Pembangunan Nasional – Sejarah, Hakikat, Pengertian, Tujuan, Prinsip, Faktor, Visi dan Misi

Diposting pada

Pembangunan Nasional – Sejarah, Hakikat, Pengertian, Tujuan, Prinsip, Faktor, Visi dan Misi : Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia atau masyarakat suatu bangsa.

pembangunan nasional

Sejarah Pembangunan Nasional

Dalam pergolakan Revolusi Kemerdekaan sejak hari proklamasi 1945 maka rakyat indonesia telah berhasil membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang bebas dan berkedaulatan rakyat dari sabang sampai merauke, Negara kesatuan itu ialah negara kebangsaan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pembangunan Ekonomi Secara Umum Beserta Dampak Positif Dan Negatifnya


Tujuan dan maksud pembangunan nasional ialah membangun masyarakat yang adil dan makmur, adil dan makmur yaitu menurut tinjauan ajaran pancasila, yang di duga telah dikenal dengan sempurna oleh para anggota Dewan Perancang Nasional ( Pada masa demokrasi terpimpin tahun 1959 – 1966 ) sebelum dan sesudah mengangkat sumpah menjadi anggota Dewan Perancang Nasional ( Sekarang Bappenas – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ).


Dewan Perancangan Nasional akan memberi isi kepada proklamasi dengan bertujuan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut :


  1. Artinya ada suatu perencanaan overall

Oleh karena soal pembangunan adalah soal yang tidak berdiri sendiri, yang tidak lepas dari hubungan nya dengan bidang-bidang lain yaitu kehidupan negara dan masyarakat. Maka dalam melaksanakan pembangunan semesta perlu adanya suatu perencanaan yang di dasarkan pada kebutuhan dan kepribadian rakyat Indonesia.


  1. Hubungan Pembangunan dengan Demokrasi terpimpin dan Ekonomi Terpimpin

Oleh karena tidak ada suatu persoalan dalam kehidupan negara dan bangsa yang berdiri sendiri, terpisah antara satu sama lain, maka hal inipun perlu mendapat perhatian dari Dewan Perancangan Nasional, apabila tidak mau gagal dalam pekrjaan kita.


Pengertian Pembangunan Nasional

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terus menerus dilakukan untuk menuju perbaikan disegala bidang kehidupan masyarakat dengan berdasarkan pada seperangkat nilai yang dianut, yang menuntun masyarakat untuk mencapai tingkat kehidupan yang didambakan.


Pembangunan disini lebih diarahkan pada pembangunan potensi, inisiatif, daya kreasi, dan kepribadian dari setiap warga masyarakat. Dengan pembangunan, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola alam bagi peningkatan kesejahteraanya. Pembangunan menuntut orientasi masa depan bagi kelestarian manusia dan alam.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan


Pembangunan nasional adalah suatu rangkaian upaya pembangunan yang dilakukan secara berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan nasional. Pembangunan nasional dilakukan dalam rangka merealisasikan tujuan nasional seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,


yaitu melindungi segenap bangsa dan segenap tumpah darah indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


Pelaksanaan pembangunan mancakup aspek kehidupan bangsa, yaitu aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu, bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang lebih maju.


Oleh karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara benar, adil, dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.


National development

Hakikat Pembangunan Nasional

Hakikat pembangunan nasional yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional diperlukan hal-hal sebagai berikut:


  • Ada keselarasan, keserasian, kesimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pembangunan ialah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini, unsur manusia, unsur sosial-budaya, dan unsur lainnya harus mendapatkan perhatian yang seimbang.

  • Pembangunan harus merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
  • Subjek dan objek pembangunan ialah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga pembangunan harus berkepribadian Indonesia pula.

  • Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat ialah pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah mesti saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Tujuan Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mewujudkan Tujuan Nasional seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial serta mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam alinea II Pembukaan UUD 1945.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :“Pembangunan Berwawasan Lingkungan” Pengertian & ( Hakikat – Tujuan – Ciri )


Pernyataan di atas merupakan cerminan bahwa pada dasarnya tujuan Pembangunan Nasional adalah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang sejahtera, lahiriah maupun batiniah. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia merupakan pembangunan yang berkesinambungan, yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.


Pembangunan nasional yang dilakukan mengarah pada suatu tujuan. Tujuan ini terbagi atas tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.


  1. Tujuan jangka pendek dari pembangunan nasional adalah meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.

  2. Tujuan jangka panjang yaitu untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, material dan spiritual berdasarkan pancasila didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Visi dan Misi Pembangunan Nasional

Visi (impian/harapan) dan misi (hal-hal yang akan dilakukan untuk mencapai visi) tersebut merupakan dasar dan rambu-rambu untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional.


Visi

  1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;
  2. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak azasi manusia; serta
  3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Misi

Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, misi yang diterapkan adalah :


  1. Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara.
  2. Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  3. Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untukmewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalamkehidupan persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun dan damai.

  4. Penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketenteraman masyarakat.Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran
  1. Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, dan berdaya tahan  terhadap pengaruh globalisasi.

  2. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, bersumber daya alam, dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri maju, berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

  3. Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pengembangan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
  4. Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.

  5. Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan; yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
  6. Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatgif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggungjawab, berketerampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

  7. Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.

National development

Prinsip-Prinsip Pembangunan Nasional

Pelaksanaan pembangunan nasional dilakukan dengan berpegang pada prinsip yang dijadikan pedoman dalam penyelenggaraannya, antara lainsebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Penduduk” Dampak & Permasalahan Terhadap Pembangunan


1. Kesemestaan

Bahwa pembangunan nasional bersifat komprehensif, artinya menyatukan seluruh aspek kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia.


2. Partisipasi rakyat

Betapapun kulifiednya para aparat penyelenggara Negara dan matangnya program-program pembangunan yang dicanangkan; tidak akan membawa hasil yang optimal tanpa didukung oleh partisipasi rakyat.


3. Keseimbangan

Mengandung makna bahwa pembangunan nasioanl harus seimbang.


4. Kontinuitas

Cita-cita akhir bangsa Indonesia tidak akan tercapai dalam kurun waktu satu genersi. Hal ini berarti bahwa usaha mewujudkannya harus diperjuangkan secara terus-menerus.


5. Kemandirian

Pelaksanaan pembangunan nasional harus berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang bersendikan pada kepribadian bangsa.


6. Skala prioritas

Pelaksanaan pembangunan dibatasi oleh berbagai keterbatasan, sehingga tidak mungkin semua bidang atau masalah dilaksanakan atau ditangani dalam waktu bersamaan.


7. Pemerataan disertai pertumbuhan

Hasil-hasil pembangunan yang sudah dicapai harus bisa dinikmati secara merata oleh seluruh bangsa Indonesia.


Faktor – Faktor Penghambat Pembangunan

Faktor-Faktor yang menghambat Pembangunan sejak tahun 1950. Pembangunan semesta dan berencana baru dapat berjalan setelah kembali ke UUD 1945 yang memungkinkan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin.


Sebelum tahun 1959, pembangunan terbentur pada berbagai macam faktor yang menjadi penghambat bagi terlaksanyan pembangunan tersebut. sebab-sebab pokok sudah sama kita pahami, sehingga pada akhir-akhir ini setelah fikiran liberalisme, sabotase, percobaan intervensidan gerakan subersif dan pemberontakan berhasil di tindas, timbul kebulatan fikiran untuk mengadakan retoolingdalam susunan ekonomi,


ketatanegaraan dan susunan masyrakat, yang tentu akan berakibat besar bagi kebijaksanaan politik dalam struktur ketatanegaraan indonesia, yaitu suatu susunan yang pada hakekat nya bukan merupakan barang baru bagi masyarakat indonesia yang di sebut pelaksanaan demokrasi terpimpin atau yang di sebut dengan kata-kata yang sederhanaoleh rakyat, ialah gotong royong, sebgai satu-satu nya jalan keluar menuju kepada pembangunan semesta atau pembangunan sosialisme ala indonesia.


Faktor-faktor yang merupakan kebulatan fikiran itu kiranya tidak perlu kita kupas lagi, akan tetapi karena porsoalan itu merupakan suatu persoalan yang sangat luas, karena tidak berdiri sendiri, maka perlulah kiranya meminta perhatian kepada aspek-aspek yang di timbulkan oleh sebab-sebab pokok itu agar kita dapat mendapat hasil yang guna mencapai pembangunan nasional :


  • Faktor politis

Pelaksanaan pembangunan berlangsung atas stabilisasi di bidang politik sehingga pelaksanaan nya ini tidak terbentur pada seringkali di adakan nya pergantian program pemerintah yang mungkin sekali berlainan dengan program yang semula, bahkan mungkin bertentangan dengan yang telah di laksanakan.


  • Faktor psikologi

Tekanan ekonomi, keguncangan politik, pertentangan ideologidan akibat-akibat revolusi bersenjata masih sangat berkesan pada kaum buruh, tani, dan pemuda serta potensi nasional lainnya di tambah pula dengan politik adu domba imperialisme yang denga sadar atau tidak telah di laksanakan justru oleh gembong-gembong politik, mengakibatkan rakyat diam dalam seribu bahasa dalam menyelasaikan revolusi.


  • Faktor pendidikan

Faktor pendidikan yang sebagian besar menurut dasarnya masih mempergunakan sistem lama, yaitu sistem pendidikan kolonial sudah tidak sesuai dengan tuntutan nasional.


  • Menghidupkan potensi rakyat

Pembnagunan semesta dan berencana baru terjamin akan berhasil baik, apabila pembangunan itu tidak saja mempunyai tujuan untuk membentuk masyarakat yang adil dan makmur, tetapi juga gharus di dukungoleh rakyat sendiri yang di ikut sertakan dalam menyususn, mengesahkan, menilai, mengawasi, dan melaksanakan pembangunan itu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peran Wirausaha Dalam Perekonomian Dan Pembangunan Nasional