Pengertian dan Proses Terbentuknya Kabut

Diposting pada

Pengertian-Kabut

Pengertian Kabut

Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%. Tempat yang paling berkabut di dunia adalah Grand Banks di lepas pantai pulau Newfoundland, Kanada


Kabut ialah kumpulan tetes-tetesan air yang memiliki ukuran yang sangat kecil dan melayang-layang di udara. Kabut ini memliki kemiripan dengan awan, namun hanya saja awan tidak menyentuh permukaan tanah, sedangkan kabut sendiri menyentuh permukaan tanah atau bumi. Biasanya kabut ini bisa kita lihat didaerah yang dingin atau daerah yang tinggi, lalu bagaimanakah sebenarnya kabut ini bisa terbentuk


Secara umum kabut ini dapat terbentuk saat udara yang jenuh akan uap air didinginkan dibawah titik bekunya, apabila udara berada diatas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran tersebut menjadikan pedas dimata dan dapat menyebabkan batuk.


Khususnya dikota besar, asap pembuangan dari kendaraan dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang diubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk didalam kabut berasap ini menambah racun lainnya didalam udara. Kabut berasap ini mengiritasi mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap bisa dicegah dengan menghentikan pencemaran atmosfer. Kabut juga bisa terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau dan lautan. Uap air ini berkembang dan menajdi dingin ketika naik ke udara. Udara ini bisa menahan uapa air hanya dalam jumlah yang tertentu pada suhu tertentu juga. Udara pada suhu 30 derajat celcius dapat mengandung uap air sebanyak 30 gr uap air per m3 maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya.


Volume yang sama pada suhu 20 derajat celcius udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut, nah udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh. Pada saat sushu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian upa air tersebut mulai berubah menjadi embun, kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut ialah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 kilometer.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Awan – Proses, Pembentukan, Faktor, Jenis, Keluarga, Fungsi


Jenis-Jenis Kabut

  • Kabut Advection

Kabut advection ialah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut jenis ini ialah kabut laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir diatas suatu permukaan yang dingin, kabut laut sering muncul sepanjang pesisir pantai dan tepi-tepi danau.


Yang salah satu jenis yang lain dari kabut ini disebut dengan kabut uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air, kabut upa ini sering muncul pada saat udara dingin bertiup diatas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.


  • Kabut Frontal

Jenis kabut terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua massa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut terbentuk ketika hujan turun dari massa udara yang hangat ke dalam massa udara yang dingin tempat uap air menguap, dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampaui titik jenuh.


  • Kabut Radiasi

Jenis kabut ini terbentuk pada saat malam yang tenang dan bersih, saat tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk diseluruh permukaan tanah dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut radiasi sering muncul dilembah-lembah yang dalam.


  • Kabut Gunung

Jenis kabut ini terbentuk ketika upa air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung, udara dingin bergerak ke atas lereng hingga tidak sanggup menahan uap air, titik-titik kabut kemudian terbentuk disepanjang lereng gunung.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Macam-macam Angin Terlengkap


Proses Terjadinya Kabut

Kabut adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang di udara. Kabut mirip dengan awan, namun, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Kabut biasa terlihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi. kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Saat ini ada empat jenis kabut yang diketahui, yaitu: kabut advection, kabut frontal, kabut radiasi, dan kabut gunung.


Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melewati suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Contoh kabut advection adalah kabut laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin.


Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau. Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap sehingga menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.


Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam. Kabut gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.


Kabut, embun, dan awan saling berhubungan. Kenyataanya, cuma butuh satu perubahan dalam kondisi—seperti keberadaan atau ketidakberadaan aliran udara—sudah bisa menciptakan perbedaan apakah nanti yang terbentuk adalah Kabut, embun, atau awan. Mari kita lihat mengapa hal ini terjadi dan mengapa kabut muncul di tempat-tempat tertentu!


Partikel-partikel kabut berdiameter lebih kecil dari 0,001 mm. Saat kamu tidak bisa melihat apa saja yang berada di depanmu karena kabut yang tebal, ini berarti terdapat 1227 partikel kabut dalam 1 centimeter kubik. Agar kabut terbentuk, uap lembab harus meninggalkan udara dan mengembun. Saat udara didinginkan di bawah titik tertentu yang disebut titik embun atau titik jenuh, kabut mulai terbentuk.


Syarat terbentuknya kabut yang berikutnya adalah udara yang sejuk bercampur dengan udara yang lebih hangat (sebagai akibat dari aliran udara). Jika aliran udaranya rendah, proses pendinginan cuma berlangsung di dekat permukaan tanah dan membentuk embun. Saat aliran udara meningkat dengan pesat, proses pendinginan berlangsung di tempat yang tinggi dan membentuk awan. Jadi aliran udara yang mencampurkan udara dingin ke dalam udara yang lebih hangat harus mengalir dengan sepoi-sepoi agar kabutlah yang tercipta.


Salah satu syarat agar hal itu terjadi adalah saat banyak sekali udara yang hangat melewati sebuah wilayah atau laut yang bersuhu dingin. Atau bisa saja sebaliknya, udara dingin melewati air yang hangat. Kondisi yang terakhir itu berlangsung di pagi hari dalam musim gugur di dekat kumpulan air seperti danau atau kolam. Udara dingin dan aliran udara yang hangat bercampur dan kamu akan mendapatkan kabut yang sepertinya tergantung di tengah-langit di atas kumpulan air.


Kabut yang biasanya dilintasi para pengendara kendaraan bermotor pada tempat yang tinggi berbentuk awan. Jangkauan pandangan jatuh ke nol dan kendaraanmu harus dilengkapi dengan lampu besar “Fog”. Lampu ini mengeluarkan sinar kekuning-kuningan yang tidak terefleksi oleh permukaan kabut/awan yang keputih-putihan. Terbentuknya kabut merupakan sebuah fenomena alami dan manusia tidak dapat mengendalikan pembentukannya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hujan Asam – Sejarah, Penyebab, Proses, Dampak, Pengendalian, Pencegahan, UU, Contohnya


Manfaat Kabut

  • Melembabkan kulit
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Menjaga kelembaban udara
  • Menyejukkan udara

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perubahan Musim Di Indonesia – Angin Tetap, Periodik, Hujan, Kemarau, Ahli Meteorologi


Penyebab Terbentuknya Kabut

Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk.


Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.