Pengertian Air Permukaan – Karakteristik, Kualitas, Debit, Pengolahan, Pengukuran, Contoh, Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Air Permukaan – Karakteristik, Kualitas, Debit, Pengolahan, Pengukuran, Contoh, Para Ahli : Air permukaan merupakan air yang terkumpul di atas tanah atau di mata air, sungai danau, lahan basah atau laut. Air permukaan berhubungan dengan air bawah tanah atau air atmosfer.


Siklus Air Permukaan

Pengertian Air Permukaan Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Air Permukaan Menurut Para Ahli.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pameran Seni Rupa


  • Soegianto (2005)

Air permukaan adalah air yang berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan tanah, sebagian menguap dan sebagian lainnya mengalir ke sungai, saluran air lalu disimpan di dalam danau, waduk dan rawa.


  • Limbong (2008)

Air permukaan adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Jadi, Air permukaan adalah air yang terkumpul di atas tanah yang dapat dengan mudah dilihat oleh mata. Pada umumnya sumber air yang berasal dari permukaan, merupakan air yang kurang baik untuk langsung dikonsumsi manusia. Oleh karena itu sumber air yang berasal dari air permukaan perlu adanya pengolahan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan.


Pengertian Air Permukaan

Ada beberapa bentuk air permukaan yang ada di bumi ini diantaranya ialah sungai, danau, rawa dan laut. Air permukaan merupakan air yang terkumpul di atas tanah atau di mata air, sungai danau, lahan basah atau laut. Air permukaan berhubungan dengan air bawah tanah atau air atmosfer.


Air permukaan secara alami terisi melalui presipitasi dan secara alami berkurang melalui penguapan dan rembesan ke bawah permukaan sehingga menjadi air bawah tanah. Meskipun ada sumber lainnya untuk air bawah tanah yakni air jebak dan air magma, presipitasi merupakan faktor utama dan air bawah tanah yang berasal dari proses ini disebut air meteor. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :


  • Perairan Darat

    Perairan darat ialah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai dan lain sebagainya.


  • Perairan Laut

    Perairan laut ialah permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.


Pengertian Sungai

Sungai ialah air tawar yang memiliki aliran dimana sumbernya ada di daratan yang bermuara ke laut, danau maupun sungai yang lebih besar.


Air hujan, mata air maupun cairan gletser akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini relative sempit dan pendek. Tetapi secara proses alamiah aliran ini mengikis daerah-daerah yang di laluinya. Akibatnya saluran ini semakin lama semakin lebar serta panjang dan terbentuklah sungai.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya


Pengertian Danau

Danau ialah cekungan-cekungan yang ada di permukaan bumi, baik itu akibat proses tektonik, vulkanik atau proses lain yang membuat adanya cekungan lama kelamaan akan terisi oleh air sungai yang mengalir dan bermuara di cekungan tersebut.


Danau sangat penting keberadaannya bagi kehidupan khususnya manusia antara lain sebagai cadangan air untuk kepentingan perairan ( irigasi ), air minum sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, sebagai sarana olahraga dab rekreasi sebagai pengatur air untuk mencegah banjir dan sebagai tempat untuk kegiatan perikanan ( tambak udang dan ikan ) serta manfaat lainnya.


Danau ialah suatu badan air yang dikelilingi oleh tanah. Ada jutaan danau di dunia. Mereka ditemukan di setiap benua dan di setiap jenis lingkungan dalam pegunungan dan gurun dan di dataran. Danau sangat bervariasi dalam ukuran, beberapa ukuran hanya beberapa meter persegi dan cukup kecil untuk dimuat di halaman belakang anda.


Danau kecil tersebut sering disebut sebagai kolam. Danau lainnya ialah begitu besar bahwa mereka disebut laut. Laut kaspias di Eropa dan Asia ialah danau terbesar di dunia dengan memiliki luas dari 370.000 kilometer persegi ( 143.000 mil persegi ).


Danau juga bervariasi kedalamannya, danau terdalam di dunia ialah danau Baikal di Rusia dasarnya hampir 2 kilometer ( lebih dari 1 mil ) dibawah permukaan. Danau lain begitu dangkal dan seseorang dapat dengan mudah untuk menyeberang di antara mereka.


Danau ada di banyak berbagai ketinggian. Salah satu yang bertinggi ialah Danau Titicaca di pegunungan Andes antara Boliyia dan peru. Ini adalah sekitar 3810 meter ( 12.500 kaki ) diatas permukaan laut. Danau terendah ialah Laut Mati antara Israel dan Yordania. Ini lebih dari 395 meter ( 1.300 kaki ) dibawah permukaan laut Air di danau berasal dari hujan, salju, es mencair, sungai dan air tanah rembesan. Kebanyak danau berisi air tawar.


Pengertian Rawa

Rawa ialah daerah yang selalu tergenang air dan memiliki kadar air yang relative tinggi. Air di rawa terlihat kotor karena tempat itu mengandung bahan organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang mati. Akibatnya air yang menggenang menyebabkan tanah menjadi asam.


Sebuah rawa merupakan daerah lahan secara permanen jenuh atau diisi dengan air. Banyak rawa bahkan tertutup oleh air ada dua jenis utama dari rawa yaitu

  • Rawa air tawar
  • Dan Rawa-rawa air asin.

Rawa yang didominasi oleh pohon-pohon, mereka sering disebut untuk jenis pohon yang tumbuh di dalamnya seperti rawa cemara atau rawa kayu. Rawa air tawar biasanya ditemukan didaratan sedangkan rawa air asin biasanya ditemukan di sepanjang daerah pesisir. Rawa merupakan daerah transisi mereka tidak benar-benar tanah atau benar-benar air.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis


Perairan Laut

Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.


Berdasarkan luas dan bentuknya, klasifikasi laut terdiri dari :

  1. Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke darat
  2. Selat adalah laut yang relative sempit dan terletak antara dua pulau
  3. Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relative lebih luas dibandingkan dengan selat
  4. Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak diantara benua

Karakteristik Air Permukaan

Karakteristik Air PermukaanKarakteristik Spesifik Air Permukaan

Karakteristik spesifik air permukaanUntuk mengenal karakteristik air baku permukaan maka air ini digolangkan menjadi 6, yaitu;

  1. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang tinggi
  2. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang rendah
  3. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang sifatnya temporer
  4. Air permukaan dengan kandungan warna yang sedang sampai tinggi
  5. Air permukaan dengan kesadahan yang tinggi.
  6. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan sangat rendah

Kualitas Air Permukaan

Kualitas air adalah variabel-variabel yang dapat mempengaruhi kehidupan biota air. Variabel-variabel tersebut meliputi: sifat fisika (warna, kekeruhan, dan temperatur) dan sifat kimia (kandungan oksigen, karbondioksida, pH, amoniak, dan alkalinitas).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, Jenis , Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap]


Kualitas air permukaan secara nasional telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kualitas badan air tergantung dari karakteristik dan kuantitas air yang masuk ke dalamnya. Oleh karena itu, limbah cair yang masuk ke perairan juga perlu diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga tidak memperuruk kualitas air permukaan.


Pada umumnya air permukaan akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota, dan sebagainya.


Keuntungan dan Kerugian Air Permukaan

Keuntungan

  • Kuantitas/jumlah cukup banyak
  • Cara pengambilan atau pendapatan lebih banyak

Kerugian

  • Kualitas air kurang baik karena kontaminasi dengan bahan pencemar selama pengaliran
  • Debit air tidak menentu terkadang sangat kecil terutaman debit air permukaan yang berasal dari permukaan bumi
  • Air permukaan memerlukan pengolahan sebelum dimanfaatkan

Menghitung Debit Air Permukaan

Debit adalah jumlah aliran air (volume) yang mengalir melalui suatu penampang dalam waktu tertentu, umumnya dinyatakan dalam satuan volume/waktu yaitu (m3/detik). Pengukuran debit air permukaan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu langsung dan idak langsung.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Patung” Pengertian Dan ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik )


Pengukuran Langsung

Pengukuran langsung di lapangan meliputi pengukuran lebar, tinggi air, tinggi saluran drainase, sisi miring, dan diameter pada masing-masing saluran drainase.


Pengukuran tidak langsung

Velocity area methods, Pada prinsipnya untuk mengetahui debit suatu aliran, dilakukan pengukuran kecepatan aliran dan penampang basah sungai. Kecepatan aliran dianggap seragam di setiap titik pada tampang lintang yang besarnya sama dengan kecepatan. Rumus yang digunakan adalah:


Q = A x V

            Keterangan:

Q =Debit Aliran (m3/s)

A = Luas Penampang (m2)

V = Kecepatan Aliran (m/s)


Penampang basah (A) diperoleh dengan pengukuran lebar permukaan air dan pengukuran kedalaman dengan tongkat pengukur atau kabel pengukur. Kecepatan aliran dapat diukur dengan metode current meter dan metode apung.


Pengolahan Air Permukaan

Pada umumnya, sumber air baku dari air permukaan harus diperhatikan segi kekeruhan dan segi mikrobiologisnya. Kondisi air baku yang buruk menyebabkan biaya pengolahan yang dibutuhkan semakin tinggi karena bahan kimia yang diperlukan akan semakin banyak atau bahkan diperlukan unit pengolahan yang baru untuk menjaga agar kualitas air sesuai dengan baku mutu.


Tujuan pengolahan air permukaan adalah agar air permukaan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai air bersih dan air minum yang sesuai dengan standar kualitas air bersih dan air minum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Pengolahan air minum dapat dilakukan dengan 3 metoda, yaitu : Penglahan fisik, kimiawi, dan bakteriologis.


Pengolahan Fisik

Prinsip : menggunakan proses penyaringan dan gravitasi.

Tujuan : untuk menghilangkan kekeruhan yang disebabkan oleh partikel-partikel terlarut dalam air baku.


  • Sedimentasi

Sedimentasi merupakan unit yang berfungsi memisahkan padatan dan cairan dengan menggunakan pengendapan secara gravitasi untuk memisahkan partikel tersusupensi yang terdapat dalam cairan tersebut (Reynols, 1982).


  • Filter Karbon

Karbon aktif dengan media granular (Granular Activated Carbon) merupakan proses filtrasi yang berfungsi untuk menghilangkan bahan-bahan organik, desinfeksi, serta menghilangkan bau dan rasa yang disebabkan oleh senyawa-senyawa organik.


Prinsip : mengadsorbsi bahan-bahan pencemar menggunakan media karbon. Proses adsorbsi yang berlangsung dalam karbon aktif tergantung pada luas permukaan media yang digunakan dan berhubungan dengan luas total pori-pori yang terdapat dalam media.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Peradaban Babilonia Serta Dinasti, Seni Rupa Dan Asal Usulnya


  • Membran atau Filtrasi

Proses ini untuk menyaring air yang telah dikoagulasi dan diendapkan untuk menghasilkan air minum dengan kualitas yang baik.


Filtrasi dapat dilakukan menggunakan beberapa jenis filter, antara lain : saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, atau dengan menggunakan teknologi membran.


Keunggulan utama membran dibandingkan filtrasi pasir lambat adalah unit pengolahan yang dibutuhkan mempunyai ukuran yang lebih kecil, kapasitas pengolahan lebih besar, serta mampu menghasilkan air layak minum.


Pengolahan Kimia

Pengolahan kimia dilakukan dengan menambahkan bahan kimia tertentu yang bertujuan untuk menyisihkan senyawa organik maupun senyawa anorganik dalam air. Penambahan bahan kimia ini bersifat spesifik, tergantung jenis dan konsentrasi polutan dalam air baku.


  • Flokulasi

Flokulasi adalah tahap pengadukan lambat yang mengikuti unit pengaduk cepat. Proses ini bertujuan untuk mempercepat laju tumbukan partikel, sehingga menyebabkan aglomerasi dari partikel koloid terdestabilisasi secara elektrolitik kepada ukuran yang terendapkan dan tersaring.


Flokulasi dicapai dengan mengaplikasikan pengadukan yang tepat untuk memperbesar flok-flok hasil koagulasi. Pada umumnya waktu detensi pada bak ini adalah 20 – 40 menit. Hal tersebut dilakukan karena flok yang telah mencapai ukuran tertentu tidak bisa menahan gaya tarik dari aliran air dan menyebabkan flok pecah kembali, oleh sebab itu kecepatan pengadukan dan waktu detensi dibatasi.


  • Desinfeksi

Desinfeksi adalah proses yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme patogen yang terdapat di dalam air baku yang masuk ke dalam instalasi pengolahan air minum. Proses ini tidak berlaku bagi mikroorganisme yang berada dalam bentuk spora.


Terdapat berbagai metode untuk melakukan desinfeksi, antara lain dengan penggunaan zat pengoksidasi (ozon, halogen, senyawa halogen), kation dari logam berat (perak, emas, merkuri), senyawa organik, senyawa berbentuk gas, dan pengolahan fisik (panas, UV, pH) (Chang, 1971 dikutip dalam Reynolds, 1982).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Persaingan ( Competition ) Beserta Macam, Fungsi Dan Contohnya