Pengertian Aset – Karakteristik, Jenis, Komponen, Penggunaan, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Aset – Karakteristik, Jenis, Komponen, Penggunaan, Contoh, Para Ahli : Aktiva atau aset merupakan sebuah sumber ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa mendatang. Aset dimasukan meraca dengan saldo normal debit.


Definition of AssetsPengertian Aset

Aktiva atau aset merupakan sebuah sumber ekonomi yang diharapkan dapat memberikan manfaat usaha di masa mendatang. Aset dimasukan meraca dengan saldo normal debit.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Personalia Serta Fungsi Dan Tujuannya


Pengertian Aset Secara Etimologi dan Terminologi

Pengertian aset secara etimologi berasal dari bahasa inggris “Asset” yang memiliki makna “sifat bernilai”. Sedangkan pengertian aset menurut terminologi adalah suatu hak yang bernilai dan memberikan manfaat di kemudian hari. Dalam ekonomi aset selalu di kaitkan dengan aktiva yang menunjukan kepemilikan yang bernilai atas suatu sumberdaya yang memiliki manfaat dan umumnya di nilai dengan satuan uang.


Aset dan Aktiva itu sama

Dalam definisi aset atau aktiva yang lain, aset atau aktiva dapat diartikan sebagai sumber kekayaan yang dimiliki sepenuhnya dan dimanfaatkan di masa yang akan datang. yang dimaksud dengan kekayaan pada definisi tersebut adalah kekayaan yang berupa benda ataupun hak kuasa. dimana hal tersebut diperoleh di masa lalu dan diharapkan bermanfaat di masa yang akan datang yang pada umumnya di nilai pada saat ini dengan satuan uang.


Berdasaran pengertian tersebut dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa kekayaan atau hak kuasa haruslah di nilai dengan satuan uang dan baru akan dapat dikatakan sebagai aset atau aktiva.


Penilaian tersebut penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa banyak kekayaan yang di miliki dan manfaat apa yang akan di peroleh di masa yang akan datang. Itulah definisi aset secara umum, namun bagaimana pengertian aset menurut para ahli ? berikut adalah uraiannya.

Pengertian Aset Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Aset Menurut Para Ahli.


  • Menurut Scanning (1992; 22)

Aktiva atau aset merupakan jasa yang akan datang dalam bentuk jasa atau uang dimasa mendatang yang bisa ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua pihak secara sebanding) yang di dalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hukum atau keadilan.


  •  Menurut (FSAC No.6 prg 25)

Aset manfaat ekonomi masa depan kemungkinan diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi  atau kejadian pada masa lalu.


  • Hidayat, 2011

Pengertian aset (aktiva) adalah benda, baik itu benda yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), bergerak ataupun tidak bergerak. Keseluruhan dari hal tersebut mencakup dalam kekayaan yang di sebut aktiva atau asetdari suatu instansi, organisasi, badan usaha ataupun dari individu perorangan.


  • Munawir, 2007

Definisi aset adalah kekayaan atau hak kuasa yang memiliki nilai ekonomi yang mampu menunjang perusahaan dalam harga perolehnnya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.


  • Siregar, 2004

Definisi aset atau aktifa aktiva secara umum adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang memiliki nilai guna atau ekonomi (economic value), nila komersial (commercial value) atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh suatu badan usaha, instansi atau perorangan.


Berdasarkan beberapa pendapat tentang definisi aset menurut para ahli diatas, dapat di interpretasikan bahwa aset adalah suatu benda yang berwujud atau tidak, bergerak atau tidak, memiliki hak kuasa, dan dapat di ukur nilai tukar dari benda tersebut yang kemudian dapat digunakan untuk tujuan komersial.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Personalia Serta Fungsi Dan Tujuannya


Karakteristik Aset atau Aktiva

Berdasar penjelasan singkat diatas, Secara umum dapat tarik suatu kesimpulan aset memiliki tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi. Tiga karakteristik utama tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Memiliki Manfaat Ekonomi Dimasa Mendatang
  2. Dikuasai Atau Dikendalikan Entitas
  3. Timbul Akibat Transaksi Masa Lalu

Jenis – Jenis Aset

Dalam ilmu akuntansi, aktiva atau aset dapat  kelompokkan kedalam 3 kelompok yaitu Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Tak Berwujud. Penjelasannya adalah sebagai berikut:


Aset Lancar (Current Assets)

Pengertian aset atau aktiva lancar adalah aset yang diharapkan dapat diniliai tukarkan (dengan uang) tidak lebih dari 1 tahun atau 1 siklus akuntansi. Ciri utama aset lancar adalah waktu pemanfaatan yang relatif singkat, yaitu tidak lebih dari satu tahun buku dan bisa dikonversikan ke bentuk uang kas.  Contoh Aset atau aktiva lancar terdiri dari beberapa komponen, antara lain:


  • Kas (cash)
  • Surat Berharga
  • Piutang Dagang
  • Piutang Wesel
  • Piutang pendapatan
  • Beban Dibayar di Muka
  • Perlengkapan
  • Persediaan Barang Dagang

Aset Tetap (Fixed Assets)

Pengertian aset atau aktiva tetap adalah sumberdaya (kekayaan) yang memiliki hak kuasa dan di harapkan dapat dinilai tukarkan dengan uang dan di manfaatkan yang memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun.


Aset atau aktiva jenis ini dapat digunakan dalam proses operasi, dan pada umumnya tidak untuk di jual atau di komersilakan untuk waktu yang lama. Aset atau aktiva jenis ini  dapat juga di katakan sebagai aset atau aktiva tidak lancar. Contoh Aset atau aktiva tetap dapat berupa:

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam Dan 5 Teknik Pengambil Keputusan Beserta Tujuannya Secara Lengkap


  • Tanah,
  • Gedung,
  • Mesin,
  • Peralatan toko dan kantor,
  • Alat angkut,
  • dan lain sebagainya.

Aset Tak Berwujud (Intagible Fixed Assets)

Pengertian aset atau aktiva sumberdaya (kekayaan) yang memiliki hak kuasa yang tidak memiliki bentuk fisik. Atau dengan kata lain aset atau aktiva jenis dapat di sebut sebagai Hak Istimewa yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau perorangan. Contoh Aset atau aktiva Tak Berwujud dapat berupa:


  • Good will (nilai lebih)
  • Hak Paten
  • Hak Cipta
  • Merek Dagang
  • Hak Sewa
  • Franchise
  • dan lain sebagainya

Komponen Aset

Aset ialah segala hak yang bisa dipakai dalam operasi perusahaan. Yang bisa dimasukan ke dalam kolom asset salah satunya ialah bangunan atau gedung. Jadi jika suatu perusahaan mempunyai gedung dengan nilai satu miliah rupiah, maka asset yang dihitung adalah satu miliar rupiah tersebut. Selain gedung, yang dapat dihitung sebagai asst dapat termasuk juga, merk dagang, paten teknologi, mobil, uang kas, dll.


Revaluasi Aktiva - KPP Pratama Jakarta

Aktiva atau aset dimengerti sebagai harta total. Tetapi umumnya sebagai keperluan analisis terinci menjadi beberapa kategori, yakni:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Penjelasan Prinsip-Prinsip Manajemen Menurut Ahlinya


  1. Aset lancar
  2. Investasi jangka panjang
  3. Aset tetap
  4. Aset tidak berwujud
  5. Aset pajak tangguhan
  6. Aset lain

Daftar aktiva atau aset didalam neraca disusun menurut tingkat likuidasina, mulai dari yang paling likuid sampai dengan ang tidak likuid.


Aset pada neraca diberikan di sisi kiri agar dari atas ke bawah. Penyusunan neraca dari yang paling likuid (lancar), mulai dari aktiva lancar, aktiva tetap dan sebagainya. Komponen aktiva lancar di Kashmir sebagai beriktu: “cash, surat berharga, piutang, persediaan, dan sebagainya” (2008: 31)


Komponen aktiva tetap menurut Kashmir sebagai berikut: “Tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan , dan lain “(2008: 32) Berdasarkan teori di atas diatur secara berurutan mulai dari aset likuid menjadi kurang likuid atau mudah mudah diuangkan.


Penggunaan Aset

Untuk manajemen, di dalam membaca neraca, nilai aset perlu dicermati sebab manjadi dasar penukuran prestasi keuangan perusahaan. Ukuran ini menjadi perbandingan prestasi sesuatu perusahaan dengan prestasi perusahaan yang lain dalam hal yang sama, apakah lebih baik atau tidak, sehingga bisa menjadi dasar keputusan menajemen untuk mempertahankan atau meningkatkannya.


  • Efisiensi penggunaan aset

Ukuran yang menyangkut aktiva atau aset salah satunya ialah angka rasio penjualan/total aset, yang dinyatakan sebagai persentase. Asumsinya, semakin besar penjualan yang diwujudkan, maka semakin efisien pemakaian aset seluruhnya. Angka penjualan diambil dari laporan laba-rugi, sedangkan angka total aset berasal dari neraca. Dalam hal ini rasio dari tahunan terakhir dibandingkan dengan tahunan sebelumnya.


  • Optimalisasi laba

Ukuran yang lain menyangkut dengan profitabiitas, yakni angka laba harta atau laba investasi yang berasal dari perbandingan angka laba (dipetik dari laporan laba-rugi) serta total harta atau aset, yang nilainya sama dengan istilah todal investasi (dipetik dari neraca).


Asumsinya, manajemen merupakan penanggungjawab atas pemeliharaan serta pemanfaatan semua harta yang dipakai perusahaan, maka manajemen  bertanggungjawab atas usaha optimalisasi laba yang dihasilkan dari semua harta itu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Definisi, Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli