Pengertian Dan Definisi Hutan Terlengkap

Diposting pada

Pengertian Hutan, Jenis, Macam, Fungsi dan Manfaat Adalah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya dan berfungsi sebagai penampung karbon diaksida, habitat hewan modulator arus hidrologika

pengertian-hutan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Jenis Hutan Biogeografi Di Indonesia


Pengertian Hutan

Hutan adalah  sebuah kawasan  yang ditumbuhi  dengan lebat  oleh pepohonan  dan tumbuhan  lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini  terdapat diwilayah-wilayah  yang luas  di dunia dan berfungsi sebagai  penampung karbon diaksida, habitat hewan  modulator   arus  hidrologika serta pelestari tanah, dan merupakan  salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.


Hutan adalah bentuk  kehidupan  yang tersebar  di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun beriklim dingin, di dataran rendah maupun dipegunungan, dipulau kecil maupun di benua besar.

Hutan merupakan suatu kumpulan tetumbuhan, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menmpati daerah yang cukup luas.

Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi  dengan masa hidup bertahun-tahun  jadi, tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja, pohon juga berbeda karena secara mencolok memilik sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjang. Dan bentuk tajuk ( mahkota daun) yang jelas.


Definisi Hutan

Iklim, tanah serta juga air menentukan jenis tumbuhan dan juga hewan yang bisa hidup di dalam hutan tersebut. Berbagai kehidupan serta lingkungan tempat hidup, bersama-sama saling membentuk ekosistem hutan. Suatu ekosistem itu terdiri atas semua yang hidup (biotik) dan juga tidak hidup (abiotik) didaerah tertentu dan juga terjadi hubungan didalamnya.

Ekosistem hutan memiliki hubungan yang sangat kompleks. Pohon dan juga tumbuhan hijau lainnya menggunakan cahaya matahari untuk dapat membuat makanannya, karbondioksida tersebut diambil dari udara, ditambah air (H2O) serta unsur hara ataujuga mineral yang diserap dari dalam tanah.


Undang-Undang No 41 thn1999 mengenai Kehutanan, mendefinisikan hutan ialah sebagai suatu kesatuan ekosistem yang berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis atau macam pepohonan didalam persekutuan dengan lingkungannya, yang 1 dengan lain tidak tidak dapat dipisahkan.

Hutan merupakan masyarakat tumbuhan serta hewan yang hidup didalam lapisan serta juga permukaan tanah, yang terletak disuatu kawasan dan juga membentuk suatu ekosistem yang berada didalam keadaan keseimbangan yang dinamis.


Dengan demikian berarti yang berkaitan dengan proses-proses yang berhubungan antara lain ialah sebagai berikut:

  • Hidrologis, artinya hutan adalah suatu gudang penyimpanan air dan juga tempat menyerapnya air hujan ataupun embun yang pada akhirnya itu akan dapat mengalirkannya ke sungai-sungai yang mempunyai mata air di tengah-tengah hutan dengan secara teratur menurut irama alam. Hutan tersebut juga berperan untuk dapat melindungi tanah dari terjadinya erosi dan juga daur unsur haranya.
  • Iklim, artinya ialah komponen ekosistem alam yang terdiri atas unsur-unsur hujan (air), sinar matahari (suhu), angin serta juga kelembaban yang sangat mempengaruhi kehidupan yang terdapat di permukaan bumi, terutama pada iklim makro maupun mikro.

  • Kesuburan tanah, artinya ialah tanah hutan adalah pembentuk humus utama serta juga penyimpan unsur-unsur mineral bagi tumbuhan yang lain. Kesuburan tanah itu sangat ditentukan oleh adanya faktor-faktor seperti ialah jenis batu induk yang membentuknya, kondisi selama masa proses pembentukan, tekstur serta juga struktur tanah yang meliputi kelembaban, suhu dan juga air tanah, topografi wilayah, vegetasi serta juga jasad jasad hidup. Faktor-faktor tersebutlah yang kelak menyebabkan terbentuknya bermacam-macam formasi hutan serta juga vegetasi hutan.

  • Keanekaan genetik, artinya ialah hutan itu mempunyai kekayaan dari berbagai jenis flora serta juga fauna. jika hutan itu tidak diperhatikan didalam pemanfaatan serta kelangsungannya,maka tidaklah mustahil akan terjadi proses erosi genetik. Hal tersebut terjadi dikarenakan hutan itu semakin berkurang habitatnya.

  • Sumber daya alam, artinya ialah hutan tersebut mampu memberikan sumbangan hasil alam yang cukup besar buat devisa negara, terutama pada bidang indiustri. Selain dari itu hutan juga memberikan fungsi dan manfaat kepada masyarakat sekitar hutan ialah sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Selain dari kayu juga dihasilkan bahan lain seperti ialah damar, kopal, gondorukem, terpentin, kayu putih serta juga rotan serta tanaman obat-obatan.
  • Wilayah wisata alam, artinya ialah hutan itu mampu untuk berfungsi sebagai sumber inspirasi, nilai estetika, etika dan lain sebagainya.

Menurut Marsono (2004) dengan secara garis besar ekosistem sumberdaya hutan itu terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu:

  1. Tipe Zonal yang dipengaruhi terutama oleh iklim yang disebut dengan klimaks iklim, seperti contohnya hutan tropika basah, hutan tropika musim serta juga savana.
  2. Tipe Azonal yang dipengaruhi terutama oleh habitat yang disebut dengan klimaks habitat, seperti contohnya hutan mangrove, hutan pantai serta jugahutan gambut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi dan Manfaat Keanekaragaman Hayati

Macam-macam Hutan

Rimbawan berusaha menggolong-golongkan hutan sesuai dengan ketampakan khas masing-masing. Tujuannya untuk memudahkan manusia dalam mengenali sifat khas hutan. Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan hutan secara lebih tepat sehingga dapat lestari bahkan terus berkembang.

Ada berbagai jenis hutan pembedaan jenis-jenis hutan ini pun bermacam-macam pula misalnya menurut asal.


Menurut Asal

Kita mengenal hutan yang berasal dari biji, tunas, serta campura antara biji dan tunas  hutan yang berasal dari biji disebut juga “hutan tinggi” karena pepohonan yang tumbuh dari biji cenderung menjadi lebih tinggi dan dapat mencapai umur lebih lanjut.  Hutan yang berasal dari tunas disebut Hutan rendah dengan alasan sebaliknya  hutan campuran, oleh karenanya, disebut hutan sedang. Penggolongan lain menurut asal adalah hutan perawan (primer) dan hutan sekunder.


Hutan perawan merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh manusia hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang  atau kerusakan yang cukup luas. Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder sering terlihat lebih pendek dan kecil. Namun, jika dibiarkan tanpa gangguan – misalnya, selama ratusan tahun – kita akan sulit membedakan  hutan sekunder dari hutan primer.


Menurut cara permudaan (tumbuh kembali)

Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan alami, permudaan buatan, dan permudaan campuran.  Hutan dengan permudaan alami berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon terbesarkan bukan oleh manusia,  melainkan oleh angin, air atau hewan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli


Jenis-jenis Hutan

Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya hutan dibedakan menjadi:

  1. Hutan Lindung
    Hutan Lindung adalah hutan yang berfungsi menjaga kelestarian tanah dan tata air wilayah.
  2. Hutan Suaka Alam
    Hutan Suaka alam adalah kawasan hutan yang karena sifat-sifatnya yang khas diperuntukan secara khusus untuk perlindungan alam hayati atau manfaat-manfaat yang lainnya. Hutan suaka alam terdiri dari Cagar alam dan Suaka margasatwa. Cagar Alamiah kawasan suaka alam yang keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa ialah kawasan suaka alam yang mempunyai cirri khas berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.


  3. Hutan Wisata
    Hutan Wisata adalah hutan yang diperuntukan untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata atau wisata baru. Hutan wisata terdiri dari Taman Wisata, Taman Baru dan Taman Laut.
    Taman Wisata adalah hutan wisata yang memiliki keindahan alam baik keindahan nabati, keindahan hewani, maupun keindahan alamnya sendiri yang mempunyai corak khas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan.


    Taman Baru adalah hutan wisata yang didalamnya terdapat satwa baru yang memungkinkan diselenggarakannya perburuan secara teratur bagi kepentingan rekreasi. Taman Laut adalah laut kawasan lepas pantai atau laut yang masih di dalam batas wilayah laut Indonesia yang di dalamnya terdapat batu-batuan kosong atau biota. Di kawasan ini terdapat ekosistem dan keindahan khusus yang keadaan alamnya secara fisik tidak mengalami perubahan yang diakibatkan karena perbuatan manusia. Contoh taman laut adalah taman laut bunaken (Sumatra Utara).


  4. Hutan Produksi
    Hutan Produksi berfungsi sebagai penghasil kayu atau non kayu, seperti hasil industri kayu dan obat-obatan.

Berdasarkan Jenis Pohonnya

Menurut jenis pohonnya, hutan dapat dibedakan menjadi:

  • Hutan Heterogen
    Hutan Heterogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam pohon, misalnya hutan rimba. Biasanya di daerah tropic yang banyak hujannya seperti di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia Tenggara dan Australia Timur Laut pohon-pohonnya tinggi dan berdaun lebar. Di Indonesia hutan Heterogen antara lain terdapat di pulau Jawa, Sumatra,Kalimantan dan Irian Jaya.


  • Hutan Homogen
    Hutan Homogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh satu macam tumbuhan. Pada umumnya hutan homogen dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk reboisasi, penghijauan, atau keperluan perluasan industri. Contoh hutan homogen antara lain hutan jati dan hutan pinus.

Berdasarkan Proses Terjadinya

Menurut terjadinya atau terbentuknya hutan dibedakan menjadi dua, yaitu hutan asli atau hutan alam dan hutan buatan. Hutan Asli adalah hutan yang terjadi secara alami, misalnya hutan rimba.


Hutan Buatan adalah hutan yang terjadi karena dibuat oleh manusia. Biasanya hutan ini terdiri dari pohon-pohon yang sejenis dan dibuat untuk tujuan tertentu. Khusus untuk hutan mangrove (hutan bakau) kebanyakan merupakan hutan alami, namun ada juga hutan mangrove yang sengaja dibuat oleh manusia untuk menanggulangi pantai dari bahaya yang ditimbulkan oleh gelombang atau arus laut.


Berdasarkan Tempatnya

Untuk daerah tropik yang memiliki curah hujan tinggi, hutan dapat tumbuh di berbagai tempat, sehingga hujan tersebut dinamai berdasarkan tempat tumbuhnya. Contoh hutan menurut tempatnya adalah hutan rawa, hutan pantai dan hutan pegunungan.


Berdasarkan Iklimnya

Berdasarkan iklimnya, hutan dibedakan menjadi:

  • Hutan Hujan Tropis
    Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropic basah dengan dengan curah hujan tinggi dan terbesar sepanjang tahun. Hutan hujan tropis antara lain terdapat di Amerika Tengah danSelatan, Australia timur Laut, Afrika dan Asia Tenggara. Ciri khas dari tumbuhan-tumbuhan yang terdapat di hutan hujan tropis adalah ukuran pohon yang tinggi, berdaun lebar, selalu hijau dan jumlah jenis besar. Hutan ini kaya akan hewan Vertebrata dan Invertebrata.


  • Hutan Musim Tropik
    Hutan ini terdapat di daerah tropic beriklim basah, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Biasanya pohon-pohon di hutan musim tropic menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hutan musim tropik banyak terdapat di kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia.


  • Hutan Hujan Iklim Sedang
    Hutan hujan iklim sedang adalah hutan raksasa yang terdapat di Australia dan sepanjang pantai Pasific di Amerika Utara dan California sampai negara bagian Washington. Hutan hujan iklim sedang di Australia merupakan hutan dengan pohon-pohon tertinggi di dunia.


  • Hutan Pegunungan Tropik
    Hutan jenis ini mirip dengan hutan hujan iklim sedang, namun struktur dan karakteristik lainnya sangat berbeda.
  • Hutan Hujan Iklim Sedang yang selalu hijau
    Terdapat di daerah beriklim sedang. Hutan jenis ini tersebar di Amerika Serikat dan Eropa yang beriklim kontinen.
  • Hutan Gugur Iklim Sedang
    Hutan ini terdapat didaerah dengan iklim kontinen sedang namun agak basah dengan musim hujan di musim panas dan dengan musim dingin yang keras. Pohon-pohon yang dominant adalah pohon-pohon yang berdaun lebar yang menggugurkan daunnya dimusim dingin. Hutan ini banyak tersebar di kawasan Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, Chile dan Amerika Tengah.


  • Taiga
    Taiga terdiri dari jenis-jenis conifer yang tumbuh di tempat terdingin dari daerah iklim hutan. Taiga terbesar terdapat di Amerika Utara, Eropa dan Asia.
  • Hutan Lumut
    Hutan lumut adalah komunitas pegunungan tropik yang memilki struktur yang berbeda dengan taiga. Hutan lumut terdapat di daerah yang memilki ketinggian 2500 m. pohon-pohonnya kerdil dan juga ditumbuhi lumut dan lumut kerak.


  • Sabana
    Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon besar. Umumnya sabana merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang rumput. Sabana antara lain terdapat di Australia dan Brasilia.
  • Gurun
    Gurun adalah wilayah daratan yang tidak ada tumbuhan kecuali beberapa jenis kaktus.

Berdasarkan Tujuannya

Menurut jenisnya hutan digolongkan menjadi:

  1. Hutan Konservasi dan Taman Nasional
  2. Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap
  3. Hutan Lindung
  4. Hutan Konversi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Macam-macam Angin Terlengkap

Hutan di Indonesia

Berdasarkan Biogeografi

Kepulauan nusantara adalah ketampakan alam yang muncul dari ketiga lempeng bumi itu masih terus saling mendekati. Akibatnya, antara lain, gempa bumi sering terjadi di negeri kepulauan ini.
Sejarah pembentukan kepulauan nusantara disabuk katulustiwa itu menghasilkan tiga kawasan biogeografi utama, yaitu: Paparan Sunda, Walacea dan Paparan Sahul. Masing-masing kawasan biogeografi adalah cerminan dari sebaran bentuk kehidupan berdasarkan perbedaan permukaan fisik buminya.


Kawasan Paparan Sunda (di bagian Barat)

Paparan Sunda adalah lempeng bumi yang bergerak dari kawasan oriental (Benua Asia) dan berada di sisi Barat Walace. Garis Walace merupakan suatu garis hayal pembatasan antara Dunia flora fauna, di Paparan Sunda dan di bagian Timur Indonesia. Garis ini bergerak. Dari utara ke selatan, antara kalimantan dan sulawesi, serta antara bali dan lombok.  Garis ini mengikuti nama biolog Alfert Rusel Walace yang pada 1858, memperlihatkan bahwa sebaran flora fauna di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali, Lebih mirip dengan yang ada di daratan benua Asia


Kawasan Paparan Sahul (di bagian timur)

paparan Sahul adalah lempeng bumi yag bergerak dari kawan australesia (benua Australia) dan berada di sisi timur garis Weber. Garis weber adalah sebuah garis hayal pembatas antara dunia flora fauna di paparan sahul dan di bagian lebiha barat Indonesia. Garis ini membujur dari utara ke selatan antara kepulauan Maluku dan Papua. Serta antara Nusa Tenggara Timur dan Australia, garis ini mengikuti nama biolog Max Weber yang, sekitar 1902, memperlihatkan bahwa sebaran flora fauna di kawasan ini lebih serupa dengan yang ada di benua australia.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi


Fungsi dan Manfaat Hutan

Manfaat hutan bagi kehidupan yang ada dimuka bumi ini sangatlah banyak, dan sebagian besar manfaat tersebut diperuntukkan bagi umat manusia. Untuk itu sudah seharusnya bagi kita melindungi, menjaga, dan melestarikan hutan yang ada disekitar kita agar tetap bertahan hidup sepanjang masa. Dan inilah beberapa manfaat hutan bagi kehidupan yang wajib untuk kamu ketahui bersama.


  1. Menyerap Karbon Dioksida
    Manfaat hutan bagi kehidupan manusia antara lain dapat menyerap gas-gas karbon dioksida yang ada dimuka bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa gas-gas karbon dioksida ini sangat membahayakan manusia terlebih jika tingkatannya jauh diatas batas normal.
  2. Menghasilkan Oksigen
    Fungsi hutan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia adalah hutan sebagai penyedia oksigen. Hutan menghasilkan oksigen dalam jumlah yang sangat besar yang digunakan oleh manusia untuk bernafas. Coba bayangkan kalau tidak ada hutan, mau bernafas dengan apa kita?
  3. Sumber Pangan Manusia
    Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hutan memiliki peranan yang sangat luar bisa, salah satu diantaranya adalah hutan sebagai penyedia sumber pangan bagi manusia. Sumber pangan yang ada dihutan seperti umbi-umbian, buah-buahan, sagu, jamur, madu, dan lainnya.
  4. Penghasil Obat-obatan
    Manfaat hutan lainnya yang bisa dirasakan adalah hutan sebagai penghasil obat-obatan. Banyak sekali tanaman obat yang bisa kita temukan dihutan, tentunya ini alami dan tidak berbahaya bagi tubuh kita. So, sayangi dan cintailah hutan yang ada disekitar kita.
  5. Rumah Bagi Suku Pedalaman
    Ketahuilah bahwa masih banyak suku-suku pedalaman di Indonesia ini, dan mereka menjadikan hutan sebagai rumah mereka. Ini merupakan tugas kita bersama agar dapat melestarikan hutan dan menjaga keberadaan suku pedalaman, khususnya yang berada didalam wilayah NKRI.
  6. Rumah Bagi Flora dan Fauna
    Hutan adalah rumah dan habitat bagi flora dan fauna, disana mereka lahir, tumbuh dan berkembang. Kalau hutan menjadi rusak, lalu mereka mau tinggal dimana? Kita tentu pernah melihat pemukiman yang dirusak hewan liar, itu karena rumah dan habitat mereka yang dirusak terlebih dahulu.
  7. Sumber Ekonomi
    Salah satu manfaat hutan yang bisa kita rasakan adalah hutan sebagai sumber ekonomi. Hasil-hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, dan lainnya dijual (ekspor) sebagai sumber pendapatan negara. Sudah seharusnya negara mempergunakannya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat banyak.
  8. Mencegah Bencana Alam
    Fungsi hutan bagi kehidupan lainnya adalah hutan dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Kedua bencana alam tersebut disebabkan oleh volume air yang berlebihan yang ada dibumi, dan pohon-pohon yang ada dihutan bisa menampung air tersebut.
  9. Menyimpan Air
    Salah satu diantara banyak peranan hutan adalah sebagai tempat penyimpanan air dalam volume yang sangat besar. Jika hutan kita rusak maka air dengan volume yang sangat besar tersebut tidak bisa tertampung sehingga hal seperti ini bisa menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.
  10. Mengurangi Polusi
    Fungsi hutan lainnya yang sangat berguna bagi kehidupan manusia didunia adalah hutan dapat mengurangi polusi udara. Kita tahu semua bahwa polusi udara ini sangat membahayakan manusia, dan udara yang tidak sehat tersebut dapat diserap oleh pohon-pohon yang ada dihutan.
  11. Tempat Wisata
    Ketahuilah bahwa hutan tidak hanya memiliki tanaman atau pohon-pohon saja, ada juga hutan yang memiliki panorama yang begitu indah. Oleh sebab itu tidak sedikit hutan yang dijadikan sebagai tempat wisata. Tentunya ini sangat menguntungkan karena bisa dijadikan sumber pendapatan daerah.
  12. Untuk Pendidikan
    Tidak hanya sebagai tempat wisata, hitan juga bisa dijadikan sebagai tempat riset dan penelitian untuk pendidikan. Penelitian-penelitian seperti ini bisa menginformasikan kepada masyarakat bagaimana pentingnya keberadaan hutan dan menyadarkannya agar selalu menjaga dan melestarikannya.
  13. Mengatur Iklim
    Keberadaan hutan sangatlah penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah hutan kota. Hutan kota ini berfungsi untuk mengatur iklim yang ada disekitar kota tersebut, misalnya dengan mengurangi efek panas, memberikan kesejukan, dan berbagai manfaat lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Mamalia Karakteristik Dan Ciri-ciri Mamalia


Hutan Dan Peradaban Manusia

1.  Menurut Gardner dan Engelman (1999) :

  • Menyediakan air segar yang berkualitas
  • Menyediakan tanah yang subur
  • Mengendalikan laju erosi tanah & fluktuasi debit air sungai (fungsi hido-orologis)

“Hutan sebagai otot peradaban manusia (the sinew of civilization) di muka bumi ini”.
Ketergantungan manusia terhadap hutan sangat tinggi dalam kehidupan dan peradabannya, diperkirakan akan makin besar di masa-masa yang akan datang.


2. Kebutuhan – kebutuhan yang telah ada selama ini, adalah kebutuhan terhadap :

  1. ahan hutan untuk pertanian,
  2. Lahan hutan untuk pemukiman,
  3. Lahan hutan untuk bahan makanan,
  4. Lahan hutan untuk bahan bangunan,
  5. Lahan hutan untuk bahan sandang, dan
  6. Hasil hutan untuk bahan baku obat-obatan tradisional.