Pengertian Protozoa Beserta Ciri, Klasifikasi Dan Produksinya

Diposting pada

Pengertian Protozoa, Klasifikasi, Ciri, Reproduksi dan Manfaat adalah hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama

pengertian-protozoa


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fusi Sel – Pengertian, Proses, Manfaat, Antibodi, Hibridoma, Pembuatan, Contoh


Pengertian Protozoa

Protozoa merupakan salah satu kelompok (sub kingdom) dari anggotaprotistaeukariotik.Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan.Jadi, protozoa adalah hewan pertama atau mudahnya hewan tingkat rendah yang hanya bersel satu. Habitat protozoa yaitu di tempat yang berair yang kaya zat organic contohnya Amoeba proteus, baik air tawar maupun air asin, ada yang hidup solitaire bebas berenang di air, menempel di suatu tempat, parasite pada tanaman dan hewan maupun manusia sebagai simbiont dan merugikan karena sebagai penyebab penyakit bahkan ada yang menguntungkan dikarenakan ikut membantu menghancurkan atau membusukkan organisme yang telah mati.


Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. (Suwignyo, 2005).

Morfologi protozoa bervariasi, fisiologi dan metabolismenya disesuaikan dengan kebutuhan mereka; nutrisi adalah heterotrofik dalam bentuk parasit dan autotrofik yang hidup bebas, mereka memiliki siklus hidup yang lebih atau kurang kompleks, baik yang hidup bebas dan parasit, dan dalam banyak kasus, bentuk vegetatif (trophozoite) dan bentuk lain tahan (kista) (Giro´n, 2008).


Bentuk dan ukuran protozoa sangat beragam. Beberapa berbentuk lonjong atau membola, ada yang memanjang, ada pula yang polimorfik (mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat tingkat yang berbeda dalam daur hidupnya). Beberapa protozoa berdiameter sekecil 1 nanometer; yang lain, seperti Amoeba proteus berukuran 600 nanometer atau lebih. Beberapa siliata yang umum mencapai ukuran 2.000 nanometer atau 2 mm, jadi dapat dilihat dengan mudah tanpa perbesaran (Pelczar, et el. 2010).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel : Pengertian, Bagian, Struktur, Dan Komponen Beserta Fungsinya Dalam Biologi Lengkap


Karakteristik Umum Protozoa

  1. Protozoa adalah eukariotik (inti dilindungi membrane inti) sehinggasubstansi genetik/ kromosom terpisah dengan sitoplasma karena ada pembatas membran inti ( caryotheca).
  2. Selnya tidak memiliki dinding sel, namun jika lingkungan kurang baik dapat membentuk lapisan pelindung yang tebal disebut kista atau cysta setelah lingkungan baik kista pecah.
  3. Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda.
  4. Bersifat heterotrof artinya makanannya tergantung pada organisme lain (mencari makanan dengan phagositosis atau pinositosis).
  5. Dalam rantai makanan sebagai zooplankton.
  6. Beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.
  7. Memiliki bentuk tubuh yang berbeda pada tiap fase dalam siklus hidupnya.
  8. Beberapa protozoa memiliki fase vegetative yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk cysta.
  9. Cysta merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
  10. Umumnya berkembang biak dengan membelah diri, ada juga yang secara konjugasi.
  11. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) dan bulu cambak (flagel) atau dengan sel itu sendiri.
  12. Pengambilan nutrisi yaitu dengan holozoik (memakan organisme hidup lain), saprozoik (memakan organisme yang telah mati), holofitik atau autotrof (dapat membentuk makanan sendiri melalui fotosintesis), saprofitik (menyerap zat yang terlarut di sekitarnya).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Fungsi Jenis Dan Ciri – Ciri Sel Darah Putih (Leukosit)


Klasifikasi dan Contoh Protozoa

Berdasarkan strukturnya di bawah mikroskop elektron :

  1. Phylum : Sarcomastigophora, contohnyaTripanosoma sp
  2. Sub-phylum Mastigophora
  3. Sub-phylum Opalinata
  4. Sub-phylum Sarcodina
  5. Phylum : Labyrinthomorpha, contohnyaLabyrinthula sp
  6. Phylum : Apicomplexa, contohnyaToxoplasma sp
  7. Phylum : Myxozoa, contohnyaCeratomyxa sp
  8. Phylum : Microspora, contohnyaEncephalitozoon sp
  9. Phylum : Ascetospora, contohnyaMarteilia sp
  10. Phylum : Ciliophora, contohnyaBalantidium sp, Nyctoterus ovalis (hidup sebagai parasite pada organisme lain)

Berdasarkan alat gerak yang dimiliki, maka protozoa dibedakan atas empat kelas yaitu rhizopoda, mastigophora, sporozoa dan ciliata.

Rhizopoda atau Sarcodina

Rhizopoda atau Sarcodina

Rhizopoda atau Sarcodina (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu)yang merupakan penjuluran dari sitoplasma,misal Amoeba, Foraminifera, Radiolaria, Arcella, Entamoeba coli,dan Entamoeba histolytica. Merupakan hewan mikroskopis yang hidup sebagai massa kecil yang jernih dan bersifat amorf atau dapat berubah – ubah bentuknya.


Kelas rhizopoda dibagi menjadi 5 ordo yakni :

  • Ordo Lobosa, cirinya mempunyai pseudopodia pendek dan tumpul serta terdapat perbedaan yang jelas antara ektoplasma serta endoplasma.
  • Ordo filose, ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia halus seperti benang dan becabang-cabang.
  • Ordo foraminifera, ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia panjang dah halus.
  • Ordo helioza, ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia berbentuk benag yang radien dan antarfilamen tidak pernah bersatu membentuk jala atau anyaman.
  • Ordo radiolarian, cirinya : mmpunyai pseudopodia berupa benang-benang halus yang tersusun radier dan bercabang-cabang membentuk jala (anyaman).

Struktur tubuhnya terdapat bagian nucleus, vacuola makanan, sitoplasma dan lainnya.Bagi yang hidup bebas terdapat vakuola kontraktil (Vakuola kontraktil terdapat pada semua rhizopoda air tawar), sementara hewan parasit tidak ada. Vakuola kontraktil berfungsi sebagai osmoregulator atau pengatur keseimbangan air tapi dapat juga berfungsi sebagai alat ekskresi.

Rhizopoda struktur


Beberapa spesiesnya memiliki cangkok atau cangkang untuk melindungi selnya.Cangkang tersebut dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal Foraminifera).Keduanya hidup di laut.Jika hewan tersebut mati maka cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil.Fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi.Disamping itu fungsi lainnya adalah digunakan sebagai petunjuk adanya sumber minyak bumi.Perilaku rhizopoda didasarkan pada rangsangan atau respon terhadap berbagai stimulti eksternal maupun internal karena kepekaan protoplasmanya.Hal ini dikarenakan belum dimilikinya system persyarafan. Anggota kelas rhizopoda melakukan perkembangbiakan dengan pembelahan biner dan pencernaan makanan dilakukan  secara internal pada vakuola makanan. Sedangkan respirasinya dilakukan secara difusi.


Pembelahan biner


Contoh anggota kelas rhizopoda beserta manfaat atau kerugian yang ditimbulkan:

  1. Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
  2. Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut sehingga mengakibatkan radang gusi (Gingivitis)
  3. Entamoeba coli, membantu pembentukan vitamin K
  4. Foraminifera sp, fosilnya dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil Foraminifera disebut tanah globigerina.
  5. Radiolaria sp, endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.
  6. Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi.

Mastigophoraatau Flagellata

Mastigophoraatau Flagellata

Flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti bulu cambuk. Jadi, organisme yang termasuk fillum Flagellata semuanya memiliki bulu cambuk . fillum flagellata disebut juga mastigophora (mastix : bulu cambuk dan phoros : membawa). Flagel atau bulu cambuk selain sebagai alat gerak juga berfungsi untuk alat peraba dan alat penangkap makanan.

Flagel juga berfungsi sebagai alat indera. Kelompok flagellata merupakan kelompok protozoa yang unik. Beberapa anggotanya memiliki klorofil sehingga ada yang mengelompokkannya ke dalam alga. Berdasarkan ada tidaknya klorofil, flagellata dibagi menjadi fitoflagellata dan zooflagellata.


Memiliki dinding tubuh yang berupa pellicle, sehingga bentuknya relatif tetap dengan ukuran lebih kurang 0,1 mm.Memiliki inti dan pada beberapa species memiliki kloroplas dengan klorofilnya yang berfungsi untuk fotosintesis yaitu yang termasuk pada golongan phytonagellata.

  • Golongan phytonagellata, misalnya Euglena viridis, Volvax globator (punya kemampuan asimilasi dengan karbon),Noctiluca millaris.
  • GolonganZooflagellata,misalnya Trypanosoma gambiense, Trypanosoma rhodesiense, Trypanosoma cruze, Trypanosoma evansi, Trichomonas vaginalis.

Bagi anggota kelas mastigophora yang hidup bebas memiliki vakuola kontraktil, sementara yang berupa hewan parasit tidak memiliki. Respirasi maupu  ekskresinya dilakukan secara difusi oleh permukaan tubuh.

Cara reproduksi mastigophora yaitu :

  1. Vegetatif: pembelahan biner, secara longitudinal. ContohnyaEuglena viridis
  2. Generatif: terjadi pada flagellata berkoloni, misalnya Volvox sp.

Proses reproduksi:

Sperma x Ovum →Fertilisasi →Zigot → Zigospora → Zoospora → Individu baru

Pencernaan dilakukan dengan gerakan flagel sehingga menimbulkan aliran yang mendorong makanan kea rah sel untuk ditelan melalui mulut. Lalu menuju cytopharynx dan dicernakan pada vakuola makanan.Pada flagellata saprophytic nutrition (hidup dengan menghancurkan benda – benda di sekitarnya) pencernaan dilakukan secara absorbsi.


Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas.

  1. Trypanosoma gambiensedanTrypanosoma rhodesiense, merupakan parasit dalam plasma darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur. Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis.
  2. Trypanasoma cruzi, penyakit chagas di Amerika
  3. Trypanasoma evansi, penyakit sura pada hewan
  4. Trypanosoma brucei, penyakit nagana pada sapi dan kerbau
  5. Trypanasoma vaginalis, penyebab keputihan pada vagina wanita
  6. Trypanasoma foetus, parasit pada vagina sapi

Sporozoa (Apicomplexa)

Sporozoa


Sporozoa memiliki tubuh yang sederhana berbentuk bulat panjang dengan sebuah nukleus.Tidak mempunyai alat gerak atau (bergerak dengan sel itu sendiri) maupun vakuola kontraktil.Disebut Sporozoa karena dalam tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora.

Hampir semua anggota sporozoa adalah parasit, sehingga makanan diambil secara langsung dari hospesnya.Memiliki inti dan pada waktu melakukan pembelahan ganda, inti membelah berulang-ulang, setiap inti membentuk pembungkusnya dan akhirnya dihasilkan individu anak yang cukup banyak. Sporozoa tersebut melakukan respirasi dan ekskresi secara difusi.


Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.Secara vegetative yaitu melalui pembelahan berganda sehingga dihasilkan banyak individu anak.Secara generative yaitu melalui pergiliran keturunan antara fase vegetatif pada tubuh manusia dan fase generatif pada tubuh hospes perantara seperti Plasmodium dengan fase generative pada nyamuk Anopheles betina.


Klasifikasi Sporozoa :

  1. Subclassis Telosporidia
    • Ordo Gregarinidia, ex: Monocystis sp
    • Ordo Coccidia, ex: Eimeria sp
    • Ordo Hemosporidia, ex: Plasmodium sp
  2. Subclassis Neosporidia
    • Ordo Myxosporidia, ex: Myxidium
    • Ordo Sarcosporidia, ex: Sarcocystis

Perkembangbiakan atau siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:

  • Schizogoni, terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang
  • Sporogoni , pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.
  • Gamogoni / gametogenesis, tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.

Genus Plasmodium

  1. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.
  2. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.
  3. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
  4. Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.
  5. Toxoplasma, salah satu penyebab penyakit TORCH yang mengakibatkan kematian janin

Siklus /daur hidup Plasmodium membutuhkan 2 inang mahkluk hidup

  1. Tubuh manusia
  2. Tubuh nyamuk Anopheles betina

daur hidup Plasmodium

Keterangan :

  1. Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.
  2. Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama ± 3 hari.
  3. Sporozoit membelah menjadi 8 – 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak yang rusak.
  4. Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.
  5. Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam tubuh nyamuk.
  6. Di dalam kelenjar ludah nyamuk makrogametosit dan mikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Lalu terjadi fertilisasi di saluran pencernaan sehingga terbentuklah zigot.
  7. Zygot berkembang menjadi ookinet masuk keusus untuk mendapatkan makanan
  8. Ookinet selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk membentuk ookista
  9. Ookista akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.
  10. Ookista yang telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.
  11. Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.

Ciliata (Ciliophora/Infusoria)

Ciliata

Memiliki bentuk relative tetap dan bergerak dengan rambut getar atau disebut cilia.Memiliki inti dan beberapa species intinya lebih dari satu, contoh Paramecium aurelia. Hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik.Bagi yang hidup bebas terdapat vakuola kontraktil, sementara hewan parasit tidak ada.Respirasi dan ekskresi melalui permukaan tubuh.

Pencernaan makanan secara internal pada vakuola makanan.Sedangkan cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel.Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.

Anggota ciliata ada yang hidup bebas sepertiParamecium candatum dan adapula yang hidup sebagai parasite seperti Nyctoterus ovalis dan Balantidium coli.


Perkembangbiakan ciliate dilakukan dengan cara:

1. Asexual

Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus.


2. Sexual (konjugasi)

Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin.Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi.Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini.Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya. Selanjutnya perhatikan gambar berikut ini:

hewan Cilliata


Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah
a. Stentor, hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik.
b. Didinium, merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
c. Vorticella, bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
d. Stylonichia, mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Hewan : Gambar, Bagian, Fungsi, Dan Struktur LENGKAP


Ciri-Ciri Protozoa

Protozoa merupakan organisme yang menyerupai hewan yang merupakan salah satu dari filum dari kingdom protista. Ciri-ciri Protozoa ( Protista Mirip Hewan ) ialah sebagai beikut:

  • Organisme uniseluler ( bersel satu ).
  • Bersifat eukariotik ( memiliki inti sel yang terbungkus oleh membran ).
  • Tidak memiliki dinding sel.
  • Heterotrof ( umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri ).
  • Hidup dengan sendiri ( soliter ) atau berkelompok ( koloni ).
  • Hidup bebas secara parasit, bebeas dan sporofit.
  • Memiliki alat gerak yang berupa silia, flagella dan pseudopodia.
  • Memiliki ukuran tubuh sekitar 100-300 mikron.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sel Tumbuhan : Jenis, Bagian, Gambar Dan Fungsinya Lengkap

Reproduksi Protozoa

Protozoa dapat bereproduksi secara aseksual ( tak kawin ) dan secara seksual ( kawin ). Berikut penjelasan reproduksi secara aseksual dan seksual antara lain sebagai beikut:

  • Reproduksi Secara Aseksual
    Secara aseksual pada umumnya denga melakukan pembelahan biner. Dari satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya. Pembelahan biner diawali pada pembelahan inti atau kariokinesis dan kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasma ( sitokinesis ).
  • Reproduksi Secara Seksual
    Secara seksual ialah dengan cara penyatuan gamet yang berbeda jenis sehingga bisa menghasilkan zigot atau secara konjugasi ( penyatuan inti vegetatif sel ), namun ada juga Protozoa yang tidak melakukan reproduksi secara seksual seperti Amoeba sp.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Sel Hewan – Pengertian, Fungsinya, Dan Bagian Sel

Alat Gerak dan Makanan Protozoa

Alat Gerak Protozoa

Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok, diantaranya (Suharto. 2004):

1. Rhizopoda

Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Jenis yang paling mudah diamati adalah amoeba. Ektoamoeba adalah jenis amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.


2. Flagellata (Mastigophora)

Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dan dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. a. Fitoflagellata
    Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya: Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.
  2. b. Zooflagellata
    Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas). Contohnya: Trypanosoma gambiens, Leishmania.

3. Ciliata (Ciliophora)

Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.


4. Apicomplexa (Sporozoa)

Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Hidupnya parasit pada manusia dan hewan. Contoh:
Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Gregarina.


Pengambilan Makanan Protozoa

Protozoa adalah penghuni tempat tempat basah dan berair yang kaya zat organik, seperti selokan, sawah, parit, sungai, waduk, laut, atau hidup parasit didalam tubuh organisme lain. Ditempat tempat yang tergenang air dan mengandung rumput kering juga sering didapatkan protozoa. Pada lingkungan yang tidak menguntungkan,protozoa dapat membungkus diri sebagai kista yang tersusun dari bahan kalsium karbonat (CaCO3).


Menurut Irianto (2009), protozoa dalam pengambilan makanannya dilakukan dengan cara berikut:

  • Holozoik, yaitu mengambil makanannya dari mikroorganisme lain seperti bakteri atau ganggang (alga).
  • Saprofit, yaitu mengambil makanannya dari bahan bahan hancuran tumbuhan yang ada disekitarnya.
  • Saprozoik, yaitu mengambil makanannya dari hewan hewan yang telah mati.
  • Holozoik, yaitu dengan melakukan fotosintesis

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Sel Bakteri


Manfaat Protozoa Ekosistem

Protozoa dan alga juga sebagai penyumbang biomassa tanah pada pertanaman padi sawah. Peranan penting lain dari protozoa and algae adalah sebagai bioindikator perubahan lingkungan (Ainin, 2008).

Protozoa yang hidup di air tawar dan air laut merupakan zooplankton yang merupakan makanan insekta air, udang, dan ikan kecil-kecil. Zooplankton merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan-hewan air, termasuk ikan. Sehingga protozoa menguntungkan manusia. Sebab ikan makan protozoa dan manusia makan ikan (Anam, 2010).


Entamoeba coli yang hidup di dalam usus lembu menguntungkan, karena dapat membantu pencernaan lembu. Dengan demikian terjadi simbiosis mutualisme antara lembu dan Entamoeba. Lembu dibantu mencerna rumput-rumput yang mengandung selulosa yang keras, sementara Entamoeba memperoleh makanan dan perlindungan (Anam, 2010).


Manfaat protozoa bagi manusia

Adapun manfaat protozoa bagi manusia menurut Wardiatno (2009), diantaranya :

  1. Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air.
  2. Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan.
  3. Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
  4. Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.
  5. Paramecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.
  6. Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal.

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati berbagai jenis protozoa air tawar, dan mengamati struktur dari protozoa.


DAFTAR PUSTAKA
Levine, Norman D. 1995. Protozoologi Veteriner. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Sri Dwiastuti dan Puguh Karyanto. 2003. Keanekaragaman dan Klasifikasi Hewan I. Surakarta: UNS Press.