Patologi Anatomi – Klinik, Keahlian, Prosedur, Ilmu, Tipe, Kalsifikasi, Regenerasi

Diposting pada

Patologi Anatomi – Klinik, Keahlian, Prosedur, Ilmu, Tipe, Kalsifikasi, Regenerasi : Merupakan spesialisasi medis dalam bidang diagnosis suatu penyakit dengan berdasarkan pemeriksaan kasar, molekuler atas organ dan mikroskopik, sel, serta jaringan.


spesimen-paru-kasar

Patologi Anatomi

Patologi anatomi merupakan spesialisasi medis dalam bidang diagnosis suatu penyakit dengan berdasarkan pemeriksaan kasar, molekuler atas organ dan mikroskopik, sel, serta jaringan. Dibanyak negara, dokter yang melakukan praktik patologi dilatih dalam patologi antonomi serta patologi klinik, diagnosis penyakit lewat analisis labolatorium pada cairan tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Serangga Beserta Jenis, Contoh Dan Gambarnya


Patologi anatomi melakukan diagnosis suatu penyakit serta mendapatkan informasi yang bermanfaat secara klinis lewat pemeriksaan jaringan serta sel, yang biasanya melibatkan pemeriksaan visual kasar serta mikroskopik terhadap jaringan, dengan suatu pencatatan yang khusus dan imunohistokimia yang digunakan sebagai visualisasi protein khusus dan zat lainnya pada sekeliling sel. Sekarang, potolog anatomi memakai biologi molekuler untuk mendapatkan informasi klinis tambahan dari spesimen yang sama.


Kata patologi berasal dari kata yunani : PATOS = keadaan ; LOGOS = ilmu. Jadi PATOLOGI diartikan mempelajari penyakit secara ilmu pengetahuan ( scientific method ). Dan jumlah dokter patologi anatomi di Indonesia belum banyak, hanya ada sekitar 220 orang. Dan dokter spesialis tersebut diberi gelar SpPA.


Pengertian Patologi Klinik

Patologi klinik(clinical pathology) adalah patologi yang diterapkan pada pemecahan problem klinis khususnya penggunaan metode laboratorium dalam diagnosis Atau bisa juga didefinisikan ( patologi kimia ) sebagai penelitian perubahan yang timbul pada penyakit dalam hal susunan kimia dan mekanisme biokimia tubuh -perubahan ini bisa sebab-akibat.


Latar Praktik Patologi Anatomi

Berikut Ini Merupakan Latar Praktik Patologi Anatomi.

Patologi Anatomi Akademik

Patologi anatomi akademik dilaksanakan di pusat kesehatan universitas oleh seseorang patolog yang juga melaksanakan penajaran di universitas. Mereka juga mempunyai tanggung jawab yang bermacam-macam yang juga termasuk mendidik residen patologi, mengajar, mahasiswa kedokteran, klinik,


mengadakan penelitian dasar, atau penerjemahan, serta menjalankan tugas administratif, disamping melakukan praktek patologi anatomi diagnosis, patolog juga sering mengkhususkan diri di daerah tertentu dan dapat melakukan sebagai konsultan untuk patologi lain yang menyangkut kasus di daerah keahlian khusus mereka.


Praktek Kelompok

Praktek kelompok merupakan model praktek yang paling tua. Dalam susunan tersebut, sekelompok patolog senior akan mengendalikan kemitraan yang mempekerjakan patolog yunior serta mengadakan perjanjian secara independen bersama rumah sakit dalam menyediakan layanan diagnostik, dan juga menarik bisnis penyerahan dari jlinikus setempat yang melakukan praktek di luar pasien.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jaringan Pada Hewan Dan Tumbuhan (Termasuk Manusia) Dalam Biologi


Penyedia hukum layanan patologi anatomi

Penyedia hukum layanan patologi anatomi besar sudah ada pada tahun-tahun terkini, paling ternekal AmeriPath di Amerika Serikat. Dalam model tersebut, patologi merupakan pekerja, bukan mitra independen.


Model tersebut sudah dikritik sebab mengurangi kebebasan dokter, tetapi pembelanya menyatakan bahwa ukuran praktik itu yang besar memungkinkan ekonomi skala serta spesialisasi yang lebih luas, dan juga volume yang cukup untuk mendukung metode tes yang lebih khusus.


Kelompok multispesialis

Kelompok multispesialis, yaitu atas dokter dari spesialis klinik yakni radiologi dan patologi, ialah model praktik lain. Dalam beberapa kasus, keseluruhan dapat menjadi kelompok besar yang dikendalikan oleh HWO maupun organisasi perawatan kesehatan besar lainnya. Di pihak lain, mereka sebenarnya ialah praktik kelompok klinikus yang mempekerjakan patolog sebagai penyedia layanan diagnostik untuk kelompok tersebut.


Keahlian dan Prosedur Patologi

Prosedur yang digunakan dalam anatomi termasuk:

  • Pemeriksaan Kasar

Merupakan pemeriksaan jaringan yang sakit dengan mata telanjang, khususnya penting bagi fragmen jaringan yang besar, sebab penyakit itu sering bisa dikenali dengan cara visual. Pada tingkat tersebut jumlah patolog memilih daerah yang akan diperiksa sebagai histopatologi. Terkadang mata bisa diberi seryakanta atau mikroskop stereo, umumnya saat memeriksa organisme parasit.


  • Histopatologi

Merupakan pemeriksaan mikroskopik pada salah satu jaringan yang dicat memakai teknik histologis. Cat standar ialah hematoksilin serta eosin, tetapi lainnya juga ada. Dalam pemakian keca mokrosop yang dicar dengan memakai hematoksilin serta eosin sebagai penyedia diagnosis spesifik dengan berdasarkan pada morfologi dianggap sebagai keahlian inti patologi anatomi. Ilmu yang mempelajari pencatatan pada bagian jaringan yakni histokimia.


  • Imunohistokimia

Merupakan pemeriksaan yang memakai antibodi sebagai deteksi keberadaan, lokalisasi dan keberlimpahan protein spesifik. Teknik tersebut sangat penting sebagai pembeda antara  gangguan dengan morfologi yang hampir sama dan juga mencirikan sifat molekuler kanker tertentu.


  • Hibridisasi in situ

Merupakan molekul DNA serta RNA spesifik bisa dikenali pada bagian yang memakai teknik ini. Jika probe dilebeli dengan celupan berpendar, teknik tersebut adalah FISH.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah Secara Lengkap


  • Sitopatologi

Merupakan pemeriksaan sel-sel lepas yang dicat pada kaca yang memakai teknik sitologi.


  • Mikroskopi elektron

Merupakan pemeriksaan jaringan dengan memakai mikroskop elektron, yang dapat memungkinkan pembesaran yang jauh lebih besar, menungkinkan visualisasi organel dalam sel. Pemakaian sudah banyak diganti oleh imunohistokimia, namun sering diumumkan sebagai tugas tertentu, termasuk juga diagnosis penyakit ginjal serta pengenalan sindrom silia imotil di antara lainnya.


  • Sitogenetika jaringan

Merupakan visualisasi kromosom sebagai pengenal cacat genetik yakni translokasi kromosom.


  • Imunofenotipe arus

Merupakan penentuan imunofenotipe sel memakai teknik sitometri arus. Sangat bermanfaat bagi mendiagnosis jenis-jenis leukemia dan limfoma yang berbeda.


Pathology

Cabang Ilmu Patologi

  1. Patologi bedah
  2. Sitopatologi
  3. Patologi molekuler
  4. Patologi autopsi
  5. Patologi forensik

Tipe – Tipe Patologi

Berikut Ini Merupakan Tipe-tipe studi patologi anatomi:

  1. Histopatologi
    menemukan dan mendiagnosa penyakit dari hasil pemeriksaan jaringan
  2. Sitopatologi  
    menemukan dan mendiagnosis penyakit dari hasil pemeriksaan sel tubuh yang dapat diambil


  3. Patologi Forensic   
    aplikasi patologi untuk tujuan yang legal
  4. Patologi bedah      
    adalah daerah praktek terpenting dari patologi anatomi yang memakan waktu
  5. Patologi otopsi        
    digunakan untuk menentukan berbagai factor yang menyebabkan kematian seseorang


Tipe – Tipe Patologi klinik

Berikut Ini Merupakan Tipe-tipe studi patologi klinik:

  1. Kimia
    mempelajari dan mendiagnosis suatu penyakit dari hasil pemeriksaan perubahan kimiawi jaringan dan cairan
  2. Hematologi
    mempelajari kelainan seluler dan berbagi komponen pembekuan darah


  3. Mikrobiologi
    mempelajari penyakit infeksi dan organism yang bertanggung jawab terhadap penyakit tersebut
  4. Imunologi
    mempelajari mekanismepertahanan yang spesifik dari tubuh manusia


  5. Genetik
    mempelajari kelainan-kelainan kromosom dan gen
  6. Toksikologi
    mempelajari pengaruh racun yang diketahui atau yang dicurigai


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Erosi Dan 100 Jenis Erosi Terlengkap


Kalsifikasi patologik

Klasifikasi : proses diletakkannya (pengendapan ) kalsium dalam jaringan pembentukan tulang.

Klasifikasi patologis merupakan proses yang sering juga menyatakan pengendapan abnormal garam – garam kalsium, disertai sedikit besi, magnesium dan garam – garam mineral lainnya dalam jaringan., yaitu :


  1. Klasifikasi terjadi pada hiperkalsemi akhibat hipertiroid, tumor, atropi tulang, hipervitaminosis D, dll. Tanpa di dahului kerusakan jaringan. Proses klasifikasi pada jaringan yang telah mengalami kerusakan terlebih dahulu.

  2. Klasifikasi distropi kerusakan dapat bersifat degenerasi atau nekrosis. Contoh : lithopedion, bayi membantu pada janin yang mati dalam kandungan.
  3. kalsinosis, terjadi kalsifikasi pada jaringan yang tampak normal atau yang menunjukkan kerusakan sistemik.

  4. Pembentukan tulang heterotropik, meliputi 3 proses diatas disertai pergantian proses dari kalsifikasi menjadi pembentukan tulang, terjadi akhibat depo kalsium abnormal yang metaplasia kearah osteoblastik dan dapat merangsang sel fibroblast membentuk tulang.
  5. Kalsifikasi pada pembuluh darah arteri, terjadi pada arteiosklerosis, ini termasuk kalsifikasi distropik.

Regenerasi dan Nekrosis Sel

Regenerasi adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. Regenerasi sel juga diartikan proses pembentukan sel untuk menggantikan sel yang mati yang diatur mulai tingkat terkecil dalam sel tubuh kita.


Setiap saat, setiap detik sel pada tubuh kita ada yang mati dan setiap itu pula lahirlah sel yang menggantikannya atau disebut proses regenerasi. Proses regenerasi dominant mulai usia anak – anak sampai kira – kira 30 tahun. Kemudian digantikan dengan proses degenerasi yang paling dominant. Namun pada dasarnya regenerasi ( pembentukan ) dan degenerasi ( perusakan ) sel akan selalu terjadi dalam tubuh kita.


Nekrosis merupakan proses kematian sel. Nekrosis melibatkan sekelompok sel, mengalami kehilangan integritas membrane, sel yang mengalami nekrosis akan terlihat membengkak untuk kemudian mengalami lisis. Nekrosis juga dapat terjadi kebocoran lisosom. Sel yang mengalami nekrosis kromatinnya bergerombol dan terrjadi agregasi.


Pada nekrosis, terlihat respon peradangan yang nyata disekitar sel – sel yang mengalami nekrosis dan sel yang mengalami nekrosis akan di makan oleh makrofag. Nekrosis terjadi Karena trauma nonfisisologi pada nekrosis enzim – enzim yang terlibat dalam proses apoptosis mengalami perubahan atau inaktivasi. Nekrosis tidak dapat di amati.


Nekrosis tidak disertai proses sitensis makro molekul baru, pada nekrosis frakmentasi terjadi secara random sehingga pada agarose setelah electrophoresis akan terlihat menyebar tidak jelas sepanjang alurnya. ( DNA smear ).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Organisme Dan Mikroorganisme Beserta Contohnya Dalam Biologi