Pengertian Reklamasi – Tipologi, Daerah, Problem, Manfaat, Dampak, Proses, Sumber, Keuntungan, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Reklamasi – Tipologi, Daerah, Problem, Manfaat, Dampak, Proses, Sumber, Keuntungan, Para Ahli : Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah luasan daratan untuk suatu aktivitas yang sesuai di wilayah tersebut dan juga dimanfaatkan untuk keperluan konservasi wilayah pantai.


reklamasi

Pengertian Reklamasi

Reklamasi atau bisa disebut reklamasi daratan, merupakan sebuah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau juga dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut juga tanah relamasi atau landfill.


Umumnya reklamasi daratan dilakukan dengan bertujuan sebagai perbaikan serta pemulihan sebuah kawasan berair yang rusak atau tak berguna untuk menjadi lebih baik serta bermanfaat. Kawasan tersbut dapat dijadikan sebuah lahan pemukiman, objek wisata serta kawasan niaga.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 21 Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli Terlengkap


Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah luasan daratan untuk suatu aktivitas yang sesuai di wilayah tersebut dan juga dimanfaatkan untuk keperluan konservasi wilayah pantai.


Reklamasi ini dilakukan bilamana suatu wilayah sudah tererosi atau terabrasi cukup parah sehingga perlu dikembalikan seperti kondisi semula, karena lahan tersebut mempunyai arti penting bagi negara. Salah satu contoh reklamasi yang sedang banyak dibicarakan adalah reklamasi pantai di Jakarta Utara.


Pengertian Reklamasi Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Reklamasi Menurut Para Ahli.


  • Menurut UUD

Reklamasi merupakan sebuah kegitan yang dilakukan oleh orang dalam meningkatkan manfaat sumber daya lahan yang ditinjau dari sisi lingkungan serta sosial ekonomi dengan cara pengurungan, drainase atau pengeringan lahan.


  • Save M Dagun, 1997: 952

Reklamasi merupakan sebuah pemanfaatan lahan yang tidak ekonomis sebagai kepentingan pemukiman, pertanian, industri, rekreasi dan yang lainnya, yang mencakup pengawetan tanah, pengawetan sumber air, pembebasan tanah tandus, drainase daerah rawa atau lembah dan proyek pasang surut.


Tipologi Kawasan Reklamasi

Menurut Modul Terapan Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai (2007), kawasan reklamasi dibedakan menjadi beberapa tipologi berdasarkan fungsinya yakni :


  1. Kawasan Perumahan dan Permukiman.
  2. Kawasan Perdagangan dan Jasa.
  3. Kawasan Industri.
  4. Kawasan Pariwisata.
  5. Kawasan Ruang Terbuka (Publik, RTH Lindung, RTH Binaan, Ruang Terbuka Tata Air).
  6. Kawasan Pelabuhan Laut / Penyeberangan.
  7. Kawasan Pelabuhan Udara.
  8. Kawasan Mixed-Use.
  9. Kawasan Pendidikan.

Selain berdasarkan fungsinya, kawasan reklamasi juga dibagi menjadi beberapa tipologi berdasarkan luasan dan lingkupnya sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Seni Rupa Murni Dan Terapan Beserta Perbedaannya


  • Reklamasi Besar yaitu kawasan reklamasi dengan luasan > 500 Ha dan mempunyai lingkup pemanfaatan ruang yang sangat banyak dan bervariasi. Contoh : Kawasan reklamasi Jakarta.
  • Reklamasi Sedang merupakan kawasan reklamasi dengan luasan 100 sampai dengan 500 Ha dan lingkup pemanfaatan ruang yang tidak terlalu banyak ( ± 3 – 6 jenis ). Contoh : Kawasan Reklamasi Manado.

  • Reklamasi Kecil merupakan kawasan reklamasi dengan luasan kecil (dibawah 100 Ha) dan hanya memiliki beberapa variasi pemanfaatan ruang ( hanya 1-3 jenis ruang saja ). Contoh : Kawasan Reklamasi Makasar.

Daerah Pelaksanaan Reklamasi Pantai

Perencanaan Kota (2013) memaparkan pelaksanaan reklamasi pantai dibedakan menjadi tiga yaitu:


  • Daerah reklamasi yang menyatu dengan garis pantai semula

Kawasan daratan lama berhubungan langsung dengan daratan baru dan garis pantai yang baru akan menjadi lebih jauh menjorok ke laut. Penerapan model ini pada kawasan yang tidak memiliki kawasan dengan penanganan khusus atau kawasan lindung seperti kawasan permukiman nelayan, kawasan hutan mangrove, kawasan hutan pantai, kawasan perikanan tangkap, kawasan terumbu karang, padang lamun, biota laut yang dilindungi – kawasan larangan ( rawan bencana ) dan kawasan taman laut.


  • Daerah reklamasi yang memiliki jarak tertentu terhadap garis pantai

Model ini memisahkan (meng-“enclave”) daratan dengan kawasan daratan baru, tujuannya yaitu :


  1. Menjaga keseimbangan tata air yang ada
  2. Menjaga kelestarian kawasan lindung (mangrove, pantai, hutan pantai, dll)
  3. Mencegah terjadinya dampak/ konflik sosial
  4. Menjaga dan menjauhkan kerusakan kawasan potensial (biota laut, perikanan, minyak )
  5. Menghindari kawasan rawan bencana

  • Daerah reklamasi gabungan dua bentuk fisik (terpisah dan menyambung dengan daratan)

Suatu kawasan reklamasi yang menggunakan gabungan dua model reklamasi. Kawasan reklamasi pada kawasan yang potensial menggunakan teknik terpisah dengan daratan dan pada bagian yang tidak memiliki potensi khusus menggunakan teknik menyambung dengan daratan yang lama.


Problem Utama Reklamasi

Problem utama yang menyertai perencanaan dan pelaksanaan reklamasi berkisar pada permasalahan yang berhubungan dengan aspek teknis (engineering), sosial ekonomis, yuridis, dan lingkungan. Semua aspek tersebut menjadi bahasan yang paling mendasar dan diperdebatkan oleh banyak kalangan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Seni Menurut Para Ahli Dan Bentuknya


1. Tinjauan dari aspek teknis

Dari aspek teknis yang menyangkut permasalahan perbaikan tanah, daya dukung, settlement dan sliding dapat dipecahkan dengan perhitungan teknis yang matang. Sementara itu karena lahan reklamasi berada di daerah perairan, maka prediksi dan simulasi perubahan hidrodinamika saat pra dan pasca reklamasi dan sistem drainasenya juga harus diperhitungkan.


Karena perubahan hidrodinamika dan buruknya sistem drainase ini yang biasanya berdampak negatif langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Sedangkan permasalahan teknis yang lain hanya akan berdampak negatif bagi penghuni di atas lahan reklamasi tersebut.


2. Tinjauan dari aspek sosial ekonimis

Permasalahan sosial ekonomis biasanya berkisar pada silang pendapat dan tarik ulur antara penentu kebijakan (pemda/pemkot), DPRD, investor, LSM, dan masyarakat. Apakah dengan adanya reklamasi memberikan keuntungan bagi semua pihak baik pemda/pemkot lewat PAD, investor, maupun masyarakat. Dan biasanya yang mendapat porsi keuntungan paling kecil (kalau ada) adalah masyarakat.


3. Tinjauan dari aspek yuridis

Permasalahan yuridis juga perlu mendapatkan perhatian. Landasan hukum rencana reklamasi, pelaksanaan, serta peruntukannya perlu dilaksanakan dengan tegas. Produk hukum tentang reklamasi (UU, PP, Keppres, Permen, Perda, RTRW/RDTRK, dll) penulis yakin sudah cukup lengkap. Hanya pada masalah ketegasan pelaksanaannya yang perlu dimaksimalkan.


4. Tinjauan dari aspek lingkungan

Problem lingkungan yang terjadi akibat reklamasi yang kurang perhitungan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang semakin parah. Misalnya reklamasi di daerah rawa-rawa yang semula sebagai polder alam menampung limpasan banjir, karena diurug maka akan berubah fungsi dan genangan banjir akan mencari daerah lain yang lebih rendah. Sedangkan reklamasi di kawasan pantai dapat menimbulkan erosi dan sedimentasi di kawasan pantai yang lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Estetika Dalam Seni Beserta Konsep Dan Sejarah Keindahannya

Reklamasi Nusa Dua Bridge, Bali

Manfaat Reklamasi

Berikut Ini Merupakan Manfaat Reklamasi.

  • Perluasan Lahan

Untuk negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi, reklamasi bisa dipakai sebagai cara untuk mengatasi kendala keterbatasan lahan, yang selanjutnya bisa dimanfaatkan menjadi lahan pemukiman baru. Manfaat reklamasi pantai disini merupakan tahan yang didapat tanpa melakukan penggusuran penduduk serta tidak membayar ganti rugi.


  • Memperbaiki Kondisi Lahan

Manfaat dari reklamasi yang selanjutnya ialah yang menjadi kawasan berair atau lahan tambang yang sudah rusak atau tak berguna menjadi lebih baik serta memiliki manfaat. Kawasan baru itu umumnya dimanfaatkan untuk kawasan pemukiman, bisnis, pertanian, perindustrian, pertokoan serta objek wisata.


Dampak Reklamasi

Tanpa persiapan, reklamasi lahan rawa efek negatif, seperti:

  1. Sea permukaan elevasi karena daerah yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam renang telah berubah menjadi daratan.

  2. Sebagai hasil dari permukaan laut yang tinggi dari daerah pesisir lainnya rawan tenggelam. Setidaknya, air laut yang asin ke daratan untuk membuat banyak tanaman mati, mematikan fungsi sawah untuk menanam. Hal ini lazim di daerah pedesaan di pantai.

  3. Penghancuran hewan hidup dan tanaman di mana pantai sehingga keseimbangan alam akan terganggu. Jika gangguan ini dilakukan dalam jumlah besar dapat mempengaruhi perubahan iklim dan kehancuran planet Bumi sebagai signifikan.

Proses dan Metode Reklamasi

Berikut Ini Merupakan Beberapa Proses dan Metode Reklamasi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli Terlengkap


  • Sistem Timbunan

Reklamasi dilakukan dengan memakai cara penimbunan perairan pantai hingga muka lahan berada di atas muka air laut tinggi (high water level). Sistem timbunan dilakukan dengan dua tahap, yaitu:


    1. Hydraulic-fill: Tanggul dibuat terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan pengurugan,
    2. Blanket-fill: Tanah diurug terlebih dahulu, kemudian baru tanggul dibangun/dibuat dalam galian pada tepi.

  • Sistem Polder

Reklamasi dilakukan dengan menggunakan cara mengeringkan perairan yang akan direklamasi dengan alat, seperti pompa air yang berada didalam tanggul yang kedap air untuk dibuang keluar daerah lahan reklamasi. Lahan polder dibagi menjadi berpetak-petak, dengan parit-parit sebagai aliran air agar menuju parit utama yang selanjutnya dipompa kerah yang lebih tinggi dan dibuang kelaut.


Dan bangunan tanggul dibuat disekeliling lahan polder untuk melindungi lahan polder itu supaya air tidak masuk ke daerah tersebut. Porses atau metode ini bisa dipakai dengan menggunakan backhoe dredger serta cutter suction dredger.


  • Sistem Kombinasi antara Polder dan Timbunan

Reklamasi ini adalah sebuah gabungan sistem polder dan sistem timbunan, yaitu setelah lahan didapat dengan metode pemompaan, kemudian lahan tersebut ditimbun sampai dengan ketinggian tertentu sehingga perbedaan elevasi antara lahan reklamasi dan muka air laut tidak besar.


  • Sistem Drainase

Reklamasi sistem ini dipakai untuk wilayah pesisir yang datar serta lebih relatif rendah dari wilayah disekitarnya namun elevasi muka tanahnya masih lebih tinggi dari elevasi muka air laut.


Sumber Material

Kebutuhan material bahan timbunan reklamasi yang akan digunakan umumnya meliputi jumlah jutaan ton dan diusahakan letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi lahan reklamasi. Lokasi sumber material dapat berada di daratan ( on shore ) maupun yang bersumber dari dasar laut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, 4 Unsur, Fungsi Dan Jenis Seni Tari Beserta Contohnya Terlengkap


  • Sumber Material Daratan

Sumber material daratan dapat berupa bukit atau deposit datar. Sumber material yang berupa bukit umumnya berupa batuan beku (Andesit) dan tanah urugan (Soil Cover). Sedangkan sumber material deposit datar pada umumnya berupa material pasir ( endapan alluvial ). Sumber material dari bukit dapat digali dengan wheel – dredger, yaitu alat pengeruk yang mana pengerukannya terpasang pada suatu roda yang diputar.


Sedangkan yang dari deposit datar digali dengan mempergunakan jenis alat penggalian seperti excavator. Bahan yang sudah digali dengan wheel-dredger, kemudian diangkut ke tempat (terminal) pemuat dengan menggunakan ban berjalan (belt conveyor). Sebagai tempat penampungan biasanya mempergunakan tongkang berukuran besar baru kemudian diangkut ke lokasi lahan reklamasi menggunakan tongkang – tongkang kecil.


  • Sumber Material di Laut

Sebagai alternatif bahan timbunan diambil dari sumber yang berlokasi di laut yaitu berupa pasir endapan di dasar laut. Pengambilan pasir endapan tersebut untuk kapasitas besar menggunakan cutter suction dredger yang dimuatkan di kapal itu sendiri (hopper dredger) atau ketongkang kemudian dibawa ke lokasi dimana material tersebut dipompakan kelahan yang akan di urug. Selain itu pengambilannya bisa menggunakan grab-dredgeryang dipasang di atas suatu tongkang besar.


Keuntungan dan Kerugian Reklamasi

Cara reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dll.


Tetapi harus diingat bahwa bagaimanapun juga reklamasi adalah bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah pantai yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis sehingga akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, berpotensi meningkatkan bahaya banjir, dan berpotensi gangguan lingkungan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, fungsi Dan Unsur Seni Musik Secara Lengkap