Pengertian Arsitektur – Ruang Lingkup, Futuristik, Ekologis, Ciri, Sifat, Prinsip, Konsep, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Arsitektur – Ruang Lingkup, Futuristik, Ekologis, Ciri, Sifat, Prinsip, Konsep, Contoh, Para Ahli : Arsitektur adalah seni yang dibuat oleh masing-masing individu untuk berimajinasikan diri dan ilmu merancang bangunan.


Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli

Pengertian Arsitektur

Arsitektur adalah seni yang dibuat oleh masing-masing individu untuk berimajinasikan diri dan ilmu merancang bangunan. Dalam arti yang lebih luas, arsitektur mencakup desain dari total dibangun lingkungan, dari tingkat makro, yaitu perencanaan kota, desain perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke tingkat mikro, yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil dari proses desain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perubahan Musim Di Indonesia Menurut Ahli Meteorologi


Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan  Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli.


  1. O’GORMAN

Arsitektur lebih dari sekedar suatu pelindung. Arsitektur bisa jadi merupakan suatu wujud seni, namun memiliki perbedaan, yaitu arsitektur menggunakan seni sebagai sesuatu yang penting untuk digunakan sebagai interior.


  1. AMOS RAPOPORT

Arsitektur adalah segala macam pembangunan yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah lingkungan fisik dan menyesuaikannya dengan skema-skema tata cara tertentu lebih menekankan pada unsur sosial budaya.


  1. CORNELIS VAN DE VEN

Arsitektur berarti menciptakan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan dipikirkan. Pembaharuan arsitektur yang berlangsung terus menerus sebenarnya berakar dari pembaharuan konsep-konsep ruang.


  1. DJAUHARI SUMINTARDJA

Arsitektur merupakan sesuatu yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya (melindungi diri dari gangguan) dan kepentingan jiwanya (kenyamanan, ketenangan, dll).


  1. MANGUNWIJAYA

Kunci didalam menjelaskan tentang apa itu arsitektur adalah terletak pada kata-kata ‘Guna’ dan ‘Citra’. ‘Guna’ lebih menunjuk pada segi ketrampilan/ kemampuan, sedangkan ‘Citra’ lebih menunjuk pada tingkat kebudayaan.


  1. VITRUVIUS

“Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”.


Ada tiga aspek yang harus disintesiskan dalam arsitektur yaitu:

    1. firmitas (kekuatan atau konstruksi),
    2. utilitas (kegunaan atau fungsi), dan
    3. venustas (keindahan atau estetika).

  1. BRINCKMANN

Arsitektur merupakan kesatuan antara ruang dan bentuk. Arsitektur adalah penciptaan ruang dan bentuk.


  1. Le Corbushier

Arsitektur adalah penataan beberapa masa yang dengan baik, tepat, dan hebat sekali digabungkan dengan cahaya, Mata kita diciptakan untuk melihat bentuk dalam cahaya. Cahaya dan bayangan mengungkapkan bentuk-bentuk seperti kubus, kerucut, bola, silinder, atau piramida. Citra benda ini tegas dan nyata tanpa kesimpangsiuran, maka dengan alas an itulah bentuk-bentuk tersebut adalah bentuk-bent.uk yang indah atau bahkan bentuk yang paling indah.


  1. Rasmussen

Rasmussen (1964) dalam Experiencing Architecture menjelaskan bahwa arsitektuk bukan hanya dapat dilihat dan diraba saja, yang didengar dan dirasa pun merupakan bagian dari arsitektur. Melalui pendengaran kita dapat menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan bentuk dan material serta pendengaran pun dapat memengaruhi perasaan sseorang.


  1. C. Snyder

Dalam Catanese & Snyder (1991) diungkapkan bahwa Arsitektur dimulai sebagai tempat bernaung (shelter) setelah itu, bangunan pertama yang dikenal adalah berupa tempat tinggal, dimana orang-orang memerlukan tempat bernaung untuk kelangsungan hidupnya. Meskipun demikian, tempat bernaung bukanlah satu-satunya ataupun yang paling utama berfungsi sebagai perumahan.


Dan diungkapkan bahwa arsitektur sudah ada sebelum arsitek pertama yang biasa dianggap sebagai perancang piramida berbentuk tangga di Mesir.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Atmosfer Bumi Terdiri Dari Beberapa Lapisan Yaitu


Kesimpulannya bahwa pada awalnya arsitektur memang lebih terkait kepada bangunan terutama bangunan untuk tempat tinggal yang masih banyak dipengaruhi oleh adat, sehingga pembuatan nya banyak memasukan unsure adat.


Kemudian dengan semakin majunya jaman, maka arsitek arsitektur semakin beragam bentuknya. Sebelum ada keteraturan manusia berkembang untuk membedakan dan mulai berusaha mengatur lingkungan nya hingga akhirnya setiap mereka ingin membuat sesuatu mereka akan memikirkan banyak aspek ruang, perilaku, waktu, budaya, peran, status, dan aktivitas.


Ruang Lingkup Arsitektur

Arsitektur adalah holak, termasuk matematika, sains, seni, teknologi, ilmu sosial, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian karya sebagai karya seni”.


Dia menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di musik, astronomi, dan sebagainya. Filsafat adalah salah satu pendekatan arsitektur utama. Rasionalisme, empirisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.


Pengertian Arsitektur Futuristik

Menurut The American Heritage dictionaries, futuristic (futurism) adalah:


  1. kepercayaan bahwa tujuan kehidupan dan keinginan seseorang terletak di masa depan bukan pada masa sekarang ataupun masa lalu
  2. pergerakan artistik yang berasal dari itali di sekitar tahun 1910 dengan tujuan mengekspresikan energi, dinamis, dan kualitas dari kehidupan kontemporari, khususnya yang terjadi pada gerakan dan kekuatan mesin-mesin modern

Jadi Arsitektur Futuristik adalah seni/gaya bangunan atau suatu lingkungan binaan yang di dalam perencanaan dan perancangannya tidak berdasarkan oleh sesuatu yang terkait dengan masa lalu akan tetapi mencoba untuk menggambarkan masa depan dengan bentukan yang mengejutkan dan pemakaian material yang maju.


Ciri – Ciri Dari Arsitektur Futuristik

  1. Satu gaya Internasional atau tanpa gaya (seragam),Merupakan suatu arsitektur yang dapat menembus budaya dan geografis.
  2. Berupa khayalan, idealis
  3. Bentuk tertentu, fungsional,Bentuk mengikuti fungsi, sehingga bentuk menjadi monoton karena tidak diolah.

  4. Less is more ,Semakin sederhana merupakan suatu nilai tambah terhadap arsitektur tersebut.
  5. Ornamen adalah suatu kejahatan sehingga perlu ditolak,Penambahan ornamen dianggap suatu hal yang tidak efisien. Karena dianggap tidak memiliki fungsi, hal ini disebabkan karena dibutuhkan kecepatan dalam membangun setelah berakhirnya perang dunia II.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


Contoh Arsitektur Futuristik

Proyek

Pengertian Arsitektur Ekologis

Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan Ernst Haeckel tahun 1869 sebagai ilmu interaksi antara segala jenis mahluk hidup dan lingkungannya. Berasal dari bahasa Yunani, oikos yang artinya rumah tangga atau tempat tinggal dan logos yang artinya ilmu.


Ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya.( Frick, 1998). Atas dasar pengetahuan dasar – dasar ekologi maka arsitektur dikembangkan supaya selaras dengan alam dan kepentingan manusia sebagai penghuninya.


Jadi Arsitektur ekologis adalah gerakan untuk kelestarian alam dan lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan dalam efesiensi energi dan sumber daya alam dalam kegiatan arsitektural unutk pembangunan yang berkelanjutan dalam mencapai rujuan ekonomi, sosial dan budaya.


Sifat Arsitektur Ekologis

  • Sustainable (Berkelanjutan)

Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan berfungsi seiring zaman, konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa adanya perubahan – perubuhan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.


  • Earthfriendly (Ramah Lingkungan)

Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green architecture apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan.


Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung lainnya.


  • High performance building

Bangunan berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance building”. Mengapa pada bangunan green architecture harus mempunyai sifat ini?. Salah satu fungsinya ialah untuk meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi yang berasal dari alam ( Enrgy of nature ) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi ( High technology performance).


Prinsip Arsitektur Ekologis

  • Solution Grows from Place (Pemahaman atas masyarakat lokal, terutama aspek sosial-budaya )
  • Design with Nature (Desain yang direncanakan mampu menjaga ekosistem yang ada di dalamnya)

  • Meminimalisir pemakaian energi dan material
  • Menghar moniskan hubungan antara budaya dan alam
  • Menjaga aspek-aspek lingkungan seperti tanah, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya


Konsep Arsitektur Ekologis

  • Bangunan yang dapat mengakomodasi fungsi dengan baik dengan memperhatikan kekhasan aktivitas manusia pemakainya serta potensi lingkungan sekitarnya dalam membentuk citra

  • Memanfaatkan sumber daya alam terbaru yang terdapat di sekitar kawasan perencanaan untuk system bangunan, baik yang berkaitan dengan material bangunan maupun untuk utilitas bangunan (sumber energi, penyediaan air).
  • Sistem bangunan bentuk yang mudah sehingga dapat dikerjakan dan dipelihara oleh tenaga kerja setempat.

  • Bangunan yang sehat, artinya yang tidak memberi dampak negatif bagi kesehatan manusia dalam proses, pengoperasian/purna huni, maupun saat pembongkaran.

Contoh Arsitektur Ekologis

ARSITEKTUR EKOLOGIS

Teori dan Praktik

Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban untuk pertanyaan itu. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar bentuk ia memilih. Sementara berlatih arsitek yang berteori tanpa mengikuti hanya untuk “bayangan” dan bukannya substansi.


Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Dia bisa memvalidasi desain dan juga dapat terjadi pada eksekusi. “Itu semua tidak lepas dari konsep ide dasar bahwa kekuatan utama di setiap arsitek terletak pada kekuatan ide.


Kesimpulan

Bangunan adalah produksi manusia yang paling terlihat. Namun, sebagian besar bangunan yang dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetap terpinggirkan dalam gedung produksi. Arsitek dicari hanya keahlian dalam pengembangan jenis kompleks bangunan, atau bangunan yang memiliki makna / isu-isu politik budaya.


Dan ini adalah apa yang orang pikirkan arsitektur. Peran arsitek, meskipun berubah, tidak pernah menjadi besar dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dan arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog dapat disebut sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebagai suatu disiplin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Litosfer Beserta Bagian-Bagian Dan Penjelasannya