terintegrasi (sistem informasi terintegrasi) dan umumnya dapat dipakai untuk menangani kebanyakan bisnis. Sistem ini memiliki modul-modul seperti pengendalian sediaan, utang dagang, piutang dagang, perencanaan kebutuhan material hingga penanganan sunber daya manusia.


S Komponen-Komponen penyusun ERP (O’Brien, 2001)

  • Perencanaan Produksi
  • Logistik Terintegrasi
  • Akuntansi dan Keuangan
  • Sumber Daya Manusia
  • Penjualan, Distribusi, Manajemen Pemesanan
  • Pelanggan/Pegawai

S Contoh Modul-modul yang terdapat pada Sistem ERP yang disebut SAP R/3 dari SAP AG, Jerman (Martin, 1999)


Logistic Category :

Production Planing and Control Project Manajemen System Materials Management Quality Management Plant Maintenance Product Data Management Sales and Distribution Service Management


Human Resources Category :

Personnel Management Organizational Management Payroll Accounting Time Management Personnel Development


Financial Category :

Financial Accounting Controlling

Investment Management Treasury Management Enterprise Controlling


Fungsi Sistem Informasi

Fungsiutamaditerapkannyasisteminfomasimanajemendalamsuatuorganisasiadalahsebagaiberikut:

  1. Mempermudahpihakmanajemenuntukmelakukanperencanaan, pengawasan, pengarahandanpendelegasiankerjakepadasemuadepartemen yang memilikihubungankomandoataukoordinasidengannya.
  2. Meningkatkanefisiensidanefektifitas data yang tersajiakuratdantepatwaktu.
  3. Meningkatkanproduktifitasdanpenghematanbiayadalamsuatuorganisasi.
  4. Meningkatkankualitassumberdayamanusiakarena unit sistemkerja yang terkoordinirdansistematis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Geografi Terlengkap


Manfaat dan Tujuan


Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen :


  1. Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi

  2. Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis

  3. Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru

  4. Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif
  5. Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi
  6. Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi
  7. Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem

  8. Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan

Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen :

  • Menyediakan informasi  yang  dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Contoh sistem informasi

  1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.

  2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.

  3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.

  4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.

  5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.

  6. 0 Kemampuan utama sistem Informasi
  7. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.

  8. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
  9. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.

  10. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah.

  11. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.

  12. mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.

  13. mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
  14. pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Beberapa contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:


  1. Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerjaKeuangan, Accounting, Sumber DayaManusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.


  1. Supply Chain Management (SCM)

Sistem SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen akhir.


  1. Transaction Processing System (TPS)

TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov


  1. Office Automation System (OAS)

Sistem aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan. Contohnyaadalah email.


  1. Knowledge Work System (KWS)

Sisteminformasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru kedalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.


  1. Informatic Management System (IMS)

IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapa tmenyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.


  1. Decision Support System (DSS)

Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.


  1. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)

Sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenagaahli yang telah diprogram kedalamnya.Contohnya, sistem jadwal mekanik.


  1. Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)

Serupadengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu.Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario. Contohnyaadalah e-government.


  1. Executive Support System (ESS)

Sistem ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasilainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Geografis ( SIG )” Pengertian & ( Sejarah – Manfaat )


Komponen Dari Sistem Informasi

komponen SI dalam prosedur yang berkaitan dengan manual prosedur dan prosedur berbasis komputer dan standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.


Prosedur adalah urutan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan satu atau lebih kegiatan pengolahan informasi. Memproses informasi ini dapat dilakukan oleh pengguna, atau kombinasi dari pengguna dan staf IT.


Sebuah bisnis terdiri dari berbagai prosedur logis digabungkan untuk membentuk sebuah sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem penggajian, personil, akuntansi, dan gudang.


SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:

  1. Sistem Informasi Manajemen
  2. Sistem pendukung keputusan
  3. Sistem Informasi Eksekutif
  4. Sistem Pemrosesan Transaksi